Semakin Cinta Aleesya

Honeymoon Aleesya dan Alarich berakhir sudah 2 minggu mereka menghabiskan waktu bersama menyusuri negara Eropa. Alarich sangat memanjakan istri tercintanya. Malam ini mereka akan kembali ke Indo.

Alarich dengan senang hati membantu istrinya memakai coat. Istrinya memang agak sedikit kesulitan dia tidak terbiasa memakai baju super tebal itu. Tubuhnya seakan tenggelam.

Bastian juga sudah menunggu di lobby. Ketiganya akan ke bandara. Pesawat juga sudah menunggu. Mereka sekarang menuju bandara, sampai disana Aleesya nampak kelelahan sekali

2 minggu bulan madu, Alarich dan Aleesya bercocok tanam hampir tiap hari, selama itu juga mereka terus jalan jalan ke berbagai kota disana. Bahkan tak jarang mereka pindah hotel. Sebenarnya 2 minggu waktu yang kurang bagi Alarich, tapi dia juga punya tanggung jawab pekerjaan.

"Tidur sayang, nanti aku bangunin kalau udah sampai.!"

"Mas ...waktu itu kamu bilang kita mau pindah ke rumah baru? Jadi ?" Tanya Aleesya setengah mengantuk dan sambil menguap juga.

"Jadi sayang, Kenny udah siapin semuanya. Jadi nanti lusa kita tinggal pin_!" Belum selesai Alarich bicara, istrinya sudah tertidur pulas di bahu suaminya. Alarich mengulas senyum dia mengecup kepala istrinya. Tangannya tak pernah melepaskan istrinya.

"Ya Tuhan... Aku sangat mencintai Aleesya. Jagalah dia untukku."

-

-

Alarich memposting photo bersama istrinya yang tengah berciuman sewaktu di Paris, di laman media sosialnya. Dia bahkan tidak pernah memposting apapun disana. Hanya ada 1 postingan, yaitu bersama istrinya sekarang.

Di balik postingan Alarich yang mengundang banyak Like dan ribuan komentar, ada seseorang yang tengah panas dan cemburu.

"BRENSGSEK! JADI BENAR ALARICH SUDAH MENIKAH?"

BRAK

Wanita itu menggebrak meja riasnya. Dia tidak terima dulu Alarich menolak perjodohan dengannya. Dia akan balas dendam demi mendapat kan Alarich. Dan menyingkirkan wanita yang kini menjadi istri Alarich.

"Honey... Sedang apa?" Tanya pria yang di duga kekasih gelapnya itu. "Tidak honey ... ayo kita lanjutkan permainan tadi." Lelaki itu menggendong wanitanya dan memasukan juniornya lagi ke lembah wanita itu. "Ohh honey...!"

Wanita itu langsung ber cumbu di atas ranjang dengan pria yang entah siapa itu. Mereka saling mendesah nikmat "Ahhh shit juniormu hebat !" Wanita itu terus melenguh nikmat.

-

-

-

Alarich dan istrinya telah sampai dirumah orangtua Alarich pada siang harinya. Orang tua Alarich sengaja tidak kemana mana karena ingin menyambut anak dan menantunya

"Sayang ... Alhamdulillah kalian udah pulang mamah kangen sekali." Mamah Winda langsung memeluk Aleesya, begitu juga dengan papah Arya yang memeluk anaknya.

"Iya mah tadinya mau nambah 2 bulan hehehe, tapi kerjaan Al numpuk." Alarich merangkul pinggang istrinya. "Waduh berarti papah harus cari pengganti kamu donk sementara hahahha!" Ledek papah Arya

"Makan dulu yah, habis itu kalian istirahat tidur. Menantu mamah engga boleh kecapean." Aleesya tersenyum simpul dia mengikuti mamah mertunya ke meja makan. Alarich dan papah Arya juga mengekor di belakang mereka.

Mereka makan berempat di meja makan. Aleesya dan Alarich juga menceritakan perjalanan bulan madu mereka ke Eropa sana. Alarich juga meminta ijin pada orangtuanya, untuk membawa Aleesya pindah dari rumah itu. Dengan alasan ingin mandiri.

Orang tua Alarich tidak keberatan, asal membawa Kenny dan mbok inem untuk menemani Aleesya. Papah Arya juga akan menyewa seorang bodyguard khusus untuk menantunya itu. Mengingat ada anggota keluarga dari papahnya Aleesya yang masih mencarinya.

Selesai makan Alarich dan Aleesya menuju kamarnya. Mereka membersih kan diri dulu sebelum rebahan di kasur. "Huft ... Padahal tadi aku tidur, kenapa makin ngantuk yah!" Aleesya terus menguap di atas kasur. "Sini tidur dulu, tadi kan tidur di pesawat pasti engga nyaman.

Aleesya mengangguk pelan, dia tersenyum lalu memejam kan matanya perlahan. "Besok kita bermalam disini sehari lagi, nanti lusa kita pindah ya sayang. Kita mulai lembaran baru." CUP Alarich mencium pucuk kepala istrinya yang sudah terlelap.

"Lucu banget sih sayangku kalau tidur gini kayak anak bayi hehehe." Alarich bak anak abg yang sedang puber.

Dia mengukir wajah istrinya dengan jarinya. Dia menciumi seluruh wajah istrinya dengan lembut. Sungguh Alarich tak akan membiarkan istrinya di sakiti siapapun. Dia sangat mencintai Aleesya.

-

-

Ditempat lain tante Mira sedang marah marah. Dia tidak terima Aleesya menikah dengan Alarich. Sementara dia tidak mendapatkan apa-apa.

"BRENGSEK!! Berani beraninya dia menikah tanpa persetujuanku dan papah! Awas aja kamu Aleesya, kamu harus membayar apa yang sudah kami keluarkan!" Geram tante Mira.

Dia juga ingin menikmati kekayaan Alarich. Harusnya Alarich meminta ijin padanya juga suaminya, Lukman. Tapi Alarich dengan seenaknya menikahi Aleesya. Dia akan meminta ganti rugi pada Alarich. Tante Mira sendiri sengaja menyewa mata mata untuk mencari informasi kemana Aleesya

Dia mendapati Aleesya tengah bulan madu ke Eropa. Tante Mira semakin panas. "Enak aja dia liburan ke Eropa, sementara aku harus disini. Ini tidak bisa dibiarkan! Aku harus buat perhitungan sama anak syalan itu !"

"Kenapa mah?" Miko turun dari lantai atas, dia mendengar mamahnya mengomel dan marah marah sendiri.

"Aleesya!! Dia menikah dengan Alarich!" Ucap tante Mira ketus.

Miko mengerutkan dahinya, sejak kapan Aleesya menikah? Tapi dia sedikit lega setidaknya sekarang Aleesya sudah ada yang menjaganya. Dia tidak akan di siksa lagi oleh papah dan mamahnya yang ke jam.

"Baguslah, Aleesya sudah besar. Dia sudah bisa menentukan jalan hidupnya. Mamah ngapain pakai marah marah?" Tanya Miko yang heran.

"APA?? Kamu engga mikir ya Miko, kita udah banyak keluarin uang buat Aleesya. Sekarang dia menikah dengan seorang anak konglomerat di negeri ini. Dia harus ganti rugi donk!!" Ketus tante Mira. Miko menggelengkan kepalanya. Yang ada di otak mamahnya hanya uang dan uang.

"Ada apa lagi sih ini mah? Papah pusing tahu!" Gerutu om Lukman yang mendengar teriakan istrinya. "Pah, Aleesya menikah dengan Alarich! Papah harus kesana kita harus minta ganti rugi pah! Papah kan omnya, papah juga harus kebagian donk!" Jawab tante Mira makin mengompori suaminya.

"CUKUP MAH! Mah, Miko mohon jangan pernah usik hidup Aleesya lagi. Apa mamah belum puas melihat Aleesya menderita karena ulah mamah? Aleesya udah sangat tersiksa ada dirumah ini dulu, mamah jangan nambah masalah!" Miko memijat pangkal hidungnya.

Om Lukman nampak terdiam mendengar istri dan anaknya berdebat tentang Aleesya. "Ada benarnya juga mah, baik papah besok akan menemui Aleesya dan Alarich!" Om Lukman langsung pergi ke kantor.

Miko juga sama dia pergi tanpa pamit keluar. Dia sangat kesal sekali dengan mamahnya. Miko melajukan motornya sangat kencang sekali. Dia mengingat setiap tangisan Aleesya dirumah itu. Rumah bagaikan neraka bagi Aleesya.

Terpopuler

Comments

Rumiyati 6790

Rumiyati 6790

mantap

2024-12-29

0

Lina Katarina

Lina Katarina

👍👍👍👍

2024-07-29

2

lihat semua
Episodes
1 Aleesya Shaabira Bagaskara
2 Alarich Dewantara
3 Luka Batin dan Fisik
4 Tinggal bersama (?)
5 Mereka Kekasih?
6 Melindungi Aleesya
7 Peringatan Pertama
8 Orang Tua Alarich
9 Menikah Dadakan
10 Aleesya Anak Nania?
11 Menyelidiki Kecelakaan
12 Honeymoon
13 Honeymoon 2
14 Semakin Cinta Aleesya
15 Rumah Masa Depan
16 Syukuran Rumah Baru
17 Hamil ?
18 Rindu Mamah dan Papah
19 Pulang Ke Rumah
20 Resepsi Aleesya dan Alarich
21 NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22 Siapa Monica ?
23 Suami Posesive
24 Trauma Aleesya
25 Luka Mendalam
26 Hipnoterapi
27 Babymoon
28 Keluarga Bagaskara
29 Titik Terang
30 Kejahatan Mira dan Lukman
31 Penderitaan Aleesya
32 Penderitaan Miko
33 Mengadu Domba
34 Menjebak Revan Bagaskara
35 Bertemu Keluarga Bagaskara
36 Panggil Opah & Omah
37 Kecelakaan Aleesya
38 Menunggu Aleesya
39 Aleesya Tersadar
40 Tanggung Resikonya
41 Menjadi Mata-Mata
42 Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43 Abimana Palsu
44 Mira Minta Maaf
45 Taman Hiburan
46 Siapa Wirya Atmaja ?
47 Tertangkap Sudah
48 TERUNGKAP !
49 Alarich Murka !
50 Menghibur Sang Isteri
51 Lukman & Mira Kabur
52 Penyesalan Abimana
53 Penyergapan Lukman & Mira
54 Menunggumu
55 Keluarga Baru Aleesya
56 4 Bulanan
57 Persidangan
58 Pesta Kejutan
59 Pemilik Baru
60 Pemimpin Baru
61 Bedrest
62 Aleesya Melahirkan
63 Athalla & Alana
64 Jalur Lain
65 Produksi Lagi
66 Panti Asuhan
67 Liburan Bersama
68 Evan & Janisa
69 Jodoh Untuk Nathan
70 Mira Berulah Lagi
71 Revan Kabur !
72 Aleesya Disandera
73 Athala dan Alana Demam
74 Savian Tersadar
75 Bagaskara Berduka
76 Rumah Masa Kecil Aleesya
77 Dia Menyukai Istriku ?
78 Hamil Lagi ?
79 Janisa & Evan Resmi
80 Dinner Romantis
81 Liburan Ke Pantai
82 Pengganggu !!!
83 Kejutan Untuk Alarich
84 Penyesalan Mira
85 Berdamai Dengan Masa Lalu
86 Pertemuan Aleesya dan Mira
87 Kontraksi Palsu
88 Ulang Tahun Athala & Alana
89 Melahirkan Lagi
90 Aqiqah Atharya
91 Nostalgia
92 Orang Misterius
93 Jodoh Nathan?
94 Nathan & Tara
95 Menikah Dadakan ?
96 Merindukanmu
97 First Kiss
98 Nasihat Pernikahan
99 Malam Pertama
100 Dia Lagi ?
101 Alana Possessive
102 Paket C
103 Masa Lalu Nathan
104 Resepsi Nathan dan Tara
105 Di Jodohkan ?
106 Masih Keluarga
107 Masa Lalu Alarich
108 Rujuk Kembali
109 Pernikahan Di Hari Yang Sama
110 Tarra Hamil ?
111 Me Time
112 Permintaan Maaf
113 Burungnya Harus Di Kurung
114 Anak Ke Tiga
115 Cemburunya Bumil
116 Babymoon Ketiga
117 Salah Paham
118 Nambah Lagi
119 Calon Menantu
120 Ulang Tahun Atharya
121 Tarra Melahirkan
122 Janisa Juga Melahirkan
123 Cemburu
124 Ariana Dewantara
125 Me Time Bersama Istri
126 Hadiah Untuk Ariana
127 Bonchap 1
128 Bonchap 2
129 Bonchap 3
130 Bonchap 4
131 Bonchap 5
132 Bonchap 6
133 Bonchap 7
134 Bonchap 8
135 Bonchap 9
136 Bonchap 10
137 Bonchap 11
138 Bonchap 12
139 Bonchap 13
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Aleesya Shaabira Bagaskara
2
Alarich Dewantara
3
Luka Batin dan Fisik
4
Tinggal bersama (?)
5
Mereka Kekasih?
6
Melindungi Aleesya
7
Peringatan Pertama
8
Orang Tua Alarich
9
Menikah Dadakan
10
Aleesya Anak Nania?
11
Menyelidiki Kecelakaan
12
Honeymoon
13
Honeymoon 2
14
Semakin Cinta Aleesya
15
Rumah Masa Depan
16
Syukuran Rumah Baru
17
Hamil ?
18
Rindu Mamah dan Papah
19
Pulang Ke Rumah
20
Resepsi Aleesya dan Alarich
21
NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22
Siapa Monica ?
23
Suami Posesive
24
Trauma Aleesya
25
Luka Mendalam
26
Hipnoterapi
27
Babymoon
28
Keluarga Bagaskara
29
Titik Terang
30
Kejahatan Mira dan Lukman
31
Penderitaan Aleesya
32
Penderitaan Miko
33
Mengadu Domba
34
Menjebak Revan Bagaskara
35
Bertemu Keluarga Bagaskara
36
Panggil Opah & Omah
37
Kecelakaan Aleesya
38
Menunggu Aleesya
39
Aleesya Tersadar
40
Tanggung Resikonya
41
Menjadi Mata-Mata
42
Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43
Abimana Palsu
44
Mira Minta Maaf
45
Taman Hiburan
46
Siapa Wirya Atmaja ?
47
Tertangkap Sudah
48
TERUNGKAP !
49
Alarich Murka !
50
Menghibur Sang Isteri
51
Lukman & Mira Kabur
52
Penyesalan Abimana
53
Penyergapan Lukman & Mira
54
Menunggumu
55
Keluarga Baru Aleesya
56
4 Bulanan
57
Persidangan
58
Pesta Kejutan
59
Pemilik Baru
60
Pemimpin Baru
61
Bedrest
62
Aleesya Melahirkan
63
Athalla & Alana
64
Jalur Lain
65
Produksi Lagi
66
Panti Asuhan
67
Liburan Bersama
68
Evan & Janisa
69
Jodoh Untuk Nathan
70
Mira Berulah Lagi
71
Revan Kabur !
72
Aleesya Disandera
73
Athala dan Alana Demam
74
Savian Tersadar
75
Bagaskara Berduka
76
Rumah Masa Kecil Aleesya
77
Dia Menyukai Istriku ?
78
Hamil Lagi ?
79
Janisa & Evan Resmi
80
Dinner Romantis
81
Liburan Ke Pantai
82
Pengganggu !!!
83
Kejutan Untuk Alarich
84
Penyesalan Mira
85
Berdamai Dengan Masa Lalu
86
Pertemuan Aleesya dan Mira
87
Kontraksi Palsu
88
Ulang Tahun Athala & Alana
89
Melahirkan Lagi
90
Aqiqah Atharya
91
Nostalgia
92
Orang Misterius
93
Jodoh Nathan?
94
Nathan & Tara
95
Menikah Dadakan ?
96
Merindukanmu
97
First Kiss
98
Nasihat Pernikahan
99
Malam Pertama
100
Dia Lagi ?
101
Alana Possessive
102
Paket C
103
Masa Lalu Nathan
104
Resepsi Nathan dan Tara
105
Di Jodohkan ?
106
Masih Keluarga
107
Masa Lalu Alarich
108
Rujuk Kembali
109
Pernikahan Di Hari Yang Sama
110
Tarra Hamil ?
111
Me Time
112
Permintaan Maaf
113
Burungnya Harus Di Kurung
114
Anak Ke Tiga
115
Cemburunya Bumil
116
Babymoon Ketiga
117
Salah Paham
118
Nambah Lagi
119
Calon Menantu
120
Ulang Tahun Atharya
121
Tarra Melahirkan
122
Janisa Juga Melahirkan
123
Cemburu
124
Ariana Dewantara
125
Me Time Bersama Istri
126
Hadiah Untuk Ariana
127
Bonchap 1
128
Bonchap 2
129
Bonchap 3
130
Bonchap 4
131
Bonchap 5
132
Bonchap 6
133
Bonchap 7
134
Bonchap 8
135
Bonchap 9
136
Bonchap 10
137
Bonchap 11
138
Bonchap 12
139
Bonchap 13

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!