Rumah Masa Depan

"Pagi sayang... Kamu tidurnya lama banget!" Alarich mencium membangunkan istrinya dengan penuh kasih sayang. "Pagi mas...udah bangun?" Aleesya tersenyum lembut membelai rahang suaminya yang dipenuhi jambang tipis.

"Sudah sayang, aku ambilin sarapan yah, kita makan di sini aja. Mamah sama papah lagi ke kantor dulu."

"Makasih ya mas, aku mau mandi dulu." Aleesya bangun dia turun dari kasur menuju kamar mandi. Ternyata Alarich mengekor di belakang istrinya. "Mas mau apa?" Tanya Aleesya.

"Mandi bareng !" Sang istri melongo dia malah bengong. Alarich menarik istrinya masuk dia melepas seluruh pakaian istrinya. Dia menciumi seluruh wajah sang istri.

Aleesya yang sudah paham mau suaminya ini dia pun pasrah menerima serangan fajar di pagi hari. Dia mengikuti per mainan suaminya.

"I LOVE YOU ALEESYA" Suara parau itu terdengar seksi di telinga Aleesya membuatnya merinding. Aleesya mengadah kan kepalanya ke atas menikmati setiap sentuhan suaminya. Dia juga sangat mencintai suaminya ini.

-

-

-

"Sudah siap sayang? Mbok Inem sama Kenny ikut kita. Jadi kamu tidak akan kesepian kalau aku kerja." Alarich melihat penampilan istrinya yang semakin hari semakin cantik. Aleesya memakai dress selutut lengan panjang warna biru langit. Dengan rambut panjang hitam yang di ikat setengah kepala.

"Sudah mas." BLUSH

Wajah Aleesya tetiba merah merona suaminya menatapnya dengan penuh damba. Aleesya menundukan pandangannya. Meski sudah malam pertama, Aleesya tetap malu pada suami tampannya ini.

"Nanti siang mamah dan papah menyusul dan menginap dirumah baru kita. Besok sekalian syukuran. Aku akan mengundang om juga tante kamu!" Ucap Alarich panjang lebar. Aleesya tidak membantahnya sedikit pun. Dia mengangguk patuh.

CUP

Alarich mengecup kening istrinya dalam. "Ayo sayang kamu pasti suka sama rumah baru kita!" Alarich menggenggam tangan istrinya ke bawah dan menuju mobil.

Pak Agus supir keluarga Dewantara sudah bersiap menunggu di depan mobil lalu membuka kan pintu untuk majikannya. Bastian juga sudah ikut didalam mobil majikannya. Mbok Inem dan Kenny asisten mamah Winda berada di mobil satunya lagi bersama beberapa koper tuan dan nonanya.

"Non Aleesya cantik sekali ya udah gitu baik, sopan, lembut sekali kalau bicara. Pantas saja Den Alarich jatuh cinta hehehe!" Si mbok tengah bergosip dengan Kenny didalam mobil membicarakan majikannya.

"Iya betul, aku juga baru mbok lihat tuan Alarich secerah ini biasanya dia dingin sekali, tapi sekarang dia jauh lebih lembut." Sahut Kenny

-

-

-

Perjalanan kedua mobil itu cukup lama hingga 40 menit. Alarich memang memilih rumah agak jauh dan sedikit naik bukit, karena dia suka suasananya. Aleesya juga pasti suka sekali.

Selama dijalan memasuki kawasan Elite perumahan itu Aleesya tak hentinya mengagumi rumah rumah yang menjulang tinggi. "Ya ampun ... Ini sepertinya rumah rumah sosialita yang sering aku lihat di tv !"

Alarich melirik istrinya, dia tersenyum kecil melihat istrinya memandangi rumah rumah itu. Dia paham sekali perasaan istrinya. Selama ini meskipun Aleesya tinggal dirumah besar milik om dan tantenya, tapi Aleesya hanya tidur di kamar art. Dia bahkan di jadikan pem bantu oleh om dan tantenya.

"Bagus ya sayang!" Ucap Alarich merangkul istrinya. "Iya mas, pasti mahal mahal rumah disini." Jawab Aleesya lembut.

Bastian tersenyum kecil mendengar celotehan non Aleesya.

"Anda sekarang tidak akan merasakan penderitaan lagi non Aleesya. Anda harus bahagia bersama tuan Alarich." Itulah doa yang di ucapkan Bastian dalam hatinya.

Sekarang Aleesya di jadikan ratu oleh suaminya. Aleesya sangat bersyukur bertemu Alarich. Selama ini dia berdoa meminta keajaiban Tuhan untuk mengubah hidupnya. Sepertinya Tuhan mendengarkan tangisan doa doa Aleesya.

Sampailah mereka semua di rumah baru tuannya. Rumah dengan gerbang besar dan kokoh, penuh CCTV di setiap sudut. Pintu rumah nya juga memakai passcode. Mereka semua masuk.

"Pilihan mu yang terbaik Bas !" Ucap Alarich dengan bangga pada Bastian. Alarich menepuk nepuk pundak Bastian.

-

-

"Woww besar sekali rumahnya Den, ada kolam renangnya juga. Kamar si mbok dimana den?" Mbok cengengesan pada majikannya itu. "Di belakang mbok. Kamar buat mbok sama Kenny terpisah. Bas, kasih tahu kamar kamu dan Kenny.!"

Mbok inem dan Kenny mengikuti Bastian ke belakang. Ternyata di belakang rumah ada paviliun minimalis khusus untuk para pegawai. Juga Bastian memberika walkie talkie untuk komunikasi supaya tidak teriak teriak.

-

-

Alarich membawa istrinya berkeliling rumah, dan terakhir mereka masuk kamar. Kamar ini lebih besar dari pada kamar Alarich dirumah orang tuanya. Walk in closetnya sangat lengkap.

Aleesya membuka lemari baju itu satu persatu sudah lengkap dengan baju, gaun, piyama, bahkan lingerinya pun ada di satu lemari besar terpisah. Pakaian dalamnya pun terpisah lagi. Ada banyak sepatu dan sendal untuk keduanya. Alarich sudah hapal betul ukuran kaki istrinya.

Aleesya menganga, dia bagaikan hidup di negeri dongeng. Dia menutup mulutnya tak percaya dengan semua ini. Kamar mandinya juga besar ada televisinya juga. Di kamar Alarich tidak ada televisinya. Tapi disini ada lengkap semua.

"Mas ini semua apa tidak berlebihan?" Aleesya mengucapkan nya dengan hati hati takut menyinggung suaminya. "Tidak sayang, aku mempersiapkan rumah masa depan ini untuk kita. Karena aku yakin sebentar lagi akan ada calon anak kita." Alarich mencium perut istrinya yang masih rata itu.

"Makasih ya mas, aku ... Mencintaimu mas Alarich." Aleesya sudah berlinang air mata. Alarich menghapus air mata istrinya dengan lembut.

"Mulai sekarang hanya ada tangis kebahagiaan. Bukan kesedihan lagi. Kamu segalanya untukku Aleesya. Terima kasih sudah hadir di hidupku!" CUP Alarich mencium lembut seluruh wajah istrinya. Aleesya memejamkan matanya merasakan kasih sayang suaminya. Tangannya berada dipinggang suaminya.

Alarich mengajak istrinya beristirahat dulu di kasur. Keduanya mengobrol santai sembari bercanda tawa. Senyum Aleesya merekah membuat hati suaminya hangat.

-

-

-

Tak terasa sudah masuk jam makan siang. Si Mbok dan Kenny tengah menyiapkan makan siang. Bastian juga ikut membantu. Pak Agus stand by didepan pos.

"Mas Bas, ajak neng Siti lah kesini. Coba tolong bilangin sama tuan Al. Si. Mbok kayaknya ndak sanggup sendirian, wong rumahnya besar sekali!" Keluh si mbok inem. "Siap mbok nanti saya bicara sama tuan Al." Jawab Bastian.

Kennny bertugas menata makanan di meja makan. "Selesai waktunya panggil tuan dan nona." Kenny langsung ke atas lantai 2 mengetuk pintu kamar bossnya.

TOK TOK TOK

"Tuan, Non Aleesya ... Makan siang sudah siap!" Ucap Kenny di depan pintu.

"Iya Ken, nanti kami ke bawah." Teriak Alarich dalam kamar. Kenny langsung ke bawa lagi. Dan ternyata orang tua Alarich baru saja datang.

Mereka membawa makanan banyak sekali, dan juga membawa freezer beserta isinya. Mbok Inem berbinar melihat isi freezer itu yang lengkap dengan cemilan dan frozen food juga. Ada es krim juga

"Ya ampun Tuan, nyonya ... Buat disini?" Tanya si mbok inem. "Iya donk mbok, buat kebutuhan disini. Mbok juga kalau mau ambil aja yah!" Ucap nyonya Winda.

"Mbok ... Hehehe!" Neng Siti art yang ada di rumah utama juga ikut. "Neng Siti ... Alhamdulillah ikut juga!"

Episodes
1 Aleesya Shaabira Bagaskara
2 Alarich Dewantara
3 Luka Batin dan Fisik
4 Tinggal bersama (?)
5 Mereka Kekasih?
6 Melindungi Aleesya
7 Peringatan Pertama
8 Orang Tua Alarich
9 Menikah Dadakan
10 Aleesya Anak Nania?
11 Menyelidiki Kecelakaan
12 Honeymoon
13 Honeymoon 2
14 Semakin Cinta Aleesya
15 Rumah Masa Depan
16 Syukuran Rumah Baru
17 Hamil ?
18 Rindu Mamah dan Papah
19 Pulang Ke Rumah
20 Resepsi Aleesya dan Alarich
21 NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22 Siapa Monica ?
23 Suami Posesive
24 Trauma Aleesya
25 Luka Mendalam
26 Hipnoterapi
27 Babymoon
28 Keluarga Bagaskara
29 Titik Terang
30 Kejahatan Mira dan Lukman
31 Penderitaan Aleesya
32 Penderitaan Miko
33 Mengadu Domba
34 Menjebak Revan Bagaskara
35 Bertemu Keluarga Bagaskara
36 Panggil Opah & Omah
37 Kecelakaan Aleesya
38 Menunggu Aleesya
39 Aleesya Tersadar
40 Tanggung Resikonya
41 Menjadi Mata-Mata
42 Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43 Abimana Palsu
44 Mira Minta Maaf
45 Taman Hiburan
46 Siapa Wirya Atmaja ?
47 Tertangkap Sudah
48 TERUNGKAP !
49 Alarich Murka !
50 Menghibur Sang Isteri
51 Lukman & Mira Kabur
52 Penyesalan Abimana
53 Penyergapan Lukman & Mira
54 Menunggumu
55 Keluarga Baru Aleesya
56 4 Bulanan
57 Persidangan
58 Pesta Kejutan
59 Pemilik Baru
60 Pemimpin Baru
61 Bedrest
62 Aleesya Melahirkan
63 Athalla & Alana
64 Jalur Lain
65 Produksi Lagi
66 Panti Asuhan
67 Liburan Bersama
68 Evan & Janisa
69 Jodoh Untuk Nathan
70 Mira Berulah Lagi
71 Revan Kabur !
72 Aleesya Disandera
73 Athala dan Alana Demam
74 Savian Tersadar
75 Bagaskara Berduka
76 Rumah Masa Kecil Aleesya
77 Dia Menyukai Istriku ?
78 Hamil Lagi ?
79 Janisa & Evan Resmi
80 Dinner Romantis
81 Liburan Ke Pantai
82 Pengganggu !!!
83 Kejutan Untuk Alarich
84 Penyesalan Mira
85 Berdamai Dengan Masa Lalu
86 Pertemuan Aleesya dan Mira
87 Kontraksi Palsu
88 Ulang Tahun Athala & Alana
89 Melahirkan Lagi
90 Aqiqah Atharya
91 Nostalgia
92 Orang Misterius
93 Jodoh Nathan?
94 Nathan & Tara
95 Menikah Dadakan ?
96 Merindukanmu
97 First Kiss
98 Nasihat Pernikahan
99 Malam Pertama
100 Dia Lagi ?
101 Alana Possessive
102 Paket C
103 Masa Lalu Nathan
104 Resepsi Nathan dan Tara
105 Di Jodohkan ?
106 Masih Keluarga
107 Masa Lalu Alarich
108 Rujuk Kembali
109 Pernikahan Di Hari Yang Sama
110 Tarra Hamil ?
111 Me Time
112 Permintaan Maaf
113 Burungnya Harus Di Kurung
114 Anak Ke Tiga
115 Cemburunya Bumil
116 Babymoon Ketiga
117 Salah Paham
118 Nambah Lagi
119 Calon Menantu
120 Ulang Tahun Atharya
121 Tarra Melahirkan
122 Janisa Juga Melahirkan
123 Cemburu
124 Ariana Dewantara
125 Me Time Bersama Istri
126 Hadiah Untuk Ariana
127 Bonchap 1
128 Bonchap 2
129 Bonchap 3
130 Bonchap 4
131 Bonchap 5
132 Bonchap 6
133 Bonchap 7
134 Bonchap 8
135 Bonchap 9
136 Bonchap 10
137 Bonchap 11
138 Bonchap 12
139 Bonchap 13
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Aleesya Shaabira Bagaskara
2
Alarich Dewantara
3
Luka Batin dan Fisik
4
Tinggal bersama (?)
5
Mereka Kekasih?
6
Melindungi Aleesya
7
Peringatan Pertama
8
Orang Tua Alarich
9
Menikah Dadakan
10
Aleesya Anak Nania?
11
Menyelidiki Kecelakaan
12
Honeymoon
13
Honeymoon 2
14
Semakin Cinta Aleesya
15
Rumah Masa Depan
16
Syukuran Rumah Baru
17
Hamil ?
18
Rindu Mamah dan Papah
19
Pulang Ke Rumah
20
Resepsi Aleesya dan Alarich
21
NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22
Siapa Monica ?
23
Suami Posesive
24
Trauma Aleesya
25
Luka Mendalam
26
Hipnoterapi
27
Babymoon
28
Keluarga Bagaskara
29
Titik Terang
30
Kejahatan Mira dan Lukman
31
Penderitaan Aleesya
32
Penderitaan Miko
33
Mengadu Domba
34
Menjebak Revan Bagaskara
35
Bertemu Keluarga Bagaskara
36
Panggil Opah & Omah
37
Kecelakaan Aleesya
38
Menunggu Aleesya
39
Aleesya Tersadar
40
Tanggung Resikonya
41
Menjadi Mata-Mata
42
Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43
Abimana Palsu
44
Mira Minta Maaf
45
Taman Hiburan
46
Siapa Wirya Atmaja ?
47
Tertangkap Sudah
48
TERUNGKAP !
49
Alarich Murka !
50
Menghibur Sang Isteri
51
Lukman & Mira Kabur
52
Penyesalan Abimana
53
Penyergapan Lukman & Mira
54
Menunggumu
55
Keluarga Baru Aleesya
56
4 Bulanan
57
Persidangan
58
Pesta Kejutan
59
Pemilik Baru
60
Pemimpin Baru
61
Bedrest
62
Aleesya Melahirkan
63
Athalla & Alana
64
Jalur Lain
65
Produksi Lagi
66
Panti Asuhan
67
Liburan Bersama
68
Evan & Janisa
69
Jodoh Untuk Nathan
70
Mira Berulah Lagi
71
Revan Kabur !
72
Aleesya Disandera
73
Athala dan Alana Demam
74
Savian Tersadar
75
Bagaskara Berduka
76
Rumah Masa Kecil Aleesya
77
Dia Menyukai Istriku ?
78
Hamil Lagi ?
79
Janisa & Evan Resmi
80
Dinner Romantis
81
Liburan Ke Pantai
82
Pengganggu !!!
83
Kejutan Untuk Alarich
84
Penyesalan Mira
85
Berdamai Dengan Masa Lalu
86
Pertemuan Aleesya dan Mira
87
Kontraksi Palsu
88
Ulang Tahun Athala & Alana
89
Melahirkan Lagi
90
Aqiqah Atharya
91
Nostalgia
92
Orang Misterius
93
Jodoh Nathan?
94
Nathan & Tara
95
Menikah Dadakan ?
96
Merindukanmu
97
First Kiss
98
Nasihat Pernikahan
99
Malam Pertama
100
Dia Lagi ?
101
Alana Possessive
102
Paket C
103
Masa Lalu Nathan
104
Resepsi Nathan dan Tara
105
Di Jodohkan ?
106
Masih Keluarga
107
Masa Lalu Alarich
108
Rujuk Kembali
109
Pernikahan Di Hari Yang Sama
110
Tarra Hamil ?
111
Me Time
112
Permintaan Maaf
113
Burungnya Harus Di Kurung
114
Anak Ke Tiga
115
Cemburunya Bumil
116
Babymoon Ketiga
117
Salah Paham
118
Nambah Lagi
119
Calon Menantu
120
Ulang Tahun Atharya
121
Tarra Melahirkan
122
Janisa Juga Melahirkan
123
Cemburu
124
Ariana Dewantara
125
Me Time Bersama Istri
126
Hadiah Untuk Ariana
127
Bonchap 1
128
Bonchap 2
129
Bonchap 3
130
Bonchap 4
131
Bonchap 5
132
Bonchap 6
133
Bonchap 7
134
Bonchap 8
135
Bonchap 9
136
Bonchap 10
137
Bonchap 11
138
Bonchap 12
139
Bonchap 13

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!