14. Saling Terhubung. OSC 14

"Mereka telah membunuhnya," ungkap Felix.

"Das telah membunuh Norix, saudara kembarku," imbuhnya.

Tubuh Felix terhuyung hingga ia bersandar pada pagar pembatas dari Rooftop. Pandangannya hampa, menyiratkan kesedihan tulus.

"Aku sudah terpisah dengannya dalam waktu lama, dan bertemu lagi dengannya meski itu sangatlah singkat membuatku memiliki keluarga. Itulah sebabnya aku ingin mengeluarkan dia dari tempat itu,"

"Tapi, aku terlambat dalam melangkah, aku bahkan mendengar tentang kematiannya setelah beberapa hari berlalu,"

"Jadi, percuma saja jika kamu datang kesana besok disaat dia telah di bunuh," ujar Felix lagi.

"Seharusnya aku segera membawamu kesana setelah mendapatkan semua bukti itu darimu, tapi aku justru menundanya dan hanya memberikan semua bukti itu pada saudaraku,"

"Kita harus tetap pergi, Felix. Setidaknya mereka juga harus di hukum," sanggah Claira.

"Mereka kini dalam keadaan kritis karena luka tembak yang mereka terima di kepala. Alastor dan Das memiliki luka di titik yang sama, dan itu menggunakan revolver yang aku buat secara khusus, mereka tidak akan selamat meski menjalani operasi sekalipun," ungkap Felix.

"Akan tetapi, bukan Norix yang menggunakan senjata yang aku buat, melainkan wanita yang dia sukai," imbuhnya.

"Dia bertindak sendiri dan mengorbankan diri, itukah yang ingin kamu katakan?" tanya Claira.

"Benar. Wanita itu juga dinyatakan koma karena dia mendapatkan tembakan di dadanya yang hampir menyentuh jantung;" jawab Felix.

"Aku tidak tahu pasti apakah wanita itu akan bertahan atau tidak," sambungnya.

Mereka terdiam selama beberapa saat, Claira mengarahkan pandangannya kearah kota yang terbentang di depannya. Dari tempatnya berdiri, ia bisa melihat jalanan kota yang disibukkan dengan aktivitas mereka masing-masing. Hari yang semakin sore justru membuat suasana kota yang berada di bawahnya terlihat lebih sibuk.

"Maaf,,,," ucap Claira lirih.

Felix menoleh cepat kearah wanita yang sudah berada di sampingnya, mengerutkan keningnya dengan satu kata yang terucap dari bibir Claira.

"Kau bahkan tidak memiliki kesalahan yang mengharuskanmu untuk meminta maaf," sambut Felix.

"Sangat ada," jawab Claira, lalu menundukkan kepalanya.

"Andai aku bisa bergerak lebih cepat, mungkin hasilnya akan berbeda," imbuhnya.

"Andai itu benar terjadi, aku tidak tahu berapa banyak lagi yang akan menjadi korban selain saudaraku," sambut Felix.

"Ini bukan kalimat penghibur," Felix menyambung kalimatnya dengan cepat saat melihat Claira akan angkat bicara.

"Aku menyadari berada di posisimu tidaklah mudah, banyak hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum kamu melangkah,"

"Setelah kamu mendapatkan semua bukti tentang kejahatan Alastor, kamu tidak mungkin memberikan semua bukti itu kepada orang yang tidak kamu percaya,"

"Jika mereka sampai tahu tentang keberadaanmu, meraka akan membunuhmu dan menargetkan semua orang yang berada disekitarmu, termasuk mereka yang pernah membantumu,"

"Dan akan lebih sulit untuk menangkap mereka jika mereka sampai melenyapkan semua jejak mereka, aku bahkan merasa yakin mereka juga sudah mengirim mata-mata yang bisa saja menjadi salah satu dari agen rahasia yang tersebar di dunia," tutur Felix.

"Itulah mengapa kamu perlu bersikap hati-hati," imbuhnya.

Claira terdiam, kembali mengarahkan pandangannya ke kota didepannya, tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing dan tidak merasakan waktu yang telah mereka berdua habiskan sudah berlangsung cukup lama sampai hari telah berubah gelap.

"Setelah ini, mungkin aku akan pergi kesana selama beberapa hari, aku ingin menemui seseorang disana," ucap Felix memecah keheningan.

"Aku sangat berterima kasih atas bantuan yang kamu berikan, kamu sudah melakukan hal lebih dari yang aku minta. Aku tahu, kamu jugalah yang mengirimkan laporan tentang Alastor ke markas FBI menggunakan nama wanita itu, hanya saja kamu tidak tahu apa yang sudah terjadi disana,"

"Bagi seorang peretas sepertimu, merubah nama pengirim laporan dan menghapus jejak tanpa sisa tentu sangatlah mudah meski kamu tidak pernah bertemu dengan mereka,"

"Segera setelah urusanku selesai, aku akan menepati janjiku padamu," imbuhnya.

"Lupakan saja," jawab Claira.

"Aku melakukannya bukan karena aku menginginkan apa yang kau janjikan, namun murni karena aku ingin melakukannya," imbuhnya.

'Aku juga tahu rahasia kelam yang kamu tutup rapat dari semua orang, termasuk dari anakmu sendiri,' batin Felix.

"Kalau begitu, anggaplah apa yang aku lakukan adalah hal wajar yang akan dilakukan oleh seorang teman," sambut Felix.

"Atau kemampuanku tidaklah cukup agar aku bisa menjadi temanmu?" imbuhnya bertanya.

"Kau hanya menempatkan dirimu dalam bahaya jika berada didekatku," jawab Claira.

"Tak masalah," jawab felix menaikan bahunya.

"Setidaknya aku bisa menganggap diriku berguna, termasuk melancarkan rencanamu untuk menyusup ke dalam Casino," sambungnya tanpa beban.

Claira menghela napas panjang, lalu berbalik menghadap pria yang kini tengah menatap dirinya.

"Apakah kau juga sadar bahwa kau sudah terlibat cukup jauh?" tanya Claira.

"Aku sengaja membuat diriku terlibat," jawab Felix tanpa ragu.

"Jadi,,, bagaimana?" ujarnya seraya mengulurkan tangannya, wajahnya penuh harap.

Hingga, tangan Claira menyambut tangannya untuk pertama kali dengan sebuah senyum tulus di bibir Claira, sebagai tanda wanita itu percaya padanya.

"Rekan," ujar Claira, sukses membuat Felix tersenyum lebar.

...@@@@@@@@@@...

Masa tenang yang dimiliki Claira seketika berubah sejak Felix bergabung, membuat Claira tidak memiliki pilihan lain selain meminta Jay untuk segera kembali, namun masih tetap menutupi hal yang sebenarnya dari Charles.

Claira tengah duduk di ruang tunggu bandara untuk menunggu seseorang yang akan datang hari itu, menyibukkan diri dengan memainkan ponselnya dan mencari informasi yang berkaitan dengan banyaknya kasus yang terjadi secara serentak di kota yang ia tempati dimana biasanya terasa tenang.

Perhatiannya terpecah saat ia mendengar pengumuman tentang pesawat yang baru saja mendarat, kode pesawat beserta dari mana pesawat itu datang yang terdengar di telinganya membuat ia tersenyum dan segera menyimpan ponselnya, lalu berdiri. Mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang yang sangat ia rindukan dimana ia tidak bisa berkunjung menemui orang itu selama tiga tahun terakhir.

Pandangan Claira seketika terhenti pada sosok pemuda yang melambaikan tangan ke arahnya, lalu berlari dengan tetap membawa koper yang berada ditangannya seolah koper itu dalam keadaan kosong.

Claira baru akan menyambutnya dengan pelukan ringan ketika tiba-tiba pemuda itu justru menjatuhkan koper ditangannya dan beralih mengangkat tubuhnya, lalu memutarnya dengan gerakan mudah. Wajahnya berseri memancarkan kebahagiaan serta kerinduan yang dalam.

"Aakh,,,, heii,,,, Vier,,, turunkan aku,,!!" pekik Claira.

"Astaga,,, apa yang kau lakukan, Charles?" suara Jay terdengar beberapa langkah dari mereka, tergelak melihat tingkah Charles yang di luar dugaannya.

"Vier,,, lepas,,, banyak orang melihat!" tegur Claira sembari mendaratkan pukulan di bahu anaknya.

"Tidak mau!" tolak Charles.

"Apakah Mama marah padaku?" imbuhnya tanpa melepaskan ibunya yang masih berada dalam gendongannya, kepalanya sedikit mendongak untuk menatap sang ibu.

"Tidak, kenapa aku harus marah disaat kamu tidak melakukan kesalahan?" balas Claira.

"Tapi, Mama memanggil namaku, bukan menggunakan panggilan yang biasanya," sanggah Charles.

"Mama menggunakan namaku hanya ketika Mama sedang marah padaku, benar bukan?" imbuhnya.

"Tentu saja sekarang berbeda," sambut Claira.

"Kamu sudah dewasa sekarang, apakah kamu tidak malu dengan panggilan kecilmu?" imbuhnya.

"Tidak sama sekali, aku masih tetap anak Mama," balas Charles.

"Pft,, ha ha ha,,,,," Jay terbahak sembari memegangi perutnya.

Melihat betapa berbedanya sosok Charles sekarang ketika berada di depan Claira. Sosok Charles ketika memimpin tim dalam misi bertolak belakang dengan sosok ketika Charles berada didepan ibunya.

"Baby,,, turukan aku sekarang!" ujar Claira.

Charles tersenyum lebar, lalu menurunkan ibunya namun tidak melepaskan pelukannya.

"Aku sangat merindukan Mama," ujar Charles.

Tubuh tingginya sedikit membungkuk saat memeluk erat ibunya. Sosok wanita yang bahkan terlihat tidak berubah meski waktu sudah berlalu sangat lama. Penampilan ala pria, rambut terurai dan memakai topi.

"Kenapa sekarang Mama kecil sekali? Apakah Mama makan dengan ben_,,, Aduh,,,"

Charles segera mengaduh sebelum menyelesaikan kalimatnya saat tangan Claira bergerak lebih cepat mencubit pinggang anaknya.

"Dasar bandel!" ujar Claira.

"Apakah sekarang kamu sedang mengolok ibumu sendiri?" imbuhnya.

"Cubitan Mama tetap terasa sakit," sahut Charles sembari mengusap pinggangnya.

Mereka saling pandang sejenak, lalu tertawa bersama. Merasakan tidak ada perubahan pada ikatan hubungan mereka meski telah terpisah lama.

"Aku pulang, Ma," ujar Charles setelah tawanya mereda.

"Selamat datang kembali, Baby," sambut Claira.

"Apakah kamu ingin ke cafe atau langsung pulang ke Apartemen?" imbuhnya bertanya.

"Apartemen saja, apakah Mama keberatan?" jawab Charles balas bertanya.

"Sama sekali tidak. Tapi, kita antarkan dulu Jay sampai ke Apartemennya," sahut Claira.

"Aku bisa menggunakan jasa taksi," sela Jay.

"Tidak, biar aku saja yang mengantarmu kesana," ucap Claira.

Mereka berjalan beriringan keluar dari bandara, sesekali Claira melirik ke arah anaknya. Tubuhnya kini menjulang tinggi, tingginya bahkan hanya mencapai bahu sang anak, ia juga bisa merasakan otot lengan anaknya saat Charles memeluk tubuhnya, menjadi tanda Charles melatih fisiknya dengan sangat baik.

Langkah mereka terhenti didekat sebuah mobil dan segera memasukan semua barang mereka kedalam bagasi, lalu masuk kedalam mobil dengan Charles duduk di depan bersama ibunya yang tetap mengemudi, sementara Jay di belakang.

Claira mulai menjalankan mobilnya meninggalkan bandara tanpa menyadari sebuah mobil Van hitam dengan beberapa orang didalamnya tengah mengikuti mereka dari belakang

...@@@@@@@@@@...

. . . .

. . . .

To be continued.....

Terpopuler

Comments

Ana

Ana

kamu yang tumbuh besar vier 😁😁😁

2025-02-05

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

menjadi agen rahasia membuat hidup Claira tdk tenang tp justru Charles mengikuti jejaknya

2024-11-07

0

Ana

Ana

siapa mereka 🤔🤔

2025-02-05

1

lihat semua
Episodes
1 1.PROLOG
2 2. OSC 2
3 3. OSC 3
4 4. OSC 4
5 5 OSC 5
6 6. OSC 6
7 7. OSC 7
8 8. OSC 8
9 9. OSC 9
10 10. OSC 10.
11 11. OSC 11
12 12. Pertemuan dengan Felix. OSC 12
13 13. Kembalinya Jefferi. OSC 13
14 14. Saling Terhubung. OSC 14
15 15. Pertemuan Tak Sengaja. OSC 15.
16 16. Sisi Lain. OSC 16.
17 17. Nyata Dan Tidak. OSC 17.
18 18. Benar Dan Salah. OSC 18.
19 19. Anggota Baru. OSC 19.
20 20. Resmi. OSC 20.
21 21. Masalah Tanpa Disengaja. OSC 21.
22 22. Bertemu. OSC 22.
23 23. Rencana. OSC 23.
24 24. Setengah Lancar. OSC 24.
25 25. Mengenal. OSC 25
26 26. Terjadi Begitu Saja. OSC 26.
27 27. Di Incar. OSC 27.
28 28. Siapa Mereka? OSC 28.
29 29. Tepat Waktu OSC 29.
30 30. Asing OSC 30.
31 31. Mengenal OSC 31.
32 32. Bersikap OSC 32.
33 33. Situasi OSC 33.
34 34. Fakta OSC 34.
35 35. Kebenaran OSC 35.
36 36. Masa Lalu (Claira- Ricardo) OSC 36.
37 37. Masa Lalu (Claira-Ricardo 2) OSC 37.
38 38. Masa Lalu (Claira-Ricardo 3) OSC 38.
39 39. Masa Lalu (Claira-Ricardo 4) OSC 39.
40 40. Masa Lalu (Claira - Ricardo ) OSC 40.
41 41. Masa Lalu ( Claira - Ricardo 5 ) OSC 41.
42 42. Masa Lalu (Claira- Ricardo 6) OSC 42.
43 43. Masa Lalu ( Claira- Ricardo End) OSC 43.
44 44. Berubah OSC 44.
45 45. Bersikap Sama OSC 45.
46 46. Mencairkan Suasana OSC 46.
47 47. Bersama OSC 47.
48 48. Rencana Pergi OSC 48.
49 49. Panggilan Pertama OSC 49.
50 50. Perubahan Perlahan OSC 50.
51 51. Pergi Di Luar Rencana OSC 51.
52 52. Melindungi OSC 52.
53 53. Damai OSC 53.
54 54. Jägermeister OSC 54.
55 55. Bertindak OSC 55.
56 56. Penyusup OSC 56.
57 57. Kiss OSC 57.
58 58. Jägermeister 2 OSC 58.
59 59. Merencanakan Sesuatu OSC 59.
60 60. Makan Bersama OSC 60.
61 61. Intensitas OSC 61.
62 62. Kilasan Singkat OSC 62.
63 63. Membujuk OSC 63.
64 64. Membuka Diri OSC 64.
65 65. Sebuah Subjek Ancaman OSC 65.
66 66. Kedatangan Seseorang OSC 66.
67 67. Ancaman OSC 67.
68 68. Kekonyolan Dua C OSC 68.
69 69. Ancaman 2 OSC 69.
70 70. OSC 70.
71 71. OSC 71.
72 72. OSC 72.
73 73. OSC 73.
74 74. OSC 74
75 75. OSC 75.
76 76. OSC 76.
77 77. OSC 77.
78 78. OSC 78.
79 79. OSC 79.
80 80. OSC 80.
81 81. 0SC 81.
82 82. OSC 82.
83 83.OSC 83.
84 84. OSC 84.
85 85. OSC 85.
86 86. OSC 86.
87 87. OSC 87.
88 88. OSC 88.
89 89. OSC 89.
90 90. OSC 90.
91 91. 0SC 91.
92 92. OSC 92.
93 93. OSC 93
94 94. OSC 94
95 95. OSC 95.
96 96. OSC 96.
97 97. OSC 97.
98 98. OSC 98.
99 99. OSC 99
100 100. OSC 100
101 101. OSC 101.
102 102. OSC 102
103 103. OSC 103.
104 104. OSC 104
105 105. OSC 105
106 106. OSC 106.
107 107. OSC 107.
108 108. OSC 108.
109 109. OSC 109.
110 110. OSC 110.
111 111. OSC 111.
112 112. OSC 112.
113 Ucapan Terima Kasih dan Karya Baru
Episodes

Updated 113 Episodes

1
1.PROLOG
2
2. OSC 2
3
3. OSC 3
4
4. OSC 4
5
5 OSC 5
6
6. OSC 6
7
7. OSC 7
8
8. OSC 8
9
9. OSC 9
10
10. OSC 10.
11
11. OSC 11
12
12. Pertemuan dengan Felix. OSC 12
13
13. Kembalinya Jefferi. OSC 13
14
14. Saling Terhubung. OSC 14
15
15. Pertemuan Tak Sengaja. OSC 15.
16
16. Sisi Lain. OSC 16.
17
17. Nyata Dan Tidak. OSC 17.
18
18. Benar Dan Salah. OSC 18.
19
19. Anggota Baru. OSC 19.
20
20. Resmi. OSC 20.
21
21. Masalah Tanpa Disengaja. OSC 21.
22
22. Bertemu. OSC 22.
23
23. Rencana. OSC 23.
24
24. Setengah Lancar. OSC 24.
25
25. Mengenal. OSC 25
26
26. Terjadi Begitu Saja. OSC 26.
27
27. Di Incar. OSC 27.
28
28. Siapa Mereka? OSC 28.
29
29. Tepat Waktu OSC 29.
30
30. Asing OSC 30.
31
31. Mengenal OSC 31.
32
32. Bersikap OSC 32.
33
33. Situasi OSC 33.
34
34. Fakta OSC 34.
35
35. Kebenaran OSC 35.
36
36. Masa Lalu (Claira- Ricardo) OSC 36.
37
37. Masa Lalu (Claira-Ricardo 2) OSC 37.
38
38. Masa Lalu (Claira-Ricardo 3) OSC 38.
39
39. Masa Lalu (Claira-Ricardo 4) OSC 39.
40
40. Masa Lalu (Claira - Ricardo ) OSC 40.
41
41. Masa Lalu ( Claira - Ricardo 5 ) OSC 41.
42
42. Masa Lalu (Claira- Ricardo 6) OSC 42.
43
43. Masa Lalu ( Claira- Ricardo End) OSC 43.
44
44. Berubah OSC 44.
45
45. Bersikap Sama OSC 45.
46
46. Mencairkan Suasana OSC 46.
47
47. Bersama OSC 47.
48
48. Rencana Pergi OSC 48.
49
49. Panggilan Pertama OSC 49.
50
50. Perubahan Perlahan OSC 50.
51
51. Pergi Di Luar Rencana OSC 51.
52
52. Melindungi OSC 52.
53
53. Damai OSC 53.
54
54. Jägermeister OSC 54.
55
55. Bertindak OSC 55.
56
56. Penyusup OSC 56.
57
57. Kiss OSC 57.
58
58. Jägermeister 2 OSC 58.
59
59. Merencanakan Sesuatu OSC 59.
60
60. Makan Bersama OSC 60.
61
61. Intensitas OSC 61.
62
62. Kilasan Singkat OSC 62.
63
63. Membujuk OSC 63.
64
64. Membuka Diri OSC 64.
65
65. Sebuah Subjek Ancaman OSC 65.
66
66. Kedatangan Seseorang OSC 66.
67
67. Ancaman OSC 67.
68
68. Kekonyolan Dua C OSC 68.
69
69. Ancaman 2 OSC 69.
70
70. OSC 70.
71
71. OSC 71.
72
72. OSC 72.
73
73. OSC 73.
74
74. OSC 74
75
75. OSC 75.
76
76. OSC 76.
77
77. OSC 77.
78
78. OSC 78.
79
79. OSC 79.
80
80. OSC 80.
81
81. 0SC 81.
82
82. OSC 82.
83
83.OSC 83.
84
84. OSC 84.
85
85. OSC 85.
86
86. OSC 86.
87
87. OSC 87.
88
88. OSC 88.
89
89. OSC 89.
90
90. OSC 90.
91
91. 0SC 91.
92
92. OSC 92.
93
93. OSC 93
94
94. OSC 94
95
95. OSC 95.
96
96. OSC 96.
97
97. OSC 97.
98
98. OSC 98.
99
99. OSC 99
100
100. OSC 100
101
101. OSC 101.
102
102. OSC 102
103
103. OSC 103.
104
104. OSC 104
105
105. OSC 105
106
106. OSC 106.
107
107. OSC 107.
108
108. OSC 108.
109
109. OSC 109.
110
110. OSC 110.
111
111. OSC 111.
112
112. OSC 112.
113
Ucapan Terima Kasih dan Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!