Honeymoon 2

Besok paginya keduanya sudah bersiap, Bastian ikut mendampingi tuan dan nonannya. "Cantik istriku!" Ucap Alarich yang bantu merapihkan long coat istrinya karena cuaca disana tengah musim dingin.

"Ayo mas, aku siap!"

Alarich reflek membuka kancing kemejanya pikirannya sudah ranjang dan ranjang. "Ihh mas ayo jalan jalan!" Aleesya sudah menyebikan bibirnya. Suaminya ini sangat nafsuan sekali pikirnya. "Bercanda sayang, yuk !" Alarich mengancing kan lagi kemejanya, dia cekikikan menggoda istrinya yang sangat lucu dan menggemaskan itu.

Keduanya menikmati pemandangan kota besar di Eropa itu, pasangan romantis ini juga pergi ke museum seni, Aleesya sangat terpanah melihat lukisan lukisan legend yang ada disana.

Ini pertama kalinya Aleesya ke luar negeri, dan bersama orang tercintanya. Senyuman Aleesya tidak pernah pudar dia tersenyum sepanjang hari.

Gimana tidak? Alarich sangat memanjakan istri tercintanya ini. Dia akan membuat Aleesya bahagia. Alarich membawa istrinya ke gedung gedung bersejarah, mereka juga belanja banyak sekali. Hingga tangan Bastian penuh dengan paper bag.

Keduanya kini berphoto di depan menara Eiffel yang terkenal di kota Paris. Mereka berphoto mesra sekali. Bahkan Alarich tak jarang mencium bibir istrinya di photo itu

CUP

"I LOVE YOU MY WIFE ."

"LOVE YOU TO MY HUBBY ."

Mereka berciuman di bawah menara Eiffel dengan romantis di temani burung burung merpati melintas di sekitaran mereka. Rambut Aleesya pun terkena hembusan angin membuat pipinya semakin merah dengan kulitnya yang sangat amat putih.

"Dingin sayang!"

"Iya mas pilek aku haciiimmm !" Alarich memeluk istrinya dengan erat. Dia mencium hidung istrinya yang merah.

Bastian bagaikan nyamuk harus menyaksikan kemesraan majikannya, dia juga yang memotret pengantin baru itu. Untung saja Bastian gajihnya besar plus bonus pula dari bos besar pak Arya tentunya.

-

-

-

Mereka kembali ke hotel. Alarich memberikan kebebasan pada Bastian untuk belanja juga. Dia memberikan kartu hitam untuk Bastian selama disana. Bastian juga memanfaatkan kesempatan yang ada, kapan lagi iya kan diteraktir boss belanja!!

"Capek mas, seharian ini kita keluar. Besok masih jalan jalan kan!" Tanya Aleesya dengan antusias. "Iya sayang kita kan lama 2 minggu disini, sambil buat dede bayi hehehe!" CUP

BLUSH

"Mas ih aku malu ...!" Rengek Aleesya yang sangat manja ternyata jika di depan suaminya.

"Kita istirahat dulu nanti malam kita dinner!"

Alarich mengajak istrinya mandi bersama. Dan melakukan permainan panas di dalam bathub yang berisi air hangat.

"Mas ... Ashhh sssshhh... !" Aleesya terus mendesah dibawah bathub itu, sensasi yang belum pernah keduanya rasakan. Alarich membawa istrinya di bawah guyuran shower, dia menghentak hentak kan juniornya. Posisi yang baru pertama kali mereka coba.

Tangan Aleesya mengalung di leher suaminya, Alarich terus mendesak lembah istrinya. Pertempuran sengit itu cukup lama hingga mereka harus mandi lagi.

Aleesya sudah lelah seharian ini matanya tak sanggup lagi melek dia sudah ada dibawah selimut bersama suaminya. "Aku ngantuk mas, malem masih lama kan?"

"Kita tidur dulu, baru jam 4 sayang. Masih ada beberapa jam lagi." Alarich menarik istrinya masuk ke dekapannya. Ternyata Aleesya sudah mendengkur. Lucu sekali wajah istrinya dimata Alarich.

-

-

-

Malam pun tiba, Bastian sudah membooking restoran untuk boss dan nonanya. Aleesya dan Alarich tengah bersiap untuk dinner.

"Jangan cantik cantik, nanti banyak yang lihat sayang!" Alarich memeluk istrinya dari belakang menghirup aroma vanila istrinya yang khas. "Mas juga jangan cakep cakep nanti ada cewek yang suka!" Aleesya sudah menyebikan bibirnya lagi.

"Kamu yang tercantik buat aku! Kamu segalanya buat aku!"

Keduanya langsung menuju restorant yang tak jauh dari hotel itu. Mereka bak raja dan ratu. Cantik dan tampan. Mereka jadi pusat perhatian. Banyak mata memandangnya.

Alarich menarik kursi untuk istrinya "Terima kasih sayang!" Ucap Aleesya sangat lembut. Mereka dinner romantis sampai malam.

-

-

-

Setelah dinner, Alarich membawa istrinya jalan jalan dulu menyusuri kota itu. Mereka berdua jalan kaki sembari pegangan tangan. "Indah yah mas kalau malam!" Senyum Aleesya lembut. "Iya istriku, tapi kamu lebih indah!"

"Sayang...aku mau nanya sesuatu boleh?"

"Apa mas?" Alarich dan Aleesya duduk di kursi taman. Alarich juga memasang coat istrinya. "Sayang... Apa kamu mau kuliah lagi?"

Sang istri mematung mendengar tawaran suaminya. Dia belum menjawab, suaminya masih menatap Aleesya. "Mau sayang?" Tanya Alarich sekali lagi.

"Aku... Dulu aku memang ingin sekali kuliah, tapi sekarang aku engga tahu mas. Kalau aku hamil gimana kuliahku? Nanti yang ngurus mas Al siapa?" Aleesya sedikit ragu dia menunduk meremas ujung coatnya.

"Setelah menikah, aku...aku selalu ingin disamping kamu mas. Aku engga mau jauh dari mas Al. Maafin aku mas, kalau aku manja. Tapi...kehadiran mas Al mengobati kesepian aku selama ini. Semenjak mamah dan papah meninggal, aku engga punya tempat untuk pulang. Tapi setelah mas datang, aku merasa mas adalah tempatku pulang!"

Aleesya tak kuasa menahan air matanya, dia menangis. Alarich menarik istrinya ke dalam pelukannya. Dia mengelus punggung istrinya.

"Aku mengerti sayang. Pasti kamu kangen banget sama orangtua kamu. Sekarang ada aku, ada mamah dan papah juga. Aku pikir, kamu masih mau kuliah. Aku engga keberatan sayang kalau kamu mau kuliah. Nanti kalau kamu hamil, kamu bisa cuti. Tapi semua keputusan ada di kamu, aku akan mendukung kamu sayang!"

Alarich mencium ubun ubun istrinya. Sungguh dia sangat menyayangi Aleesya. Istrinya mendongak melihat suaminya. Dia tersenyum manis sekali, menatap lekat bola mata suaminya.

"Sayang, hmm maaf aku mau nanya lagi... Kalau misalnya, ada dari keluarga papah kamu yang cariin kamu gimana?" Tanya Alarich agak sedikit hati hati. Tadinya dia tidak mau menanyakan hal ini. Tapi Alarich penasaran juga.

"Buat apa cariin aku? Kenapa engga dari dulu waktu papah meninggal? Kenapa baru sekarang?" Jawan Aleesya agak sedikit sewot.

"Maaf mas!" Aleesya menunduk lagi. Suaminya sangat mengerti perasaan istrinya yang rapuh. Dia tidak bertanya lagi dia kembali memeluknya lagi.

"Kalau kita punya anak, pasti lucu lucu yah heheh!" Alarich mengalihkan obrolannya agar istrinya tidak kepikiran lagi. "Iya mas, pasti tampan kaya mas." Jawab Aleesya. "Cantik juga donk kaya mamihnya!" Alarich mencium lembut ujung hidung istrinya.

"Mas...kalau suatu saat aku punya salah, mas kasih tahu yah, jangan tinggalin aku. Apapun masalah kita nanti, mas harus bilang dan jujur. Aku...aku engga mau kehilangan lagi orang yang aku sayang!" Lirih Aleesya.

"Lihat sini, apapun yang terjadi, kita harus saling percaya. Kita akan terus bersama apapun yang terjadi. Justru aku takut kamu yang pergi dari aku." Alarich menjadi sendu.

Episodes
1 Aleesya Shaabira Bagaskara
2 Alarich Dewantara
3 Luka Batin dan Fisik
4 Tinggal bersama (?)
5 Mereka Kekasih?
6 Melindungi Aleesya
7 Peringatan Pertama
8 Orang Tua Alarich
9 Menikah Dadakan
10 Aleesya Anak Nania?
11 Menyelidiki Kecelakaan
12 Honeymoon
13 Honeymoon 2
14 Semakin Cinta Aleesya
15 Rumah Masa Depan
16 Syukuran Rumah Baru
17 Hamil ?
18 Rindu Mamah dan Papah
19 Pulang Ke Rumah
20 Resepsi Aleesya dan Alarich
21 NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22 Siapa Monica ?
23 Suami Posesive
24 Trauma Aleesya
25 Luka Mendalam
26 Hipnoterapi
27 Babymoon
28 Keluarga Bagaskara
29 Titik Terang
30 Kejahatan Mira dan Lukman
31 Penderitaan Aleesya
32 Penderitaan Miko
33 Mengadu Domba
34 Menjebak Revan Bagaskara
35 Bertemu Keluarga Bagaskara
36 Panggil Opah & Omah
37 Kecelakaan Aleesya
38 Menunggu Aleesya
39 Aleesya Tersadar
40 Tanggung Resikonya
41 Menjadi Mata-Mata
42 Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43 Abimana Palsu
44 Mira Minta Maaf
45 Taman Hiburan
46 Siapa Wirya Atmaja ?
47 Tertangkap Sudah
48 TERUNGKAP !
49 Alarich Murka !
50 Menghibur Sang Isteri
51 Lukman & Mira Kabur
52 Penyesalan Abimana
53 Penyergapan Lukman & Mira
54 Menunggumu
55 Keluarga Baru Aleesya
56 4 Bulanan
57 Persidangan
58 Pesta Kejutan
59 Pemilik Baru
60 Pemimpin Baru
61 Bedrest
62 Aleesya Melahirkan
63 Athalla & Alana
64 Jalur Lain
65 Produksi Lagi
66 Panti Asuhan
67 Liburan Bersama
68 Evan & Janisa
69 Jodoh Untuk Nathan
70 Mira Berulah Lagi
71 Revan Kabur !
72 Aleesya Disandera
73 Athala dan Alana Demam
74 Savian Tersadar
75 Bagaskara Berduka
76 Rumah Masa Kecil Aleesya
77 Dia Menyukai Istriku ?
78 Hamil Lagi ?
79 Janisa & Evan Resmi
80 Dinner Romantis
81 Liburan Ke Pantai
82 Pengganggu !!!
83 Kejutan Untuk Alarich
84 Penyesalan Mira
85 Berdamai Dengan Masa Lalu
86 Pertemuan Aleesya dan Mira
87 Kontraksi Palsu
88 Ulang Tahun Athala & Alana
89 Melahirkan Lagi
90 Aqiqah Atharya
91 Nostalgia
92 Orang Misterius
93 Jodoh Nathan?
94 Nathan & Tara
95 Menikah Dadakan ?
96 Merindukanmu
97 First Kiss
98 Nasihat Pernikahan
99 Malam Pertama
100 Dia Lagi ?
101 Alana Possessive
102 Paket C
103 Masa Lalu Nathan
104 Resepsi Nathan dan Tara
105 Di Jodohkan ?
106 Masih Keluarga
107 Masa Lalu Alarich
108 Rujuk Kembali
109 Pernikahan Di Hari Yang Sama
110 Tarra Hamil ?
111 Me Time
112 Permintaan Maaf
113 Burungnya Harus Di Kurung
114 Anak Ke Tiga
115 Cemburunya Bumil
116 Babymoon Ketiga
117 Salah Paham
118 Nambah Lagi
119 Calon Menantu
120 Ulang Tahun Atharya
121 Tarra Melahirkan
122 Janisa Juga Melahirkan
123 Cemburu
124 Ariana Dewantara
125 Me Time Bersama Istri
126 Hadiah Untuk Ariana
127 Bonchap 1
128 Bonchap 2
129 Bonchap 3
130 Bonchap 4
131 Bonchap 5
132 Bonchap 6
133 Bonchap 7
134 Bonchap 8
135 Bonchap 9
136 Bonchap 10
137 Bonchap 11
138 Bonchap 12
139 Bonchap 13
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Aleesya Shaabira Bagaskara
2
Alarich Dewantara
3
Luka Batin dan Fisik
4
Tinggal bersama (?)
5
Mereka Kekasih?
6
Melindungi Aleesya
7
Peringatan Pertama
8
Orang Tua Alarich
9
Menikah Dadakan
10
Aleesya Anak Nania?
11
Menyelidiki Kecelakaan
12
Honeymoon
13
Honeymoon 2
14
Semakin Cinta Aleesya
15
Rumah Masa Depan
16
Syukuran Rumah Baru
17
Hamil ?
18
Rindu Mamah dan Papah
19
Pulang Ke Rumah
20
Resepsi Aleesya dan Alarich
21
NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22
Siapa Monica ?
23
Suami Posesive
24
Trauma Aleesya
25
Luka Mendalam
26
Hipnoterapi
27
Babymoon
28
Keluarga Bagaskara
29
Titik Terang
30
Kejahatan Mira dan Lukman
31
Penderitaan Aleesya
32
Penderitaan Miko
33
Mengadu Domba
34
Menjebak Revan Bagaskara
35
Bertemu Keluarga Bagaskara
36
Panggil Opah & Omah
37
Kecelakaan Aleesya
38
Menunggu Aleesya
39
Aleesya Tersadar
40
Tanggung Resikonya
41
Menjadi Mata-Mata
42
Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43
Abimana Palsu
44
Mira Minta Maaf
45
Taman Hiburan
46
Siapa Wirya Atmaja ?
47
Tertangkap Sudah
48
TERUNGKAP !
49
Alarich Murka !
50
Menghibur Sang Isteri
51
Lukman & Mira Kabur
52
Penyesalan Abimana
53
Penyergapan Lukman & Mira
54
Menunggumu
55
Keluarga Baru Aleesya
56
4 Bulanan
57
Persidangan
58
Pesta Kejutan
59
Pemilik Baru
60
Pemimpin Baru
61
Bedrest
62
Aleesya Melahirkan
63
Athalla & Alana
64
Jalur Lain
65
Produksi Lagi
66
Panti Asuhan
67
Liburan Bersama
68
Evan & Janisa
69
Jodoh Untuk Nathan
70
Mira Berulah Lagi
71
Revan Kabur !
72
Aleesya Disandera
73
Athala dan Alana Demam
74
Savian Tersadar
75
Bagaskara Berduka
76
Rumah Masa Kecil Aleesya
77
Dia Menyukai Istriku ?
78
Hamil Lagi ?
79
Janisa & Evan Resmi
80
Dinner Romantis
81
Liburan Ke Pantai
82
Pengganggu !!!
83
Kejutan Untuk Alarich
84
Penyesalan Mira
85
Berdamai Dengan Masa Lalu
86
Pertemuan Aleesya dan Mira
87
Kontraksi Palsu
88
Ulang Tahun Athala & Alana
89
Melahirkan Lagi
90
Aqiqah Atharya
91
Nostalgia
92
Orang Misterius
93
Jodoh Nathan?
94
Nathan & Tara
95
Menikah Dadakan ?
96
Merindukanmu
97
First Kiss
98
Nasihat Pernikahan
99
Malam Pertama
100
Dia Lagi ?
101
Alana Possessive
102
Paket C
103
Masa Lalu Nathan
104
Resepsi Nathan dan Tara
105
Di Jodohkan ?
106
Masih Keluarga
107
Masa Lalu Alarich
108
Rujuk Kembali
109
Pernikahan Di Hari Yang Sama
110
Tarra Hamil ?
111
Me Time
112
Permintaan Maaf
113
Burungnya Harus Di Kurung
114
Anak Ke Tiga
115
Cemburunya Bumil
116
Babymoon Ketiga
117
Salah Paham
118
Nambah Lagi
119
Calon Menantu
120
Ulang Tahun Atharya
121
Tarra Melahirkan
122
Janisa Juga Melahirkan
123
Cemburu
124
Ariana Dewantara
125
Me Time Bersama Istri
126
Hadiah Untuk Ariana
127
Bonchap 1
128
Bonchap 2
129
Bonchap 3
130
Bonchap 4
131
Bonchap 5
132
Bonchap 6
133
Bonchap 7
134
Bonchap 8
135
Bonchap 9
136
Bonchap 10
137
Bonchap 11
138
Bonchap 12
139
Bonchap 13

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!