Rindu Mamah dan Papah

Aleesya sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP dengan fasilitas yang lengkap. Aleesya juga di layani oleh mbok inem, dan Alarich tidak pernah sedetik pun meninggalkan istrinya.

"Nak, karena kamu hamil, kamu tinggal dirumah mamah dulu yah mau?" Ucap mamah Winda. "Kalau dirumah, ada mamah sama papah. Terus banyak orang juga sayang, mau yah nak?" Mamah Winda mengelus kepala menantunya.

Aleesya melirik suaminya sebelum menjawab. Alarich mengangguk setuju. "Iya mah, nanti kita menginap disana. Tapi setelah resepsi kita pulang lagi ya mah." Jawab Alarich. Papah Arya setuju, mungkin Aleesya juga sungkan jika tinggal bersama mertua.

"Begini saja, papah dan mamah akan sering menginap di tempat kamu, gimana?"

"Setuju mah, biar Aleesya ada teman juga.!" Ucap Alarich. "Iya mah, Aleesya gimana mamah dan mas Al saja." Jawab Aleesya lembut.

Orang tua Alarich dan mbok Inem juga pak Agus sedang makan diruang tengah ruang VVIP itu. Lalu Alarich tengah memandang istrinya. "Aku beruntung sekali punya kamu, terima kasih ya sayang." Alarich tak henti hentinya mencium kening istrinya dengan lembut.

"Nanti sore kita periksa kandungan kamu ke dokter kandungan nanti perawat akan mengantar kita." Alarich duduk di samping istrinya dan terus mengelus perut istrinya yang masih rata.

Aleesya terharu sekali, suami dan mertuanya sangat baik. Dia sudah menemukan kebahagiaannya. "Mah, pah, Aleesya hamil, kalian akan punya cucu. Seandainya kalian masih ada pasti kalian akan bahagia." Gumam Aleesya dalam hati.

"Kenapa menangis sayang?" Tanya Alarich yang menghapus air mata istrinya. "Aku kangen mamah dan papah mas. Boleh enggak mas nanti setelah resepsi, kita ke makam orangtua ku?" Lirih Aleesya.

"Boleh sayang. Atau kita tunda saja resepsinya yah?" Ucap Alarich. Namun Aleesya dengan cepat menolak usulan suaminya. "Jangan mas, enggak enak sama mamah dan papah. Undangan kan sudah di sebar mas. Aku baik baik saja mas. Ada mas Al yang selalu ada disampingku kan?" Goda Aleesya dengan mencium pipi suaminya malu malu.

"Udah berani ya kamu sekarang cium mas duluan hayo!" Alarich malah mengelitik leher dan perut istrinya. Mereka cekikan bersama. Dan suara mereka terdengar oleh mamah Winda juga papah Arya dan mbok inem.

"Mas geli...!" Aleesya tertawa lebar memperlihatkan gigi gingsulnya. "Habis istri mas ini sekarang udah genit." CUP.

Alarich memeluk dan mencium bibir sang istri sekilas.

"Aku mencintaimu Aleesya."

"Aku juga mas, sangat mencintaimu."

-

-

Kemesraan mereka tertangkap oleh mamah Winda dan papah Arya. Mereka mengintip anak dan menantunya dari balik tembok.

"Semoga kebahagiaan selalu menyertai mereka ya pah. Dan semoga Nania akan segera mendapatkan keadilan." Lirih mamah Winda.

"Amin mah. Setelah resepsi papah dan Al akan mulai menyelidiki semuanya dari nol. Papah juga sudah menghubungi detektive Ethan." Jawab papah Arya.

"Semoga ya pah ada titik terang. Kalau memang pelakunya si Mira dan Lukman, lihat saja. Mamah enggak akan biarin dua cecunguk itu lepas!" Geram mamah Winda.

"Tenang saja mah, kebenaran akan segera terungkap."

-

Sorenya Alarich membawa Aleesya memakai kursi roda ke dokter kandungan yang di antar oleh perawat dan hanya berjarak 1 lantai saja. Mereka sudah sampai disana. "Halo bu Aleesya dan pak Alarich mari kita periksa di usg dulu yah!"

Dokter Aline membaringkan Aleesya di kasur untuk USG. Alarich menemaninya. "Kandungannya sehat ya bu, usianya sudah 5 minggu. Makanannya dijaga, harus makan makanan yang matang, tidak boleh mentah. Tidak boleh kecapean ya bu, harus happy biar bayinya juga happy." Ucap dokter Aline tersenyum simpul.

"Dan...kemungkinan bayinya ada dua ya. Tapi kita akan cek lagi setelah usia kandungan 5-6 bulan yah!"

"Kembar dok?" Tanya Alarich. "Iya betul kembar pak Alarich." jawab dokter Aline. "Alhamdulillah mas, terima kasih dok." ucap Aleesya lembut.

Aleesya dan Alarich diberikan vitamin dan obat juga diberikan nasihat tentang kehamilan trimester pertama. Setelah hampir setengah jam mereka pamit kembali ke ruangan Aleesya.

-

-

"Udah Al? Apa kata dokter?" tanya mamah Winda yang masih menunggu anak dan menantunya di kamar. "Alhamdulillah mah anaknya kembar." Jawab Alarich yang membantu istrinya naik ke kasur. "Alamdulillah, tokcer juga kamu Al hebat hahha."

"Al gitu loh hahaha."

Aleesya sangat malu didepan mertuanya. "Mas..." Aleesya malu dia menyebikan bibirnya yang sudah maju itu.

Mamah Winda dan Alarich malah makin kencang tertawa menggoda Aleesya. Papah Arya juga malah ikutan meledeknya.

"Sudah sudah, lihat menantu papah pipinya udah merah banget hehehe. Kamu istirahat yah kata dokter besok kamu udah bisa pulang." Ucap papah Arya.

"Iya pah besok kami pulang kerumah papah. Baju baju kami juga masih ada disana beberapa."

Orang tua Alarich pamit pulang. Mbok inem dan pak Agus juga sama pulang dulu. Besok akan datang menjemput lagi.

Tinggalah mereka berdua. "Sayang.. Aku harus puasa dulu nih 2 bulan kata dokter." Alarich nampak murung mukanya. "Puasa apa dua bulan mas?" Tanya Aleesya penasaran.

"Kan kita enggak boleh main di ranjang dulu sayang. Yah demi anak anak enggak apa apa deh. Udah beres dua bulan, aku gempur yah 3 ronde sehari."

"Hahaha... Mas ih ngeri banget, encok nanti aku." keluh Aleesya dengan nada bercanda. "Sini mas tidur, aku ngantuk."

Alarich naik ke kasur istrinya. Dia memeluk istrinya erat. Dia juga mengusap ngusap kepala istrinya dengan lembut. "Mas..kalau mamah papah aku masih hidup pasti mereka senang kan punya cucu?" Tanya Aleesya yang sudah berkaca kaca.

"Pasti sayang. Kalau kakek kamu masih hidup, dan dia ingin ketemu sama kamu, apa kamu bersedia?"

Aleesya tidak menjawab. Dia meringsek ke dada suaminya dia memeluk suaminya. Dia memejamkan matanya. Alarich tahu istrinya tidak akan menerimanya begitu saja. Harusnya sedari dulu keluarga Bagaskara mencari Aleesya bukan sekarang.

Alarich tidak membahasnya lagi dia ikut terlelap bersama istrinya.

Episodes
1 Aleesya Shaabira Bagaskara
2 Alarich Dewantara
3 Luka Batin dan Fisik
4 Tinggal bersama (?)
5 Mereka Kekasih?
6 Melindungi Aleesya
7 Peringatan Pertama
8 Orang Tua Alarich
9 Menikah Dadakan
10 Aleesya Anak Nania?
11 Menyelidiki Kecelakaan
12 Honeymoon
13 Honeymoon 2
14 Semakin Cinta Aleesya
15 Rumah Masa Depan
16 Syukuran Rumah Baru
17 Hamil ?
18 Rindu Mamah dan Papah
19 Pulang Ke Rumah
20 Resepsi Aleesya dan Alarich
21 NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22 Siapa Monica ?
23 Suami Posesive
24 Trauma Aleesya
25 Luka Mendalam
26 Hipnoterapi
27 Babymoon
28 Keluarga Bagaskara
29 Titik Terang
30 Kejahatan Mira dan Lukman
31 Penderitaan Aleesya
32 Penderitaan Miko
33 Mengadu Domba
34 Menjebak Revan Bagaskara
35 Bertemu Keluarga Bagaskara
36 Panggil Opah & Omah
37 Kecelakaan Aleesya
38 Menunggu Aleesya
39 Aleesya Tersadar
40 Tanggung Resikonya
41 Menjadi Mata-Mata
42 Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43 Abimana Palsu
44 Mira Minta Maaf
45 Taman Hiburan
46 Siapa Wirya Atmaja ?
47 Tertangkap Sudah
48 TERUNGKAP !
49 Alarich Murka !
50 Menghibur Sang Isteri
51 Lukman & Mira Kabur
52 Penyesalan Abimana
53 Penyergapan Lukman & Mira
54 Menunggumu
55 Keluarga Baru Aleesya
56 4 Bulanan
57 Persidangan
58 Pesta Kejutan
59 Pemilik Baru
60 Pemimpin Baru
61 Bedrest
62 Aleesya Melahirkan
63 Athalla & Alana
64 Jalur Lain
65 Produksi Lagi
66 Panti Asuhan
67 Liburan Bersama
68 Evan & Janisa
69 Jodoh Untuk Nathan
70 Mira Berulah Lagi
71 Revan Kabur !
72 Aleesya Disandera
73 Athala dan Alana Demam
74 Savian Tersadar
75 Bagaskara Berduka
76 Rumah Masa Kecil Aleesya
77 Dia Menyukai Istriku ?
78 Hamil Lagi ?
79 Janisa & Evan Resmi
80 Dinner Romantis
81 Liburan Ke Pantai
82 Pengganggu !!!
83 Kejutan Untuk Alarich
84 Penyesalan Mira
85 Berdamai Dengan Masa Lalu
86 Pertemuan Aleesya dan Mira
87 Kontraksi Palsu
88 Ulang Tahun Athala & Alana
89 Melahirkan Lagi
90 Aqiqah Atharya
91 Nostalgia
92 Orang Misterius
93 Jodoh Nathan?
94 Nathan & Tara
95 Menikah Dadakan ?
96 Merindukanmu
97 First Kiss
98 Nasihat Pernikahan
99 Malam Pertama
100 Dia Lagi ?
101 Alana Possessive
102 Paket C
103 Masa Lalu Nathan
104 Resepsi Nathan dan Tara
105 Di Jodohkan ?
106 Masih Keluarga
107 Masa Lalu Alarich
108 Rujuk Kembali
109 Pernikahan Di Hari Yang Sama
110 Tarra Hamil ?
111 Me Time
112 Permintaan Maaf
113 Burungnya Harus Di Kurung
114 Anak Ke Tiga
115 Cemburunya Bumil
116 Babymoon Ketiga
117 Salah Paham
118 Nambah Lagi
119 Calon Menantu
120 Ulang Tahun Atharya
121 Tarra Melahirkan
122 Janisa Juga Melahirkan
123 Cemburu
124 Ariana Dewantara
125 Me Time Bersama Istri
126 Hadiah Untuk Ariana
127 Bonchap 1
128 Bonchap 2
129 Bonchap 3
130 Bonchap 4
131 Bonchap 5
132 Bonchap 6
133 Bonchap 7
134 Bonchap 8
135 Bonchap 9
136 Bonchap 10
137 Bonchap 11
138 Bonchap 12
139 Bonchap 13
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Aleesya Shaabira Bagaskara
2
Alarich Dewantara
3
Luka Batin dan Fisik
4
Tinggal bersama (?)
5
Mereka Kekasih?
6
Melindungi Aleesya
7
Peringatan Pertama
8
Orang Tua Alarich
9
Menikah Dadakan
10
Aleesya Anak Nania?
11
Menyelidiki Kecelakaan
12
Honeymoon
13
Honeymoon 2
14
Semakin Cinta Aleesya
15
Rumah Masa Depan
16
Syukuran Rumah Baru
17
Hamil ?
18
Rindu Mamah dan Papah
19
Pulang Ke Rumah
20
Resepsi Aleesya dan Alarich
21
NANIA SUBAGYO & MARIO BAGASKARA
22
Siapa Monica ?
23
Suami Posesive
24
Trauma Aleesya
25
Luka Mendalam
26
Hipnoterapi
27
Babymoon
28
Keluarga Bagaskara
29
Titik Terang
30
Kejahatan Mira dan Lukman
31
Penderitaan Aleesya
32
Penderitaan Miko
33
Mengadu Domba
34
Menjebak Revan Bagaskara
35
Bertemu Keluarga Bagaskara
36
Panggil Opah & Omah
37
Kecelakaan Aleesya
38
Menunggu Aleesya
39
Aleesya Tersadar
40
Tanggung Resikonya
41
Menjadi Mata-Mata
42
Siapa Yang Jatuh Duluan ?
43
Abimana Palsu
44
Mira Minta Maaf
45
Taman Hiburan
46
Siapa Wirya Atmaja ?
47
Tertangkap Sudah
48
TERUNGKAP !
49
Alarich Murka !
50
Menghibur Sang Isteri
51
Lukman & Mira Kabur
52
Penyesalan Abimana
53
Penyergapan Lukman & Mira
54
Menunggumu
55
Keluarga Baru Aleesya
56
4 Bulanan
57
Persidangan
58
Pesta Kejutan
59
Pemilik Baru
60
Pemimpin Baru
61
Bedrest
62
Aleesya Melahirkan
63
Athalla & Alana
64
Jalur Lain
65
Produksi Lagi
66
Panti Asuhan
67
Liburan Bersama
68
Evan & Janisa
69
Jodoh Untuk Nathan
70
Mira Berulah Lagi
71
Revan Kabur !
72
Aleesya Disandera
73
Athala dan Alana Demam
74
Savian Tersadar
75
Bagaskara Berduka
76
Rumah Masa Kecil Aleesya
77
Dia Menyukai Istriku ?
78
Hamil Lagi ?
79
Janisa & Evan Resmi
80
Dinner Romantis
81
Liburan Ke Pantai
82
Pengganggu !!!
83
Kejutan Untuk Alarich
84
Penyesalan Mira
85
Berdamai Dengan Masa Lalu
86
Pertemuan Aleesya dan Mira
87
Kontraksi Palsu
88
Ulang Tahun Athala & Alana
89
Melahirkan Lagi
90
Aqiqah Atharya
91
Nostalgia
92
Orang Misterius
93
Jodoh Nathan?
94
Nathan & Tara
95
Menikah Dadakan ?
96
Merindukanmu
97
First Kiss
98
Nasihat Pernikahan
99
Malam Pertama
100
Dia Lagi ?
101
Alana Possessive
102
Paket C
103
Masa Lalu Nathan
104
Resepsi Nathan dan Tara
105
Di Jodohkan ?
106
Masih Keluarga
107
Masa Lalu Alarich
108
Rujuk Kembali
109
Pernikahan Di Hari Yang Sama
110
Tarra Hamil ?
111
Me Time
112
Permintaan Maaf
113
Burungnya Harus Di Kurung
114
Anak Ke Tiga
115
Cemburunya Bumil
116
Babymoon Ketiga
117
Salah Paham
118
Nambah Lagi
119
Calon Menantu
120
Ulang Tahun Atharya
121
Tarra Melahirkan
122
Janisa Juga Melahirkan
123
Cemburu
124
Ariana Dewantara
125
Me Time Bersama Istri
126
Hadiah Untuk Ariana
127
Bonchap 1
128
Bonchap 2
129
Bonchap 3
130
Bonchap 4
131
Bonchap 5
132
Bonchap 6
133
Bonchap 7
134
Bonchap 8
135
Bonchap 9
136
Bonchap 10
137
Bonchap 11
138
Bonchap 12
139
Bonchap 13

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!