Hingga,,,,
'DOR,,,
'DOR,,,,'
'DOR,,,'
'KRAKK,,,,
'CRASH,,,,, DUGG,,,,
'DUNG,,, DUNG,,,, DUNG,,,,,!!!
Claira melepaskan empat tembakan yang mengenai rantai pengikat kayu dari truk pengangkut dan terputus hingga mengakibatkan kayu berukuran besar menggelinding kearah mereka.
Jay bisa menghindar dengan mudah saat mereka hanya perlu menghindari dua kayu berukuran besar dan sisa dari kayu itu menggelinding setelah Claira dan Jay berhasil melintasi truk pengangkut kayu. Disaat yang bersamaan, Claira kembali melepaskan tembakan pada truk minyak yang berada tak jauh dari truk kayu sebelumnya.
'DOR,,,,,
'DHUUARRRR,,,,,, BLARRR,,,,!!!!!
Seketika ledakan besar terjadi sesaat setelah peluru yang di tembakkan Claira mengenai tangki berisi minyak. Membuat jalan tertutup api selama beberapa saat, namun cukup bagi Jay memacu sepeda motornya hingga mereka berdua terlepas dari pengejaran disaat jalanan tertutup api.
Barisan mobil dan sepeda motor yang mengejar Claira terhenti akibat kayu yang menggelinding kearah mereka, di tambah dengan ledakan yang baru saja terjadi membuat pandangan mereka tertutup dan tidak bisa menggunakan senjata laras panjang mereka.
"Sh*it ,,,,," salah satu dari mereka membanting kemudi, lalu mengumpat kesal sembari memukul kemudi.
Mereka kehilangan jejak buruan mereka, namun mereka telah mengetahui tentang cafe dimana Claira menghabiskan waktunya.
"Kita kembali!" ujar salah satu dari mereka dengan wajah kesal.
"Baik,"
Mereka berbalik arah, mengurungkan niat mereka untuk melanjutkan mengejar Claira saat suara sirine mulai terdengar.
Sementara Claira dan Jay berhasil sampai di sebuah rumah berlantai dua yang terletak terpisah dengan rumah-rumah yang berada di sekitarnya serta memiliki garasi luas dengan pintu yang terbuka otomatis saat Jay sampai di depan pintu garasi.
Jay menekan tombol yang berada di bawah rem menggunakan jarinya setelah pintu garasi menutup sempurna, membuat akses pintu rahasia yang berada di dalam garasi terbuka hingga mereka bisa masuk dengan tetap membawa sepeda motor yang masih mereka naiki.
Ruangan luas di balik pintu rahasia itu memiliki lorong panjang dengan jalan menurun yang menjadi penghubung dengan ruang bawah tanah, beberapa mobil dan sepeda motor berbaris rapi dengan jenis berbeda. Di salah satu sisi ruangan memiliki ruangan terpisah yang berisi perangkat komputer lengkap dengan proyektor, kamera , bahkan drone.
"Sekarang apa?" tanya Jay memecah keheningan.
Claira turun dari sepeda motor dengan tetap menggendong Charles, membawa anaknya memasuki sebuah ruangan lain yang berisi satu tempat tidur dan membaringkannya dengan perlahan.
Pandangan Claira menerawang, jelas pikirannya sedang tidak pada tempatnya sembari memandangi wajah anaknya yang tertidur akibat bius yang ia berikan. Ekspresi wajahnya menyiratkan tidak rela jika terjadi sesuatu pada sang anak.
"Bawalah Vier meninggalkan kota ini, Jay," ucap Claira pada akhirnya.
"Aku akan menutup semua datanya dari tempat ini, melindungi sepenuhnya identitasnya dan memastikan mereka tidak menemukan data apapun darinya," sambungnya.
"Jangan konyol, Ra!" hardik Jay.
"Kau tentu tahu bagaimana Charles bukan? Dia tidak akan menerima alasan yang menurutnya tidak sesuai logika. Dan kau juga tahu Charles memiliki kecerdasan diatas rata-rata anak seusianya," lanjutnya.
"Justru itulah yang aku khawatirkan," sambut Claira menoleh kearah temannya.
"Dan pada siapa lagi aku mempercayakan anakku jika bukan padamu?" imbuhnya.
"Dia tidak harus menghadapi ini, dia tidak seharusnya berada di lingkungan gelap yang sama sepertiku,"
"Jika dia terus bersamaku, mereka akan mengambilnya dariku disaat aku lengah," lanjutnya kembali mengarahkan pandangannya pada sang anak.
"Tapi sampai kapan?" sahut Jay tidak terima.
"Dia akan terus bertanya-tanya tentangmu jika aku membawanya pergi begitu saja," imbuhnya.
"Sampai dia dewasa," jawab Claira.
"Aku akan sering mengunjungi kalian disaat keadaan aman,"
"Sementara aku akan mencari cara apa saja yang bisa membantu kita untuk keluar dari situasi ini," Claira menambahkan.
"Satu-satunya hal yang bisa membuat semua berhenti adalah membunuhnya. Membunuh sang raja dari papan catur ini," sahut Jay mendengus kesal.
"Entah dimana saja pion yang dia miliki tersebar, kita masih buta sama sekali,"
"Kita bahkan tidak memilki seseorang yang memiliki kemampuan peretasan yang melebihi dari kemampuanmu,"
"Dia juga sudah membunuh semua rekan kita dan kita hidup dengan terus bersembunyi dari mereka,"
"Dan sekarang kau ingin aku meninggalkanmu sendirian disini disaat posisimu sudah diketahui mereka?"
"Itu sama saja kau membeli satu tiket menuju kematian," sergahnya.
"Pahamilah keadaannya, Jay," bujuk Claira.
"Aku memiliki persepsi setelah melihat mereka,"
"Mereka akan datang ke cafe, bahkan apartemenku dan aku tidak bisa bergerak bebas jika aku harus melindungi seseorang,"
"Jangan lupakan satu hal bahwa cafe juga memiliki ruang bawah tanah yang bisa berguna untuk menghabisi mereka. Aku akan menghabisi mereka disana sebelum mereka membuat laporan tentang lokasiku, yang artinya aku harus bergerak malam ini juga,"
"Aku tidak mungkin membuat anakku melihat sisi monster yang ada di dalam diriku. Aku belum siap jika Vier membenciku atau bahkan takut padaku. Aku tidak ingin dia menjauh dariku dengan alasan takut padaku, aku sangat menyanyanginya,"
"Aku hanya seorang pembunuh, Jay," Claira menambahkan.
"Tapi kau membunuh mereka yang ingin membunuhmu, membunuh teman-teman juga anakmu," sanggah Jay.
"Kau melindungi mereka, jelas itu hal yang sangat jauh berbeda," imbuhnya.
"Itu tidak merubah fakta bahwa aku seorang pembunuh," jawab Claira skeptis.
"Biarkan Vier sendiri yang menilai dan menentukan jawabannya. Saat dia dewasa nanti, aku tidak siap jika dia membenciku sekarang, aku juga sadar cepat atau lambat dia akan tetap mengetahui kebenaran ini,"
"Namun sebelum itu, aku akan mengupayakan apa saja untuk membuatnya tetap aman. Tentu saja aku tidak akan melepaskan tanggung jawabku begitu saja, aku akan tetap mengunjungi tempat dimana kalian tinggal nanti," sambungnya.
"Tapi mereka sudah melihat Charles," Jay kembali mengeluarkan sanggahannya.
"Mereka belum melihat wajahnya, mereka hanya tahu anak berusia lima tahun yang tinggal bersamaku namun tidak sepenuhnya melihat wajah Vier," jawab Claira.
"Jadi, aku sangat yakin mereka belum melaporkan tentang Vier secara menyeluruh," tambahnya.
"Tunggu sebentar," Jay mengangkat tangannya, keningnya berkerut dan memberikan tatapan bertanya.
"Apakah itu artinya mereka juga tahu bahwa Charles bukan anak biologismu?"
"Bagaimana mungkin?" tanya Jay.
"Jangan lupakan bahwa mereka juga akan melakukan apa saja untuk mendapatkan informasi," sahut Claira.
"Termasuk mengirim seseorang yang bersikap polos hanya untuk masuk kedalam lingkaran dimana aku berada didalamnya,"
"Mereka tidak bisa mendekat karena mereka tahu aku juga bersikap waspada,"
"Sebelum mereka mengetahui tentang Vier lebih jauh, akan lebih baik jika Vier tidak bersamaku untuk sementara," papar Claira.
Jay terdiam cukup lama tanpa melepaskan pandangannya dari wanita didepannya. Sosok wanita yang menjadi termuda dan memiliki kemampuan luar biasa bahkan diluar logikanya. Seorang agen rahasia sekaligus pembunuh bayaran yang hanya akan menerima tugas jika target adalah orang yang bersalah
"Selama kalian tidak disini, kuharap aku bisa bertemu dengan seseorang yang bisa membantu kita," lirih Claira.
"Kemana kau ingin kami pergi?" tanya Jay pada akhirnya.
"Salah satu kota dimana pion mereka berada," jawab Claira.
"Apa kau sudah gila!" sergah Jay.
"Kau ingin Charles berada di tempat yang sama dimana orang-orang seperti mereka berada?" ulangnya tidak rela.
"Sejujurnya, tempat teraman adalah tempat yang berbahaya. Tapi bukan disini," jawab Claira.
"Aku juga meminta bantuan mereka untuk melindungi kalian berdua. Bantu dia untuk menjalani kehidupan normal, Jay,"
"Aku tidak ingin masa kanak-kanak dan masa remajanya direnggut darinya, dan hanya kamu yang aku percaya untuk melakukannya,"
"Dia tidak harus menjalani kehidupan seperti yang pernah aku jalani. Tidak, dia tidak boleh mengalami hal itu," tutur Claira.
"Aku ingin dia bisa merasakan seperti apa menjadi seorang pelajar sama seperti mereka yang sebaya dengannya, meraih mimpi yang menjadi impiannya," tambahnya.
Ada jeda keheningan yang menyelimuti diantara mereka selama beberapa saat. Jay menatap lekat wanita yang berada di depannya, sosok yang ia kenal berdarah dingin bahkan di usianya yang belum sepenuhnya dewasa namun berubah drastis sejak bertemu dengan Charles.
Merintis usaha cafe pun hanya ia jadikan sebagai alasan agar bisa merawat Charles dengan cara normal, menutupi sisi gelap dari kehidupan sebenarnya dimana setiap cafe yang menjadi cabang miliknya tersembunyi ruang bawah tanah.
Rumah dua lantai dimana mereka berada sekarang pun dia jadikan sebagai tempat rahasia miliknya dimana hanya Claira dan Jay saja yang tahu dan memiliki akses untuk bisa masuk.
Puluhan sepeda motor sport, mobil berbagai jenis mulai dari Van, Sport, Jeep bahkan taksi tersimpan rapat di ruang bawah tanah dari rumah itu.
Bahkan fasilitas komputer super lengkap dan berbagai alat yang biasa di gunakan Claira untuk menciptakan alat yang bisa membantu dirinya menghadapi musuh mereka.
Pistol, Revolver, senapan laras panjang, granat, termasuk semua amunisi dari tiap jenis senjata, ia memilikinya dalam bentuk legal.
"Baiklah," jawab Jay.
"Berjanjilah untuk tetap hidup dan sering mengunjunginya,"
"Entah kau menyadarinya atau tidak, dia sudah terikat denganmu,"
"Dia bisa merasakan apa yang kamu rasakan," tutur Jay.
"Aku tahu," sahut Claira sembari membelai lembut wajah anaknya, tersenyum sedih.
Claira membungkukkan badannya, mengecup kening anaknya, lalu berbisik pelan.
"Maafkan aku, Baby. Maafkan aku karena tidak bisa menemanimu setiap menit, tapi aku janji akan menyediakan waktu sebanyak yang kamu butuhkan,"
"Mama akan menghubungimu sesering mungkin,"
"Raih lah impianmu,"
Claira menciumi wajah anaknya, memeluknya erat selama beberapa saat sebelum Jay mengambil alih kedalam gendongannya dan membawa Charles yang masih tertidur ke salah satu mobil yang akan ia gunakan.
"Kau harus memenuhi janjimu, Lyra," ujar Jay lagi.
"Aku janji, Jay," sahut Claira.
"Sampai bertemu lagi," ucap Jay.
"Yah,,, sampai jumpa lagi, Jay," balas Claira.
Mobil yang dikemudiakan Jay pergi meninggalkan Claira. Sementara Claira masih bergeming di tempatnya selama beberapa saat sembari melambaikan tangannya.
Tak satupun dari mereka menyadari Charles yang di baringkan di jok belakang telah meneteskan air mata dengan kedua mata terpejam.
Claira membalikkan badannya, masuk kedalam lift yang tersedia untuk menuju ruang penyimpanan. Ia segera mengganti pakaiannya, menyelipkan belati di kedua pahanya serta pistol berserta amunisi tambahan dan mengikat rambutnya sebelum ia pergi meninggalkan markas menggunakan sepeda motor dengan menutupi wajahnya.
...@@@@@@@@...
. . . .
. . . .
To be continued....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Sandisalbiah
Charles mendengar semua percakapan mereka... semakin oenasaran dgn masa lalu mereka, siapa Charles dan orang tua kandungnya?? bagaimana Claira bisa mengadopsinya?
2024-11-07
1
Ana
apakah charles ini anak ketua mafia 🤔
2025-01-26
1
Tenth_Soldier
Vier??
2025-03-03
1