18. Benar Dan Salah. OSC 18.

"Apakah karena alasan ini Mama mengirimku ke tempat jauh tujuh belas tahun lalu?" tanya Charles.

Hening....

Claira menatap anaknya dalam keheningan panjang, disaat yang sama Charles menunggu tanpa mengatakan apapun, seolah ingin memberi waktu untuk ibunya sebanyak yang sang ibu butuhkan.

"Ya," jawab Claira pada akhirnya.

"Maaf karena sudah membohongimu dalam waktu lam_,,,"

Kalimat Claira terputus begitu saja saat Charles tiba-tiba memeluk erat tubuh ibunya. Semua kilasan ketika ibunya selalu menomor satukan keinginannya, bagaimana ibunya selalu menyayangi dirinya meski dirinya tahu bahwa wanita yang selama ini ia sebut 'Mama' bukanlah ibu biologisnya, dan hanya Jay saja yang tahu tentang kebenaran itu.

Ingatan tentang orang tua kandungnya masih ada di dalam benaknya meski samar dan nyaris hilang, kasih sayang berlimpah yang ia dapatkan dari wanita yang menjadi ibu sekaligus ayah hingga ia tidak pernah merasakan kosong di hatinya, menutup rapat semua lubang yang sebelumnya memenuhi hatinya.

"Apakah Mama juga menghadapi mereka sendirian selama aku pergi bersama kak Jay?"

"Kenapa?"

"Aku_,,,,"

Charles mengeratkan pelukannya tanpa bisa menyelesaikan kalimat yang akan ia ucapkan, merasakan betapa kecilnya tubuh ibunya namun menanggung beban yang begitu berat hanya untuk membuat dirinya tetap aman.

"Apakah kamu tidak marah padaku, Baby?" tanya Claira.

"Aku marah," jawab Charles seraya melepaskan pelukannya.

"Tapi bukan pada Mama, melainkan pada diriku sendiri karena aku tidak bisa melindungi Mama dan membiarkan Mama menghadapi semuanya sendiri,"

"Aku juga kesal karena Mama menutupi semuanya dariku meski aku tahu Mama memiliki alasan kuat untuk itu,"

"Seperti Mama yang selalu ada untukku, aku juga ingin selalu ada untuk Mama," lanjutnya.

"Aku tidak siap jika harus menerima kebencian darimu, itulah mengapa aku menutupi semuanya," ucap Claira.

"Jika Mama berpikir bahwa aku akan membenci Mama hanya karena setelah melihat apa yang baru saja Mama lakukan, itu sama aja aku membunuh diriku sendiri," sambut Charles.

"Kenapa Mama mengkhawatirkan hal yang justru tidak mungkin terjadi?" imbuhnya.

"Tinggal bersama dengan seorang pembunuh, kamu tentu mengerti bagaimana pandangan orang yang akan kamu terima jika mereka tahu," jawab Claira kembali menundukkan kepalanya.

Charles mengulurkan satu tangannya, mendaratkan jarinya di dagu ibunya seraya mengangkat wajah sang ibu agar kembali menatapnya.

"Ma,,,"

"Bagaimana aku saat ini, aku yang berada di tempat ini sampai kini tanpa kekurangan apapun, Mama lah yang memberikannya untukku, bukan mereka. Mama yang selalu memastikan aku tidak kekurangan apapun termasuk kasih sayang dari seorang ayah. Mama melakukan peran ganda hanya untuk membuatku senang, memastikan kebahagiaanku di atas kebahagiaan Mama sendiri,"

Tangan Charles beralih menyentuh wajah ibunya yang membuat air matanya kembali mengalir tanpa ia minta.

"Bagaimana mungkin aku sanggup untuk membenci Mama yang aku anggap sebagai wanita luar biasa dan senantiasa menjadi guru dalam segala hal bagiku?" ujarnya.

"Menjadi ayah, ibu, kakak, sekaligus sahabat untukku,"

Keheningan menyelimuti mereka selama beberapa saat sampai tangan Claira terangkat dan menghapus sisa air mata anaknya.

"Sejak kapan anak Mama menjadi cengeng?" ujar Claira.

"Ma,,,," keluh Charles.

Claira tersenyum, dalam benaknya ia sungguh tidak menyangka Charles akan mengatakan hal yang bertolak belakang dengan semua yang ia khawatirkan selama ini. Anak laki-laki yang selalu ia gendong kini telah dewasa dan berada di depannya, bahkan mengatakan kalimat yang membuat hatinya menghangat.

"Tolong libatkan aku dalam semua hal yang Mama lakukan," ujar Charles lagi.

Senyum di bibir Claira memudar, tangannya pun bergerak turun, ekspresinya menunjukan tidak rela.

"Jika Mama bisa sebegitunya percaya pada kak Jay, tidak bisakah Mama percaya padaku?" tanya Charles.

"Itu berbeda, Baby," sahut Claira.

"Apa yang membuat itu berbeda?" tanya Charles tidak puas.

"Jika kemampuanku masih tidak cukup, aku akan berlatih lebih keras lagi agar_,,"

"Tidak, bukan itu!" potong cepat Claira.

"Lalu kenapa?" Charles bertanya lagi.

"Jika kak Jay bisa, mengapa aku tidak?" imbuhnya.

"Kerena kamu anakku dan Jay rekanku," jawab Claira.

"Dan Mama tidak percaya padaku?" sambung Charles.

"Aku percaya, hanya saja_,,,"

"Tidak, jawaban Mama hanya mempertegas bahwa Mama tidak percaya padaku. Sanggahan yang Mama berikan hanya alasan disaat hal yang sebenarnya Mama memang tidak percaya padaku," potong Charles.

"Bukan begitu, Baby," sanggah Claira.

"Jika aku tidak percaya padamu, sejak awal aku tidak akan mengijinkanmu untuk bergabung dengan Biro Intelijen dimana sekarang kamu menjadi salah satu dari mereka," sambungnya.

"Tapi, jawaban dan tindakan Mama mengatakan hal yang berbeda," bantah Charles.

"Beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku bisa diandalkan, aku akan melakukan apa saja yang Mama inginkan selama aku bisa selalu menemani Mama ketika Mama menghadapi masalah," lanjutnya.

"Dan jika itu bertentangan dengan visimu sebagai MI6?" tanya Claira.

"Aku hanya perlu merubah keadaan dimana tindakan itu keluar dari visi yang ada," jawab Charles tanpa ragu.

"Dasar keras kepala," sambut Claira mengacak rambut anaknya.

"Siapa sangka, bocah yang dulu sangat suka di gendong sekarang bisa berbicara seperti ini," imbuhnya.

"Jika Mama ingin, aku bisa menggendong Mama kapan saja," jawab Charles.

"Lagipula, Mama terlalu ringan," imbuhnya tanpa beban

"Ngomong apa? Coba ulangi!" ujar Claira sembari menarik hidung anaknya.

"Ukh,,, Ma,,, aku beruntung hidungku tidak terbuat dari karet, jika iya, pasti hidung ini sudah panjang sejak dulu karena Mama suka sekali menarik hidungku," sungut Charles sembari mengusap hidungnya sendiri.

"Pft,,,"

Claira tergelak singkat diikuti anaknya. Ketegangan yang sebelumnya menyelimuti mereka perlahan mencair. Hingga akhirnya Claira kembali mendesah panjang sebelum kembali berbicara.

"Aku tidak ingin menempatkanmu dalam bahaya yang lebih dari ini, Baby. Jadi_,,,"

"Sampai kapan, Ma?" potong Charles.

"Apakah setelah ini Mama akan kembali mengirimku ke tempat yang jauh lagi dari Mama?" tebaknya.

"Sampai kapan Mama akan berlari dengan terus menyembunyikanku? Menutupi semuanya dariku?"

"Jika Mama tidak ingin melibatkan aku, apakah itu artinya akulah yang harus melibatkan diriku sendiri menggunakan caraku?" Charles menambahkan dengan sedikit mengancam.

"Apa yang kamu bicarakan?" sergah Claira.

"Lalu, libatkan aku. Hanya itu yang harus Mama lakukan disaat mereka sudah berani menyelinap masuk kedalam Apartemen kita disaat Mama ada disini," jawab Charles.

Claira kembali mendesah panjang, apa yang dikatakan Charles memang benar adanya. Mereka yang kembali muncul setelah anaknya berada disana selama beberapa hari, serta teror beruntun yang terjadi di kota adalah pancingan hanya untuk membuat Claira tidak bisa mengatasinya sendirian dan membutuhkan bantuan. Hal yang cukup untuk menjadi titik serang bagi mereka agar bisa mengirim seseorang yang akan menyerang Claira dari dalam.

Disamping itu, ia juga tidak mungkin mempercayakan orang lain untuk menjaga Charles selain Jay yang setia padanya, disaat yang sama ia juga sangat membutuhkan Jay di tengah kekacauan yang terjadi di kota mereka.

"Baiklah,,, besok Mama akan menunjukan sesuatu padamu, tapi Mama tidak akan menjelaskan banyak hal, apakah kamu setuju?" ucap Claira pada akhirnya.

"Lebih dari sangat," sambut Charles tersenyum lega.

...@@@@@@@@@...

### Keesokan harinya di Cafe....

Suara khas lonceng cafe ketika pintu di buka membuat mereka yang berada di dalamnya mengarahkan pandangan mereka ke arah pintu dimana seorang pria melangkah masuk dengan membawa sebuah paper bag di tangannya.

Pria itu tersenyum kala melihat seseorang yang di kenalnya tengah duduk disalah satu kursi dengan mata tertuju pada layar laptop di depannya seolah tidak menyadari kedatangannya.

"Apakah aku terlambat?" ujarnya sembari melangkah mendekat ke arah wanita yang tengah fokus dengan laptopnya.

"Oh,,, sudah datang?" sambutnya mengangkat wajahnya.

"Tidak, kamu bahkan datang lebih cepat,"

"Duduklah Felix, apakah kamu ingin minum sesuatu? Coffe atau non coffe?" imbuhnya menawarkan.

"Bisakah aku mendapatkan Americano?" sahut Felix seraya menarik kursi untuk dirinya duduk.

"Tentu," sahutnya tersenyum.

"Tolong buatkan satu Americano dan beberapa Croissant," ujarnya.

"Apakah harimu selalu sibuk seperti ini, Clai?" tanya Felix.

"Yah,,, terkadang. Bahkan bisa lebih sibuk jika aku harus membuat beberapa kue untuk pelangganku," jawab Claira.

"Bukankah kamu memiliki banyak karyawan?" sambut Felix mengerutkan keningnya.

"Tentu saja mereka akan membantuku, tapi aku tidak lepas tangan sepenuhnya ketika pelanggan itu meminta akulah yang membuatnya," jawab Claira.

"Dan mereka bisa mengenali apakah kue itu buatanku atau bukan," imbuhnya.

"Woah,,, aku tak pernah menduganya jika kamu memiliki sisi ini," sahut Felix kagum.

Claira hanya tersenyum simpul bertepatan dengan seorang pelayan mengantarkan apa yang di pesan majikannya dan meletakkannya di depan Felix.

"Ah,,, ini,,," ujar Felix seraya meletakkan paper bag berisi sebuah kotak keatas meja setelah pelayan pergi.

"Aku bisa menyelesaikannya lebih cepat dari waktu yang seharusnya," imbuhnya.

Claira mengerutkan keningnya, menggeser laptop di depannya dan berganti dengan paper bag yang di berikan Felix. Mengeluarkan kotak itu tanpa ragu.

"Apa kamu yakin akan membukanya disini?" tanya Felix.

"Mengapa?" sambut Claira bertanya.

"Jangan bilang kamu lupa dengan apa yang aku janjikan padamu sebelum aku pergi beberapa minggu lalu?" Felix menyipitkan matanya.

"Janji?" ulang Claira dengan kening berkerut.

Claira memberikan tatapan bingung, lalu membuka kotak yang ada di depannya.

'BLAAM,,,,!!'

Detik berikutnya, Claira segera menutup kembali kotak yang baru saja ia buka setelah melihat isinya,

. . . . .

. . . . .

To be continued...

Terpopuler

Comments

Ana

Ana

hahaha emang kamu Pinokio 😂

2025-02-07

0

Ana

Ana

tak semudah itu charles😢

2025-02-07

0

Ana

Ana

apa itu

2025-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 1.PROLOG
2 2. OSC 2
3 3. OSC 3
4 4. OSC 4
5 5 OSC 5
6 6. OSC 6
7 7. OSC 7
8 8. OSC 8
9 9. OSC 9
10 10. OSC 10.
11 11. OSC 11
12 12. Pertemuan dengan Felix. OSC 12
13 13. Kembalinya Jefferi. OSC 13
14 14. Saling Terhubung. OSC 14
15 15. Pertemuan Tak Sengaja. OSC 15.
16 16. Sisi Lain. OSC 16.
17 17. Nyata Dan Tidak. OSC 17.
18 18. Benar Dan Salah. OSC 18.
19 19. Anggota Baru. OSC 19.
20 20. Resmi. OSC 20.
21 21. Masalah Tanpa Disengaja. OSC 21.
22 22. Bertemu. OSC 22.
23 23. Rencana. OSC 23.
24 24. Setengah Lancar. OSC 24.
25 25. Mengenal. OSC 25
26 26. Terjadi Begitu Saja. OSC 26.
27 27. Di Incar. OSC 27.
28 28. Siapa Mereka? OSC 28.
29 29. Tepat Waktu OSC 29.
30 30. Asing OSC 30.
31 31. Mengenal OSC 31.
32 32. Bersikap OSC 32.
33 33. Situasi OSC 33.
34 34. Fakta OSC 34.
35 35. Kebenaran OSC 35.
36 36. Masa Lalu (Claira- Ricardo) OSC 36.
37 37. Masa Lalu (Claira-Ricardo 2) OSC 37.
38 38. Masa Lalu (Claira-Ricardo 3) OSC 38.
39 39. Masa Lalu (Claira-Ricardo 4) OSC 39.
40 40. Masa Lalu (Claira - Ricardo ) OSC 40.
41 41. Masa Lalu ( Claira - Ricardo 5 ) OSC 41.
42 42. Masa Lalu (Claira- Ricardo 6) OSC 42.
43 43. Masa Lalu ( Claira- Ricardo End) OSC 43.
44 44. Berubah OSC 44.
45 45. Bersikap Sama OSC 45.
46 46. Mencairkan Suasana OSC 46.
47 47. Bersama OSC 47.
48 48. Rencana Pergi OSC 48.
49 49. Panggilan Pertama OSC 49.
50 50. Perubahan Perlahan OSC 50.
51 51. Pergi Di Luar Rencana OSC 51.
52 52. Melindungi OSC 52.
53 53. Damai OSC 53.
54 54. Jägermeister OSC 54.
55 55. Bertindak OSC 55.
56 56. Penyusup OSC 56.
57 57. Kiss OSC 57.
58 58. Jägermeister 2 OSC 58.
59 59. Merencanakan Sesuatu OSC 59.
60 60. Makan Bersama OSC 60.
61 61. Intensitas OSC 61.
62 62. Kilasan Singkat OSC 62.
63 63. Membujuk OSC 63.
64 64. Membuka Diri OSC 64.
65 65. Sebuah Subjek Ancaman OSC 65.
66 66. Kedatangan Seseorang OSC 66.
67 67. Ancaman OSC 67.
68 68. Kekonyolan Dua C OSC 68.
69 69. Ancaman 2 OSC 69.
70 70. OSC 70.
71 71. OSC 71.
72 72. OSC 72.
73 73. OSC 73.
74 74. OSC 74
75 75. OSC 75.
76 76. OSC 76.
77 77. OSC 77.
78 78. OSC 78.
79 79. OSC 79.
80 80. OSC 80.
81 81. 0SC 81.
82 82. OSC 82.
83 83.OSC 83.
84 84. OSC 84.
85 85. OSC 85.
86 86. OSC 86.
87 87. OSC 87.
88 88. OSC 88.
89 89. OSC 89.
90 90. OSC 90.
91 91. 0SC 91.
92 92. OSC 92.
93 93. OSC 93
94 94. OSC 94
95 95. OSC 95.
96 96. OSC 96.
97 97. OSC 97.
98 98. OSC 98.
99 99. OSC 99
100 100. OSC 100
101 101. OSC 101.
102 102. OSC 102
103 103. OSC 103.
104 104. OSC 104
105 105. OSC 105
106 106. OSC 106.
107 107. OSC 107.
108 108. OSC 108.
109 109. OSC 109.
110 110. OSC 110.
111 111. OSC 111.
112 112. OSC 112.
113 Ucapan Terima Kasih dan Karya Baru
Episodes

Updated 113 Episodes

1
1.PROLOG
2
2. OSC 2
3
3. OSC 3
4
4. OSC 4
5
5 OSC 5
6
6. OSC 6
7
7. OSC 7
8
8. OSC 8
9
9. OSC 9
10
10. OSC 10.
11
11. OSC 11
12
12. Pertemuan dengan Felix. OSC 12
13
13. Kembalinya Jefferi. OSC 13
14
14. Saling Terhubung. OSC 14
15
15. Pertemuan Tak Sengaja. OSC 15.
16
16. Sisi Lain. OSC 16.
17
17. Nyata Dan Tidak. OSC 17.
18
18. Benar Dan Salah. OSC 18.
19
19. Anggota Baru. OSC 19.
20
20. Resmi. OSC 20.
21
21. Masalah Tanpa Disengaja. OSC 21.
22
22. Bertemu. OSC 22.
23
23. Rencana. OSC 23.
24
24. Setengah Lancar. OSC 24.
25
25. Mengenal. OSC 25
26
26. Terjadi Begitu Saja. OSC 26.
27
27. Di Incar. OSC 27.
28
28. Siapa Mereka? OSC 28.
29
29. Tepat Waktu OSC 29.
30
30. Asing OSC 30.
31
31. Mengenal OSC 31.
32
32. Bersikap OSC 32.
33
33. Situasi OSC 33.
34
34. Fakta OSC 34.
35
35. Kebenaran OSC 35.
36
36. Masa Lalu (Claira- Ricardo) OSC 36.
37
37. Masa Lalu (Claira-Ricardo 2) OSC 37.
38
38. Masa Lalu (Claira-Ricardo 3) OSC 38.
39
39. Masa Lalu (Claira-Ricardo 4) OSC 39.
40
40. Masa Lalu (Claira - Ricardo ) OSC 40.
41
41. Masa Lalu ( Claira - Ricardo 5 ) OSC 41.
42
42. Masa Lalu (Claira- Ricardo 6) OSC 42.
43
43. Masa Lalu ( Claira- Ricardo End) OSC 43.
44
44. Berubah OSC 44.
45
45. Bersikap Sama OSC 45.
46
46. Mencairkan Suasana OSC 46.
47
47. Bersama OSC 47.
48
48. Rencana Pergi OSC 48.
49
49. Panggilan Pertama OSC 49.
50
50. Perubahan Perlahan OSC 50.
51
51. Pergi Di Luar Rencana OSC 51.
52
52. Melindungi OSC 52.
53
53. Damai OSC 53.
54
54. Jägermeister OSC 54.
55
55. Bertindak OSC 55.
56
56. Penyusup OSC 56.
57
57. Kiss OSC 57.
58
58. Jägermeister 2 OSC 58.
59
59. Merencanakan Sesuatu OSC 59.
60
60. Makan Bersama OSC 60.
61
61. Intensitas OSC 61.
62
62. Kilasan Singkat OSC 62.
63
63. Membujuk OSC 63.
64
64. Membuka Diri OSC 64.
65
65. Sebuah Subjek Ancaman OSC 65.
66
66. Kedatangan Seseorang OSC 66.
67
67. Ancaman OSC 67.
68
68. Kekonyolan Dua C OSC 68.
69
69. Ancaman 2 OSC 69.
70
70. OSC 70.
71
71. OSC 71.
72
72. OSC 72.
73
73. OSC 73.
74
74. OSC 74
75
75. OSC 75.
76
76. OSC 76.
77
77. OSC 77.
78
78. OSC 78.
79
79. OSC 79.
80
80. OSC 80.
81
81. 0SC 81.
82
82. OSC 82.
83
83.OSC 83.
84
84. OSC 84.
85
85. OSC 85.
86
86. OSC 86.
87
87. OSC 87.
88
88. OSC 88.
89
89. OSC 89.
90
90. OSC 90.
91
91. 0SC 91.
92
92. OSC 92.
93
93. OSC 93
94
94. OSC 94
95
95. OSC 95.
96
96. OSC 96.
97
97. OSC 97.
98
98. OSC 98.
99
99. OSC 99
100
100. OSC 100
101
101. OSC 101.
102
102. OSC 102
103
103. OSC 103.
104
104. OSC 104
105
105. OSC 105
106
106. OSC 106.
107
107. OSC 107.
108
108. OSC 108.
109
109. OSC 109.
110
110. OSC 110.
111
111. OSC 111.
112
112. OSC 112.
113
Ucapan Terima Kasih dan Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!