Syukuran Rumah Baru

Besokannya sesuai rencana, hari ini akan di adakan acara syukuran rumah baru. Alarich memerintahkan Bastian untuk mengundang keluarga om Lukman. Dan juga para tetangga di sekitar rumah. Sekalian mengumumkan bahwa minggu depan akan di adakan resepsi pernikahan Aleesya dan Alarich. Jadwal dimajukan 1 minggu lebih cepat dari yang di rencana kan.

"Pah kita jadi kerumah Aleesya?" Tanya tante Mira. "Jadilah disana ada pak Arya Dewantara. Kita harus bisa men ji lat beliau, kamu mengerti kan maksud papah?" Om Lukman tengah memakai setelan baju koko lengkap dengan sarungnya.

Tante Mira juga memakai baju muslim panjang lengkap dengan pasmina yang di selendangkan ke kepalanya. Miko juga tengah bersiap. Dia ingin sekali melihat sepupu cantiknya itu.

"Benar pah. Kita harus bisa mengambil hati mertuanya si Aleesya. Biar kita juga dapat bagian ya pah!" Tante Mira semakin mengompori suaminya. "Benar mah, pokoknya mamah harus baik-baikin Aleesya juga. Ingat!" Om Lukman memperingatkan istrinya sebelum pergi.

-

-

-

Di kamar pengantin baru itu Aleesya nampak gugup sekali, bagaimana tidak? Hari ini dia akan bertemu dengan om dan tantenya. Tangannya berkeringat dingin, Aleesya duduk di balkon kamarnya dia menunggu suaminya yang masih di baju.

"Sayang... Istriku yang cantik kok ngelamun sih?" Tanya Alarich yang memeluk istrinya dan menciumnya lembut. "Aku takut mas!" Aleesya menunduk sembari meremas ujung dress muslimnya yang menjuntai panjang di hiasi krystal swarovski itu.

"Lihat aku, ada aku suamimu. Tidak akan ada yang menyakitimu lagi sayang." Alarich membelai wajah istri tercintanya dengan lembut. "Ada mamah dan papah juga, pengawal juga banyak di luar. Mereka tidak akan macam macam di sini. Percaya sama aku!"

"Tapi mas janji, jangan jauh-jauh dari aku!" Aleesya mengangkat jari kelingkingnya di depan muka suaminya, pertanda suaminya tidak akan ingkar. Alarich tergelak dengan sikap istrinya ini yang polos

"Iya cintaku manisku !" Alarich membalas jari kelingking itu. Dua juga mencium bibir mungil itu sekilas. Dia tidak akan membiarkan Lukman dan Mira menyakiti istrinya lagi.

Disana sudah ada Ustadzah dan beberapa tetangga juga kerabat dari keluarga orang tua Alarich. "Woahh cantik sekali menantu keponanakan tante ini." Ucap Tante Syla yang baru tiba dari Aussie. Dia menginap dirumah orangtua Alarich yang juga kakaknya tante Syla.

Aleesya menyalami punggung tante suaminya ini. Tante Syla juga mengenalkan suaminya om Dorrish dan anaknya, Nathan. "Iya donk tan, Alarich gitu loh enggak salah pilih hehehe!" Jawab Alarich dengan candaan.

Nathan sedari tadi memandang wajah cantik nan teduh istrinya Alarich itu "Cantik sekali. Belum pernah aku melihat wanita secantik ini." Gumam Nathan dalam batinnya

"Ayo sayang tamu tamu udah ada semua kita mulai yah!" Sahut mamah Winda yang baru datang dari dapur menghampiri menantu kesayangannya dan anaknya.

Mereka semua berjalan ke ruang tamu yang cukup luas itu. Alarich tak pernah melepaskan pegangan tangannya dari istrinya. Aleesya sendiri juga masih gugup meskipun om dan tantenya belum datang.

Ketika Ustadzah ingin mulai berdoa bersama, dua orang yang di takuti Aleesya muncul juga. Om Lukman dan tante Mira juga Miko.

"Wah pak Lukman, silahkan masuk. Acaranya baru saja di mulai." Ucap papah Arya mempersilahkan keluarga menantu nya masuk ke dalam.

Aleesya dan Alarich saling memandang. Pegangan tangan Aleesya makin kencang pada suaminya. Alarich mengelus lengan istrinya supaya tidak takut. "Ada aku sayang, tenang yah sayang!" Alarich bicara pelan sekali pada istrinya.

Acara pengajian itu dimulai dengan hikmat. Lukman dan istrinya duduk di dekat pintu masuk Jarak mereka dari Aleesya cukup jauh. Pak Arya juga sedikit memperhatikan Lukman dan Mira. Mereka melirik Aleesya dengan tajam.

"Awas saja kalau kalian berulah pada menantuku. Akan ku patahkan leher kalian !" Pak Arya sedikit geram dengan Lukman dan Mira.

-

-

Selesai acara Alarich mengajak istrinya makan. "Ayo sayang kita makan dulu." Aleesya menurut pada suaminya dia mengikuti suaminya dari belakang. Tangan Alarich tidak pernah lepas dari istrinya.

"Hai Aleesya... Gimana kabar kamu? Tante kangen loh sama kamu. Kamu ini enggak pernah kabarin tante." Ucap tante Mira sedikit menyindir Aleesya.

Aleesya dan Alarich reflek menoleh ke belakang. Alarich menarik tangan istrinya perlahan ke belakang dirinya.

"Aleesya baik-baik saja. Anda tidak perlu khawatir." Ucap Alarich dengan tatapan tak terbaca. Sementara istrinya hanya menunduk dibelakang suaminya. "Aleesya baik tante. Kak Miko mana tante?" Aleesya sengaja mengalihkan pertanyaannya.

"Sombong sekali kamu Aleesya!! Baru jadi nyonya Dewantara saja sudah belagu. Hati-hati loh tuan Alarich. Istri kamu ini pembawa sial. Orangtuanya aja ma-ti cuma dia yang masih hidup." Nyinyir tante Mira sembari menyilangkan tangannya.

"Jaga bicara anda!!! Lebih baik anda pulang jika ingin mengacau disini." tegas Alarich. Omongan tante Mira sangat menusuk jantung Aleesya. Alarich masih menatap tajam tante Mira.

"Kenyataannya seperti itu kok. Dia memang pembawa sial tuan Alarich." tante Mira semakin mengompori Alarich. Tangan Aleesya makin kuat memegang tangan suaminya. "Silahkan anda pergi dari sini." Alarich mengusir tante Mira dari hadapannya.

Mamah Winda datang menghampiri ketiganya. "Hai jeng Mira, waduh ada apa nih? Kenapa pada tegang begitu muka kalian?" tanya mamah Winda.

"Saya rindu saja pada ponakan saya ini jeng Winda, iyakan Aleesya?" tante Mira pura-pura baik lagi di hadapan mamah Winda. "Ii-iya mah kita lagi bicara aja." jawab Aleesya.

"Kita duluan mah, istri Al enggak enak badan." Alarich membawa istrinya ke kamarnya. Juga makanannya yang sudah di ambil sebelum bertemu tante Mira.

Mamah Winda mengangguk pelan. Dia juga mengajak Mira keluar untuk mengobrol. ketika Alarich dan Aleesya menaiki tangga, dari bawah tante Mira melihat pasangan itu dengan tatapan kebencian.

Episodes
1 Aleesya Shaabira Bagaskara
2 Alarich Dewantara
3 Luka Batin dan Fisik
4 Tinggal bersama (?)
5 Mereka Kekasih?
6 Melindungi Aleesya
7 Peringatan Pertama
8 Orang Tua Alarich
9 Menikah Dadakan
10 Aleesya Anak Nania?
11 Menyelidiki Kecelakaan
12 Honeymoon
13 Honeymoon 2
14 Semakin Cinta Aleesya
15 Rumah Masa Depan
16 Syukuran Rumah Baru
17 Hamil ?
18 Rindu Mamah dan Papah
19 Pulang Ke Rumah
20 Resepsi Aleesya dan Alarich
21 NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22 Siapa Monica ?
23 Suami Posesive
24 Trauma Aleesya
25 Luka Mendalam
26 Hipnoterapi
27 Babymoon
28 Keluarga Bagaskara
29 Titik Terang
30 Kejahatan Mira dan Lukman
31 Penderitaan Aleesya
32 Penderitaan Miko
33 Mengadu Domba
34 Menjebak Revan Bagaskara
35 Bertemu Keluarga Bagaskara
36 Panggil Opah & Omah
37 Kecelakaan Aleesya
38 Menunggu Aleesya
39 Aleesya Tersadar
40 Tanggung Resikonya
41 Menjadi Mata-Mata
42 Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43 Abimana Palsu
44 Mira Minta Maaf
45 Taman Hiburan
46 Siapa Wirya Atmaja ?
47 Tertangkap Sudah
48 TERUNGKAP !
49 Alarich Murka !
50 Menghibur Sang Isteri
51 Lukman & Mira Kabur
52 Penyesalan Abimana
53 Penyergapan Lukman & Mira
54 Menunggumu
55 Keluarga Baru Aleesya
56 4 Bulanan
57 Persidangan
58 Pesta Kejutan
59 Pemilik Baru
60 Pemimpin Baru
61 Bedrest
62 Aleesya Melahirkan
63 Athalla & Alana
64 Jalur Lain
65 Produksi Lagi
66 Panti Asuhan
67 Liburan Bersama
68 Evan & Janisa
69 Jodoh Untuk Nathan
70 Mira Berulah Lagi
71 Revan Kabur !
72 Aleesya Disandera
73 Athala dan Alana Demam
74 Savian Tersadar
75 Bagaskara Berduka
76 Rumah Masa Kecil Aleesya
77 Dia Menyukai Istriku ?
78 Hamil Lagi ?
79 Janisa & Evan Resmi
80 Dinner Romantis
81 Liburan Ke Pantai
82 Pengganggu !!!
83 Kejutan Untuk Alarich
84 Penyesalan Mira
85 Berdamai Dengan Masa Lalu
86 Pertemuan Aleesya dan Mira
87 Kontraksi Palsu
88 Ulang Tahun Athala & Alana
89 Melahirkan Lagi
90 Aqiqah Atharya
91 Nostalgia
92 Orang Misterius
93 Jodoh Nathan?
94 Nathan & Tara
95 Menikah Dadakan ?
96 Merindukanmu
97 First Kiss
98 Nasihat Pernikahan
99 Malam Pertama
100 Dia Lagi ?
101 Alana Possessive
102 Paket C
103 Masa Lalu Nathan
104 Resepsi Nathan dan Tara
105 Di Jodohkan ?
106 Masih Keluarga
107 Masa Lalu Alarich
108 Rujuk Kembali
109 Pernikahan Di Hari Yang Sama
110 Tarra Hamil ?
111 Me Time
112 Permintaan Maaf
113 Burungnya Harus Di Kurung
114 Anak Ke Tiga
115 Cemburunya Bumil
116 Babymoon Ketiga
117 Salah Paham
118 Nambah Lagi
119 Calon Menantu
120 Ulang Tahun Atharya
121 Tarra Melahirkan
122 Janisa Juga Melahirkan
123 Cemburu
124 Ariana Dewantara
125 Me Time Bersama Istri
126 Hadiah Untuk Ariana
127 Bonchap 1
128 Bonchap 2
129 Bonchap 3
130 Bonchap 4
131 Bonchap 5
132 Bonchap 6
133 Bonchap 7
134 Bonchap 8
135 Bonchap 9
136 Bonchap 10
137 Bonchap 11
138 Bonchap 12
139 Bonchap 13
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Aleesya Shaabira Bagaskara
2
Alarich Dewantara
3
Luka Batin dan Fisik
4
Tinggal bersama (?)
5
Mereka Kekasih?
6
Melindungi Aleesya
7
Peringatan Pertama
8
Orang Tua Alarich
9
Menikah Dadakan
10
Aleesya Anak Nania?
11
Menyelidiki Kecelakaan
12
Honeymoon
13
Honeymoon 2
14
Semakin Cinta Aleesya
15
Rumah Masa Depan
16
Syukuran Rumah Baru
17
Hamil ?
18
Rindu Mamah dan Papah
19
Pulang Ke Rumah
20
Resepsi Aleesya dan Alarich
21
NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22
Siapa Monica ?
23
Suami Posesive
24
Trauma Aleesya
25
Luka Mendalam
26
Hipnoterapi
27
Babymoon
28
Keluarga Bagaskara
29
Titik Terang
30
Kejahatan Mira dan Lukman
31
Penderitaan Aleesya
32
Penderitaan Miko
33
Mengadu Domba
34
Menjebak Revan Bagaskara
35
Bertemu Keluarga Bagaskara
36
Panggil Opah & Omah
37
Kecelakaan Aleesya
38
Menunggu Aleesya
39
Aleesya Tersadar
40
Tanggung Resikonya
41
Menjadi Mata-Mata
42
Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43
Abimana Palsu
44
Mira Minta Maaf
45
Taman Hiburan
46
Siapa Wirya Atmaja ?
47
Tertangkap Sudah
48
TERUNGKAP !
49
Alarich Murka !
50
Menghibur Sang Isteri
51
Lukman & Mira Kabur
52
Penyesalan Abimana
53
Penyergapan Lukman & Mira
54
Menunggumu
55
Keluarga Baru Aleesya
56
4 Bulanan
57
Persidangan
58
Pesta Kejutan
59
Pemilik Baru
60
Pemimpin Baru
61
Bedrest
62
Aleesya Melahirkan
63
Athalla & Alana
64
Jalur Lain
65
Produksi Lagi
66
Panti Asuhan
67
Liburan Bersama
68
Evan & Janisa
69
Jodoh Untuk Nathan
70
Mira Berulah Lagi
71
Revan Kabur !
72
Aleesya Disandera
73
Athala dan Alana Demam
74
Savian Tersadar
75
Bagaskara Berduka
76
Rumah Masa Kecil Aleesya
77
Dia Menyukai Istriku ?
78
Hamil Lagi ?
79
Janisa & Evan Resmi
80
Dinner Romantis
81
Liburan Ke Pantai
82
Pengganggu !!!
83
Kejutan Untuk Alarich
84
Penyesalan Mira
85
Berdamai Dengan Masa Lalu
86
Pertemuan Aleesya dan Mira
87
Kontraksi Palsu
88
Ulang Tahun Athala & Alana
89
Melahirkan Lagi
90
Aqiqah Atharya
91
Nostalgia
92
Orang Misterius
93
Jodoh Nathan?
94
Nathan & Tara
95
Menikah Dadakan ?
96
Merindukanmu
97
First Kiss
98
Nasihat Pernikahan
99
Malam Pertama
100
Dia Lagi ?
101
Alana Possessive
102
Paket C
103
Masa Lalu Nathan
104
Resepsi Nathan dan Tara
105
Di Jodohkan ?
106
Masih Keluarga
107
Masa Lalu Alarich
108
Rujuk Kembali
109
Pernikahan Di Hari Yang Sama
110
Tarra Hamil ?
111
Me Time
112
Permintaan Maaf
113
Burungnya Harus Di Kurung
114
Anak Ke Tiga
115
Cemburunya Bumil
116
Babymoon Ketiga
117
Salah Paham
118
Nambah Lagi
119
Calon Menantu
120
Ulang Tahun Atharya
121
Tarra Melahirkan
122
Janisa Juga Melahirkan
123
Cemburu
124
Ariana Dewantara
125
Me Time Bersama Istri
126
Hadiah Untuk Ariana
127
Bonchap 1
128
Bonchap 2
129
Bonchap 3
130
Bonchap 4
131
Bonchap 5
132
Bonchap 6
133
Bonchap 7
134
Bonchap 8
135
Bonchap 9
136
Bonchap 10
137
Bonchap 11
138
Bonchap 12
139
Bonchap 13

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!