Basket

"sekarang waktu lo jadi ga banyak sama kita" ucap Aldo sedikit sedih.

"Hih !, kalo lo yang ngomong jadi aneh" ucap Fahri bergidik.

"Tck! Otak lo geser!" Seru Aldo.

"Ri, kita masih bisa ngamen kan kalau malem. Gue ajak tria juga" ucap Atan.

"Masih lah, tenang aja kalau malem gue ga ada urusan sama OSIS kok. Ya kali gue terus terikat sama OSIS setiap saat" ucap Fahri.

"Hehe.." kekeh Atan.

"Eh joo kee!" Seru Aldo yang bermaksud memanggil Atan.

"Apan lo yet! Ikut-ikutan Fahri sekarang ya" jengkel Atan.

"Hihi... Seru juga panggil lo kaya gitu" Aldo suka menggoda Atan kali ini.

"Kan... Fix! Kita panggil Atan J - U - JU - K - I - KI alias juki" ucap Fahri dengan mengejah nama Juki.

"Bwahahaha.."

Kemudian Fahri dan Aldo tertawa terbahak-bahak.

"Haaahh.." atan menghela nafas dan memutar bola matanya jengah.

"Hai guys! Seru banget.. boleh gabung?" Dian tiba-tiba datang menimbrung ditengah candaan Fahri dan Aldo.

"Boleh banget kak!" Seru Fahri antusias.

"Wah, Fahri doang yang semangat" ucap Dian.

"Iya lah kak, fahri kan su.." Fahri menyumpal mulut Atan dengan bakso.

"Hahaha.. kalian kenapa? Atan belum selesai ngomong tuh" Dian tertawa dengan tingkah konyol Fahri.

"Apaan sih ri! Gue mati tersedak seneng lo!" Kesal Atan.

"Elo sih, jangan ngomong gitu didepan orangnya lah!" Bisik Fahri.

"Dia memang gitu kak, suka sweet sama Juki" sahut Aldo.

"Hiiih!!!" Fahri dan Atan kompak menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Ahahaa..." Dian kembali tertawa dengan tingkah mereka semua.

"Kalian kocak banget!" Ucap Dian dan mengelap air mata disudut matanya karena lelah tertawa.

"Ngomong-ngomong nama Atan ada banyak ya?" Tanya Dian penasaran.

"Ga ada kak, dua gecko ini yang usil ganti-ganti namaku seenaknya" ucap Atan sambil menuding Fahri dan Aldo dengan bakso yang menancap digarbu.

"Seru kak, panggil aja ju-ki" ucap Aldo.

"Nama yang lucu, Atan juki.. imut juga" ucap Dian sambil menyuapkan sesendok bakso.

"Brak!!!" Fahri menggebrak meja.

"Apa sih, Fahri kaget tau" ucap Dian.

"Maaf kak, jangan panggil begitu deh, atan aja. Setan juga boleh" ucap Fahri.

"Lo kenapa sih?" Sahut Aldo.

"Mana ada juki imut, ngeri iya!" Jawab Fahri.

"Ngeri dari mana? Juki imut kok" ucap Dian.

"Ppfftt!!! Ahahaha..." Atan dan Aldo tertawa renyah.

Pasalnya dian tidak tau Juki itu sebutan nama untuk apa, Fahri menepuk jidatnya sendiri.

"Do, juki imut kan? Gue suka sekarang nama itu" ucap Atan sedikit terkekeh.

"Mungkin... Hihi" ucap Aldo.

"Gue anggap si Juki ini memang imut" ucap Atan bangga.

"Rese lo berdua" ucap Fahri kesal.

"Bukannya lo sendiri yang buat nama Atan jadi si Juki" terang Aldo.

"Iya sih, tapi kan kak Dian ga tau sejarahnya" ucap Fahri.

"Ayo cerita sejarah Juki, aku suka sejarah" ucap Dian antusias.

"Jangan!!" Kompak ketiga cowok itu.

"Kompak banget? Ya sudah kalau ga ada yang mau cerita.. sekarang kita liat anak-anak main basket yuk" ajak Dian setelah semua makanan di mangkuk masing-masing sudah habis.

"Basket?" Tanya Atan.

"Si maniak basket bangkit" ucap Aldo.

"Apa ada posisi kosong kak?" Tanya Atan pada Dian.

"Ada dua, ayo nanti kita ke pelatihnya" ucap Dian.

"Kenapa cuma sedikit yang ikut?" Tanya Aldo.

"Cidera saat pertandingan membuat dua pemain tidak bisa ikut lagi, banyak pertandingan tapi kita tidak bisa ikut karena tidak ada yang mengisi posisi kosong tersebut" terang Dian.

"Aku ingin bergabung tapi bakal susah, sekarang aku anggota OSIS" sahut Fahri.

"Gabung sama aku aja fahri" ajak Dian.

"Kemana? Ngapain?" Fahri jadi banyak bicara, tidak seperti Fahri dingin biasannya sejak masuk SMA.

"Kegiatan OSIS Fahri.." ucap Dian sembari menghela nafasnya.

Setelah itu Fahri dan Dian keruang OSIS. Aldo dan Atan menemui pelatih tim basket.

Anton, adalah pelatihnya. Ia mencari kapten dan penyerang.

Kebetulan Atan dan Aldo ingin masuk tim tersebut, mereka langsung diterima dan besoknya akan diikutsertakan lomba antar sekolah se-kabupaten.

Ronde pertama pelatih akan menilai siapa yang benar-benar bisa jadi kapten.

Atan dan Aldo pun memasuki lapangan basket dan mengenakan pakaian basket SMA Negeri 1 xyz yang baru.

Awal permainan cukup memukau penonton cewek, dan pelatih sudah mendapatkan kesimpulan. Tapi masih harus diuji ditempat yang sesungguhnya.

"Untuk hari ini cukup anak-anak, besok akan ada lomba jam 7 harus stay disini. Jangan khawatir untuk waktu belajar besok karena besok tanggal merah, silahkan pulang. Besok kita brefing sebentar sebelum berangkat ke-kampus tuntas muda xyz" ucap Anton mengakhiri kegiatan hari ini.

"Aduh, capek! Lama ga main basket" ucap Aldo ditengah nafasnya yang tersengal-sengal.

Aldo juga perokok berat jika diluar sekolah sama seperti atan namun tidak dengan Fahri.

Mungkin jika Fahri stress ia akan menghisap satu sampai dua batang saja.

"Kayaknya kalian harus Kurangin ngerokok deh" sahut Fahri yang tiba-tiba datang sendirian setelah rapat bersama OSIS yang lain.

"Kayak nya, ga tau Juki gimana" ucap Aldo.

"Masa sih gara-gara rokok doang" ucap Atan dan membaringkan tubuhnya dilantai.

"Lo anak IPA tapi oon!" Sembur Fahri.

"Bagian mananya??" Tanya Atan.

"Muka lo cakep otak lo seperempat!" Celetuk Aldo.

Atan justru malah terkekeh.

"Iya, kan rokok ga bagus buat paru-paru tan. Gimana sih lo" terang Fahri si paling bijak.

"Akan gue usahain" ucap Atan.

"Kita pulang, sekolah sudah mulai sepi" ajak Fahri.

"Kita mampir di warung Padang biasanya ya, gue traktir" ucap Atan yang kemudian bangkit dan menggendong tas sampingnya.

"Asyik.. sijuki yang traktir" Aldo si penyuka gratis an, bukan berarti dia gak mampu. Seru saja.

Atan and the geng mengambil motornya diparkiran dan melaju ke warung langganan.

"Eh, mas Atan, mas Aldo dan mas Fahri.. lama kalian ga mampir kesini" ucap pemilik warung tersebut .

"Belum juga seminggu mbak" ucap Aldo.

"Kangen kalian dong, kalian kalo makan di sini pengunjung makin banyak, hihi" ucap pemilik warung.

"Eh, sejak kapan jadi sesak gini" ucap Atan.

"Kalian ga nyadar kalau kita selalu jadi pusat perhatian dimana pun?" Ucap Fahri.

"Gue baru ngeh sekarang bro!" Seru Aldo, yang diangguki Atan setuju.

"Buruan deh, makin banyak yang antri nih" ucap Atan.

"Maklum lah, warung nya diapit SMP dan kampus tunas muda xyz" ucap Fahri.

"Kalian the wolf yang sedang viral itu kan??" Ucap salah satu gadis SMP.

Ia tiba-tiba menyapa ketiga cowok yang memang menarik perhatian banyak gadis.

Dan cowok-cowok pun berbondong-bondong ikut karena banyak cewek mengantri.

"Viral?" Fahri bingung.

"Aku santi kak, dari SMP sebelah. Lihat! Ini kan kalian yang nyanyi ditaman?" Ucap santi.

"Wah, se famous itu kah?" Ucap Atan.

"Sepertinya iya, ini pasti karena yang waktu itu" sahut Aldo.

"Boleh kita gabung dimeja kakak? Ga ada yang mau duduk ditempat kalian, jadi kita coba berani kan diri" ucap santi dengan hati yang berdisko ria.

"Oke, duduk aja" Atan mengijinkan dua gadis SMP itu duduk di sebelahnya.

"Lo kelas berapa?" Tanya Atan.

"Kelas sembilan kak" jawabnya penuh percaya diri.

"Tahun depan aku masuk SMA negeri satu xyz loh" ucap santi.

"Oh ya??" ucap Atan.

"Tau gak, kalian itu sangat populer disekolah ku, apa lagi kak Atan.."

"Kyaa!!" Pekik Santi tertahan.

Membuat yang lain terkejut, Santi kelewat senang karena dekat dengan idolanya.

Fahri dan Aldo saling pandang begitu juga Atan.

'kenapa nih cewek' batin ketiga nya.

Bersambung...

Episodes
1 Tantangan
2 Balapan
3 Haikal cemburu
4 Janji Mama
5 Panas (18+ ga suka skip!)
6 Wolf Band
7 bukan suami istri
8 Demam
9 Ugal-ugalan
10 Backstreet
11 stalker
12 Rubah
13 pengakuan
14 pusat perhatian
15 jatuh
16 Intan
17 Ketua OSIS baru
18 Basket
19 Nadia
20 Nadia 2
21 Basket
22 basket II
23 menggoda
24 Dongeng
25 Balapan
26 gotong royong
27 ngantuk
28 Menempel
29 kondisi Atan
30 penghuni alam lain
31 pengganggu
32 kerjasama I
33 kerjasama II
34 kerjasama III
35 Nadia
36 penguntit
37 Berulah
38 saudara
39 Melly
40 Cabut Rumput
41 Adu jotos
42 grand opening cafe bintang
43 Berserakan
44 Ciuman
45 perjodohan
46 Rumor
47 Mantan
48 pingsan
49 Mangsa
50 Anggota Baru
51 party
52 battle
53 Koma
54 Si Ju-ki (TAMAT)
55 (season DUA) tempat tinggal baru
56 sakit kepala
57 Keluarga baru
58 Bima diganggu
59 Ulangan
60 sepedanya jadi dua
61 Sentuhan ajaib
62 Makan siang
63 Setitik ingatan
64 Kabur dari rumah
65 Belum siap nikah!
66 Nikah Sirri
67 Kebakaran!
68 Tamparan!
69 Kawin
70 Cemburu
71 Marahan tapi mau...
72 Dini hari
73 Balik
74 Cemburu Lagi
75 Ikut berkemah
76 Kerajaan Jin
77 sadar
78 Riuh kelas
79 Nadia Pingsan
80 Yunda Selingkuh
81 Pindah sekolah lagi
82 Dokter cantik
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Tantangan
2
Balapan
3
Haikal cemburu
4
Janji Mama
5
Panas (18+ ga suka skip!)
6
Wolf Band
7
bukan suami istri
8
Demam
9
Ugal-ugalan
10
Backstreet
11
stalker
12
Rubah
13
pengakuan
14
pusat perhatian
15
jatuh
16
Intan
17
Ketua OSIS baru
18
Basket
19
Nadia
20
Nadia 2
21
Basket
22
basket II
23
menggoda
24
Dongeng
25
Balapan
26
gotong royong
27
ngantuk
28
Menempel
29
kondisi Atan
30
penghuni alam lain
31
pengganggu
32
kerjasama I
33
kerjasama II
34
kerjasama III
35
Nadia
36
penguntit
37
Berulah
38
saudara
39
Melly
40
Cabut Rumput
41
Adu jotos
42
grand opening cafe bintang
43
Berserakan
44
Ciuman
45
perjodohan
46
Rumor
47
Mantan
48
pingsan
49
Mangsa
50
Anggota Baru
51
party
52
battle
53
Koma
54
Si Ju-ki (TAMAT)
55
(season DUA) tempat tinggal baru
56
sakit kepala
57
Keluarga baru
58
Bima diganggu
59
Ulangan
60
sepedanya jadi dua
61
Sentuhan ajaib
62
Makan siang
63
Setitik ingatan
64
Kabur dari rumah
65
Belum siap nikah!
66
Nikah Sirri
67
Kebakaran!
68
Tamparan!
69
Kawin
70
Cemburu
71
Marahan tapi mau...
72
Dini hari
73
Balik
74
Cemburu Lagi
75
Ikut berkemah
76
Kerajaan Jin
77
sadar
78
Riuh kelas
79
Nadia Pingsan
80
Yunda Selingkuh
81
Pindah sekolah lagi
82
Dokter cantik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!