### Tujuh belas tahun kemudian....
Kamar luas dengan nuansa coklat dimana tempat tidur, sofa dan lemari pakaian yang berada di dalamnya memiliki warna senada termasuk meja besar dengan set lengkap komputer diatasnya dalam keadaan menyala.
Beberapa komputer serta laptop tengah menyala serentak, memperlihatkan barisan tulisan dan kode yang terus bermunculan, tulisan merah dan hijau yang saling bertabrakan bergerak cepat dan terus berganti dengan kode serta tulisan baru. Namun, hal itu justru menumbuhkan senyum lebar di bibir pemuda yang tengah duduk di depannya.
Sesekali pemuda itu melirik kearah sisi meja komputernya, lalu tersenyum kala melihat potret seseorang yang berhasil ia curi tiga tahun lalu dimana ketika mereka bertemu.
Perpisahan panjang yang harus ia jalani meski tak ingin sudah berlangsung selama tujuh belas tahun lamanya, namun tidak membuat perasaan di hatinya berubah.
'Tok,,, Tok,,, Tok,,,,'
Suara ketukan pintu kamarnya membuat ia memutar kursinya menghadap pintu.
"Pintu tidak di kunci kak, masuk saja," ujarnya.
Pintu kamar terbuka di ikuti dengan seorang pria yang berusia lebih tua darinya membawa sebuah kotak di tangannya.
"Ada paket untukmu," ujarnya.
"Apakah Mama yang mengirim?" tebaknya seraya berdiri.
"Dia tidak mungkin mengirim paket, dan kamu sudah tahu bagaimana dia kan, Charles?" sambutnya tersenyum.
"Kak Jay benar," sahut Charles seraya menerima kotak.
"Sepertinya misi untukku," ujar Charles setelah membaca sekilas tulisan pada pengirim paket.
"Bukankah seharusnya kamu libur?" sambut Jay.
"Mereka hanya menyukai kinerjaku, itu sebabnya memberiku misi lebih banyak," jawab Charles.
"Tapi aku tidak keberatan karena mereka juga memberikan semua yang aku inginkan," imbuhnya.
"Dan kamu akan menerimanya?" tanya Jay.
"Entahlah," jawab Charles seraya melempar kotak ke atas tempat tidurnya.
"Aku ingin kembali, dan kak Jay juga sudah janji akan membawaku kembali," imbuhnya.
"Aku sudah membuktikan pada Mama bahwa aku bisa menjadi agen terbaik dengan usia termuda, meski pada awalnya Mama tidak setuju dengan keputusanku," ujarnya.
"Kau bahkan sampai tidak makan tiga hari hanya untuk mendapatkan persetujuan darinya," sindir Jay.
"Dasar bandel!" imbuhnya.
Charles terkekeh singkat sebelum menjawab.
"Apa yang bisa kukatakan?" sahut Charles menaikan bahunya sembari kembali duduk di depan komputer.
"Aku ingin bisa melindungi Mama sebaik Mama selalu melindungiku," imbuhnya.
Charles kembali mengarahkan pandangannya pada potret yang ia letakkan di samping komputer miliknya, tersenyum lembut kala mengingat hari dimana ibunya kembali datang untuk kesekian kalinya hanya untuk menghadiri acara kelulusan progam belajar yang ia jalani, dimana sang ibu hadir mengenakan pakaian semi formal dengan rambut terurai serta memakai riasan bahkan aksesoris yang memperjelas sisi anggun yang dimiliki ibunya. Hingga ia mencuri satu foto tanpa disadari ibunya dan menyimpannya.
## Claira Anne Esmira.
Charles berhasil menyelesaikan pendidikannya lebih cepat dari yang seharusnya dan berhasil masuk ke sebuah Biro Inteligen Rahasia MI6 . Tentu saja setelah melakukan aksi mogok makan dan bicara demi membuat sang ibu setuju dengan keinginannya.
Mendapatkan pelatihan khusus ditambah dengan kemampuan yang Charles miliki membuat mereka menerjunkan Charles ke sebuah misi lebih cepat dari yang seharusnya.
Kemampuan peretasan yang selama ini ia sembunyikan dari sang ibu, namun tidak dengan sosok kakak yang selalu berada di sisinya. Penguasaan beberapa bahasa asing dan beladiri yang sudah ia kuasai dimana ibunya jugalah yang melatih dirinya secara pribadi. Semua itu menjadi nilai lebih hingga ia resmi menjadi anggota dalam waktu singkat.
"Adakah seseorang yang dekat dengan Mama?" tanya Charles tiba-tiba.
"Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?" sambut Jay seraya duduk ditepi tempat tidur.
"Aku pernah bertanya pada Mama, saat itu jika aku tidak salah mengingat ketika aku berusia dua belas tahun," ujar Charles.
"Ah,,, saat dia datang untuk merayakan natal bersamamu?" sambut Jay.
"Benar," jawab Charles.
"Aku bertanya mengapa Mama tidak menikah, namun Mama selalu mengelak dari pertanyaan yang aku ajukan,"
"Tapi, sebelum Mama pulang, Mama justru menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan," paparnya.
"Apa yang dia katakan?" Jay bertanya.
Charles menerawang sejenak, mengingat kembali percakapan yang pernah ia lakukan bersama ibunya.
/ / /
"Ma,,,"
"Uhm,,?" Claira menaikan alisnya.
"Apakah Mama tidak ingin menikah?" tanya Charles.
"Kenapa kamu bertanya?" sambut Claira.
"Aku hanya ingin Mama bahagia," jawab Charles.
"Mama bahagia melihatmu tumbuh dengan baik, melihatmu sudah sebesar ini sudah cukup," sahut Claira.
"Tapi_,,,"
"Untuk sekarang, Mama sedang tidak ingin membagi kasih sayang Mama untukmu. Setidaknya sampai kamu dewasa," potong Claira.
"Tapi, itu sama saja aku yang menghalangi kebahagiaan, Mama," sambut Charles.
"Konyol!" sahut Claira seraya menyentil dahi anaknya.
"Kamulah yang menjadi sumber kebahagiaan yang Mama rasakan,"
"Lalu, kenapa aku disini? Kenapa aku tidak boleh tinggal bersama Mama?" tanya Charles.
"Karena kamu lebih aman disini," jawab Claira.
Charles memberikan tatapan tidak puas atas jawaban yang di berikan ibunya, namun tidak bisa mengeluarkan pertanyaan yang selama ini tersimpan dihatinya.
"Suatu saat nanti, kamu akan tahu jawaban dari semua pertanyaan yang ada di hatimu. Untuk sekarang belajarlah dengan baik dan raih lah impianmu," ujar Claira.
"Jaga dirimu, Baby. Mama akan mengunjungimu lagi nanti, kamu bisa menghubungi Mama kapan saja kamu mau,"
"Baiklah," sahut Charles.
Charles memeluk erat ibunya, melepaskan kerinduannya pada sang ibu yang tidak bisa bersamanya lebih lama. Hingga, saat ibunya akan pergi, dia berbalik dan menatap anaknya.
"Apakah kamu menginginkan seorang ayah, Baby?" tanya Claira.
/ / /
"Pft,,,,,"
Jay membekap mulutnya sendiri, berusaha untuk tidak tertawa setelah mendengar cerita pemuda didepannya.
"Lalu, apa yang kau katakan?" imbuhnya bertanya.
"Aku bingung mau jawab apa, Mama bertanya dengan tiba-tiba seperti itu," keluh Charles.
"Dan lagi, saat itu aku tidak bisa memikirkan jawabannya," imbuhnya.
"Apakah dia mengatakan sesuatu lagi?" Jay bertanya lagi.
"Mama bilang, jika suatu saat aku bertemu dengan seseorang dimana aku merasa dia pantas untuk Mama, maka Mama akan menerimanya," " ungkap Charles.
"Dia menjanjikannya?" tanya Jay.
Seolah baru saja tersadar, Charles segera menepuk dahinya sendiri sebelum menjawab.
"Tidak,,, Arrgghh,,, Mama pasti akan mengelak lagi," gerutunya sembari mengacak kasar rambutnya sendiri.
"Pft,,, ha ha ha,,, kau sudah sangat mengenal seperti apa ibumu bukan? Dia bahkan masih menyukai pakaian pria, kau tahu?" sambut Jay tergelak.
"Ah,,, aku ingat sesuatu, Grace yang menceritakan ini padaku," ucap Jay.
"Apa?" sambut Charles.
"Ada seseorang yang pernah mendekati ibumu, sejak dulu, katakan saja sejak dua tahun setelah kau pindah," ungkap Jay.
"Benarkah?" sambut Charles berbinar.
"Siapa?"
"Uhm,,,," Jay menengadah, mencoba untuk mengingat nama seseorang.
"Je,,, Fer,,,,Argh,,, siapa nama yang Grace sebutkan,,,?" erangnya sembari menggaruk kepalanya.
"Ah,,, ya,, Jefferi,,, Jefferi K Lysander. Hanya saja, Lyra terlalu sulit untuk didekati, apakah mereka masih berhubungan atau tidak, tidak ada yang tahu," ungkap Jay.
"Lysander,,, nama itu terasa familiar," sahut Charles.
"Cari tahu saja jika kamu penasaran, hanya saja jangan berlebihan membuka data seseorang," saran Jay.
"Aku sangat mengerti hal itu," sambut Charles.
"Baiklah,,," ujar Jay seraya berdiri.
"Aku akan keluar. Jika kamu mau menerima misinya, aku tidak akan melarang, lagipula kita akan kembali empat bulan lagi, anggap saja untuk mengisi waktu kosongmu," sarannya.
"Aku mengerti, kak," sahut Charles.
Jay keluar dari kamar Charles, tersenyum sejenak sebelum ia menutup pintu saat melihat Charles kembali menatap layar komputer yang berisi banyak kode dan angka yang tidak ia pahami, lalu menggeleng pelan dengan ekspresi bangga.
'Charles tumbuh menjadi sosok luar biasa, Lyra. Kamu bisa menepati janjimu dengan sering berkunjung dan tidak mengurangi kasih sayang yang kamu berikan padanya. Kamu berhasil,' batin Jay.
...@@@@@@@@@@...
### Disisi lain....
Kedai burger itu tampak sepi dimana hanya ada dua orang yang berada didalamnya menunggu pesanan mereka datang. Wanita yang menjadi salah satu pengunjung sesekali mengarahkan pandangannya kearah Casino yang berada tepat di seberang kedai, lalu menatap layar ponselnya.
"Penyeludupan minyak, perampokan bank, pengeboman secara acak, dan pengejaran pengedar obat terlarang,"
Deretan pesan yang baru saja ia terima membuat ia menekan diantara kedua matanya, lalu menghembuskan napas panjang. Kegiatannya terusik ketika tiba-tiba pria yang berada di dalam kedai mendekat dan berdiri disisi meja dimana wanita itu berada.
"Hai cantik,,, bolehkah aku duduk satu meja denganmu?"
. . . .
. . . .
To be continued...
NOTE:
-Intelijen rahasia MI6 (Inteligen Militer, bagian 6)
MI6 atau dikenal sebagai Dinas Intelijen Rahasia (Secret Intelligence Service, SIS) adalah badan Inteligen eksternal Britania Raya. Bekerja di bawah arahan Komite Intelijen Gabungan ( Joint Intelligence Committee, JIC ) dan bekerjasama dengan Dinas Keamanan (Security Service, MI5), Markas Komunikasi Pemerintah ( Government Communications Headquarters, GCHQ) dan Staf Intelijen Pertahanan ( Defence Intelligence staff, DIS).
-Casino.
Adalah perusahaan yang bergerak dibidang perjudian untuk menyelenggarakan aktivitas judi secara legal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Sandisalbiah
langsung dewasa si Charles.. 5 th plus 17 th kemudian udah 22 thn aja usianya
2024-11-07
1
Ana
waah udah 17 tahun aja
2025-01-31
0
Atha Diyuta
keren bab ya panjang bgt smngt ya ka 🫰
2024-09-05
2