16. Sisi Lain. OSC 16.

Mobil Van hitam yang mengikuti Claira sejak ia di bandara menjemput anaknya beberapa hari lalu kembali terlihat di area parkir di gedung Apartemen tempat Claira dan anaknya berada. Beberapa orang yang berada didalamnya menyelipkan belati dibalik pakaian mereka, lalu menutupi wajah mereka.

Mereka masih tetap menunggu di dalam mobil saat melihat lampu Apartemen Claira masih menyala, tanpa mengatakan apapun dan hanya mendongakan kepala mereka sesekali untuk memastikan lampu Apartemen dalam keadaan padam atau menyala. Menunggu waktu untuk bergerak malam itu juga.

Sementara itu, di dalam Apartemen Claira tengah berdiri di depan kamar anaknya yang sedang menghidupkan mode merajuknya karena ia batal menemani sang anak makan siang.

"Baby,,,,?" Claira memanggil sembari mengetuk pintu kamar.

"Ayolah,,,, jangan marah lagi,,, kita makan malam dulu," bujuk Claira.

"Aku minta maaf karena tidak bisa menemanimu makan siang hari ini," imbuhnya.

Hening...

"Bagaimana kalau besok? Aku janji menyediakan waktu satu hari penuh untukmu," ucap Claira lagi.

Tidak ada jawaban, bahkan tanda pintu di buka pun tidak terlihat meski Claira menunggu selama beberapa saat seolah si pemilik kamar telah tidur. Hembusan napas panjang terdengar dari Claira yang masih berdiri di depan pintu kamar anaknya.

'Kamu sudah dewasa, tentu saja sekarang kamu tidak akan percaya lagi dengan semua kebohongan yang aku buat,' batin Claira.

'Aku tidak mungkin membuat alasan sibuk dengan urusan cafe disaat kamu bisa memastikan secara langsung ke setiap cafe tentang apa yang aku ucapkan,' imbuhnya.

Claira beranjak dari tempatnya ke kamarnya sendiri, beberapa saat kemudian kembali lagi dan membuka pintu kamar anaknya menggunakan kunci cadangan, pandangannya segera tertuju pada Charles yang sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan kedua mata terpejam.

Claira melangkah tanpa suara, duduk di tepi tempat tidur sembari memperhatikan wajah anaknya yang terlelap. Satu tangannya terulur dengan gerakan pelan, dan membelai penuh kasih puncak kepala sang anak dengan senyum lembut di wajahnya.

"Apakah kamu benar-benar tidur atau hanya berpura-pura tidur untuk menghindari, Mama?" tanya Claira.

Claira menunggu tanpa mendapatkan jawaban, hembusan napas teratur dari anaknya seolah ingin menegaskan bahwa Charles memang tidur dan tidak mendengar apa yang Claira tanyakan.

"Waktu benar-benar berjalan dengan sangat cepat, kamu yang sudah sebesar ini terkadang membuatku lupa dengan apa yang aku hadapi," lirih Claira.

"Alasan aku bisa tetap bertahan sampai saat ini dan menjalani semuanya dengan cara normal karena kamu berada didalamnya,"

"Kamu adalah kekuatan terbesar yang kumiliki, dan sampai kapanpun aku akan selalu mengupayakan apa saja untuk memastikan kamu tetap aman dimanapun kamu berada,"

Claira bangun dari duduknya, membungkuk diatas wajah anaknya dan mengecup kening sang anak, lalu tersenyum.

"Mimpi indah, Baby,"

Selesai mengatakan itu, Claira menghidupkan lampu tidur dan memadamkan lampu utama sebelum ia keluar dari kamar sang anak. Beberapa menit kemudian, siluet seseorang muncul dari balkon kamar yang tertutup tirai.

Salah satu dari mereka berusaha membuka pintu balkon, berkutat dengan kunci yang ada di tangan mereka selama beberapa saat sampai terdengar suara kunci berhasil di buka yang membuat mereka melangkah masuk. Dalam sekejap delapan orang pria dengan penutup wajah sudah berada di dalam kamar Charles.

Pandangan mereka segera tertuju pada Charles yang tengah tertidur. Satu dari mereka memberi isyarat dengan menggerakkan jarinya dan menunjuk kearah Charles yang segera di mengerti oleh rekannya.

Dua orang mendekat dengan langkah mengendap, mengeluarkan belati dari balik pakaian mereka tanpa mengalihkan perhatian mereka pada sosok pemuda yang masih tetap terlelap dalam tidurnya.

Satu dari mereka mulai mengangkat belati ditangannya, bersiap untuk menghunuskannya pada Charles yang masih belum menyadari keberadaan mereka sampai orang itu mengayunkan belatinya. Hingga,,,

'TAK,,,,!'

Sebelum belati itu menyentuh Charles, tangan seseorang telah menahan pergerakan tangan orang itu, membuat mereka terkejut dan segera mengangkat wajah mereka hanya untuk melihat Claira telah berada disana.

Tangan Claira bergerak cepat membalikkan belati itu ke leher pria yang ingin mencelakai anaknya, membuat belati menyayat leher pemiliknya dengan dalam hingga tubuhnya luruh ke lantai tanpa pergerakan apapun.

Tanpa menghentikan gerakannya, Claira berputar dan mengunci leher satu orang yang berada di dekatnya, dan segera memutarnya dalam satu sentakan kuat. Detik berikutnya tubuh pria itu juga merosot tanpa pergerakan dengan posisi kepala terbalik. Senyap, cepat, dan tidak bisa di prediksi. Mereka yang menyaksikan dua temannya dikalahkan dalam hitungan detik bahkan tanpa menimbulkan suara yang bisa membangunkan tidur anaknya.

Tatapan tajamnya seketika menghunus pada enam pria tersisa, pancaran amarah yang terlihat jelas di kedua matanya membuat mereka melangkah mundur, terutama setelah melihat dua rekannya terbunuh di depan matanya tanpa suara.

'Bagaimana dia bisa berada disini? Apa saja yang mereka lakukan?' batin satu dari mereka.

Claira membungkuk, mencabut belati yang masih menempel di leher pria yang tergeletak tanpa ragu dan menerjang mereka tanpa jeda, mendaratkan tusukan belati di tangannya tepat di leher mereka yang membuat mereka seketika tergeletak dangan darah mengalir melalui leher mereka.

Tiga orang tersisa berlari keluar, berniat untuk kabur. Namun, Claira hanya menyeringai tipis sembari menggeleng pelan.

"Jangan harap kalian masih bisa melanjutkan hidup kalian setelah kalian masuk ke dalam sarangku," ujar Claira dingin.

"Terutama setelah kalian memiliki niat untuk menyakiti anakku," imbuhnya.

Tubuh mereka seketika bergidik, melihat bagaimana tatapan Claira berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya. Mereka lebih terkejut lagi ketika mereka berhasil keluar dari kamar dan melihat semua orang yang menjadi rekan mereka tergeletak di luar kamar tanpa ada satupun yang menunjukan tanda-tanda masih bernapas. Bahkan pistol yang sebelumnya mereka bawa telah lenyap dari tempat mereka menyembunyikannya,

"Sh*it,,," salah satu dari mereka mengumpat.

Tanpa aba-aba, tiga orang tersisa menyerang serentak dengan belati di tangan masing-masing, mengayunkannya kearah Claira. Namun, setiap belati yang terayun kearahnya berhasi di halau dengan sangat mudah dan membalikkan arah ke pemiliknya hingga belati itu menancap ke tubuh mereka.

"Ekh,,,"

Satu orang tersisa beringsut dengan menyeret tubuhnya sendiri ketika melihat Claira mendekat, belati yang menancap di kedua pahanya membuat pria itu kesulitan untuk berdiri, wajahnya memucat seolah tengah berhadapan dengan predator sesungguhnya.

"Siapa yang mengirim kalian?" tanya Claira, dingin dan memberikan tatapan berbahaya.

Pria itu hanya menelan ludahnya, tersentak saat punggungnya telah menyentuh dinding yang membuat dia tidak bisa lagi bergerak menjauh saat Claira berjongkok tepat di depannya sembari menopang kedua tangannya di pahanya sendiri.

"Apakah kau mau mengatakannya atau kau ingin selamanya tidak bisa lagi bicara?" Claira bertanya lagi.

Pria itu hanya menggeleng kaku.

"Baiklah,,," desah Claira.

"Akan ku ganti pertanyaannya, apakah dia akan mengirimkan orang-orangnya lagi seperti sekarang ketika beberapa tahun lalu dia gagal?" tanyanya.

Pria itu mengangguk.

"Siapa?" Claira berkilat marah.

Pria itu kembali diam, berulang kali menelan salivanya saat akan mengatakan sesuatu, namun berakhir dengan keheningan panjang tanpa jawaban.

"Aakh_,,,,Hemptt,,,"

Claira menarik belati yang sebelumnya menancap di salah satu paha pria itu, dan segera membekap mulutnya sebelum pria itu berteriak.

"Ssstt,,, suaramu bisa saja membangunkan tidur anakku, dan aku sangat tidak menyukai hal itu," ujar Claira.

"Aku juga tahu siapa kau sebenarnya," imbuhnya.

"Kalian mengikutiku dari bandara dan aku sengaja diam karena aku mencari tahu tentang kalian,"

"Pelecehan yang kau lakukan pada gadis yang bahkan belum menginjak dewasa, menjualnya setelah kau menikmatinya dan menjual organ dalamnya ketika gadis itu sudah tidak bisa kau jual tubuhnya,"

"Itu juga yang akan kau lakukan pada anakku, bukan? Mengambil organ dalamnya untuk di tukar dengan sejumlah uang,"

"Bodoh! Sayangnya kau salah jika masuk kedalam sarangku. Masuk berarti mati,"

Pria itu kembali menggeleng, wajahnya kian memucat dan memberikan tatapan mengiba sekaligus memberikan isyarat akan memberikan jawaban dari pertanyaan yang Claira ajukan. Membuat Claira menurunkan tangan yang membekap mulut pria itu.

"Jaeger_,,, kehkk,,,"

Sebelum pria itu menyelesaikan jawabannya, belati yang berada di tangan Claira sudah lebih dulu menembus leher pria itu, membuat darah dari pria itu memercik ke wajah Claira sementara tubuhnya terkulai.

Claira menghembuskan napas kasar, lalu mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Menggulir layar dan menekan nama 'JAY' untuk di hubungi.

📞📞📞📞

"Ya, Ra? Ada apa?" sambut Jay begitu panggilan terhubung.

"Datang ke Apartemenku! Bawa Ambulance dan beberapa orang tambahan untuk membersihkan sampah disini," jawab Claira sekaligus memberi perintah.

"Aku segera datang,"

📞📞📞📞

Claira bergegas kembali kedalam kamar anaknya, bergerak tanpa suara mengeluarkan beberapa orang yang tergeletak disana dan membersihkan darah yang mengotori lantai dengan cepat.

Bertepatan dengan Claira yang selesai mengeluarkan semua pria itu dari dalam kamar anaknya, Jay datang bersama sepuluh orang di belakangnya. Orang-orang yang Claira kenal sejak lama dan selalu membantunya membersihkan kekacauan yang di timbulkan Claira tanpa bertanya.

Dalam sekejap, Apartemen Claira telah bersih seperti semula seolah tidak ada yang terjadi. Bahkan darah yang sebelumnya menggenang di lantai telah bersih tanpa meninggalkan satu tetes sekalipun.

"Kita bahas ini besok," ujar Claira.

"Aku mengerti," sambut Jay menganggukkan kepalanya.

"Istirahatlah," imbuhnya.

Claira mengantar Jay sampai di depan pintu, mengucapkan terima kasih sebelum pria itu pergi dan menutup pintu Apartemen serta menguncinya. Namun saat ia berbalik, Claira justru membeku di tempatnya berdiri setelah melihat Charles tengah berdiri tak jauh darinya, memberikan tatapan yang tidak bisa diartikan.

...@@@@@@@@@@...

. . . . .

. . . . .

To be continued...

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Charles melihat live show aksi Claira dlm menumoas musihnya.. hem.. kira² gimana reaksi Charles?? 🤔🤔

2024-11-07

0

Ana

Ana

😢😢😢😢😢

2025-02-05

1

Ana

Ana

sungguh tak disangka 🥺

2025-02-05

1

lihat semua
Episodes
1 1.PROLOG
2 2. OSC 2
3 3. OSC 3
4 4. OSC 4
5 5 OSC 5
6 6. OSC 6
7 7. OSC 7
8 8. OSC 8
9 9. OSC 9
10 10. OSC 10.
11 11. OSC 11
12 12. Pertemuan dengan Felix. OSC 12
13 13. Kembalinya Jefferi. OSC 13
14 14. Saling Terhubung. OSC 14
15 15. Pertemuan Tak Sengaja. OSC 15.
16 16. Sisi Lain. OSC 16.
17 17. Nyata Dan Tidak. OSC 17.
18 18. Benar Dan Salah. OSC 18.
19 19. Anggota Baru. OSC 19.
20 20. Resmi. OSC 20.
21 21. Masalah Tanpa Disengaja. OSC 21.
22 22. Bertemu. OSC 22.
23 23. Rencana. OSC 23.
24 24. Setengah Lancar. OSC 24.
25 25. Mengenal. OSC 25
26 26. Terjadi Begitu Saja. OSC 26.
27 27. Di Incar. OSC 27.
28 28. Siapa Mereka? OSC 28.
29 29. Tepat Waktu OSC 29.
30 30. Asing OSC 30.
31 31. Mengenal OSC 31.
32 32. Bersikap OSC 32.
33 33. Situasi OSC 33.
34 34. Fakta OSC 34.
35 35. Kebenaran OSC 35.
36 36. Masa Lalu (Claira- Ricardo) OSC 36.
37 37. Masa Lalu (Claira-Ricardo 2) OSC 37.
38 38. Masa Lalu (Claira-Ricardo 3) OSC 38.
39 39. Masa Lalu (Claira-Ricardo 4) OSC 39.
40 40. Masa Lalu (Claira - Ricardo ) OSC 40.
41 41. Masa Lalu ( Claira - Ricardo 5 ) OSC 41.
42 42. Masa Lalu (Claira- Ricardo 6) OSC 42.
43 43. Masa Lalu ( Claira- Ricardo End) OSC 43.
44 44. Berubah OSC 44.
45 45. Bersikap Sama OSC 45.
46 46. Mencairkan Suasana OSC 46.
47 47. Bersama OSC 47.
48 48. Rencana Pergi OSC 48.
49 49. Panggilan Pertama OSC 49.
50 50. Perubahan Perlahan OSC 50.
51 51. Pergi Di Luar Rencana OSC 51.
52 52. Melindungi OSC 52.
53 53. Damai OSC 53.
54 54. Jägermeister OSC 54.
55 55. Bertindak OSC 55.
56 56. Penyusup OSC 56.
57 57. Kiss OSC 57.
58 58. Jägermeister 2 OSC 58.
59 59. Merencanakan Sesuatu OSC 59.
60 60. Makan Bersama OSC 60.
61 61. Intensitas OSC 61.
62 62. Kilasan Singkat OSC 62.
63 63. Membujuk OSC 63.
64 64. Membuka Diri OSC 64.
65 65. Sebuah Subjek Ancaman OSC 65.
66 66. Kedatangan Seseorang OSC 66.
67 67. Ancaman OSC 67.
68 68. Kekonyolan Dua C OSC 68.
69 69. Ancaman 2 OSC 69.
70 70. OSC 70.
71 71. OSC 71.
72 72. OSC 72.
73 73. OSC 73.
74 74. OSC 74
75 75. OSC 75.
76 76. OSC 76.
77 77. OSC 77.
78 78. OSC 78.
79 79. OSC 79.
80 80. OSC 80.
81 81. 0SC 81.
82 82. OSC 82.
83 83.OSC 83.
84 84. OSC 84.
85 85. OSC 85.
86 86. OSC 86.
87 87. OSC 87.
88 88. OSC 88.
89 89. OSC 89.
90 90. OSC 90.
91 91. 0SC 91.
92 92. OSC 92.
93 93. OSC 93
94 94. OSC 94
95 95. OSC 95.
96 96. OSC 96.
97 97. OSC 97.
98 98. OSC 98.
99 99. OSC 99
100 100. OSC 100
101 101. OSC 101.
102 102. OSC 102
103 103. OSC 103.
104 104. OSC 104
105 105. OSC 105
106 106. OSC 106.
107 107. OSC 107.
108 108. OSC 108.
109 109. OSC 109.
110 110. OSC 110.
111 111. OSC 111.
112 112. OSC 112.
113 Ucapan Terima Kasih dan Karya Baru
Episodes

Updated 113 Episodes

1
1.PROLOG
2
2. OSC 2
3
3. OSC 3
4
4. OSC 4
5
5 OSC 5
6
6. OSC 6
7
7. OSC 7
8
8. OSC 8
9
9. OSC 9
10
10. OSC 10.
11
11. OSC 11
12
12. Pertemuan dengan Felix. OSC 12
13
13. Kembalinya Jefferi. OSC 13
14
14. Saling Terhubung. OSC 14
15
15. Pertemuan Tak Sengaja. OSC 15.
16
16. Sisi Lain. OSC 16.
17
17. Nyata Dan Tidak. OSC 17.
18
18. Benar Dan Salah. OSC 18.
19
19. Anggota Baru. OSC 19.
20
20. Resmi. OSC 20.
21
21. Masalah Tanpa Disengaja. OSC 21.
22
22. Bertemu. OSC 22.
23
23. Rencana. OSC 23.
24
24. Setengah Lancar. OSC 24.
25
25. Mengenal. OSC 25
26
26. Terjadi Begitu Saja. OSC 26.
27
27. Di Incar. OSC 27.
28
28. Siapa Mereka? OSC 28.
29
29. Tepat Waktu OSC 29.
30
30. Asing OSC 30.
31
31. Mengenal OSC 31.
32
32. Bersikap OSC 32.
33
33. Situasi OSC 33.
34
34. Fakta OSC 34.
35
35. Kebenaran OSC 35.
36
36. Masa Lalu (Claira- Ricardo) OSC 36.
37
37. Masa Lalu (Claira-Ricardo 2) OSC 37.
38
38. Masa Lalu (Claira-Ricardo 3) OSC 38.
39
39. Masa Lalu (Claira-Ricardo 4) OSC 39.
40
40. Masa Lalu (Claira - Ricardo ) OSC 40.
41
41. Masa Lalu ( Claira - Ricardo 5 ) OSC 41.
42
42. Masa Lalu (Claira- Ricardo 6) OSC 42.
43
43. Masa Lalu ( Claira- Ricardo End) OSC 43.
44
44. Berubah OSC 44.
45
45. Bersikap Sama OSC 45.
46
46. Mencairkan Suasana OSC 46.
47
47. Bersama OSC 47.
48
48. Rencana Pergi OSC 48.
49
49. Panggilan Pertama OSC 49.
50
50. Perubahan Perlahan OSC 50.
51
51. Pergi Di Luar Rencana OSC 51.
52
52. Melindungi OSC 52.
53
53. Damai OSC 53.
54
54. Jägermeister OSC 54.
55
55. Bertindak OSC 55.
56
56. Penyusup OSC 56.
57
57. Kiss OSC 57.
58
58. Jägermeister 2 OSC 58.
59
59. Merencanakan Sesuatu OSC 59.
60
60. Makan Bersama OSC 60.
61
61. Intensitas OSC 61.
62
62. Kilasan Singkat OSC 62.
63
63. Membujuk OSC 63.
64
64. Membuka Diri OSC 64.
65
65. Sebuah Subjek Ancaman OSC 65.
66
66. Kedatangan Seseorang OSC 66.
67
67. Ancaman OSC 67.
68
68. Kekonyolan Dua C OSC 68.
69
69. Ancaman 2 OSC 69.
70
70. OSC 70.
71
71. OSC 71.
72
72. OSC 72.
73
73. OSC 73.
74
74. OSC 74
75
75. OSC 75.
76
76. OSC 76.
77
77. OSC 77.
78
78. OSC 78.
79
79. OSC 79.
80
80. OSC 80.
81
81. 0SC 81.
82
82. OSC 82.
83
83.OSC 83.
84
84. OSC 84.
85
85. OSC 85.
86
86. OSC 86.
87
87. OSC 87.
88
88. OSC 88.
89
89. OSC 89.
90
90. OSC 90.
91
91. 0SC 91.
92
92. OSC 92.
93
93. OSC 93
94
94. OSC 94
95
95. OSC 95.
96
96. OSC 96.
97
97. OSC 97.
98
98. OSC 98.
99
99. OSC 99
100
100. OSC 100
101
101. OSC 101.
102
102. OSC 102
103
103. OSC 103.
104
104. OSC 104
105
105. OSC 105
106
106. OSC 106.
107
107. OSC 107.
108
108. OSC 108.
109
109. OSC 109.
110
110. OSC 110.
111
111. OSC 111.
112
112. OSC 112.
113
Ucapan Terima Kasih dan Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!