Intan

Indra tidak sengaja membentur pitu kaca UKS dengan keras, intan kembali terjatuh kelantai dengan lebih keras dari pada ia terjatuh ditaman belakang.

Indra memang tidak fokus mana pintu terbuka dan mana tembok kaca.

Memang karena ulah intan juga, "aaaa.. sakiiit!!!" Pekik intan kesakitan, terutama di wajahnya, bahkan plester di telapak tangannya terkelupas.

"Maaf beib, kamu sih bikin aku gak fokus" ucap Indra menyesal dan membantu pacarnya berdiri.

"Aw! Kakiku sakit banget beib!" Rengek Intan.

"Kenapa sampai segitunya sih, kayak abis dibantai banyak orang" ucap Indra curiga.

"Apa maksudnya aku abis dibantai?

Laper beib, aku makan cuma tadi jam istirahat. Dan lagi lihat lututku!" Keluh Intan dan menyibak roknya sampai paha, padahal lukanya cuma di lutut.

"Jangan buka setinggi itu juga kali!" Tegur Indra.

Dan segera menurunkan roknya kembali, hanya dia yang boleh melihat semua lekukan tubuh intan.

"Maaf, kamu sih mikirnya kelewat jauh sampai mars" ucap Intan.

Indra kembali menggendong intan sampai parkiran, beruntung saat ini ia bawa mobil. Bisa sekalian jalan-jalan sebelum ke kostnya.

Intan yang hidupnya nge-kost pun bebas pergi kemana saja, meski batas pulang jam 10 malam.

Jika terlalu larut ia akan menginap di kosan indra dengan senang hati. Karena tempat indra sangat bebas.

"Beib, mau kemana nih? Kok jalanannya horor?" Intan mulai takut ia pun memejamkan matanya dan berpegang kuat pada selt bet nya.

"Mau ke villa temen, disana lagi ada party" jawab Indra.

"Malu dong ke pesta baju sama badan ku kaya gini" keluh Intan.

"Kamu ga perlu ikut, aku saja. Tunggu dikamar dengan tenang, aku akan menemani mereka sebentar saja. Mungkin beberapa menit" jelas Indra.

Intan hanya mengiyakan saja, sebenarnya malas jika bergabung dengan teman yang bukan sebaya. Untung saya Indra menyuruh intan menunggu.

Tapi intan juga penasaran siapa saja dalam pesta itu, kalau kondisinya baik-baik saja ia juga ada kepikiran untuk cuci mata sama cogan disana.

Tapi intan terlalu lelah, ia akan beristirahat sambil menunggu pacarnya kembali.

Indra mengantar sampai kamar yang terletak dilantai dua, "istirahat dulu aja, mandi juga boleh. Aku temenin mereka dulu" pamit Indra. Intan mengangguk saja.

Villa ini jugalah yang membuat intan melepas kehorm@tannya demi Indra, Indra juga main pakai peng@m@n jadi intan betah main sama Indra. Meski tidak sekuat Atan, tetap saja intan suka permainan pacarnya yang penuh variasi gaya yang menyenangkan.

'duh, masih jam 8, mandi dulu deh terus tidur' batin intan.

Ia harus berendam di air hangat supaya Tremor dan rasa penatnya hilang.

Intan sangat menikmati mandi air hangatnya. Meski Indra terlambat datang pun tak apa, karena ia juga harus mengumpulkan banyak nyawa untuk bermain dengan pacarnya.

Intan sampai tertidur di bath tub sambil telentang, tubuhnya terlilit handuk sebatas dada dan pahanya.

Gadis itu cepat terlelap karena habis dibuat tidak berdaya oleh Atan.

Indra pun tak menepati janjinya yang hanya beberapa menit itu. Indra justru asyik sampai jam 11 malam karena ia terus ditantang untuk minum.

Indra sampai dipapah dua orang temannya ke kamar, Indra dilempar begitu saja di kasur.

Intan yang tertidur dibath tub pun terkejut akan suara yang masuk kekamarnya.

Pintu kamar dibuka dan ditutup dengan kasar.

Intan bergegas keluar dan memakai handuk piyama, "loh, Beib!" Intan terkejut melihat pacarnya berantakan.

"Tck!! Pasti dikerjain lagi nih sampai ga sadarkan diri" omel intan.

Intan memapah indra dengan susah payah sampai kamar mandi, ia buka semua bajunya dan mengguyurnya dengan air dingin.

Dan berhasil bangun, setelah itu ia muntah sangat banyak. Dan air kembali diisi dengan air hangat.

"Maaf ya beib" lirih Indra dan mengusap pipi Intan dengan lembut.

Intan yang tak tahan dengan sentuhan itu ikut masuk ke dalam air.

"Nanti kamu masuk angin beib, lihat rambutmu masih basah. Kamu ketiduran di air lagi ya" ucap Indra sedikit berbisik.

Intan tersenyum malu, ia juga gak mungkin bilang dia lelah digempur Atan sampai kakinya lemas.

Intan hanya akan menyenangkan hati pacarnya sebentar.

Indra tidak tahan hanya dengan sentuhan tangan gadis itu, dan beberapa menit saja ia sudah sampai puncaknya.

Intan melakukan itu untuk membuat Indra lelah saja, kadang Indra main sebentar dan langsung tertidur jika sudah mengeluarkan kecebongnya.

Lalu mereka beranjak, dan segera pergi tidur.

Dan perkiraan intan berhasil, Indra mengantuk dan intan menyusul.

Janji Indra ingin memuaskan intan pun tertunda, intan juga punya alasan untuk pura-pura ngambek saat Indra sudah bangun.

***

"Siap?! Satu! Dua! Tiga!!"

Atan mengikuti lomba lagi, kini tanpa kedua sahabatnya.

Track yang sulit kali ini, karena diatas bukit. Dan Atan mendapat fasilitas motor trail, jikalau menang. Motor itu akan jadi miliknya beserta uang tunai empat puluh juta, nilai yang sangat fantastis untuk anak remaja yang masih SMA.

Karena balapan ini sedikit Liar dan kadang pemain lainnya bermain curang dengan cara mendorong motor pembalap yang lain.

Ada juga yang menabrak dari belakang yang membuat yang ditabrak terjatuh karena hilang kendali.

Satu motor dibelakang Atan hampir mengenai nya,

Ia bernafas lega karena dia sendiri yang terjerembab disisi tebing. Dan motornya terjatuh sangat jauh.

Meski banyak yang menjaga, tracknya sanggup membuat nyali siapapun yang berkendara menciut.

Beruntung Atan berada diposisi pertama dan kedua agak jauh dari nya.

Dan Atan menang telak tanpa menggangu pelomba yang lain.

"Wohooooo... Yeeeaah!!" Teriak Atan saat melewati garis Finish duluan.

"Yeee!! Atanku hebat!" Teriak pada gadis.

Banyak yang bertaruh jika Atan akan menang, dan Atan mendapat bonus selain uang tunai dan motor trail.

Dia juga mendapat uang yang dipertaruhkan untuknya.

Atan mendapat uang sampai dua puluh juta untuk lebihnya Dan kini rekening Atan sudah hampir seratus juta ditambah hasil balapan liarnya dijalan raya.

Tring ! Tring !

Panggil masuk dari Fahri.

Fahri -[ lo di mana sih, di telepon susah banget!]-

Atan -[ikut tracking ri, di puncak!]-

Fahri -[gila lo! Bahaya tau!]-

Atan -[dikit, gue menang banyak kok. Dan gue dapet motor trail!]-

Fahri -[serius?]-

Atan -[iya, mau gue kasih ke elo]-

Fahri -[ga usah! Bawa buat cari uang lagi aja. Kita bawa ke panti saja nanti kalau lo menang]-

Atan -[oke]-

Fahri menutup teleponnya terlebih dahulu.

'pulang dulu deh, ntar papa ngomel lagi' batin Atan.

Butuh waktu lama sampai rumah karena jarak puncak ke tempat tinggal Atan lumayan memakan waktu.

"Assalamualaikum.." salam Atan saat tiba dirumah.

"Wa'alaikumsalam!"

Atan mencium punggung tangan mamanya.

"kamu dari mana jam segini baru pulang? Mentang-mentang hari libur Kamu pulang pergi seenaknya!" Geram mama sara.

"Maaf ma, Atan lagi banyak kegiatan" ucap Atan.

"Sudah ah. mama lagi malas sama kamu, kalau lapar makan sendiri didapur. Masih banyak sisa lauk" ucap sara yang kemudian pergi ke kamarnya. Atan meng-iyakan saja apa kata mamanya.

"Gue harus punya usaha nih, apa ya?" Gumam Atan sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.

"Tau ah, besok aja sama anak-anak bahas bisnis" monolognya lagi.

Atan pun bergegas ke alam mimpinya, hari ini Atan sangat lelah.

Bahkan Atan nekat ikut balapan dipuncak tanpa sepengetahuan teman-temannya, sudah sering terjadi sih.

Atan akan bilang jika ia sudah selesai dengan balapan nya.

Bersambung...

Episodes
1 Tantangan
2 Balapan
3 Haikal cemburu
4 Janji Mama
5 Panas (18+ ga suka skip!)
6 Wolf Band
7 bukan suami istri
8 Demam
9 Ugal-ugalan
10 Backstreet
11 stalker
12 Rubah
13 pengakuan
14 pusat perhatian
15 jatuh
16 Intan
17 Ketua OSIS baru
18 Basket
19 Nadia
20 Nadia 2
21 Basket
22 basket II
23 menggoda
24 Dongeng
25 Balapan
26 gotong royong
27 ngantuk
28 Menempel
29 kondisi Atan
30 penghuni alam lain
31 pengganggu
32 kerjasama I
33 kerjasama II
34 kerjasama III
35 Nadia
36 penguntit
37 Berulah
38 saudara
39 Melly
40 Cabut Rumput
41 Adu jotos
42 grand opening cafe bintang
43 Berserakan
44 Ciuman
45 perjodohan
46 Rumor
47 Mantan
48 pingsan
49 Mangsa
50 Anggota Baru
51 party
52 battle
53 Koma
54 Si Ju-ki (TAMAT)
55 (season DUA) tempat tinggal baru
56 sakit kepala
57 Keluarga baru
58 Bima diganggu
59 Ulangan
60 sepedanya jadi dua
61 Sentuhan ajaib
62 Makan siang
63 Setitik ingatan
64 Kabur dari rumah
65 Belum siap nikah!
66 Nikah Sirri
67 Kebakaran!
68 Tamparan!
69 Kawin
70 Cemburu
71 Marahan tapi mau...
72 Dini hari
73 Balik
74 Cemburu Lagi
75 Ikut berkemah
76 Kerajaan Jin
77 sadar
78 Riuh kelas
79 Nadia Pingsan
80 Yunda Selingkuh
81 Pindah sekolah lagi
82 Dokter cantik
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Tantangan
2
Balapan
3
Haikal cemburu
4
Janji Mama
5
Panas (18+ ga suka skip!)
6
Wolf Band
7
bukan suami istri
8
Demam
9
Ugal-ugalan
10
Backstreet
11
stalker
12
Rubah
13
pengakuan
14
pusat perhatian
15
jatuh
16
Intan
17
Ketua OSIS baru
18
Basket
19
Nadia
20
Nadia 2
21
Basket
22
basket II
23
menggoda
24
Dongeng
25
Balapan
26
gotong royong
27
ngantuk
28
Menempel
29
kondisi Atan
30
penghuni alam lain
31
pengganggu
32
kerjasama I
33
kerjasama II
34
kerjasama III
35
Nadia
36
penguntit
37
Berulah
38
saudara
39
Melly
40
Cabut Rumput
41
Adu jotos
42
grand opening cafe bintang
43
Berserakan
44
Ciuman
45
perjodohan
46
Rumor
47
Mantan
48
pingsan
49
Mangsa
50
Anggota Baru
51
party
52
battle
53
Koma
54
Si Ju-ki (TAMAT)
55
(season DUA) tempat tinggal baru
56
sakit kepala
57
Keluarga baru
58
Bima diganggu
59
Ulangan
60
sepedanya jadi dua
61
Sentuhan ajaib
62
Makan siang
63
Setitik ingatan
64
Kabur dari rumah
65
Belum siap nikah!
66
Nikah Sirri
67
Kebakaran!
68
Tamparan!
69
Kawin
70
Cemburu
71
Marahan tapi mau...
72
Dini hari
73
Balik
74
Cemburu Lagi
75
Ikut berkemah
76
Kerajaan Jin
77
sadar
78
Riuh kelas
79
Nadia Pingsan
80
Yunda Selingkuh
81
Pindah sekolah lagi
82
Dokter cantik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!