Aleesya Anak Nania?

Selepas ijab Qobul, semuanya masih disana dan makan makan bersama. Aleesya juga senang mamah mertuanya sangat baik padanya. "Terima kasih mas, atas semuanya!" Gumam Aleesya dalam hatinya.

"Nak, maaf sayang mamah menanyakan ini, nama mamah kamu si-siapa?" Dengan sedikit ragu mamah Winda ingin tahu kebenarannya.

Karena dia merasa wajah Aleesya persis seperti sahabatnya Nania Subagyo. Padahal bu Winda sudah mengenal Lukman dan Mira, tapi mereka belum tahu jika Aleesya adalah anak dari adiknya Lukman.

"Nama mamah saya, Nania Subagyo, mah! Beliau dan papah kecelakaan 20 tahun lalu, saya tinggal bersama om dan tante saya!" Aleesya menunduk sedih, dia menitikan air matanya. Mamah mertuanya sangat terkejut, ternyata benar dugaannya dia anak dari sahabatnya.

Dulu sewaktu sekolah, Winda dan Nania pernah bercita cita ingin menjodohkan anak-anak mereka kelak mereka sudah menikah nanti. Mamah Winda menangis memeluk Aleesya dengan erat mencium kepala wanita itu dengan penuh kasih sayang. Aleesya pun sama terkejutnya dengan perlakuan mamah mertuanya. Dia sungguh merasa nyaman berada dipelukan mamah mertuanya.

"Nania anakmu sudah besar, dia sekarang menjadi istri anakku. Cita cita kita tercapai Nania... Seandainya kamu masih hidup!". Gumam mamah Winda dalam hatinya.

"Nak ... Dulu mamah mu adalah sahabat mamah, mamah engga nyangka bisa ketemu kamu!" Mamah Winda memeluk erat lagi Aleesya.

Mereka pun mengobrol mamah Winda juga menceritakan kisah persahabatannya dengan mamah Nania. Aleesya menatap hangat mamah mertuanya.

-

-

Hari sudah malam, Alarich membawa Aleesya ke kamarnya yang sudah di hias seperti kamar pengantin. Aleesya degdegan jantungnya bahkan seperti mau copot.

"Di lemari sudah ada beberapa baju baju kamu. Nanti lusa kita pindah kerumah baru. Kita buka lembaran baru.!" CUP Alarich mengecup kening istrinya itu. Aleesya masih bengong di tepian kasur dia belum melangkah lagi.

"Mas aku mau mandi yah gerah!" Ucap Aleesya. "Boleh sayang, disana sudah ada bathrobe baru kamu bisa pakai." Aleesya langsung ke dalam kamar mandi. Didalam sana Aleesya keringat dingin mengingat ini adalah malam pertama bagi Aleesya dan Alarich.

"Susah banget sih bukanya tadi waktu pakai bisa, kenapa jadi macet seletingnya!" Aleesya menggerutu di depan cermin. Dia kesulitan membuka kebayanya.

Tanpa di sadari ada tangan yang membantu Aleesya. Siapa lagi kalau bukan tangan kokoh suaminya. Aleesya menegang suaminya membuka bajunya. Diturunkannya pelan pelan kebaya yang melekat di tubuh Aleesya.

Hanya menyisakan bra saja yang membuat gundukan putih itu menyembul, sementara rok bawahnya belum Aleesya buka. Alarich mencium leher putih itu dengan lembut. Lalu ciuman itu menjalar ke pundaknya. Aleesya nampak pasrah dia diam saja tidak berkutik. Dadanya naik turun seolah tengah marathon.

Tangan Alarich menurunkan tali bra istrinya. Juniornya semakin tegang melihat kemolekan tubuh indah istrinya. Alarich juga membuka rok istrinya hingga jatuh ke lantai. Dan menyisakan celana dalam. Aleesya masih bergeming.

Alarich membalikan tubuh Aleesya ke hadapannya. "Kamu cantik sayang!" CUP Alarich mencium daun telinga sang istri. Aleesya mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya.

Awalnya dia masih ragu, tapi bukankah melayani suami adalah sebuah kewajiban? Itu yang ada di pikiran Aleesya sekarang.

"A-aku siap mas!"

Tanpa aba aba lagi, Alarich menggendong Aleesya ke dalam kamar. Pupus sudah rencana mandi Aleesya tadinya. Sekarang Aleesya pasrah bersama suaminya.

Alarich mengukung sang istri dibawahnya, kedua tangan istrinya diangkat ke atas. Gunung kembar itu semakin menyembul keluar. Hasrat Alarich sudah tak terbendung lagi.

Dia menciumi wajah istrinya tak melewatkan seinchi pun. Alarich terus menyesap bibir ranum sang istri. Aleesya juga membalas ciuman itu penuh hasrat. Entah apa yang sekarang yang dirasakan hati Aleesya. Yang jelas dia bahagia berada di sisi Alarich walaupun baru beberapa hari kenal. Dia percaya, Tuhan mengirim Alarich sebagai pelindungnya.

"Aleesya ... Cintai aku sebagaimana aku sudah mulai mencintaimu!" Ucap Alarich sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya. Aleesya mengangguk patuh. Dia juga sudah mulai membuka hatinya untuk suaminya ini.

Ciuman Alarich turun ke dada gembul sang istri. Dia memainkan gunung kembar yang cukup besar ditangannya. Ternyata dibalik pakaian sang istri terdapat harta yang sangat berharga. Alarich terus menyesapnya tanpa henti hingga sang istri melenguh nikmat.

Aleesya terus mendesah dia meremas rambut suaminya yang lembut. "Ahhh ...sssh mas...!" Ciuman Alarich makin turun ke perut hingga ke lembah nirwana.

"Mas... Jangan... Aku ahhhh malu...!" Suara Aleesya terbata bata sungguh dia seperti terbang ke nirwana. Alarich mampu mengobrak-ngabrik bagian lembah nirwana itu. "Mas aku mau pi-pis !" Alarich terus me lu mat nya dan menghisapnya.

"Keluarin sayang !" Aleesya mengeluarkan pelepasan pertamanya. Sekarang giliran junior suaminya yang sudah menegang. "Mas pelan pelan yah, aku takut!" Lirih Aleesya

"Iya sayang sakitnya hanya di awal, kamu akan merasakan kenikmatan!" CUP Alarich mencium lagi bibir istrinya

JLEB

Alarich langsung menjebol gawang pertahanan itu, cairan merah menjadi saksi percintaan mereka. Aleesya menangis dia bergetar kakinya juga menekuk. Tangan Aleesya bahkan mencengkram bahu kokoh suaminya.

"Mas aaaaaarrrghhhhhhhhh .... Sakit mas!" Aleesya menangis dia merasakan seperti ada yang sobek didalamnya. "Mas katanya pelan pelan!"

"Maaf sayang aku pelan kok ini." Alarich mendiamkan dulu Juniornya agar beradaptasi. Lalu pelan pelan dia memaju mundurkan juniornya. "Ahh kamu sempit sayang!" Alarich memompa sambil mencium bibir istrinya.

Malam pertama yang awalnya sakit sekarang terasa nikmat bagi keduanya. Aleesya juga lama lama menikmatinya. Sang suami mampu memanjakan istrinya. Aleesya sudah 3x pelepasan, begitu juga suaminya yang terus menyemburkan benih cinta ke dalam rahim sang istri. Berharap akan ada calon bayi di rahim istrinya.

Keduanya ambruk, Aleesya merasakan lembahnya perih sekali. Alarich membawa istrinya tidur dulu dia merasa kasihan istrinya sudah kelelahan karenanya. Mereka terlelap malam itu, malam penuh kebahagiaan. Aleesya menelusup.ke dada bidang suaminya.

"I LOVE YOU ALEESYA" CUP

Terpopuler

Comments

Anyue

Anyue

bacanya bisa tegang seperti horor🙈

2024-09-25

1

lihat semua
Episodes
1 Aleesya Shaabira Bagaskara
2 Alarich Dewantara
3 Luka Batin dan Fisik
4 Tinggal bersama (?)
5 Mereka Kekasih?
6 Melindungi Aleesya
7 Peringatan Pertama
8 Orang Tua Alarich
9 Menikah Dadakan
10 Aleesya Anak Nania?
11 Menyelidiki Kecelakaan
12 Honeymoon
13 Honeymoon 2
14 Semakin Cinta Aleesya
15 Rumah Masa Depan
16 Syukuran Rumah Baru
17 Hamil ?
18 Rindu Mamah dan Papah
19 Pulang Ke Rumah
20 Resepsi Aleesya dan Alarich
21 NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22 Siapa Monica ?
23 Suami Posesive
24 Trauma Aleesya
25 Luka Mendalam
26 Hipnoterapi
27 Babymoon
28 Keluarga Bagaskara
29 Titik Terang
30 Kejahatan Mira dan Lukman
31 Penderitaan Aleesya
32 Penderitaan Miko
33 Mengadu Domba
34 Menjebak Revan Bagaskara
35 Bertemu Keluarga Bagaskara
36 Panggil Opah & Omah
37 Kecelakaan Aleesya
38 Menunggu Aleesya
39 Aleesya Tersadar
40 Tanggung Resikonya
41 Menjadi Mata-Mata
42 Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43 Abimana Palsu
44 Mira Minta Maaf
45 Taman Hiburan
46 Siapa Wirya Atmaja ?
47 Tertangkap Sudah
48 TERUNGKAP !
49 Alarich Murka !
50 Menghibur Sang Isteri
51 Lukman & Mira Kabur
52 Penyesalan Abimana
53 Penyergapan Lukman & Mira
54 Menunggumu
55 Keluarga Baru Aleesya
56 4 Bulanan
57 Persidangan
58 Pesta Kejutan
59 Pemilik Baru
60 Pemimpin Baru
61 Bedrest
62 Aleesya Melahirkan
63 Athalla & Alana
64 Jalur Lain
65 Produksi Lagi
66 Panti Asuhan
67 Liburan Bersama
68 Evan & Janisa
69 Jodoh Untuk Nathan
70 Mira Berulah Lagi
71 Revan Kabur !
72 Aleesya Disandera
73 Athala dan Alana Demam
74 Savian Tersadar
75 Bagaskara Berduka
76 Rumah Masa Kecil Aleesya
77 Dia Menyukai Istriku ?
78 Hamil Lagi ?
79 Janisa & Evan Resmi
80 Dinner Romantis
81 Liburan Ke Pantai
82 Pengganggu !!!
83 Kejutan Untuk Alarich
84 Penyesalan Mira
85 Berdamai Dengan Masa Lalu
86 Pertemuan Aleesya dan Mira
87 Kontraksi Palsu
88 Ulang Tahun Athala & Alana
89 Melahirkan Lagi
90 Aqiqah Atharya
91 Nostalgia
92 Orang Misterius
93 Jodoh Nathan?
94 Nathan & Tara
95 Menikah Dadakan ?
96 Merindukanmu
97 First Kiss
98 Nasihat Pernikahan
99 Malam Pertama
100 Dia Lagi ?
101 Alana Possessive
102 Paket C
103 Masa Lalu Nathan
104 Resepsi Nathan dan Tara
105 Di Jodohkan ?
106 Masih Keluarga
107 Masa Lalu Alarich
108 Rujuk Kembali
109 Pernikahan Di Hari Yang Sama
110 Tarra Hamil ?
111 Me Time
112 Permintaan Maaf
113 Burungnya Harus Di Kurung
114 Anak Ke Tiga
115 Cemburunya Bumil
116 Babymoon Ketiga
117 Salah Paham
118 Nambah Lagi
119 Calon Menantu
120 Ulang Tahun Atharya
121 Tarra Melahirkan
122 Janisa Juga Melahirkan
123 Cemburu
124 Ariana Dewantara
125 Me Time Bersama Istri
126 Hadiah Untuk Ariana
127 Bonchap 1
128 Bonchap 2
129 Bonchap 3
130 Bonchap 4
131 Bonchap 5
132 Bonchap 6
133 Bonchap 7
134 Bonchap 8
135 Bonchap 9
136 Bonchap 10
137 Bonchap 11
138 Bonchap 12
139 Bonchap 13
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Aleesya Shaabira Bagaskara
2
Alarich Dewantara
3
Luka Batin dan Fisik
4
Tinggal bersama (?)
5
Mereka Kekasih?
6
Melindungi Aleesya
7
Peringatan Pertama
8
Orang Tua Alarich
9
Menikah Dadakan
10
Aleesya Anak Nania?
11
Menyelidiki Kecelakaan
12
Honeymoon
13
Honeymoon 2
14
Semakin Cinta Aleesya
15
Rumah Masa Depan
16
Syukuran Rumah Baru
17
Hamil ?
18
Rindu Mamah dan Papah
19
Pulang Ke Rumah
20
Resepsi Aleesya dan Alarich
21
NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22
Siapa Monica ?
23
Suami Posesive
24
Trauma Aleesya
25
Luka Mendalam
26
Hipnoterapi
27
Babymoon
28
Keluarga Bagaskara
29
Titik Terang
30
Kejahatan Mira dan Lukman
31
Penderitaan Aleesya
32
Penderitaan Miko
33
Mengadu Domba
34
Menjebak Revan Bagaskara
35
Bertemu Keluarga Bagaskara
36
Panggil Opah & Omah
37
Kecelakaan Aleesya
38
Menunggu Aleesya
39
Aleesya Tersadar
40
Tanggung Resikonya
41
Menjadi Mata-Mata
42
Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43
Abimana Palsu
44
Mira Minta Maaf
45
Taman Hiburan
46
Siapa Wirya Atmaja ?
47
Tertangkap Sudah
48
TERUNGKAP !
49
Alarich Murka !
50
Menghibur Sang Isteri
51
Lukman & Mira Kabur
52
Penyesalan Abimana
53
Penyergapan Lukman & Mira
54
Menunggumu
55
Keluarga Baru Aleesya
56
4 Bulanan
57
Persidangan
58
Pesta Kejutan
59
Pemilik Baru
60
Pemimpin Baru
61
Bedrest
62
Aleesya Melahirkan
63
Athalla & Alana
64
Jalur Lain
65
Produksi Lagi
66
Panti Asuhan
67
Liburan Bersama
68
Evan & Janisa
69
Jodoh Untuk Nathan
70
Mira Berulah Lagi
71
Revan Kabur !
72
Aleesya Disandera
73
Athala dan Alana Demam
74
Savian Tersadar
75
Bagaskara Berduka
76
Rumah Masa Kecil Aleesya
77
Dia Menyukai Istriku ?
78
Hamil Lagi ?
79
Janisa & Evan Resmi
80
Dinner Romantis
81
Liburan Ke Pantai
82
Pengganggu !!!
83
Kejutan Untuk Alarich
84
Penyesalan Mira
85
Berdamai Dengan Masa Lalu
86
Pertemuan Aleesya dan Mira
87
Kontraksi Palsu
88
Ulang Tahun Athala & Alana
89
Melahirkan Lagi
90
Aqiqah Atharya
91
Nostalgia
92
Orang Misterius
93
Jodoh Nathan?
94
Nathan & Tara
95
Menikah Dadakan ?
96
Merindukanmu
97
First Kiss
98
Nasihat Pernikahan
99
Malam Pertama
100
Dia Lagi ?
101
Alana Possessive
102
Paket C
103
Masa Lalu Nathan
104
Resepsi Nathan dan Tara
105
Di Jodohkan ?
106
Masih Keluarga
107
Masa Lalu Alarich
108
Rujuk Kembali
109
Pernikahan Di Hari Yang Sama
110
Tarra Hamil ?
111
Me Time
112
Permintaan Maaf
113
Burungnya Harus Di Kurung
114
Anak Ke Tiga
115
Cemburunya Bumil
116
Babymoon Ketiga
117
Salah Paham
118
Nambah Lagi
119
Calon Menantu
120
Ulang Tahun Atharya
121
Tarra Melahirkan
122
Janisa Juga Melahirkan
123
Cemburu
124
Ariana Dewantara
125
Me Time Bersama Istri
126
Hadiah Untuk Ariana
127
Bonchap 1
128
Bonchap 2
129
Bonchap 3
130
Bonchap 4
131
Bonchap 5
132
Bonchap 6
133
Bonchap 7
134
Bonchap 8
135
Bonchap 9
136
Bonchap 10
137
Bonchap 11
138
Bonchap 12
139
Bonchap 13

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!