20. Resmi. OSC 20.

Mobil yang di kemudikan Jay mulai memasuki garasi dari sebuah rumah berlantai dua yang membuat dua orang didalamnya memberikan tatapan bingung. Keduanya terus memperhatikan rumah dua lantai yang terlihat asri dan tenang, sangat jauh dari apa yang mereka berdua pikirkan saat Claira menyebutkan kata 'Markas'.

Pintu garasi yang terbuka dan menutup secara otomatis membuat keduanya tercengang, tak sampai di sana, mereka kembali melebarkan kedua mata mereka saat Jay menekan tombol yang membuat akses menuju ruangan rahasia terbuka.

"Tidak perlu keluar," ujar Claira saat melihat Felix akan membuka pintu.

Felix hanya menurut tanpa bertanya, begitu pula dengan Charles yang memilih diam serta tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Lorong panjang yang hanya cukup untuk di lalui satu mobil terus menuntun mobil yang mereka tumpangi meluncur kebawah lebih jauh, hingga saat lorong penghubung menuju ruang bawah tanah telah mencapai akhir, mereka di sambut ruangan luas yang menyalakan lampu sensor ketika mobil berhenti.

Mereka keluar dari mobil dengan rahang terbuka. Puluhan sepeda motor sport dan mobil berjejer rapi dengan berbagai jenis berbeda dalam keadaan terawat.

Ruangan itu bahkan jauh lebih luas dari bangunan rumah dua lantai yang mereka lihat dari luar, seolah rumah dua lantai hanyalah sebuah cangkang kosong yang tidak akan membuat orang tertarik untuk melihat apa yang berada didalamnya.

"Ma,,, milik siapa semua mobil dan sepeda motor yang ada disini?" celetuk Charles tanpa sadar.

"Apa maksudmu bertanya begitu?" sahut Claira tersenyum geli.

"Apakah kamu berpikir ini semua barang curian?" imbuhnya.

"Tidak,,, Tidak,,, bukan begitu," sambut Charles mengibaskan kedua tangan serta menggelengkan kepalanya.

"Jika ini milik Mama dan kak Jay, itu bukan hal aneh dalam jumlah normal,"

"Tapi, jumlah sebanyak ini,,,," Charles mengedarkan pandangannya sembari menelan salivanya.

"Apakah semua yang ada di sini_,,,"

"Legal," potong Claira cepat.

"Lalu, mengapa Mama membelikan mobil baru untukku jika Mama sudah memiliki mobil sebanyak ini?" tanya Charles.

"Apakah kamu sungguh bertanya, Baby?" Claira balas bertanya sembari menyipitkan matanya.

Charles tersenyum canggung seolah baru saja tersadar akan pertanyaan yang ia ajukan dan menggosok tengkuknya, sementara Jay terlihat berjalan menghampiri mereka setelah memarkirkan mobil yang tadi di gunakan.

"Ikuti aku," ujar Claira.

Claira melangkah dengan Jay di sampingnya, membuka pintu dengan akses sidik jari yang memperlihatkan sebuah ruangan dimana di dalamnya berisi beberapa komputer dan perlengkapan lain yang memiliki fitur lengkap yang tidak bisa dimiliki oleh setiap orang meski menginginkannya.

Drone, kamera berbagai tipe, proyektor serta elektronik lain dan perlengkapan yang membantu sistem peretasan. Bahkan ruangan itu memiliki ruang rahasia lain yang berisi komputer lebih banyak dan layar monitor yang jauh lebih besar.

"Sepertinya ruangan ini akan menjadi lebih sering di gunakan setelah ini, kamu bisa menggunakan ruangan dan semua komputer sepuasnya, Baby," ujar Claira.

"Maksud Mama?" sambut Charles.

Claira berkacak pinggang, menatap anaknya yang masih menyembunyikan kemampuan peretasan yang dimiliki darinya.

"Oh,,, masih mau menutupi kemampuan peretasan yang kamu miliki?" sindir Claira.

"Apa yang Mama bicarakan?" kilah Charles.

"Vier,,," Claira menegur.

"Uhmm,,,, pasti kak Jay mengatakan ini pada Mama," tuduh Charles.

"Kamu yang bersalah kenapa melemparkannya ke Jay?" ucap Claira.

Charles melirik ke arah Jay yang hanya mengangkat kedua tangannya sembari menaikkan bahunya sebagai tanda tidak ingin ikut campur.

"Ukh,,, Bagaimana Mama bisa tahu?" tanya Charles pada akhirnya.

"Bagaimana menurutmu?" Claira balas bertanya.

Charles terdiam sejenak untuk berpikir, ia tahu persis Jay yang selama ini menemani dirinya tidak memiliki kemampuan peretasan dan tidak memahami peretasan, hal yang bisa ia simpulkan hanyalah seseorang bisa mengetahui dirinya seorang peretas adalah hanya jika seseorang yang memiliki kemampuan sama dan sedang membuka datanya.

"Jangan bilang kalau Mama juga bisa_,,,," Charles menelan salivanya tanpa bisa menyelesaikan apa yang ia katakan.

"Kesalahanmu adalah, kamu meninggalkan jejak terlalu banyak," ucap Claira.

"Dan jangan lupakan satu hal," sambung Claira sembari menyentil pelan dahi anaknya.

"Meskipun kamu tidak meninggalkan jejak sedikitpun, aku akan tetap mengetahuinya. Aku mengenalmu lebih dari dirimu sendiri," Claira menambahkan.

Jawaban yang Claira ucapkan cukup bagi Charles untuk segera memahami apa maksudnya, sekaligus menjawab pertanyaannya yang ada dalam benak Charles.

"Kau juga akan memiliki ruangan untuk dirimu sendiri, Felix," ujar Claira lagi.

"Aku?" sambut Felix menunjuk dirinya sendiri.

"Jika ruangan dengan penuh komputer seperti ini, maaf saja, aku memilih menolak, kepalaku akan meledak dalam hitungan detik jika aku berada di dalamnya," sambungnya.

Claira tersenyum, meminta mereka untuk kembali mengikuti dirinya. Jay segera menangkap apa yang dimaksudkan Claira, melangkah lebih dulu untuk membuka pintu lift yang membuat keduanya kembali terkejut.

Mereka berdua bisa merasakan lift bergerak turun selama beberapa saat sampai pintu lift kembali terbuka dengan suasana berbeda, memperlihatkan sebuah lorong dengan beberapa pintu dengan jarak beberapa meter dalam keadaan menutup.

Sekali lagi mereka tanpa sadar membuka rahang mereka setelah Claira membuka salah satu pintu yang memperlihatkan isi dari ruangan itu. Berbagai senjata api yang tersusun rapi dalam sebuah kotak serta begitu banyak senjata laras panjang yang terpajang di dinding. Termasuk peralatan untuk membuat serta memperbaiki senjata api, bahkan granat dan bahan peledak lain juga berada di dalamnya dalam ruangan terpisah.

"B-Bagaimana Mama bisa mendapatkan semua senjata ini?" tanya Charles.

"Semua yang ingin kamu tanyakan akan terjawab seiring berjalannya waktu," jawab Claira.

"Kami tidak bisa menjelaskan semuanya sekaligus," timpal Jay.

"Satu hal yang pasti adalah, semua yang kami miliki dan kami gunakan adalah legal. Dan kami memiliki lisensi untuk itu. Termasuk ibumu yang menjadi penembak terbaik di usia muda dan sudah di akui," sambungnya.

"Jangan bertanya kenapa atau bagaimana, cukup kalian untuk tahu hal ini dan sisanya kalian akan mengetahuinya secara bertahap, itu juga berlaku untukmu Charles," tegas Jay dengan intonasi serta ekspresi yang tidak pernah dilihat Charles sebelumnya.

Jay bahkan berbicara sebelum Charles memiliki kesempatan untuk bertanya. Membungkamnya dengan kalimat terakhir yang Jay katakan hingga membuat Charles menelan kembali pertanyaan yang sebelumnya ingin dia keluarkan.

"Kita kembali ke atas, hari ini cukup ini saja," ujar Jay lagi.

Mereka mengangguk tanpa perdebatan dan mengikuti langkah Jay kembali menuju lift, kembali ke ruang komputer dan duduk di sofa yang sengaja di sediakan disana, berbicara tentang apa saja yang perlu mereka bicarakan.

...@@@@@@@@@@...

#### Beberapa hari kemudian....

"Di sini,,,!"

Suara seruan dari wanita yang tangah duduk bersama pasangannya terdengar setelah seorang pria berkulit coklat dengan perawakan tinggi membuka pintu cafe dan melangkah masuk bersama seorang teman di belakangnya.

"Apakah kakak kesulitan untuk menemukan cafe ini?" tanyanya setelah pria itu berdiri di depannya dan menarik kursi untuk dirinya duduk.

"Tidak sama sekali," jawabnya.

"Bisa dikatakan cafe ini sangat mudah untuk di temukan melalui ponsel ataupun dari petunjuk yang diberikan seseorang," timpal teman di sampingnya.

"Omong-omong, bagaimana kabarmu, Cyrene?" imbuhnya bertanya.

"Sangat baik," jawab Cyrene.

"Kuharap kamu juga begitu, Dexter," imbuhnya.

"Lebih dari apapun," sahutnya tersenyum.

"Hallo,,, selamat datang,,," sapa pelayan menyela.

"Apakah tuan dan nona siap untuk memesan?" imbuhnya bertanya.

"Yah,,, Tentu," sahut Cyrene.

"Uhmm,,, bisakah saya mendapatkan dessert spesial untuk hari ini sesuai dengan menu yang tertulis di sana?" Cyrene bertanya sembari menunjuk papan menu di meja bar.

"Ah,,, saya menyesal mengatakan ini, namun maaf sekali untuk menu spesial hari ini telah habis terjual," jawab si pelayan.

"Secepat itu?" sambut Cyrene terkejut.

"Ini bahkan belum sampai setengah hari," imbuhnya.

"Menu spesial yang di buat cafe ini memang lebih cepat habis dibandingkan menu lain karena hanya dibuat satu kali dalam satu bulan dengan jumlah terbatas," terang si pelayan.

"Namun, dalam satu minggu sekali salalu ada menu spesial yang berbeda," imbuhnya.

"Begitukah?" sambut Cyrene tersenyum lesu.

"Jadi menu itu tidak akan ada untuk besok?" imbuhnya bertanya.

"Maaf sekali, Nona. Benar, menu spesial hari ini hanya untuk satu hari ini saja," jawab si pelayan.

"Kita pesan yang lain saja, Liebste (sayang)," hibur Bernardo.

"Menu lain sepertinya tidak kalah enak," imbuhnya.

"Haahh,,,, baiklah,," Cyrene mendesah kecewa.

"Hei,,, Toby,!"

Tiba-tiba, suara seseorang yang duduk tak jauh dari meja mereka berseru memanggil nama seseorang dan segera di sambut oleh si pelayan yang tengah melayani Cyrene.

"Saya," sambut si pelayan mengangguk sopan.

Pelayan itu segera menoleh ke sumber suara dan mengarahkan pandangannya pada seseorang yang memakai topi serta melapisi topi yang dia pakai menggunakan hoodie dari jaket yang dia kenakan, duduk dengan sebuah laptop di depannya.

"Berikan saja milikku untuk nona itu," ujarnya.

"Tapi_,,,"

"Berikan saja, aku tidak keberatan," ujarnya lagi.

"Apakah anda yakin?" tanya si pelayan memastikan.

"Haruskah aku mengulang apa yang aku katakan, Toby?" ujarnya balas bertanya.

"Tidak perlu!"

Suara dengan nada kesal menjawab lebih dulu sebelum Toby si pelayan memiliki kesempatan untuk mengatakan sesuatu, menciptakan suasana tegang tanpa diminta.

. . . . .

. . . .

To be continued....

Terpopuler

Comments

Ucy (ig. ucynovel)

Ucy (ig. ucynovel)

kyknya babang edo dan ren lbih mesra di novel nih 😁

2024-09-27

0

Ucy (ig. ucynovel)

Ucy (ig. ucynovel)

ya, dengar tu charles. tak baik asal nuduh

2024-09-27

0

Ucy (ig. ucynovel)

Ucy (ig. ucynovel)

siap2 lihat yg lebih wah lagi felux dan charles

2024-09-27

0

lihat semua
Episodes
1 1.PROLOG
2 2. OSC 2
3 3. OSC 3
4 4. OSC 4
5 5 OSC 5
6 6. OSC 6
7 7. OSC 7
8 8. OSC 8
9 9. OSC 9
10 10. OSC 10.
11 11. OSC 11
12 12. Pertemuan dengan Felix. OSC 12
13 13. Kembalinya Jefferi. OSC 13
14 14. Saling Terhubung. OSC 14
15 15. Pertemuan Tak Sengaja. OSC 15.
16 16. Sisi Lain. OSC 16.
17 17. Nyata Dan Tidak. OSC 17.
18 18. Benar Dan Salah. OSC 18.
19 19. Anggota Baru. OSC 19.
20 20. Resmi. OSC 20.
21 21. Masalah Tanpa Disengaja. OSC 21.
22 22. Bertemu. OSC 22.
23 23. Rencana. OSC 23.
24 24. Setengah Lancar. OSC 24.
25 25. Mengenal. OSC 25
26 26. Terjadi Begitu Saja. OSC 26.
27 27. Di Incar. OSC 27.
28 28. Siapa Mereka? OSC 28.
29 29. Tepat Waktu OSC 29.
30 30. Asing OSC 30.
31 31. Mengenal OSC 31.
32 32. Bersikap OSC 32.
33 33. Situasi OSC 33.
34 34. Fakta OSC 34.
35 35. Kebenaran OSC 35.
36 36. Masa Lalu (Claira- Ricardo) OSC 36.
37 37. Masa Lalu (Claira-Ricardo 2) OSC 37.
38 38. Masa Lalu (Claira-Ricardo 3) OSC 38.
39 39. Masa Lalu (Claira-Ricardo 4) OSC 39.
40 40. Masa Lalu (Claira - Ricardo ) OSC 40.
41 41. Masa Lalu ( Claira - Ricardo 5 ) OSC 41.
42 42. Masa Lalu (Claira- Ricardo 6) OSC 42.
43 43. Masa Lalu ( Claira- Ricardo End) OSC 43.
44 44. Berubah OSC 44.
45 45. Bersikap Sama OSC 45.
46 46. Mencairkan Suasana OSC 46.
47 47. Bersama OSC 47.
48 48. Rencana Pergi OSC 48.
49 49. Panggilan Pertama OSC 49.
50 50. Perubahan Perlahan OSC 50.
51 51. Pergi Di Luar Rencana OSC 51.
52 52. Melindungi OSC 52.
53 53. Damai OSC 53.
54 54. Jägermeister OSC 54.
55 55. Bertindak OSC 55.
56 56. Penyusup OSC 56.
57 57. Kiss OSC 57.
58 58. Jägermeister 2 OSC 58.
59 59. Merencanakan Sesuatu OSC 59.
60 60. Makan Bersama OSC 60.
61 61. Intensitas OSC 61.
62 62. Kilasan Singkat OSC 62.
63 63. Membujuk OSC 63.
64 64. Membuka Diri OSC 64.
65 65. Sebuah Subjek Ancaman OSC 65.
66 66. Kedatangan Seseorang OSC 66.
67 67. Ancaman OSC 67.
68 68. Kekonyolan Dua C OSC 68.
69 69. Ancaman 2 OSC 69.
70 70. OSC 70.
71 71. OSC 71.
72 72. OSC 72.
73 73. OSC 73.
74 74. OSC 74
75 75. OSC 75.
76 76. OSC 76.
77 77. OSC 77.
78 78. OSC 78.
79 79. OSC 79.
80 80. OSC 80.
81 81. 0SC 81.
82 82. OSC 82.
83 83.OSC 83.
84 84. OSC 84.
85 85. OSC 85.
86 86. OSC 86.
87 87. OSC 87.
88 88. OSC 88.
89 89. OSC 89.
90 90. OSC 90.
91 91. 0SC 91.
92 92. OSC 92.
93 93. OSC 93
94 94. OSC 94
95 95. OSC 95.
96 96. OSC 96.
97 97. OSC 97.
98 98. OSC 98.
99 99. OSC 99
100 100. OSC 100
101 101. OSC 101.
102 102. OSC 102
103 103. OSC 103.
104 104. OSC 104
105 105. OSC 105
106 106. OSC 106.
107 107. OSC 107.
108 108. OSC 108.
109 109. OSC 109.
110 110. OSC 110.
111 111. OSC 111.
112 112. OSC 112.
113 Ucapan Terima Kasih dan Karya Baru
Episodes

Updated 113 Episodes

1
1.PROLOG
2
2. OSC 2
3
3. OSC 3
4
4. OSC 4
5
5 OSC 5
6
6. OSC 6
7
7. OSC 7
8
8. OSC 8
9
9. OSC 9
10
10. OSC 10.
11
11. OSC 11
12
12. Pertemuan dengan Felix. OSC 12
13
13. Kembalinya Jefferi. OSC 13
14
14. Saling Terhubung. OSC 14
15
15. Pertemuan Tak Sengaja. OSC 15.
16
16. Sisi Lain. OSC 16.
17
17. Nyata Dan Tidak. OSC 17.
18
18. Benar Dan Salah. OSC 18.
19
19. Anggota Baru. OSC 19.
20
20. Resmi. OSC 20.
21
21. Masalah Tanpa Disengaja. OSC 21.
22
22. Bertemu. OSC 22.
23
23. Rencana. OSC 23.
24
24. Setengah Lancar. OSC 24.
25
25. Mengenal. OSC 25
26
26. Terjadi Begitu Saja. OSC 26.
27
27. Di Incar. OSC 27.
28
28. Siapa Mereka? OSC 28.
29
29. Tepat Waktu OSC 29.
30
30. Asing OSC 30.
31
31. Mengenal OSC 31.
32
32. Bersikap OSC 32.
33
33. Situasi OSC 33.
34
34. Fakta OSC 34.
35
35. Kebenaran OSC 35.
36
36. Masa Lalu (Claira- Ricardo) OSC 36.
37
37. Masa Lalu (Claira-Ricardo 2) OSC 37.
38
38. Masa Lalu (Claira-Ricardo 3) OSC 38.
39
39. Masa Lalu (Claira-Ricardo 4) OSC 39.
40
40. Masa Lalu (Claira - Ricardo ) OSC 40.
41
41. Masa Lalu ( Claira - Ricardo 5 ) OSC 41.
42
42. Masa Lalu (Claira- Ricardo 6) OSC 42.
43
43. Masa Lalu ( Claira- Ricardo End) OSC 43.
44
44. Berubah OSC 44.
45
45. Bersikap Sama OSC 45.
46
46. Mencairkan Suasana OSC 46.
47
47. Bersama OSC 47.
48
48. Rencana Pergi OSC 48.
49
49. Panggilan Pertama OSC 49.
50
50. Perubahan Perlahan OSC 50.
51
51. Pergi Di Luar Rencana OSC 51.
52
52. Melindungi OSC 52.
53
53. Damai OSC 53.
54
54. Jägermeister OSC 54.
55
55. Bertindak OSC 55.
56
56. Penyusup OSC 56.
57
57. Kiss OSC 57.
58
58. Jägermeister 2 OSC 58.
59
59. Merencanakan Sesuatu OSC 59.
60
60. Makan Bersama OSC 60.
61
61. Intensitas OSC 61.
62
62. Kilasan Singkat OSC 62.
63
63. Membujuk OSC 63.
64
64. Membuka Diri OSC 64.
65
65. Sebuah Subjek Ancaman OSC 65.
66
66. Kedatangan Seseorang OSC 66.
67
67. Ancaman OSC 67.
68
68. Kekonyolan Dua C OSC 68.
69
69. Ancaman 2 OSC 69.
70
70. OSC 70.
71
71. OSC 71.
72
72. OSC 72.
73
73. OSC 73.
74
74. OSC 74
75
75. OSC 75.
76
76. OSC 76.
77
77. OSC 77.
78
78. OSC 78.
79
79. OSC 79.
80
80. OSC 80.
81
81. 0SC 81.
82
82. OSC 82.
83
83.OSC 83.
84
84. OSC 84.
85
85. OSC 85.
86
86. OSC 86.
87
87. OSC 87.
88
88. OSC 88.
89
89. OSC 89.
90
90. OSC 90.
91
91. 0SC 91.
92
92. OSC 92.
93
93. OSC 93
94
94. OSC 94
95
95. OSC 95.
96
96. OSC 96.
97
97. OSC 97.
98
98. OSC 98.
99
99. OSC 99
100
100. OSC 100
101
101. OSC 101.
102
102. OSC 102
103
103. OSC 103.
104
104. OSC 104
105
105. OSC 105
106
106. OSC 106.
107
107. OSC 107.
108
108. OSC 108.
109
109. OSC 109.
110
110. OSC 110.
111
111. OSC 111.
112
112. OSC 112.
113
Ucapan Terima Kasih dan Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!