4. OSC 4

Beberapa hari setelahnya,,,,

Claira kembali keluar dari dapur dengan wajah bernoda tepung dengan apron hijau lumut yang menempel di tubuhnya, seolah memang itulah yang harus ia lakukan meski sudah memiliki beberapa karyawan yang bekerja di cafe miliknya.

Tangannya membawa nampan berisi kue dalam potongan kecil berlapis cream lembut dengan buah dan coklat sebagai toping diatasnya, lalu menyusun semua kue di sebuah etalase kaca yang berada disamping mini bar.

"Biarkan saya yang membawa ini ke belakang,"

Suara seseorang yang terdengar tepat dibelakang Claira membuat ia berbalik, lalu tersenyum pada laki-laki yang berusia lebih muda darinya memberikan anggukan sopan padanya. Satu-satunya pegawai termuda di cafe yang bekerja paruh waktu dan masih berstatus pelajar

"Ah,,, ini," ucap Claira seraya memberikan nampan pada laki-laki itu.

"Apa kau tidak bersekolah, Ben?" tanya Claira.

"Saya libur untuk tiga hari kedepan," jawabnya sopan.

"Kau yakin tidak sedang berbohong atau sekedar ingin melarikan diri dari pelajaran sekolahmu?" selidik Claira menyipitkan mata.

"Astaga,,, kak,,, aku serius libur," sambut Ben tanpa sadar mengubah sikap formalnya.

"Kenapa kakak tidak menghubungi guruku saja alih-alih memberikan tuduhan padaku?" imbuhnya.

"Ahh,,, begitu terdengar lebih baik," sambut Claira tertawa puas.

"Kau tidak lupa bahwa aku tidak menyukai sikap formalmu bukan?" imbuhnya .

"Kakak sangat senang menggodaku," sungut Ben..

"Karena menyenangkan," jawab Claira tanpa beban.

"Ukh,, Kak,,," Ben mengeluh sembari menepuk dahinya.

Claira tergelak sembari melepaskan apron yang menempel di tubuhnya, lalu memberikan apron itu kepada Ben yang segera menyambutnya.

'KRINCINGGG,,,,!!!'

Suara lonceng yang berada diatas pintu cafe tiba-tiba terdengar, cukup untuk menarik perhatian mereka berdua untuk melihat siapa yang datang disaat cafe belum buka.

"MAMAAAA,,,,!!!!"

Seorang anak laki-laki berusia sekitar lima tahun muncul dari balik pintu dengan wajah ceria. Wajahnya bebinar senang kala melihat wajah seseorang yang dipanggil menoleh dan tersenyum lembut menyambut kedatangannya.

"Hey,,, Baby,,, " sambut Claira sembari merentangkan kedua tangan sekaligus membungkukan badan.

Anak laki-laki itu segera berlari dan menghambur ke dalam pelukan Claira. Sementara Claira segera mengangkat anak itu ke dalam gendongan dan memutarnya sebentar sebelum akhirnya anak itu mengecup pipi Claira.

"Woah,,, Baby, kamu semakin berat sekarang," ucap Claira menggesekkan hidungnya ke hidung anak itu.

"Apakah percobaan tinggal di asrama sangat menyenangkan?" imbuhnya bertanya.

"Itu sangat menyenangkan, Mama. Di sana juga ada perpustakaan yang sangat besar," jelasnya sembari merentangkan kedua tangan.

"Tapi, aku jadi sangat merindukan, Mama," ujarnya memeluk leher Claira.

"Itu namanya adil, karena Mama juga sangat merindukanmu," balas Claira.

"Siapa yang menjemputmu?" lanjutnya bertanya.

"Kak Jay," dia menjawab.

"Heee,,, Charles sudah datang?" sela Grace yang baru saja muncul dari balik pintu.

"Hallo kak Grace. Bagaimana kabar kakak?" Charles balas bertanya.

"Sangat baik," jawab Grace.

"Sepertinya Charles bertambah tinggi," sanjung Grace menumbuhkan senyum bangga di wajah anak laki-laki itu.

"He he,, tinggiku naik tiga senti," ujar Charles tersenyum lebar sembari menunjukan tiga jarinya.

"Pantas saja sekarang kamu bertambah berat," sela Claira.

"Kalau begitu, aku turun saja, Ma," sambut Charles berubah murung.

"Kenapa turun? Mama masih kuat, bahkan kalau kamu menjadi lebih berat dari ini, Mama tetap bisa mengendongmu seperti ini," ujar Claira sembari memutar tubuh Charles di pelukannya.

"Aahh,,, MAMAAA,,," Charles berteriak dan reflek memeluk erat leher ibunya.

"Hoo,,, Apakah kamu takut, Baby?" goda Claira.

Mereka yang melihat interaksi ibu dan anak di depan mereka hanya tertawa, merasa interaksi serupa sangatlah jarang ditemukan.

Mereka sangat mengenal atasan mereka yang memiliki satu anak laki-laki. Dan anak laki-laki yang kini berusia lima tahun itu memiliki sikap dan pola pikir yang berbeda dengan anak sebaya dengannya.

Charles Javier Esmira. Nama Esmira yang di ambil dari nama belakang Claira yang biasa di panggil Charles oleh semua orang yang dikenalnya, namun anak itu sangat menyukai panggilan yang hanya Claira saja yang menggunakannya, sekaligus menjadi tanda ketika sang ibu tengah marah padanya, Vier.

Meskipun Charles baru berusia lima tahun, namun memiliki kecerdasan diatas rata-rata, bahkan bisa bersikap lebih dewasa dari usianya di mana dia sangat mengerti kesibukan ibundanya tercinta.

Claira yang disibukkan dengan urusan cafe, terkadang meminta salah satu karyawannya untuk menjemput Charles di sekolah, menemani belajar ataupun bermain.

Hingga, suatu hari Charles memilih untuk bersekolah di sekolah yang memiliki fasilitas asrama, yang artinya Charles hanya pulang saat liburan pergantian musim atau diakhir pekan.

Setelah puas menggoda anaknya, Claira menurunkan Charles dari gendongannya perlahan.

"Apakah kamu ingin makan sesuatu, Baby?" tanya Claira.

"Hemmm,,," Charles bergumam pelan dengan mata tertutup sembari menghirup udara dengan kuat, lalu kembali membuka kedua mata dan menatap sang Ibu.

"Aroma kue kesukaanku baru keluar dari oven, bolehkah aku memakannya, Ma?" tanya Charles.

"Tentu saja, Mama membuat itu khusus untukmu," sambut Claira tersenyum.

"Cuci tanganmu, dan mintalah pada kak Dean," sambungnya.

"Baik, Ma," Charles melompat girang setelah menjawab dan segera masuk ke dalam.

"Ben, tolong bantu dia menyimpan tasnya," pinta Claira.

"Baik, kak," jawab Ben.

Ben berbalik dan menyusul Charles tanpa diminta dua kali, meninggalkan Claira bersama Grace yang mulai menyusun kotak kue yang akan segera diantar ke pelanggan mereka.

"Apakah sekarang kamu lagi yang akan mengantarkan ini ke universitas?" tanya Grace.

"Ya, biar aku saja," jawab Claira.

"Jay memiliki banyak kue yang harus diantar, dan itu tidak satu arah dengan universitas ini. Sekaligus, aku ingin melihat keadaan cafe cabang yang ada disana ," jelas Claira.

"Omsetnya menurun terlalu jauh. Aku perlu tahu apa permasalahannya, apakah cafe itu akan bertahan atau aku harus menutupnya, akan terjawab nanti," imbuhnya seraya memakai jaket dan topi seperti biasa.

Pintu cafe kembali terbuka hanya untuk memperlihatkan sosok pria yang sedikit lebih tua dari Claira masuk ke dalam, menahan pintu agar tetap terbuka dengan pengait yang menempel di dinding, lalu menghampiri dua wanita yang sudah dikenalnya sejak lama.

"Benar-benar tidak adil," gerutunya saat sudah berdiri di depan Claira.

Pria itu menatap Claira dari atas sampai bawah, lalu melipat kedua tangannya dan menggerutu lagi.

"Bagaimana bisa kau bahkan terlihat tampan dan cantik disaat yang bersamaan?" ujarnya.

"Apa maksudnya itu, Jay?" sambut Claira mengerutkan kening.

"Aku setuju," timpal Grace terkekeh.

"Aa,,,???" Claira mengerutkan kening, memberikan tatapan bingung.

"Mama kan punya peran ganda,"

Penyelaan dari Charles terdengar saat ia tidak sengaja mendengar gerutuan yang Jay ucapkan bertepatan dengan ia yang keluar dari dapur.

Mereka serentak menoleh ke sumber suara dan melihat Charles melangkah mendekati Claira, lalu meletakkan piring yang ada ditangannya di meja.

"Mama bukan hanya menjadi Mamaku saja, tapi juga menjadi papa," ujar Charles memeluk kaki Claira.

"Itu artinya yang aku katakan memang benar bukan?" sambut Jay bertanya.

"Uhhmm,,, sepertinya iya," jawab Charles tersenyum lebar.

"Apakah sekarang kamu membela mereka, Baby?" tanya Claira berkacak pinggang.

"Karena, ketika Mama seperti ini, Mama memang seperti laki-laki, tampan juga, kak Jay saja kalah. Dan ketika melihat Mama berambut panjang, Mama sangat cantik," ucap Charles dengan wajah polos.

"Sekarang kamu menjadi pengkhianat," sambut Jay.

"Tanya saja kepada kak Grace atau kak Ivy. Siapa yang paling tampan di sini ketika Mama memakai pakaian laki-laki," jawab Charles membela diri.

Perkataan Charles sukses mengundang tawa Grace serta Claira, sementara Jay hanya bisa terdiam, terutama ketika dia mengingat semua yang berada disana memang setuju dengan apa yang baru saja Charles katakan, dan akan mengatakan hal serupa ketika mereka di tanya.

"Baiklah, sekarang kembali bekerja," sela Claira menepuk tangannya.

"Jay, antarkan yang menjadi bagianmu, aku akan mengurus sisanya," ucap Claira.

"Baiklah," jawab Jay.

Jay mengeluarkan semua kotak kue yang akan diantar, menyiapkan semua yang diperlukan untuk memudahkan Claira membawa semua kotak dengan sepeda motor yang akan wanita gunakan.

"Baby, Mama pergi sebentar untuk mengantarkan kue. Kamu bisa membantu mereka jika kamu bosan menunggu, atau membaca buku di ruangan Mama, ada buku baru yang Mama beli untukmu," ucap Claira berlutut di depan sang anak untuk menyesuaikan tingginya sembari memberikan usapan lembut pada kepala Charles..

"Baik, Ma," jawab Charles.

"Tapi, bisakah Mama kembali untuk makan siang bersama?" imbuhnya bertanya.

"Mama berharap bisa kembali sebelum jam makan siang, tapi andai Mama belum kembali, kamu harus tetap makan. Kamu bisa makan bersama mereka, kamu mengerti, Baby?" ucap Claira lembut.

"Aku mengerti, Ma," jawab Charles.

"Anak pintar," puji Claira yang segera mengecup pipi anaknya.

Charles melambaikan tangan ketika Claira berada didekat pintu sebelum keluar yang segera dibalas oleh sang ibu. Sedangkan Claira menghampiri Jay yang masih menunggu dengan dua sepeda motor yang terisi penuh kotak kue pesanan pelanggan tetap mereka.

"Bisakah aku minta tolong padamu, Jay?" tanya Claira saat memakai helm.

Jay menoleh dengan alis terangkat, menunggu wanita menyelesaikan apa yang ingin dia katakan.

"Sebelum kembali, bisakah kamu membelikan makanan kesukaan, Vier?" tanya Claira.

"Tentu, apakah kamu tidak makan bersama Charles lagi siang ini?" jawab Jay balas bertanya.

"Aku berharap aku bisa, hanya jika permasalahan di cafe cabang bisa kuselesaikan lebih cepat. Aku hanya berharap tidak ada masalah serius di sana," ucap Claira.

"Baiklah, aku mengerti," jawab Jay.

"Kalau begitu, aku berangkat," ucap Jay mulai menghidupkan sepeda motornya.

"Utamakan keselamatanmu," pesan Claira.

"Begitu juga denganmu," balas Jay tersenyum.

Claira mulai menjalankan sepeda motornya setelah sosok Jay menghilang dari pandangan, tanpa menyadari seseorang dengan penutup wajah telah mengawasi semua pergerakannya sejak ia keluar dari cafe, lalu menghubungi seseorang.

"Aku sudah menemukannya!"

"Kumpulkan semua orang, dia hanya berdua,"

...@@@@@@@@...

. . . .

. . . .

To be continued....

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

apa masalah mereka sehingga ingin mencelakai Claeir

2024-11-07

0

Ana

Ana

bahaya nih

2025-01-21

0

Ana

Ana

siapa sih🤔

2025-01-21

0

lihat semua
Episodes
1 1.PROLOG
2 2. OSC 2
3 3. OSC 3
4 4. OSC 4
5 5 OSC 5
6 6. OSC 6
7 7. OSC 7
8 8. OSC 8
9 9. OSC 9
10 10. OSC 10.
11 11. OSC 11
12 12. Pertemuan dengan Felix. OSC 12
13 13. Kembalinya Jefferi. OSC 13
14 14. Saling Terhubung. OSC 14
15 15. Pertemuan Tak Sengaja. OSC 15.
16 16. Sisi Lain. OSC 16.
17 17. Nyata Dan Tidak. OSC 17.
18 18. Benar Dan Salah. OSC 18.
19 19. Anggota Baru. OSC 19.
20 20. Resmi. OSC 20.
21 21. Masalah Tanpa Disengaja. OSC 21.
22 22. Bertemu. OSC 22.
23 23. Rencana. OSC 23.
24 24. Setengah Lancar. OSC 24.
25 25. Mengenal. OSC 25
26 26. Terjadi Begitu Saja. OSC 26.
27 27. Di Incar. OSC 27.
28 28. Siapa Mereka? OSC 28.
29 29. Tepat Waktu OSC 29.
30 30. Asing OSC 30.
31 31. Mengenal OSC 31.
32 32. Bersikap OSC 32.
33 33. Situasi OSC 33.
34 34. Fakta OSC 34.
35 35. Kebenaran OSC 35.
36 36. Masa Lalu (Claira- Ricardo) OSC 36.
37 37. Masa Lalu (Claira-Ricardo 2) OSC 37.
38 38. Masa Lalu (Claira-Ricardo 3) OSC 38.
39 39. Masa Lalu (Claira-Ricardo 4) OSC 39.
40 40. Masa Lalu (Claira - Ricardo ) OSC 40.
41 41. Masa Lalu ( Claira - Ricardo 5 ) OSC 41.
42 42. Masa Lalu (Claira- Ricardo 6) OSC 42.
43 43. Masa Lalu ( Claira- Ricardo End) OSC 43.
44 44. Berubah OSC 44.
45 45. Bersikap Sama OSC 45.
46 46. Mencairkan Suasana OSC 46.
47 47. Bersama OSC 47.
48 48. Rencana Pergi OSC 48.
49 49. Panggilan Pertama OSC 49.
50 50. Perubahan Perlahan OSC 50.
51 51. Pergi Di Luar Rencana OSC 51.
52 52. Melindungi OSC 52.
53 53. Damai OSC 53.
54 54. Jägermeister OSC 54.
55 55. Bertindak OSC 55.
56 56. Penyusup OSC 56.
57 57. Kiss OSC 57.
58 58. Jägermeister 2 OSC 58.
59 59. Merencanakan Sesuatu OSC 59.
60 60. Makan Bersama OSC 60.
61 61. Intensitas OSC 61.
62 62. Kilasan Singkat OSC 62.
63 63. Membujuk OSC 63.
64 64. Membuka Diri OSC 64.
65 65. Sebuah Subjek Ancaman OSC 65.
66 66. Kedatangan Seseorang OSC 66.
67 67. Ancaman OSC 67.
68 68. Kekonyolan Dua C OSC 68.
69 69. Ancaman 2 OSC 69.
70 70. OSC 70.
71 71. OSC 71.
72 72. OSC 72.
73 73. OSC 73.
74 74. OSC 74
75 75. OSC 75.
76 76. OSC 76.
77 77. OSC 77.
78 78. OSC 78.
79 79. OSC 79.
80 80. OSC 80.
81 81. 0SC 81.
82 82. OSC 82.
83 83.OSC 83.
84 84. OSC 84.
85 85. OSC 85.
86 86. OSC 86.
87 87. OSC 87.
88 88. OSC 88.
89 89. OSC 89.
90 90. OSC 90.
91 91. 0SC 91.
92 92. OSC 92.
93 93. OSC 93
94 94. OSC 94
95 95. OSC 95.
96 96. OSC 96.
97 97. OSC 97.
98 98. OSC 98.
99 99. OSC 99
100 100. OSC 100
101 101. OSC 101.
102 102. OSC 102
103 103. OSC 103.
104 104. OSC 104
105 105. OSC 105
106 106. OSC 106.
107 107. OSC 107.
108 108. OSC 108.
109 109. OSC 109.
110 110. OSC 110.
111 111. OSC 111.
112 112. OSC 112.
113 Ucapan Terima Kasih dan Karya Baru
Episodes

Updated 113 Episodes

1
1.PROLOG
2
2. OSC 2
3
3. OSC 3
4
4. OSC 4
5
5 OSC 5
6
6. OSC 6
7
7. OSC 7
8
8. OSC 8
9
9. OSC 9
10
10. OSC 10.
11
11. OSC 11
12
12. Pertemuan dengan Felix. OSC 12
13
13. Kembalinya Jefferi. OSC 13
14
14. Saling Terhubung. OSC 14
15
15. Pertemuan Tak Sengaja. OSC 15.
16
16. Sisi Lain. OSC 16.
17
17. Nyata Dan Tidak. OSC 17.
18
18. Benar Dan Salah. OSC 18.
19
19. Anggota Baru. OSC 19.
20
20. Resmi. OSC 20.
21
21. Masalah Tanpa Disengaja. OSC 21.
22
22. Bertemu. OSC 22.
23
23. Rencana. OSC 23.
24
24. Setengah Lancar. OSC 24.
25
25. Mengenal. OSC 25
26
26. Terjadi Begitu Saja. OSC 26.
27
27. Di Incar. OSC 27.
28
28. Siapa Mereka? OSC 28.
29
29. Tepat Waktu OSC 29.
30
30. Asing OSC 30.
31
31. Mengenal OSC 31.
32
32. Bersikap OSC 32.
33
33. Situasi OSC 33.
34
34. Fakta OSC 34.
35
35. Kebenaran OSC 35.
36
36. Masa Lalu (Claira- Ricardo) OSC 36.
37
37. Masa Lalu (Claira-Ricardo 2) OSC 37.
38
38. Masa Lalu (Claira-Ricardo 3) OSC 38.
39
39. Masa Lalu (Claira-Ricardo 4) OSC 39.
40
40. Masa Lalu (Claira - Ricardo ) OSC 40.
41
41. Masa Lalu ( Claira - Ricardo 5 ) OSC 41.
42
42. Masa Lalu (Claira- Ricardo 6) OSC 42.
43
43. Masa Lalu ( Claira- Ricardo End) OSC 43.
44
44. Berubah OSC 44.
45
45. Bersikap Sama OSC 45.
46
46. Mencairkan Suasana OSC 46.
47
47. Bersama OSC 47.
48
48. Rencana Pergi OSC 48.
49
49. Panggilan Pertama OSC 49.
50
50. Perubahan Perlahan OSC 50.
51
51. Pergi Di Luar Rencana OSC 51.
52
52. Melindungi OSC 52.
53
53. Damai OSC 53.
54
54. Jägermeister OSC 54.
55
55. Bertindak OSC 55.
56
56. Penyusup OSC 56.
57
57. Kiss OSC 57.
58
58. Jägermeister 2 OSC 58.
59
59. Merencanakan Sesuatu OSC 59.
60
60. Makan Bersama OSC 60.
61
61. Intensitas OSC 61.
62
62. Kilasan Singkat OSC 62.
63
63. Membujuk OSC 63.
64
64. Membuka Diri OSC 64.
65
65. Sebuah Subjek Ancaman OSC 65.
66
66. Kedatangan Seseorang OSC 66.
67
67. Ancaman OSC 67.
68
68. Kekonyolan Dua C OSC 68.
69
69. Ancaman 2 OSC 69.
70
70. OSC 70.
71
71. OSC 71.
72
72. OSC 72.
73
73. OSC 73.
74
74. OSC 74
75
75. OSC 75.
76
76. OSC 76.
77
77. OSC 77.
78
78. OSC 78.
79
79. OSC 79.
80
80. OSC 80.
81
81. 0SC 81.
82
82. OSC 82.
83
83.OSC 83.
84
84. OSC 84.
85
85. OSC 85.
86
86. OSC 86.
87
87. OSC 87.
88
88. OSC 88.
89
89. OSC 89.
90
90. OSC 90.
91
91. 0SC 91.
92
92. OSC 92.
93
93. OSC 93
94
94. OSC 94
95
95. OSC 95.
96
96. OSC 96.
97
97. OSC 97.
98
98. OSC 98.
99
99. OSC 99
100
100. OSC 100
101
101. OSC 101.
102
102. OSC 102
103
103. OSC 103.
104
104. OSC 104
105
105. OSC 105
106
106. OSC 106.
107
107. OSC 107.
108
108. OSC 108.
109
109. OSC 109.
110
110. OSC 110.
111
111. OSC 111.
112
112. OSC 112.
113
Ucapan Terima Kasih dan Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!