Mereka Kekasih?

Aleesya terbangun dari tidurnya, sepertinya dia tidur cukup lama. Dia menggeliat seperti cacing kepanasan. Dia mencoba membuka matanya yang sangat berat.

"Hoaaaaam...aku dimana ini?" Aleesya sepertinya masing ngelindur.

Alarich hanya menatap gerak gerik Aleesya yang masih menggeliat. "Sudah kenyang tidurnya?" Suara bariton itu mengagetkan Aleesya.

Aleesya sontak bangun dia duduk mengucek ngucek matanya. "Hah, pak Alarich?" Alarich mendekat lalu menyentil kening Aleesya dengan telunjuknya.

"Iya ini aku, ayo sana cuci muka. Jam kerjaku sudah selesai."

Aleesya mengangguk patuh tidak ada bantahan dari bibir mungil itu. Dia berjalan gontay menuju kamar mandi di ruangan itu. Alarich tersenyum kecil. Dia seperti sedang mengasuh bocah.

Aleesya sudah selesai dengan ritualnya dikamar mandi. "Aku sudah selesai mas." Ucap Aleesya sangat lembut. Dia masih berdiri disamping Alarich.

"Ayo, sini ikut aku." Ucap Alarich langsung berdiri dan menggenggam tangan Aleesya.

Jantung Aleesya berdegup kencang, Alarich seenaknya saja memegang tangan Aleesya. Dia tidak tahu apa? Muka Aleesya kini merah merona.

"Mas Alarich kenapa sih bikin degdegan aja ." Gumam Aleesya dalam hati.. Keduanya berjalan beriringan menuju parkiran mobil. Disana Bastian sudah stand by menunggu bossnya.

-

-

"Mas,Kita mau kemana lagi?"

"Ke mall, belanja kebutuhan kamu selama tinggal denganku. Dan, mengisi kebutuhan kulkas selama kamu kerja di sana." Aleesya tidak banyak bertanya lagi. Dia memandang jendela mobil sambil melamun.

"Mamah, papah ... Alee rindu sekali." Lirih Alee dalam hatinya.

Alarich melirik sekilas ke arah pandangan Aleesya. Dia coba menyelami hati Aleesya. Entah kenapa, semenjak kenal wanita itu, Alarich sangat tertarik dengan wanita itu.

"Mas, maaf boleh kan nanti sepulang dari sana, aku ke toko dulu? Aku mau pamit sama Tania dan pak Kevin." Ucap Aleesya dengan lembut. Alarich tidak langsung menjawab. Dia berpikir sejenak.

"Baiklah, tapi pastikan hp kamu aktif. Saya tidak bisa ikut menemani kamu. Karena saya akan meeting."

"Tidak masalah mas." Aleesya memalingkan wajahnya lagi menatap jendela mobil itu.

-

-

-

Sampai di mall besar itu, Alarich menggenggam tangan Aleesya lagi. Aleesya berdegup kencang. Mereka terlihat bagaikan pasangan kekasih.

Padahal Aleesya sendiri tidak tahu maksud dari semua perlakuan Alarich. Keduanya menjadi pusat perhatian beberapa orang.

Aleesya masih menerka nerka tentang Alarich. Apakah lelaki ini ada penyelamatnya? Dari segala penderitaan yang Aleesya alami atau hanya ingin bermain-main dengannya? Entahlah, Aleesya hanya mengikuti alurnya saja.

Alarich menarik Aleesya ke dalam toko baju yang sangat lengkap. Aleesya melongo melihar harga disana yang mungkin bisa buat biaya kuliah. "Ini kemahalan mas. Uang aku enggak cukup." Lirih Aleesya yang tak enak hati.

Alarich tak bicara, dia memanggil pelayan disana untuk membawakan baju sesuai ukuran Aleesya. Namun Aleesya hanya menunduk tak membantah.

Percuma juga dia bicara toh tidak akan didengar juga oleh Alarich. Selesai belanja, mereka makan siang dulu.

Selesai dari sana, sesuai permintaan Aleesya. Bastian asisten Tuan Alarich mengantarkan Aleesya ke toko. Tapi Aleesya meminta di turunkan di ujung jalan. Dia tidak enak jika dilihat pegawai toko disana.

Alarich dan Bastian pergi kembali ke kantor. Karena setelah mengajar Alarich akan kembali lagi ke kantor.

-

-

TRING

Pintu toko itu terbuka, Tania yang menoleh langsung menghambur ke Aleesya. "Aleesya, kamu kemana aja? Kamu baik baik aja kan?" Aleesya menangis dipelukan Tania.

Tania menenangkannya.

Tania memang tidak tahu begitu banyak kehidupannya Aleesya. Yang dia tahu Aleesya tinggal dengan om dan tantenya.

"Aku baik baik aja. Kamu lagi istirahatkan?" Tanya Aleesya. Tania yang mengerti langsung mengajak Aleesya keluar untuk makan siang. Sesampainya diwarung nasi dekat toko, mereka bicara santai. Aleesya menjelaskan kemana dia pergi kemarin.

Tania sahabat yang baik, selalu membantu Aleesya jika kesulitan di toko. "Jadi sekarang kamu kerja sama pak Alarich?" Tania sangat penasaran.

"Iya, Tan. Pak Alarich ternyata tidak seburuk yang ku kira. Dia memperlakukan ku dengan sangat baik." Ucap Aleesya dengan tersipu mapu. Tania menggoda sahabatnya itu.

"Cieee sekarang gebetannya pak Alarich nih hihihi."

"Ssssssttt...jangan kencang kencang." Jari telunjuk Aleesya menutupi mulut sahabatnya.

Sungguh dia sangat malu sekali. "Diam Tan, aku takut ada yang dengar!" Gerutu Aleesya sedikit berbisik ke telinga sahabatnya itu Tania menganggukan kepalanya tapi tetap saja malah semakin menggoda Aleesya.

Mereka sudah selesai makan. Tania kembali bekerja juga. Sebelumnya Aleesya pamitan pada pak Kevin. Lalu Aleesya pamit pulang.

Sebenarnya Aleesya malas sekali kembali kerumah omnya. Tapi barang barang berharga peninggalan mamahnya masih ada dikamarnya.

-

-

-

Aleesya berjalan kerumah neraka itu. Dilihatnya sepi, sepertinya tidak ada orang. Aleesya membuka pagar rumah itu lalu melewati jalan belakang yang menuju langsung ke dapur.

Ketika membuka pintu belakang pelan pelan, ternyata memang tidak ada orang disana. Bibi juga sepertinya sedang keluar.

Aleesya mengendap ngendap ke kamarnya. Dia membereskan baju dan barang penting lainnya ke dalam tas besar. Dia cepat cepat supaya tidak bertemu om dan tantenya. Selesai membereskan tasnya. Dia keluar kamar tak disangka tantenya sudah ada disana.

"Sini kamu anak syalan...berani beraninya datang lagi hah?"

Tante Mira langsung menjambak rambut indah Aleesya lalu menamparnya dengan keras lalu menyeretnya ke ruang tamu. Dia melempar Aleesya dengan kencang membuat punggung Aleesya membentur meja.

"Awwww sakit tante...!" Lirih Aleesya yang sudah mengeluarkan da**h dari sudut bibirnya.

"Dasar anak sial, harusnya kamu ikut m**i waktu kecelakaan itu. Nyusahin aja!" Tante Mira bak orang kerasukan matanya memerah.

Saat dia ingin mendekati Aleesya, badannya ditahan oleh Miko anaknya. "LEPASIN MIKO! BERANI KAMU SAMA MAMAH HAH?" Tante Mira membentak Miko.

"CUKUP MAH, ALEESYA BISA M**I KALAU MAMAH TERUS MENYIKSANYA. MIKO ENGGAK MAU PUNYA ORANG TUA PEMBU**H." Miko berteriak histeris dia sudah tidak tahan melihat mamahnya yang selalu menyiksa Aleesya.

PLAK

Tante Mira menampar Miko dengan kencang. Pipi Miko terasa panas sekali, Miko memegang sebelah pipinya. "Tampar lagi mah, TAMPAR!!!" Miko makin melawan mamahnya.

Aleesya menutup mulutnya, pertama kalinya kak Miko ditampar oleh mamahnya sendiri. Aleesya sendiri hanya bisa menangis badannya sakit dia tak kuasa berdiri.

Miko menghampiri Aleesya dia membantu sepupunya berdiri. Lalu memapahnya keluar. Satu tangan Miko membawa tas Aleesya.

Tante Mira masih mematung baru kali ini dia dibentak oleh anaknya. "Semua gara gara anak syalan itu. Lihat saja akan ku buat neraka untuk mu anak sialan!!"

-

-

-

"Aku anter yah, kamu mau kemana?" Aleesya menangis melihat Miko yang berd***h. "Maafin Alee, kak. Gara gara Alee kakak jadi dimarahin tante Mira." Miko memeluk sepupunya itu.

"Aku enggak apa-apa. Kita pergi sekarang yah!" Miko membawa Aleesya naik motornya. Mereka pergi ke apartment Alarich.

-

-

Tak jauh dari rumah itu ada orang mengawasi Aleesya. Masih samar samar siapa lelaki itu. Yang jelas bukan orang suruhan Alarich.

"Tuan ... Nona Aleesya sepertinya di siksa lagi." ucap pria itu yang sedang menelepon seseorang.

"Terus pantau." ucap seseorang yang misterius itu.

"Baik tuan." Pria itu menutup teleponnya. Lalu mengikuti kemana Aleesya pergi dan menjalankan perintah Tuannya.

Terpopuler

Comments

Muztafa Aly

Muztafa Aly

masik penasaran SM jln ceritanya...
siapa alarich itu ..

2024-08-12

1

lihat semua
Episodes
1 Aleesya Shaabira Bagaskara
2 Alarich Dewantara
3 Luka Batin dan Fisik
4 Tinggal bersama (?)
5 Mereka Kekasih?
6 Melindungi Aleesya
7 Peringatan Pertama
8 Orang Tua Alarich
9 Menikah Dadakan
10 Aleesya Anak Nania?
11 Menyelidiki Kecelakaan
12 Honeymoon
13 Honeymoon 2
14 Semakin Cinta Aleesya
15 Rumah Masa Depan
16 Syukuran Rumah Baru
17 Hamil ?
18 Rindu Mamah dan Papah
19 Pulang Ke Rumah
20 Resepsi Aleesya dan Alarich
21 NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22 Siapa Monica ?
23 Suami Posesive
24 Trauma Aleesya
25 Luka Mendalam
26 Hipnoterapi
27 Babymoon
28 Keluarga Bagaskara
29 Titik Terang
30 Kejahatan Mira dan Lukman
31 Penderitaan Aleesya
32 Penderitaan Miko
33 Mengadu Domba
34 Menjebak Revan Bagaskara
35 Bertemu Keluarga Bagaskara
36 Panggil Opah & Omah
37 Kecelakaan Aleesya
38 Menunggu Aleesya
39 Aleesya Tersadar
40 Tanggung Resikonya
41 Menjadi Mata-Mata
42 Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43 Abimana Palsu
44 Mira Minta Maaf
45 Taman Hiburan
46 Siapa Wirya Atmaja ?
47 Tertangkap Sudah
48 TERUNGKAP !
49 Alarich Murka !
50 Menghibur Sang Isteri
51 Lukman & Mira Kabur
52 Penyesalan Abimana
53 Penyergapan Lukman & Mira
54 Menunggumu
55 Keluarga Baru Aleesya
56 4 Bulanan
57 Persidangan
58 Pesta Kejutan
59 Pemilik Baru
60 Pemimpin Baru
61 Bedrest
62 Aleesya Melahirkan
63 Athalla & Alana
64 Jalur Lain
65 Produksi Lagi
66 Panti Asuhan
67 Liburan Bersama
68 Evan & Janisa
69 Jodoh Untuk Nathan
70 Mira Berulah Lagi
71 Revan Kabur !
72 Aleesya Disandera
73 Athala dan Alana Demam
74 Savian Tersadar
75 Bagaskara Berduka
76 Rumah Masa Kecil Aleesya
77 Dia Menyukai Istriku ?
78 Hamil Lagi ?
79 Janisa & Evan Resmi
80 Dinner Romantis
81 Liburan Ke Pantai
82 Pengganggu !!!
83 Kejutan Untuk Alarich
84 Penyesalan Mira
85 Berdamai Dengan Masa Lalu
86 Pertemuan Aleesya dan Mira
87 Kontraksi Palsu
88 Ulang Tahun Athala & Alana
89 Melahirkan Lagi
90 Aqiqah Atharya
91 Nostalgia
92 Orang Misterius
93 Jodoh Nathan?
94 Nathan & Tara
95 Menikah Dadakan ?
96 Merindukanmu
97 First Kiss
98 Nasihat Pernikahan
99 Malam Pertama
100 Dia Lagi ?
101 Alana Possessive
102 Paket C
103 Masa Lalu Nathan
104 Resepsi Nathan dan Tara
105 Di Jodohkan ?
106 Masih Keluarga
107 Masa Lalu Alarich
108 Rujuk Kembali
109 Pernikahan Di Hari Yang Sama
110 Tarra Hamil ?
111 Me Time
112 Permintaan Maaf
113 Burungnya Harus Di Kurung
114 Anak Ke Tiga
115 Cemburunya Bumil
116 Babymoon Ketiga
117 Salah Paham
118 Nambah Lagi
119 Calon Menantu
120 Ulang Tahun Atharya
121 Tarra Melahirkan
122 Janisa Juga Melahirkan
123 Cemburu
124 Ariana Dewantara
125 Me Time Bersama Istri
126 Hadiah Untuk Ariana
127 Bonchap 1
128 Bonchap 2
129 Bonchap 3
130 Bonchap 4
131 Bonchap 5
132 Bonchap 6
133 Bonchap 7
134 Bonchap 8
135 Bonchap 9
136 Bonchap 10
137 Bonchap 11
138 Bonchap 12
139 Bonchap 13
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Aleesya Shaabira Bagaskara
2
Alarich Dewantara
3
Luka Batin dan Fisik
4
Tinggal bersama (?)
5
Mereka Kekasih?
6
Melindungi Aleesya
7
Peringatan Pertama
8
Orang Tua Alarich
9
Menikah Dadakan
10
Aleesya Anak Nania?
11
Menyelidiki Kecelakaan
12
Honeymoon
13
Honeymoon 2
14
Semakin Cinta Aleesya
15
Rumah Masa Depan
16
Syukuran Rumah Baru
17
Hamil ?
18
Rindu Mamah dan Papah
19
Pulang Ke Rumah
20
Resepsi Aleesya dan Alarich
21
NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22
Siapa Monica ?
23
Suami Posesive
24
Trauma Aleesya
25
Luka Mendalam
26
Hipnoterapi
27
Babymoon
28
Keluarga Bagaskara
29
Titik Terang
30
Kejahatan Mira dan Lukman
31
Penderitaan Aleesya
32
Penderitaan Miko
33
Mengadu Domba
34
Menjebak Revan Bagaskara
35
Bertemu Keluarga Bagaskara
36
Panggil Opah & Omah
37
Kecelakaan Aleesya
38
Menunggu Aleesya
39
Aleesya Tersadar
40
Tanggung Resikonya
41
Menjadi Mata-Mata
42
Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43
Abimana Palsu
44
Mira Minta Maaf
45
Taman Hiburan
46
Siapa Wirya Atmaja ?
47
Tertangkap Sudah
48
TERUNGKAP !
49
Alarich Murka !
50
Menghibur Sang Isteri
51
Lukman & Mira Kabur
52
Penyesalan Abimana
53
Penyergapan Lukman & Mira
54
Menunggumu
55
Keluarga Baru Aleesya
56
4 Bulanan
57
Persidangan
58
Pesta Kejutan
59
Pemilik Baru
60
Pemimpin Baru
61
Bedrest
62
Aleesya Melahirkan
63
Athalla & Alana
64
Jalur Lain
65
Produksi Lagi
66
Panti Asuhan
67
Liburan Bersama
68
Evan & Janisa
69
Jodoh Untuk Nathan
70
Mira Berulah Lagi
71
Revan Kabur !
72
Aleesya Disandera
73
Athala dan Alana Demam
74
Savian Tersadar
75
Bagaskara Berduka
76
Rumah Masa Kecil Aleesya
77
Dia Menyukai Istriku ?
78
Hamil Lagi ?
79
Janisa & Evan Resmi
80
Dinner Romantis
81
Liburan Ke Pantai
82
Pengganggu !!!
83
Kejutan Untuk Alarich
84
Penyesalan Mira
85
Berdamai Dengan Masa Lalu
86
Pertemuan Aleesya dan Mira
87
Kontraksi Palsu
88
Ulang Tahun Athala & Alana
89
Melahirkan Lagi
90
Aqiqah Atharya
91
Nostalgia
92
Orang Misterius
93
Jodoh Nathan?
94
Nathan & Tara
95
Menikah Dadakan ?
96
Merindukanmu
97
First Kiss
98
Nasihat Pernikahan
99
Malam Pertama
100
Dia Lagi ?
101
Alana Possessive
102
Paket C
103
Masa Lalu Nathan
104
Resepsi Nathan dan Tara
105
Di Jodohkan ?
106
Masih Keluarga
107
Masa Lalu Alarich
108
Rujuk Kembali
109
Pernikahan Di Hari Yang Sama
110
Tarra Hamil ?
111
Me Time
112
Permintaan Maaf
113
Burungnya Harus Di Kurung
114
Anak Ke Tiga
115
Cemburunya Bumil
116
Babymoon Ketiga
117
Salah Paham
118
Nambah Lagi
119
Calon Menantu
120
Ulang Tahun Atharya
121
Tarra Melahirkan
122
Janisa Juga Melahirkan
123
Cemburu
124
Ariana Dewantara
125
Me Time Bersama Istri
126
Hadiah Untuk Ariana
127
Bonchap 1
128
Bonchap 2
129
Bonchap 3
130
Bonchap 4
131
Bonchap 5
132
Bonchap 6
133
Bonchap 7
134
Bonchap 8
135
Bonchap 9
136
Bonchap 10
137
Bonchap 11
138
Bonchap 12
139
Bonchap 13

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!