Bab 5 Kekecewaan Pradika

Dika terkejut saat tubuhnya mulai dihimpit ke dinding apartemen oleh seseorang.

"Pradikaaa. Ketemu lagi kita setelah empat tahun lamanya berpisah. Bagaimana kabarnya? Sebentar lagi kita akan ditunangkan. Kakekmu dan juga kakekku sepakat akan menjodohkan kita. Aku tidak masalah dijodohkan dengan berondong dua tahun lebih muda dari aku, asal kamu bisa puaskan aku," ucapnya sukses membuat Dika menautkan kedua alisnya tidak mengerti.

"Dughhh."

Tubuh Dika sudah tersuruk menempel di dinding, perempuan 25 tahun itu mendekat dan menggoda Dika, menghimpit tubuh Dika di sana sehingga Dika tidak bisa bergerak.

Perempuan yang katanya akan dijodohkan dengan Dika itu adalah **Sihni**, cucu dari sahabat kakek Danial, kakeknya Dika. Entah apa yang ada dalam pikiran Sihni, dia datang tiba-tiba dan mencegat Dika, lalu kini tanpa permisi ikut masuk ke dalam apartemen Dika.

Sihni menghimpit tubuh Dika dan berusaha menggodanya. Lalu Sihni dengan sengaja membuka bolero atau outerna sehingga dada Sihni yang mulus dan lumayan itu terekspos, seperti sengaja Sihni ingin pertontonkan pada Dika. Dika terbelalak tidak percaya dengan apa yang dilakukan Sihni, yang dia kenal sebagai kakak kelasnya saat SMA.

"Mbak Sihni, apa-apaan? Apa yang akan Mbak lakukan dengan aku? Dan sejak kapan kita akan dijodohkan? Aku sama sekali tidak pernah tahu bahwa aku akan dijodohkan dengan siapapun termasuk sama Mbak Sihni." Dika berusaha menepis tangan Sihni yang mulai menggerayang.

"Jangan panggil aku mbak, aku bukan kakakmu, tapi aku calon partner ranjang kamu," ucap Sihni seraya mempermainkan wajah Dika dengan ujung jarinya. Bau alkohol begitu menyengat menyuruk masuk ke dalam hidung Dika. Dika menjauhkan wajahnya, rasanya dia ingin muntah saat secara tidak sengaja bau alkohol itu terhirup.

"Kurang ajar, menjauhlah," tepis Dika seraya menyingkirkan tubuh Sihni yang tadi melekat erat di tubuh Dika.

Sihni menegakkan tubuhnya dengan wajah menyeringai.

"Keluarlah, aku bilang keluar. Aku baru pulang dari Amerika, tubuhku sangat lelah, aku butuh istirahat," usir Dika sembari memegangi kepalanya yang sakit karena ulah Sihni.

  "Oleh karena itu, karena kamu baru pulang dari Amerika, sejenak kita nikmati kebebasan kamu saat masih di Amerika. Kita bisa suka sama suka, aku pasti bisa membuatmu happy dan tidak akan pernah kehilangan gairah seperti saat kamu di Amerika, bukan?" cerocosnya lagi sembari mendekat kembali pada Dika.

"Apa-apaan? Kebebasan apa yang Mbak Sihni maksud? Keluarlah, aku tidak butuh kebebasan yang Mbak Sihni maksud. Aku mau istirahat. Sekarang keluarlah," cetus Dika seraya menarik lengan Sihni menuju pintu apartemennya. Saat pintu itu terbuka, Dika mendorong Sihni keluar, lalu dengan cepat Dika menutup kembali pintu apartemennya.

  Belum hilang rasa kesel terhadap kakeknya, yang memaksanya untuk segera menduduki posisi sebagai pimpinan di perusahaan cabang Javilen Elektronik, kini tiba-tiba datang Sihni menggodanya, dan yang mengejutkan /Sihni mengaku akan dijodohkan dengannya oleh kakeknya dan kakek Sihni.

"Apa-apaan Kakek ini, tadi mencegah aku melanjutkan S2 ke Amerika dengan alasan harus segera memimpin Javilen Elektronik. Lalu kini aku akan dijodohkan dengan cucu sahabat kakek? Gila apa? Padahal niatku pulang ke Indonesia hanya untuk liburan. Tapi, Kakek malah memberi todongan supaya aku segera memimpin perusahaannya. Aku masih muda, pengalaman saja belum luas seperti pemimpin perusahaan lain yang sudah jam terbang tinggi."

"Kali ini aku tidak akan memenuhi permintaan kakek untuk dijodohkan, sebab aku sudah ada pilihan sendiri untuk pasanganku," rutuk Dika merasa kesal dengan sikap Kakek Danial yang selalu memaksakan kehendak terhadapnya.

Tanpa terasa, karena rasa ngantuk dan lelah, Dika memejamkan matanya dan tertidur di sofa ruang tamu apartemennya.

Sorenya, Dika sudah terbangun. Sakit kepala dan lelah di tubuhnya kini sudah menghilang. Dia segera ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang sejak kepulangannya tadi pagi dari Amerika, belum dibersihkan.

Beberapa saat kemudian, Dika yang sudah terlihat segar lagi, kini tengah bersiap akan ke restoran papanya, sebab kedua orang tuanya hari ini dari pagi sampai jam 7.00 malam, berada di restoran guna memeriksa laporan keuangan dan tutup buku akhir bulan Mei.

Mobil Dika melaju dan keluar dari kawasan apartemennya, menuju **Salena** **Restoran** milik keluarganya.

"***Pa, Dika on the way ke Salena Restoran. Papa dan Mama masih di sana, kan***?"

Dika menghubungi Papa Raka via WA untuk memastikan bahwa papanya masih di restoran.

"***Papa masih di restoran didampingi bidadari papa***," balas Papa Raka disertai emot senyum dan cinta. Dika tersenyum bahagia melihat balasan dari papanya. Bisa ditebak, betapa hebatnya sang papa mencintai Mama Salena.

"Papa ini memang romantis dan gombal. Mirip anak muda saja," bisik Dika sembari tersenyum.

Tidak berapa lama, mobil Dika sampai di depan Salena Restoran, Dika memarkirkan sejenak mobilnya di area parkiran. Dika segera menuruni mobilnya dengan perasaan tidak sabar untuk segera bertemu papa dan mamanya.

"Pradikaaaa," teriak wanita paruh baya dari dalam ruangan di dalam restoran itu, lalu keluar dari ruangannya, sesaat setelah tubuh Dika terlihat dari kaca ruangan itu. Wanita yang ternyata Mama Salena itu, berjalan dengan cepat menyambut Dika sang putra pertama. Tingkahnya tidak luput dari perhatian para pegawainya yang ikut larut dalam kebahagiaan dan rasa haru.

"Sayanggg, kamu semakin tampan saja. Ayo masuk ke ruangan. Kita beri Papamu kejutan, dia belum tahu kamu sudah tiba di resto ini," ucap Mama Salena tidak henti menarik lengan Dika ke dalam ruangan milik papanya.

"Papa?" Dika langsung merangkul papanya saat tubuh Papa Raka menyembul dari balik pintu gudang penyimpanan barang.

"Dika. Kenapa kamu tidak memberi kami informasi dulu bahwa kamu pulang hari ini. Bersenang-senanglah Nak menikmati liburan kelulusanmu. Dan selamat atas kelulusanmu, papa bangga kamu kini menyandang *Bachelor*," balas Papa Raka seraya melepas pelukan di tubuh sang putra pertama.

"Duduklah, kita bicara. Kamu harus banyak cerita tentang pengalaman indahmu di Amerika. Dan pengalaman kerjamu di sana sampai kamu bisa memiliki apartemen mewah di sini. Apakah gajinya di sana teramat banyak?" Papa Raka bersiap untuk mendengar kisah membanggakan sekaligus mengharukan sang anak jika ada, di sampingnya Mama Salena ikut bersiap mendengarkan Dika bercerita.

Dika menghela nafas dalam. Dia bukan tidak ingin menceritakan kisah haru dan indah saat di Amerika saat ini. Namun, Dika lebih tidak sabar justru ingin menyampaikan rencana kakeknya yang tadi sudah ditodongkan untuknya di rumah kedua orang tuanya, serta pernyataan Sihni yang bilang bahwa kakeknya dan kakek Sihni akan menjodohkan dirinya dengan Sihni.

"Nanti saja cerita suka dan duka di Amerikanya, Pa, Ma. Masih banyak waktu di rumah untuk bercerita akan hal itu, sebab tidak cukup waktu sebentar untuk menceritakannya." Dika terlihat tidak bersemangat dan murung. Hal ini membuat Papa Raka dan Mama Salena heran.

"Ada apa, kenapa tiba-tiba tidak bersemangat seperti itu?" Mama Salena bertanya.

"Dika tidak jadi liburannya di sini dan tidak melanjutkan S2 di Amerika, sebab Kakek Danial sudah menodong Dika untuk segera memimpin Javilen Elektronik bulan depan. Dika juga dicegah melanjutkan S2 ke Amerika," ceritanya dengan wajah kusut.

"Apa? Papa Danial langsung memberimu amanah di perusahaan cabangnya? Apa kamu mampu, Dik?"

"Dika belum tahu mampu atau tidak, Pa. Yang jelas, Kakek sepertinya akan memaksakan kehendaknya pada Dika. Dika sedikit kecewa dengan Kakek. Terlebih Dika juga mendengar dari Sihni yang tadi tiba-tiba datang dan mencegat Dika di depan pintu apartemen, dia bilang bahwa Dika dan dia akan dijodohkan dengan Sihni atas kesepakatan Kakek Sihni dan Kakek Danial."

"Apa? Kamu akan dijodohkan dengan cucu sahabat kakekmu itu? Papa Danial ini memang ada-ada saja kejutannya. Lalu apakah kamu akan menerima begitu saja rencana perjodohan kamu dan Sihni?"

"Tidak. Dika akan tentang rencana kakek ini," jawab Dika tegas. Hal ini mendapat senyuman dari Papa Raka. Dia setuju dengan apa yang dikatakan Pradika.

"Oh, ya, Ma. Dika tidak bawa apa-apa dari Amerika. Dika hanya bawa kantong ini, dalamnya entah apa, sebab Dika tanpa sengaja menemukan kantong itu dari seseorang yang tidak sengaja Dika tabrak saat di terminal." Dika menyodorkan kantong itu.

"Bolu lapis rasa taro keladi? Wahhh ini kesukaan mama. Padahal kemarin mama sempat minta ke papa untuk membelikan bolu ini di toko yang langsung dari Bogor," seru Mama Salena. Raut wajahnya nampak bahagia dengan kantong yang isinya ternyata bolu lapis yang isinya selai taro dan keladi.

  

Terpopuler

Comments

Noviyanti

Noviyanti

idih geli sama kelakuan si sihni

2024-06-14

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Malam Petaka
2 Bab 2 Diungsikan
3 Bab 3 Empat Tahun Kemudian
4 Bab 4 Kembali ke Jakarta
5 Bab 5 Kekecewaan Pradika
6 Bab 6 Asal Mula
7 Bab 7 Bayang Masa Lalu
8 Bab 8 Pertemuan Kembali dan Goresan Luka Lama
9 Bab 9 Memulai Hidup Baru dan Tinggal di Mess
10 Bab 10 Penemuan Baju dan Foto Anak Kecil
11 Bab 11 Permintaan Kakek Danial
12 Bab 12 Bocah Yang Mirip Dika
13 Bab 13 Bolu Keladi
14 Bab 14 Diam-diam Dika Menemui Gaza
15 Bab 15 Kedatangan Dika dan Nafas Buatan
16 Bab 16 Pengakuan Pradika
17 Bab 17 Tekad Pradika
18 Bab 18 Mendatangi Mess Lagi
19 Bab 19 Ajakan Menikah Demi Gaza
20 Bab 20 Latifa Masih Dilanda Bingung
21 Bab 21 Pernikahan
22 Bab 22 Akte Kelahiran Gaza
23 Bab 23 Kepergok Sihni
24 Bab 24 Hukuman Dika
25 Bab 25 Papa
26 Bab 26 Fakta Mencengangkan
27 Bab 27 Siasat Dan Rayuan Dika
28 BAB 28 Malam Yang Panjang Sampai Pagi
29 Bab 29 Kembali ke Jakarta
30 Bab 30 Jebakan Sihni
31 Bab 31 Bukti Rekaman CCTV
32 Bab 32 Dika Membawa Gaza Ke Jakarta
33 Bab 33 Khasiat Teh Cinta Dari Nenek
34 Bab 34 Malam Yang Syahdu Dan Romantis
35 Bab 35 Kalung Liontin
36 Bab 36 Kunjungan Mendadak Bu Salina
37 Bab 37 Provokasi Sihni
38 Bab 38 Arda Menculik Latifa
39 Bab 39 Siapa Peneror Itu? (Sudah Revisi)
40 Bab 40 Interograsi Bu Salina (Sudah Revisi)
41 Bab 41 Bosku, Mertuaku
42 Bab 42 Dika Berterus Terang (Sudah Revisi)
43 Bab 43 Penerornya Terungkap (Sudah Revisi)
44 Bab 44 Pertengkaran Sengit Dika dan Kakek Danial (Sudah Revisi)
45 Bab 45 Kekecewaan Latifa (Sudah Revisi)
46 Bab 46 Kekecewaan Kakek Danial, Membatalkan Perjodohan (Sudah Reivisi)
47 Bab 47 Kemarahan Rangga (Sudah Revisi)
48 Bab 48 Pertemuan Kakek Danial dan Gaza (Sudah Revisi)
49 Bab 49 Kehamilan Latifa dan Permintaan Maaf Kakek Danial (End)
Episodes

Updated 49 Episodes

1
Bab 1 Malam Petaka
2
Bab 2 Diungsikan
3
Bab 3 Empat Tahun Kemudian
4
Bab 4 Kembali ke Jakarta
5
Bab 5 Kekecewaan Pradika
6
Bab 6 Asal Mula
7
Bab 7 Bayang Masa Lalu
8
Bab 8 Pertemuan Kembali dan Goresan Luka Lama
9
Bab 9 Memulai Hidup Baru dan Tinggal di Mess
10
Bab 10 Penemuan Baju dan Foto Anak Kecil
11
Bab 11 Permintaan Kakek Danial
12
Bab 12 Bocah Yang Mirip Dika
13
Bab 13 Bolu Keladi
14
Bab 14 Diam-diam Dika Menemui Gaza
15
Bab 15 Kedatangan Dika dan Nafas Buatan
16
Bab 16 Pengakuan Pradika
17
Bab 17 Tekad Pradika
18
Bab 18 Mendatangi Mess Lagi
19
Bab 19 Ajakan Menikah Demi Gaza
20
Bab 20 Latifa Masih Dilanda Bingung
21
Bab 21 Pernikahan
22
Bab 22 Akte Kelahiran Gaza
23
Bab 23 Kepergok Sihni
24
Bab 24 Hukuman Dika
25
Bab 25 Papa
26
Bab 26 Fakta Mencengangkan
27
Bab 27 Siasat Dan Rayuan Dika
28
BAB 28 Malam Yang Panjang Sampai Pagi
29
Bab 29 Kembali ke Jakarta
30
Bab 30 Jebakan Sihni
31
Bab 31 Bukti Rekaman CCTV
32
Bab 32 Dika Membawa Gaza Ke Jakarta
33
Bab 33 Khasiat Teh Cinta Dari Nenek
34
Bab 34 Malam Yang Syahdu Dan Romantis
35
Bab 35 Kalung Liontin
36
Bab 36 Kunjungan Mendadak Bu Salina
37
Bab 37 Provokasi Sihni
38
Bab 38 Arda Menculik Latifa
39
Bab 39 Siapa Peneror Itu? (Sudah Revisi)
40
Bab 40 Interograsi Bu Salina (Sudah Revisi)
41
Bab 41 Bosku, Mertuaku
42
Bab 42 Dika Berterus Terang (Sudah Revisi)
43
Bab 43 Penerornya Terungkap (Sudah Revisi)
44
Bab 44 Pertengkaran Sengit Dika dan Kakek Danial (Sudah Revisi)
45
Bab 45 Kekecewaan Latifa (Sudah Revisi)
46
Bab 46 Kekecewaan Kakek Danial, Membatalkan Perjodohan (Sudah Reivisi)
47
Bab 47 Kemarahan Rangga (Sudah Revisi)
48
Bab 48 Pertemuan Kakek Danial dan Gaza (Sudah Revisi)
49
Bab 49 Kehamilan Latifa dan Permintaan Maaf Kakek Danial (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!