3. OSC 3

###Keesokan harinya......

Jefferi duduk di bawah pohon sembari membaca buku, sesekali ia mengangkat wajah, lalu mengedarkan pandangan untuk mencari seseorang, lalu mendesah kecewa dan kembali menunduk menekuni buku yang ada di tangannya.

Kegiatanya terusik ketika dering ponsel di saku celananya menyela yang membuat ia segera mengeluarkan ponsel, menggeser layar untuk menerima panggilan itu ketika melihat nama 'Lover' tertera pada layar ponsel.

📞📞📞📞

"Hai Karl, apa yang sedang kamu lakukan sekarang? Bisakah kita pergi jalan-jalan setelah kelas selesai?"

Suara manja dari seorang wanita terdengar begitu Jefferi menempelkan ponsel ke telinganya. Menghadirkan senyum hambar di bibir Jefferi namun tetap menyambut panggilan kekasihnya.

"Maafkan aku Fey, aku memiliki jadwal penuh hari ini. Bagaimana kalau akhir pekan?" tawar Jefferi.

"Baiklah, tapi janji akhir pekan?" sambutnya manja.

"Aku janji, kita akan pergi ke mana pun kamu mau akhir pekan nanti," janji Jefferi.

"Baiklah, aku ada kelas setelah ini, semoga harimu menyenangkan, Karl,"

"Love you,,," ucapnya.

📞📞📞📞

Panggilan berakhir begitu saja bahkan sebelum Jefferi memiliki kesempatan untuk membalas apa yang diucapkan sang kekasih dan diakhiri dengan hembusan napas panjang.

Feyrin Marcelie. Wanita cantik yang telah menjadi kekasih Jefferi dalam tiga tahun terakhir. Meski progam study yang diambil antara dirinya dengan sang kekasih berbeda, namun hubungan mereka sebelumnya baik-baik saja, bahkan terasa hangat dan cukup untuk membuat semua teman-temannya merasa iri dengan hubungan mereka. Namun, secara perlahan hubungan mereka mulai renggang sejak sang kekasih mulai bersikap berbeda.

"Haahh,,," desah Jefferi sembari menatap ponsel.

"Sejujurnya jadwalku tak sepadat itu, hanya saja aku merasakan dia telah berubah, dan aku ingin mencari tahu apa penyebabnya," sambungnya.

Tepat saat Jefferi memasukan kembali ponsel ke dalam saku celana, kedua matanya menangkap sosok seseorang yang sengaja ia tunggu kedatangannya.

Seseorang yang mengenakan jaket dan topi yang sama seperti hari sebelumnya serta membawa beberapa kotak berisi kue.

Hal itu membuat Jefferi mengingat kembali insiden saat ia secara tidak sengaja menabrak orang itu hingga membuat orang yang ditabraknya menjatuhkan kotak kue dan berakhir rusak.

Jefferi menunggu orang itu keluar dari cafetaria menyelesaikan tugas pengantaran, dan segera menghampirinya ketika melihat dia berjalan keluar.

"Hai,,," sapa Jefferi.

Sapaan Jefferi yang tidak pernah dia duga membuat orang itu menghentikan langkah, menatap Jefferi dengan alis terangkat.

"Ya,,?" sambutnya.

"Aku belum meminta maaf dengan benar kemarin, aku sungguh menyesal atas apa yang terjadi, dan aku ingin meminta maaf dengan benar padamu," ucap Jefferi tulus.

"Maaf, apa maksudnya?" sambutnya bingung.

"Ah,, sepertinya kamu lupa padaku, aku tidak sengaja menabrakmu kemarin hingga membuatmu terjatuh, sepertinya aku juga telah merusak kotak yang kamu bawa," ujar Jefferi.

Dia yang tidak lain adalah Claira kembali mengerutkan kening, berusaha untuk mengingat apa yang telah ia lupakan.

"Ah,,, itu,,, tak apa. Aku memang melupakannya, kamu tentu tidak sengaja melakukannya," sambut Claira tersenyum.

"Ijinkan aku untuk menggantinya, biar bagaimanapun juga itu kesalahanku," ujar Jefferi.

"Terima kasih tawarannya, tapi kamu tidak perlu melakukannya," tolak Claira.

"Permisi," pamitnya sembari menunduk singkat.

Claira melangkah melewati Jefferi, berharap masalah itu selesai dan ia bisa kembali ke cafe sesegera mungkin, namun Jefferi tidak melepaskan Claira begitu saja.

"Tolong, aku akan merasa tidak enak jika tidak menggantinya disaat akulah yang merusaknya," harap Jefferi mengikuti langkah Claira dan kembali menghentikannya.

"Permintaan maafmu sudah cukup, dan aku sudah menerimanya," jawab Claira seraya melewati Jefferi.

"Tunggu sebentar," cegah Jefferi menghadang di depan Claira dengan dua tangan terangkat menahan Claira meneruskan langkah.

"Baiklah, tak apa jika kamu tidak ingin aku menggantinya. Tapi, bisakah aku meminta nomor ponselmu? Setidaknya aku ingin mentraktirmu makan siang atau sekedar minum kopi sebagai gantinya," pinta Jefferi.

"Kumohon,,, atau aku akan terus merasa bersalah atas kejadian kemarin," imbuhnya penuh harap.

'Tck,,, kenapa dia keras kepala sekali?' decak Claira dalam hati.

"Baiklah," jawab Claira.

Merasa semua akan selesai dengan cepat jika ia memberikan nomor ponselnya, Claira segera mengetik nomor ponselnya di ponsel Jefferi, lalu mengembalikannya.

"Terima kasih, jika kamu tidak keberatan, bisakah besok kamu meluangkan waktu sebentar saja untuk makan atau minum bersamaku?" tawar Jefferi.

"Tidak harus di cafetaria yang ada di tempat ini, aku tidak keberatan jika kamu ingin ke cafe atau restoran lain," imbuhnya.

"Aku akan menerima tawarannya, namun tidak bisa menjanjikannya," jawab Claira.

"Aku mengerti," balas Jefferi.

Claira beranjak pergi ke tempat di mana sepeda motornya terparkir, meletakkan kotak kosong ke dalam box yang terpasang di sepeda motornya, dan segera pergi meninggalkan universitas di mana Jefferi tercatat sebagai pelajar.

"Eh,, tunggu, aku belum mananyakan namanya, Heii,,,, siapa nama_,,mu," kalimat Jefferi terputus ketika melihat Claira telah menjalankan sepeda motornya meninggalkan lingkungan universitas.

"Tck,,, menyebalkan," decaknya.

"Kotak yang dia bawa tadi, dia mengantarnya ke cafetaria, aku coba tanyakan saja pada penjaga cafetaria, mungkin mereka tahu siapa namanya," gumamnya pelan.

Jefferi melangkah menuju cafetaria dan menanyakan tentang kurir laki-laki yang rutin mengantar kue kesana, namun tak satupun dari mereka mengetahui siapa nama kurir itu. Mereka hanya mengetahui alamat cafe dari kue yang di antar olehnya.

"Terima kasih," ucap Jefferi pada penjaga cafetaria.

Tak lupa ia juga membeli kue yang selalu diantarkan oleh Claira untuk menghindari tatapan heran dari para pelajar yang datang ke cafetaria di mana hampir semua pelajar di sana mengenal dirinya.

"Hei, Jefferi,,,!"

Jefferi menoleh kearah sumber suara dan melihat enam teman dari kelasnya tengah berkumpul menikmati makanan dan minuman mereka, salah satu dari mereka melambaikan tangannya sebagai tanda dialah yang memanggil namanya.

"Bergabunglah bersama kami, sangat jarang kamu datang kemari," timpal yang lain.

Jefferi tersenyum dan mengangguk seraya menghampiri mereka.

"Apa yang membuatmu mau datang kemari?" tanya salah satu dari mereka.

"Aku penasaran dengan ini," kilah Jefferi menunjukkan kue di tangannya.

"Banyak yang mengatakan ini enak," sambungnya.

"Hei, itu memang enak," satu teman Jefferi menyambut antusias.

"Aku bahkan hampir setiap hari membelinya, hanya saja aku sering kehabisan," imbuhnya.

"Uniknya, satu orang hanya boleh membeli satu," sambung yang lain.

"Mengapa begitu?" tanya Jefferi heran.

"Karena kue itu dari cafe yang tidak bisa mengantarkan kemari dalam jumlah banyak sekaligus, dan pemilik cafenya berharap setiap orang bisa mencicipi setidaknya satu potong kue dari cafe itu," terangnya.

"Bukankah jika hanya itu, kita bisa mendatangi cafenya?" sambut Jefferi.

"Kue yang diantarkan kemari, tidak dijual di cafe,"

"Benar, aku pernah mencobanya, dan kue yang ada di sini tidak ada di sana,"

"Bahkan mereka juga menyediakan menu khusus di hari tertentu,"

Suara saling menimpali dari teman-temannya membuat Jefferi tersenyum tipis dan berencana untuk datang langsung ke cafe itu.

Ia mulai mengigit kue ditangannya, lalu tertegun sesaat setelah gigitan pertamanya menyentuh lidah.

'Ini benar-benar terasa sangat lembut, dan rasa manisnya tidak terlalu kuat, aroma dari buah dan susu didalamnya juga seimbang . Sangat cocok dimakan kapan pun. Entah itu pagi, siang atau malam,' batin jefferi.

"Bagaimana? Berbeda dengan yang biasa dijual di cafe atau toko kue lain bukan?" tanya salah satu dari mereka menyadari raut wajah Jefferi.

"Kuakui, ini benar-benar berbeda, bahkan rasa manisnya tidak menempel di tenggorokan," jawab Jefferi.

"Bagaimana kalau kita ke sana?" tawarnya.

"Kurasa kalau kita pergi bersama akan menyenangkan, kudengar cafe itu nyaman untuk bersantai," ujarnya antusias.

"Baiklah, aku ikut," jawab Jefferi.

...@@@@@@@@@@...

Cafe dengan interior hangat, dinding berwarna abu gelap dan lantai coklat kayu. Lampu gantung berbentuk lentera memberikan kesan unik dari cafe itu, disetiap meja memiliki satu tanaman kecil yang membuat suasana lebih segar.

Meja dan kursi pun tersedia dengan jumlah berbeda. Satu baris didekat jendela hanya menyediakan dua kursi untuk satu meja, meja di sampingnya memiliki jumlah kursi empat, dan di sudut lain memiliki meja lebih rendah dengan sofa yang bisa memuat sepuluh orang.

Dan disanalah Jefferi dan teman-temannya duduk. Seorang pelayan segera menghampiri mereka, mencatat semua pesanan yang mereka sebutkan, lalu pergi setelah memastikan semua pesanan telah selesai disebutkan.

Suara lonceng cafe diikuti dengan seseorang yang melangkah masuk membuat pandangan Jefferi tertuju pada orang itu. Dalam hatinya merasa lega ia bisa menemui orang itu dengan mudah hanya dengan datang ke cafe dilain kesempatan.

"Hei, bukankah itu pria yang mengantar kue ke universitas kita dua hari terakhir?" bisik teman wanita Jefferi.

"Eeehh,,, benar-benar,,, ahh,, bahkan dari sini saja dia terlihat tampan," timpal yang lain.

"Tck,,, sekarang mata kalian hampir keluar dari tempatnya," decak teman pria Jefferi.

"Sepertinya dia kurir yang sangat dipercaya cafe ini," sela Jefferi.

"Aku juga berpikir sama setelah melihat ini,"

"Silakan pesanannya,"

Seorang pelayan menyela percakapan mereka seraya meletakkan semua pesanan mereka. Namun, hal itu tidak membuat Jefferi mengalihkan pandangan dari seseorang yang tidak lain adalah Claira.

"Istirahat dulu saja, sisanya di antar nanti," ujar pelayan cafe pada Claira.

Samar-samar Jefferi bisa mendengar percakapan mereka, begitu juga dengan teman-temannya.

"Dan mengecewakan pelanggan? Tidak akan!" jawab Claira cepat.

"Kamu bahkan belum beristirahat setelah mengantarkan kue siang ini," sambutnya dengan suara khawatir.

"Hanya ini dan satu lagi yang terakhir, setelah itu aku bisa beristirahat dengan tenang," ujar Claira tersenyum lebar.

"Aku pergi dulu," sambungnya seraya membawa beberapa kotak kue di kedua tangannya.

"Woah,,, dia bekerja sangat keras,"

Decakan kagum keluar dari mulut teman-teman wanita Jefferi, membuat beberapa pria di depan mereka berdecak kesal.

Jefferi masih terus menatap Claira sampai sosok yang masih ia anggap sebagai pria itu menghilang dari pandangannya, menjalankan sepeda motor dengan box yang terisi penuh dengan kotak kue.

'Dia harus di beri peringatan sesekali, mari kita lihat sampai sejauh mana dia akan bertingkah,'

...@@@@@@@@...

. . . .

. . . .

To be continued...

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

gomsns reaksi Jefrei saat tau kalau sosok yg di perhatikannya itu perempuan

2024-11-07

1

Ana

Ana

mulai dari perut 😁ntar naik ke hati ya suka nya

2025-01-21

0

Ana

Ana

hmmmm siapa sih🤔gak mungkin jeff

2025-01-21

0

lihat semua
Episodes
1 1.PROLOG
2 2. OSC 2
3 3. OSC 3
4 4. OSC 4
5 5 OSC 5
6 6. OSC 6
7 7. OSC 7
8 8. OSC 8
9 9. OSC 9
10 10. OSC 10.
11 11. OSC 11
12 12. Pertemuan dengan Felix. OSC 12
13 13. Kembalinya Jefferi. OSC 13
14 14. Saling Terhubung. OSC 14
15 15. Pertemuan Tak Sengaja. OSC 15.
16 16. Sisi Lain. OSC 16.
17 17. Nyata Dan Tidak. OSC 17.
18 18. Benar Dan Salah. OSC 18.
19 19. Anggota Baru. OSC 19.
20 20. Resmi. OSC 20.
21 21. Masalah Tanpa Disengaja. OSC 21.
22 22. Bertemu. OSC 22.
23 23. Rencana. OSC 23.
24 24. Setengah Lancar. OSC 24.
25 25. Mengenal. OSC 25
26 26. Terjadi Begitu Saja. OSC 26.
27 27. Di Incar. OSC 27.
28 28. Siapa Mereka? OSC 28.
29 29. Tepat Waktu OSC 29.
30 30. Asing OSC 30.
31 31. Mengenal OSC 31.
32 32. Bersikap OSC 32.
33 33. Situasi OSC 33.
34 34. Fakta OSC 34.
35 35. Kebenaran OSC 35.
36 36. Masa Lalu (Claira- Ricardo) OSC 36.
37 37. Masa Lalu (Claira-Ricardo 2) OSC 37.
38 38. Masa Lalu (Claira-Ricardo 3) OSC 38.
39 39. Masa Lalu (Claira-Ricardo 4) OSC 39.
40 40. Masa Lalu (Claira - Ricardo ) OSC 40.
41 41. Masa Lalu ( Claira - Ricardo 5 ) OSC 41.
42 42. Masa Lalu (Claira- Ricardo 6) OSC 42.
43 43. Masa Lalu ( Claira- Ricardo End) OSC 43.
44 44. Berubah OSC 44.
45 45. Bersikap Sama OSC 45.
46 46. Mencairkan Suasana OSC 46.
47 47. Bersama OSC 47.
48 48. Rencana Pergi OSC 48.
49 49. Panggilan Pertama OSC 49.
50 50. Perubahan Perlahan OSC 50.
51 51. Pergi Di Luar Rencana OSC 51.
52 52. Melindungi OSC 52.
53 53. Damai OSC 53.
54 54. Jägermeister OSC 54.
55 55. Bertindak OSC 55.
56 56. Penyusup OSC 56.
57 57. Kiss OSC 57.
58 58. Jägermeister 2 OSC 58.
59 59. Merencanakan Sesuatu OSC 59.
60 60. Makan Bersama OSC 60.
61 61. Intensitas OSC 61.
62 62. Kilasan Singkat OSC 62.
63 63. Membujuk OSC 63.
64 64. Membuka Diri OSC 64.
65 65. Sebuah Subjek Ancaman OSC 65.
66 66. Kedatangan Seseorang OSC 66.
67 67. Ancaman OSC 67.
68 68. Kekonyolan Dua C OSC 68.
69 69. Ancaman 2 OSC 69.
70 70. OSC 70.
71 71. OSC 71.
72 72. OSC 72.
73 73. OSC 73.
74 74. OSC 74
75 75. OSC 75.
76 76. OSC 76.
77 77. OSC 77.
78 78. OSC 78.
79 79. OSC 79.
80 80. OSC 80.
81 81. 0SC 81.
82 82. OSC 82.
83 83.OSC 83.
84 84. OSC 84.
85 85. OSC 85.
86 86. OSC 86.
87 87. OSC 87.
88 88. OSC 88.
89 89. OSC 89.
90 90. OSC 90.
91 91. 0SC 91.
92 92. OSC 92.
93 93. OSC 93
94 94. OSC 94
95 95. OSC 95.
96 96. OSC 96.
97 97. OSC 97.
98 98. OSC 98.
99 99. OSC 99
100 100. OSC 100
101 101. OSC 101.
102 102. OSC 102
103 103. OSC 103.
104 104. OSC 104
105 105. OSC 105
106 106. OSC 106.
107 107. OSC 107.
108 108. OSC 108.
109 109. OSC 109.
110 110. OSC 110.
111 111. OSC 111.
112 112. OSC 112.
113 Ucapan Terima Kasih dan Karya Baru
Episodes

Updated 113 Episodes

1
1.PROLOG
2
2. OSC 2
3
3. OSC 3
4
4. OSC 4
5
5 OSC 5
6
6. OSC 6
7
7. OSC 7
8
8. OSC 8
9
9. OSC 9
10
10. OSC 10.
11
11. OSC 11
12
12. Pertemuan dengan Felix. OSC 12
13
13. Kembalinya Jefferi. OSC 13
14
14. Saling Terhubung. OSC 14
15
15. Pertemuan Tak Sengaja. OSC 15.
16
16. Sisi Lain. OSC 16.
17
17. Nyata Dan Tidak. OSC 17.
18
18. Benar Dan Salah. OSC 18.
19
19. Anggota Baru. OSC 19.
20
20. Resmi. OSC 20.
21
21. Masalah Tanpa Disengaja. OSC 21.
22
22. Bertemu. OSC 22.
23
23. Rencana. OSC 23.
24
24. Setengah Lancar. OSC 24.
25
25. Mengenal. OSC 25
26
26. Terjadi Begitu Saja. OSC 26.
27
27. Di Incar. OSC 27.
28
28. Siapa Mereka? OSC 28.
29
29. Tepat Waktu OSC 29.
30
30. Asing OSC 30.
31
31. Mengenal OSC 31.
32
32. Bersikap OSC 32.
33
33. Situasi OSC 33.
34
34. Fakta OSC 34.
35
35. Kebenaran OSC 35.
36
36. Masa Lalu (Claira- Ricardo) OSC 36.
37
37. Masa Lalu (Claira-Ricardo 2) OSC 37.
38
38. Masa Lalu (Claira-Ricardo 3) OSC 38.
39
39. Masa Lalu (Claira-Ricardo 4) OSC 39.
40
40. Masa Lalu (Claira - Ricardo ) OSC 40.
41
41. Masa Lalu ( Claira - Ricardo 5 ) OSC 41.
42
42. Masa Lalu (Claira- Ricardo 6) OSC 42.
43
43. Masa Lalu ( Claira- Ricardo End) OSC 43.
44
44. Berubah OSC 44.
45
45. Bersikap Sama OSC 45.
46
46. Mencairkan Suasana OSC 46.
47
47. Bersama OSC 47.
48
48. Rencana Pergi OSC 48.
49
49. Panggilan Pertama OSC 49.
50
50. Perubahan Perlahan OSC 50.
51
51. Pergi Di Luar Rencana OSC 51.
52
52. Melindungi OSC 52.
53
53. Damai OSC 53.
54
54. Jägermeister OSC 54.
55
55. Bertindak OSC 55.
56
56. Penyusup OSC 56.
57
57. Kiss OSC 57.
58
58. Jägermeister 2 OSC 58.
59
59. Merencanakan Sesuatu OSC 59.
60
60. Makan Bersama OSC 60.
61
61. Intensitas OSC 61.
62
62. Kilasan Singkat OSC 62.
63
63. Membujuk OSC 63.
64
64. Membuka Diri OSC 64.
65
65. Sebuah Subjek Ancaman OSC 65.
66
66. Kedatangan Seseorang OSC 66.
67
67. Ancaman OSC 67.
68
68. Kekonyolan Dua C OSC 68.
69
69. Ancaman 2 OSC 69.
70
70. OSC 70.
71
71. OSC 71.
72
72. OSC 72.
73
73. OSC 73.
74
74. OSC 74
75
75. OSC 75.
76
76. OSC 76.
77
77. OSC 77.
78
78. OSC 78.
79
79. OSC 79.
80
80. OSC 80.
81
81. 0SC 81.
82
82. OSC 82.
83
83.OSC 83.
84
84. OSC 84.
85
85. OSC 85.
86
86. OSC 86.
87
87. OSC 87.
88
88. OSC 88.
89
89. OSC 89.
90
90. OSC 90.
91
91. 0SC 91.
92
92. OSC 92.
93
93. OSC 93
94
94. OSC 94
95
95. OSC 95.
96
96. OSC 96.
97
97. OSC 97.
98
98. OSC 98.
99
99. OSC 99
100
100. OSC 100
101
101. OSC 101.
102
102. OSC 102
103
103. OSC 103.
104
104. OSC 104
105
105. OSC 105
106
106. OSC 106.
107
107. OSC 107.
108
108. OSC 108.
109
109. OSC 109.
110
110. OSC 110.
111
111. OSC 111.
112
112. OSC 112.
113
Ucapan Terima Kasih dan Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!