Bab 19 Ajakan Menikah Demi Gaza

  "Pukullah sampai kamu puas, karena aku tahu kesalahanku di masa lalu tidak bisa termaafkan," anjur Dika pasrah. Latifa masih memukul dada, bahu, bahkan wajah Dika dengan sangat keras dan sekuat tenaga.

  Dika menahan sakit di wajahnya akibat tamparan Latifa yang sangat kuat, dia tidak menduga perempuan nan cantik dan dikenalnya lembut ini, ketika amarahnya keluar, tenaganya sekuat itu.

  Dika nampak kesakitan, mukanya ada yang memar di dekat bibir dan membiru di pelipisnya. Perlahan tangan Latifa gerakannya memelan lalu berhenti, ketika melihat darah segar mengucur dari sudut bibir Dika.

  "Jangan berhenti Fa, aku rela terluka atau mati sekalipun jika itu bisa menebus salahku padamu," desis Pradika menahan sakit.

  Latifa sungguh sangat kaget, ternyata pukulan dan tamparannya sekeras dan sekuat itu sehingga mampu merobek bibir Dika dan membuat lebam pelipisnya.

  Latifa menjauh dari tubuh Dika, perasaan takut tiba-tiba menyelinap dalam dada. Dia menarik nafas dalam, sebab dadanya tiba-tiba sesak karena kaget melihat keadaan Dika.

  Latifa panik dan takut, wajah Dika berubah membengkak. Latifa menatap Dika dengan air mata mulai menetes, dia menyesal mengapa tadi dia tidak sadar dan kelepasan melampiaskan amarah di wajah Dika. Latifa kini hanya mampu terpaku dengan tangan digigitnya bingung, diiringi air mata yang masih turun.

  Dika menyeringai menahan sakit di wajahnya. Salahnya juga kenapa dia tidak menghindar saat dipukuli Latifa. Dika mendekati kursi di dalam mess itu, lalu menjatuhkan diri di sana dan meraba wajahnya yang sangat sakit dan kaku.

  Bergegas panik Latifa menuju dapur, yang ada dalam pikirannya kini adalah mengompres wajah penuh lebam Dika. Latifa kembali menghampiri Dika dan mendekat seraya memeras handuk waslap lalu ditempelkan di wajah Dika.

  "Awwwww." Dika memekik, sebab ini benar-benar sakit.

Latifa menjauh, wajah bingung dan bersalah menyelimuti Latifa. Dia benar-benar takut terjadi apa-apa dengan Dika.

  "Tidak usah pedulikan wajah aku, Fa. Bahkan jika aku mati, aku tidak masalah. Tapi sebelum itu terjadi, ijinkan aku menebus semua kesalahanku padamu di masa lalu." Dika bicara pelan sembari menahan sakit di wajahnya.

  Latifa masih berdiri terpaku dangan perasaan takut yang masih menguasai dirinya.

  "Ijinkan aku memberi kasih sayangku pada Gaza sebagai anak biologisku. Menikahlah denganku, Fa, demi Gaza. Demi status kependudukannya. Demi akte kelahirannya. Bukankah apa yang saat ini kamu bingungkan adalah mengenai status kependudukan Gaza?" ungkap Dika dengan suara yang masih terdengar lemah.

  Latifa tersentak, dia memundurkan kakinya satu langkah. Latifa kaget dari mana Dika tahu, bahwa saat ini dirinya sedang dilanda bingung dengan akte kelahiran Gaza yang suatu waktu bisa diminta pihak sekolah jika Gaza nanti masuk sekolah.

  Disaat kebingungan dan kepanikan karena melihat wajah Dika yang lebam akibat pukulannya, Latifa dibuat tambah shock dengan ajakan Dika untuk menikah.

  "Menikah hanya untuk formalitas saja Fa, jika kamu memang tidak menghendakinya, demi akte kelahiran Gaza. Setelah akte itu jadi, maka saat itu juga jika kamu menginginkan berpisah, maka aku siap melepaskan. Ingat, ini demi Gaza. Hanya demi Gaza." Walau ucapannya pelan karena menahan sakit, tapi penuh penekanan.

  Latifa pikirannya terpecah, antara panik dan takut melihat wajah Dika dan shock dengan tawaran Dika yang mengajaknya menikah demi status kependudukan Gaza.

  "Wajah aku sangat sakit, aku sudah tidak ada waktu lagi. Sekali lagi aku ingatkan, pikirkan tawaranku demi kebaikan Gaza. Hanya demi Gaza. Aku permisi, aku masih ingin hidup karena aku ingin melihat Gaza bahagia," pungkas Dika masih meringis lalu perlahan berlalu keluar dari mess, meninggalkan Latifa yang dilanda berbagai perasaan.

  Dika benar-benar pergi dengan wajah kesakitan. Pukulan Latifa tidak main-main, dia merasakan pukulan itu begitu kuat sekuat amarah yang dilampiaskan Latifa.

  Dika sudah menghubungi orang-orang kepercayaan untuk segera menjemput dirinya dan mengantarnya ke klinik terdekat untuk segera mengobati luka di wajahnya.

  Sepeninggal Dika, Latifa benar-benar shock. Tubuhnya merosot dan kembali menangis menumpahkan segala sesak yang kini menghantam dadanya begitu kuat.

  Kini tidak hanya memikirkan status kependudukan Gaza, pikiran Latifa terpecah pada kondisi wajah Dika yang babak belur karenanya. Latifa mengepalkan tangannya, dia melihat tangannya yang sudah ia anggap kotor karena mampu melukai wajah orang lain sampai berdarah.

  "Tangan ini, mengapa begitu kejam. Aku takut terjadi apa-apa dengan laki-laki itu," paniknya masih berurai air mata. Latifa benar-benar terpuruk dan merasa takut dengan apa yang terjadi barusan.

  Keadaan Latifa seperti ini terbawa ke dalam restoran. Latifa terlihat murung dan tidak fokus dalam bekerja. Latifa memikirkan Dika yang tadi malam babak belur karenanya. Juga tawaran Dika yang mengajaknya menikah demi status kependudukan Gaza. Hanya demi Gaza. Semua berseliweran dalam pikiran Latifa, hal itulah membuat Latifa tidak fokus bekerja.

  Keadaan Latifa seperti itu mengundang perhatian Bu Salina. Saat jam istirahat Bu Salina menghampiri Latifa dan mencoba mengorek apa yang sebenarnya terjadi. Namun Latifa tidak bicara, dia menggeleng kemudian permisi berlalu pergi.

  Dua minggu kemudian, Latifa pulang ke rumah kedua orang tuanya. Di rumah, Latifa tiba-tiba diberondong pertanyaan. Dan dihadapkan pada sebuah ajakan menikah dari Pradika.

  "Fa, seminggu terakhir ini rumah kita kedatangan orang yang tiba-tiba mengakui sebagai ayah biologisnya Gaza. Dia meminta ijin pada bapak dan ibu untuk menikahimu hanya demi Gaza dan status kependudukan Gaza," ujar Bu Dina mengungkapkan apa yang telah terjadi di rumahnya beberapa hari yang lalu.

Latifa terkejut setengah mati, ternyata Dika sudah sampai sejauh ini dan berani mendatangi kedua orang tuanya.

  "Lalu apa yang kalian pikirkan atas kedatangan orang itu?" tanya Latifa sedikit bergetar.

  "Kami hanya menilai kalau orang itu memang orang yang harus bertanggung jawab atas segala perbuatan buruknya di masa lalu terhadapmu," tegas Pak Yudi.

  "Bahkan kami tanpa sepengetahuanmu telah meminta surat pengantar pernikahan dari RT maupun RW."

  "Apa?" kejutnya berkali-kali lipat dari sebelumnya.

  Latifa kini dilanda bingung kembali, ajakan Dika untuk menikahinya tidak sekedar main-main. Dika sudah mendatangi kedua orang tuanya lalu berusaha meraih simpatiknya.

  Dengan berbagai cara, Pak Yudi dan Bu Dian sepertinya mampu ditaklukan Dika. Dika telah berterus terang dan menceriakan kronologis sebenarnya lima tahun lalu. Mereka pada akhirnya mendukung niat Dika untuk menikahi Latifa demi Gaza.

  "Hanya demi Gaza dan akte kelahirannya saja, Fa. Bapak rasa itu tidak berat. Setelahnya kamu bisa meminta berpisah jika kamu tidak berkenan dalam pernikahan ini. Tapi, tentu saja pernikahan bukan untuk jadi permainan." Pak Yudi berkata penuh penekanan.

  Latifa dilanda bingung yang hebat. Dia tidak bisa mengambil keputusan. Namun ketika sosok Gaza, sang putra, kembali membayangi pelupuk matanya, di dalam hati terbersit untuk menerima tawaran Pradika tersebut.

Lalu apa sebenarnya yang akan Latifa putuskan? Nantikan kisah selanjutnya.

Terpopuler

Comments

Citra Merdeka

Citra Merdeka

semoga dimudahkan dan berjodoh aamiin
terima kasih Thor update nya selamat pagi

2024-06-30

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Malam Petaka
2 Bab 2 Diungsikan
3 Bab 3 Empat Tahun Kemudian
4 Bab 4 Kembali ke Jakarta
5 Bab 5 Kekecewaan Pradika
6 Bab 6 Asal Mula
7 Bab 7 Bayang Masa Lalu
8 Bab 8 Pertemuan Kembali dan Goresan Luka Lama
9 Bab 9 Memulai Hidup Baru dan Tinggal di Mess
10 Bab 10 Penemuan Baju dan Foto Anak Kecil
11 Bab 11 Permintaan Kakek Danial
12 Bab 12 Bocah Yang Mirip Dika
13 Bab 13 Bolu Keladi
14 Bab 14 Diam-diam Dika Menemui Gaza
15 Bab 15 Kedatangan Dika dan Nafas Buatan
16 Bab 16 Pengakuan Pradika
17 Bab 17 Tekad Pradika
18 Bab 18 Mendatangi Mess Lagi
19 Bab 19 Ajakan Menikah Demi Gaza
20 Bab 20 Latifa Masih Dilanda Bingung
21 Bab 21 Pernikahan
22 Bab 22 Akte Kelahiran Gaza
23 Bab 23 Kepergok Sihni
24 Bab 24 Hukuman Dika
25 Bab 25 Papa
26 Bab 26 Fakta Mencengangkan
27 Bab 27 Siasat Dan Rayuan Dika
28 BAB 28 Malam Yang Panjang Sampai Pagi
29 Bab 29 Kembali ke Jakarta
30 Bab 30 Jebakan Sihni
31 Bab 31 Bukti Rekaman CCTV
32 Bab 32 Dika Membawa Gaza Ke Jakarta
33 Bab 33 Khasiat Teh Cinta Dari Nenek
34 Bab 34 Malam Yang Syahdu Dan Romantis
35 Bab 35 Kalung Liontin
36 Bab 36 Kunjungan Mendadak Bu Salina
37 Bab 37 Provokasi Sihni
38 Bab 38 Arda Menculik Latifa
39 Bab 39 Siapa Peneror Itu? (Sudah Revisi)
40 Bab 40 Interograsi Bu Salina (Sudah Revisi)
41 Bab 41 Bosku, Mertuaku
42 Bab 42 Dika Berterus Terang (Sudah Revisi)
43 Bab 43 Penerornya Terungkap (Sudah Revisi)
44 Bab 44 Pertengkaran Sengit Dika dan Kakek Danial (Sudah Revisi)
45 Bab 45 Kekecewaan Latifa (Sudah Revisi)
46 Bab 46 Kekecewaan Kakek Danial, Membatalkan Perjodohan (Sudah Reivisi)
47 Bab 47 Kemarahan Rangga (Sudah Revisi)
48 Bab 48 Pertemuan Kakek Danial dan Gaza (Sudah Revisi)
49 Bab 49 Kehamilan Latifa dan Permintaan Maaf Kakek Danial (End)
Episodes

Updated 49 Episodes

1
Bab 1 Malam Petaka
2
Bab 2 Diungsikan
3
Bab 3 Empat Tahun Kemudian
4
Bab 4 Kembali ke Jakarta
5
Bab 5 Kekecewaan Pradika
6
Bab 6 Asal Mula
7
Bab 7 Bayang Masa Lalu
8
Bab 8 Pertemuan Kembali dan Goresan Luka Lama
9
Bab 9 Memulai Hidup Baru dan Tinggal di Mess
10
Bab 10 Penemuan Baju dan Foto Anak Kecil
11
Bab 11 Permintaan Kakek Danial
12
Bab 12 Bocah Yang Mirip Dika
13
Bab 13 Bolu Keladi
14
Bab 14 Diam-diam Dika Menemui Gaza
15
Bab 15 Kedatangan Dika dan Nafas Buatan
16
Bab 16 Pengakuan Pradika
17
Bab 17 Tekad Pradika
18
Bab 18 Mendatangi Mess Lagi
19
Bab 19 Ajakan Menikah Demi Gaza
20
Bab 20 Latifa Masih Dilanda Bingung
21
Bab 21 Pernikahan
22
Bab 22 Akte Kelahiran Gaza
23
Bab 23 Kepergok Sihni
24
Bab 24 Hukuman Dika
25
Bab 25 Papa
26
Bab 26 Fakta Mencengangkan
27
Bab 27 Siasat Dan Rayuan Dika
28
BAB 28 Malam Yang Panjang Sampai Pagi
29
Bab 29 Kembali ke Jakarta
30
Bab 30 Jebakan Sihni
31
Bab 31 Bukti Rekaman CCTV
32
Bab 32 Dika Membawa Gaza Ke Jakarta
33
Bab 33 Khasiat Teh Cinta Dari Nenek
34
Bab 34 Malam Yang Syahdu Dan Romantis
35
Bab 35 Kalung Liontin
36
Bab 36 Kunjungan Mendadak Bu Salina
37
Bab 37 Provokasi Sihni
38
Bab 38 Arda Menculik Latifa
39
Bab 39 Siapa Peneror Itu? (Sudah Revisi)
40
Bab 40 Interograsi Bu Salina (Sudah Revisi)
41
Bab 41 Bosku, Mertuaku
42
Bab 42 Dika Berterus Terang (Sudah Revisi)
43
Bab 43 Penerornya Terungkap (Sudah Revisi)
44
Bab 44 Pertengkaran Sengit Dika dan Kakek Danial (Sudah Revisi)
45
Bab 45 Kekecewaan Latifa (Sudah Revisi)
46
Bab 46 Kekecewaan Kakek Danial, Membatalkan Perjodohan (Sudah Reivisi)
47
Bab 47 Kemarahan Rangga (Sudah Revisi)
48
Bab 48 Pertemuan Kakek Danial dan Gaza (Sudah Revisi)
49
Bab 49 Kehamilan Latifa dan Permintaan Maaf Kakek Danial (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!