jatuh

"belum ada bunyi bel kan?" Tanya Fahri.

"Belum, kenapa??" Atan balik nanya.

"Udah lebih nih jamnya. Balik yuk!" Ajak Fahri.

"Duluan aja sama Aldo, gue habisin satu batang ini aja" ucap Atan sembari menghisap rokoknya.

"Oke, deh. Cepetan balik ya" ucap Fahri, atan mengangguk.

"Ayo do. Lo malah asik main game terus!" Ajak Fahri dengan menyeret lengan bajunya.

"Iya, ih sabar Napa. Gue jalan kok" sewot Aldo permainannya terganggu.

"Eh, udah sepi do. Buruan kita masuk kelas!" Ajak Fahri.

"Atan gimana?" Aldo khawatir.

"Biarin dulu, nanti gue kirim pesan buat dia kalo guru sudah masuk kelas" ucap Fahri.

"Kalian dari mana? Saya sudah hampir sampai kelas" sahut Rudi wali kelas mereka.

"Abis dari kantin, tadi atan lama pak makanya. Saya tinggal deh" dusta Aldo.

"Cepat masuk dulu!" Ucap Rudi .

"Eh, atannya mana? Kok belum sampai juga?" Tanya Rudi lagi.

"Mules kali pak dia makan sambal banyak banget tadi" Aldo yang menjawab.

"Jangan ditiru ya. Gak baik buat kesehatan" tutur Rudi.

***

Dikelas lain.

"Pak, ijin ke toilet ya. Ponsel saya tertinggal di sana" ijin intan.

"Cepat, jangan lama-lama" ucap guru dikelas tersebut.

Intan berlari menuju toilet, dia melihat Atan merokok dibelakang sekolah samping taman.

Ia bergegas mengambil ponselnya dan menyusul Atan.

"Atan!!" Panggil intan.

"Ya??" Atan menoleh, saat selesai dengan rokoknya.

"Lo ngapain disini?" Tanya intan.

"Lo sendiri ngapain disini" Atan balik nanya dengan nada datar.

"Abis dari toilet, terus liat lo lagi sendirian disini" jawab intan.

"Kenapa nyamperin gue, bukannya ke kelas?" Ucap Atan.

"Gue suka sama lo, dan gue mau jadi yang keberapa pun" ucap intan dengan percaya diri yang meluap luap.

"Kenapa suka sama gue?" Tanya Atan.

"Karena Lo ganteng" jawab Intan malu-malu.

"Yakin mau jadi pacar gue yang ke berapapun??" Atan meyakinkan. Intan mengangguk.

"Baiklah kita jadian. Tapi jangan sampai pacar gue tau ya" ucap Atan.

"Yang bener, gue diterima??" Intan terlewat senang sampai melompat kearah Atan, sayang Atan reflek menghindar. Jadinya intan tersungkur ketanah sangat keras dengan memalukan.

"Eh, sorry sorry, lo sih. Main lompat aja gue reflek minggir kan" ucap Atan memang sengaja menghindar.

'sial, gue buru-buru ya. Duh malu banget, dagu gue ampe lecet seragam gue kotor juga. Ih, malu-maluin' sesal Intan karena terlalu menggebu-gebu.

"Gue antar ke UKS ya" ucap Atan. Intan mengangguk.

Lututnya juga lecet, telapak tangannya juga.

Namun tidak ada rasa bersalah didalam hati Atan.

Dia tidak suka cewek bermuka dua seperti Intan.

"Duduk sini, Dokter UKS lagi gak ada, gue yang obatin" ucap Atan. Intan hanya tersenyum.

"Aw!" Intan meringis saat lukanya kena kapas yang diberi obat.

"Maaf" ucap Atan sembari mengusap pipi Intan.

Intan menarik kerah Atan dan mengecup ujung bibir pemuda itu.

Reflek juki terangsang, atan menyambar bibir Intan dengan rakusnya.

Sampai intan tak diberi kesempatan untuk bernafas.

Atan mendorong tubuh Intan sampai berbaring di ranjang UKS, dia menindih tubuh ramping Intan.

Intan sampai meremas sprei dengan kuat, Atan mencium sampai dileher intan, gadis itu gelenjotan. Atan menggesek p@h@nya pada inti belahan intan, gadis itu tidak melawan.

Atan dengan gemas meremas bukit kembar Intan yang tak terlalu besar itu. 'malah teringat punya perempuan itu, punya dia sangat memuaskan. Besar kenyal dan padat' batin Atan.

"Ugh!" Intan merasa sensasi yang luar biasa dari permainan tangan Atan.

Jukinya tiba-tiba terbangun sempurna, Atan dengan cepat membuka kancing baju Intan dengan cepat. Dia melahap p*t*ng gadis itu dengan liar sampai intan meringis sakit bercampur nikmat.

Atan mengusap p@h@ Intan, intan reflek membuka p@h@nya lebar-lebar. Membuat celana segi tiganya terlihat jelas, Atan menatap intan seolah ingin masuk kesana tanpa harus mengucap kata.

Intan mengangguk, Atan kembali fokus pada isi celana itu.

"Basah sayang" ucap Atan, membuat Intan malu.

Meskipun ini bukan yang pertama, tapi kali ini intan suka karena atan sangat lihai.

Atan menggesek kedua jarinya, intan mendongak dan menutup mulutnya, ia tak tahan ingin mendesah, Nafasnya sudah memburu.

Pemuda itu membuat usapan melingkar pada titik kecil yang menonjol seperti kacang, Intan bergetar merasakan kenikmatan tangan Atan.

Atan berusaha memasukkan tiga jarinya sekaligus.

"Akh! Sakit sayang.." pekik Intan pelan.

"Sayang, aku sudah tidak tahan.." keluh gadis itu.

Atan pun mencabut tangannya dan memasukkan miliknya. Masuk dengan mudah.

"Aaahh..." Intan sudah sampai lebih dulu.

Dia ingin sampai lagi, padahal atan belum dapat tapi dia sudah dua kali.

Setelah intan berhasil untuk kedua kalinya, giliran Atan yang akan sampai. Dia memacu kecepatannya lumayan lama karena ia tak sen@fsu itu.

Milik intan sudah panas, demi menunggu atan sampai puncak ia menahan rasa sakit itu.

"Aku sudah tidak tahan sayang.." keluh intan saat dirasa miliknya seakan lecet.

Atan berhasil melepas kecebongnya tanpa menimbulkan suara apapun.

"Makasih sayang, tetaplah disini akan aku izinkan pada guru kelas mu" ucap Atan, sembari merapikan baju sendiri.

Begitu pula dengan Intan, "terimakasih" ucap intan sebelum atan benar-benar pergi.

"Ugh!! Atan mainnya lama, aku suka. Tapi punyaku rasanya sampai panas banget. Perih juga" keluh Intan.

"Gawat, aku juga ga bisa berjalan. Lutut ku terus bergetar" ucap intan lagi.

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, sarah Yang khawatir itu pergi menuju UKS seperti kata Atan saat pergi ke kelas.

Kelas sarah sempat heboh dengan kehadiran Atan yang tiba-tiba saja mengijinkan intan yang sakit karena jatuh. Itulah yang atan katakan.

"Intan!!" Teriak sarah mencari kebenaran sahabat barunya.

"Gue disini" sahut intan. Sarah pun menuju sumber suara.

"Lah, lo beneran jatuh?" Tanya sarah tidak percaya.

"Iya, jatuh ditaman belakang. Untung Atan datang dan bantuin gue" terang intan.

"Mujur banget idup lo tan" sarah ikut senang.

Namun intan tidak menceritakan momen panas dengan-nya.

"Lo bisa jalan ga? Gue bantu deh!" Ucap Sarah.

"Aw, sakit. Kaki gue jadi lemes ga bisa jalan" rengek Intan.

"Jatuh model apa sampai getar begitu!?" Sarah penasaran.

"Gue jatuhnya tengkurep" ucap intan.

"Ada-ada saja lo, terus gimana nih. Masa lo ga pulang" ucap Sarah.

"Ga papa disini aja dulu. Emang lo mau kemana?" Ucap intan.

"Ga kemana-mana kok. Rumah kita kan searah. Gue tunggu sampai lo baikan deh" Sarah tiba-tiba iba.

Intan juga mengakui telah berpacaran dengan Atan, dan sarah sangat shock mendengar cerita temannya itu.

Dia juga menunjukkan kissmark hasil karya Atan.

Sarah tidak berhenti minta ampun pada Tuhannya.

"Lo kumpul kebo sama atan?" Pekik sarah tertahan.

"Masa buat kek gini kumpul kebo sar? Lebay banget sih!" Ucap intan menunjukkan karya Atan yang lain di bukit kembarnya.

Sarah kembali komat kamit memohon ampun pada Tuhannya. Membuat intan terkekeh, dia suka sekali menggoda sarah.

"Gimana rasanya? Enak ya??" Tanya sarah dengan polosnya.

"Dasar, barusan nyebut. Sekarang penasaran!" Ledek intan.

"Hehe" Sarah justru terkekeh.

Intan tidak berani bercerita lebih jauh lagi tentang momen panas nya tadi.

Sampai hari mulai sore, kaki intan tak kunjung mau diajak berjalan.

"Gue telepon kak Indra ya biar dia yang jemput?" Saran sarah.

"Lo jangan ember ya. Gue juga masih cinta sama kak Indra" ucap intan.

"Tck! Sebenarnya gue ga rela kalo kakak gue sampai sakit hati gara-gara lo"

"Tapi .. Beres lah.. lo ga perlu khawatir. Oke!" Ucap Sarah.

"Iya gue paham, gue juga tau kak Indra gak cuma jalan sama gue. Dan sekarang gue ga ada bedanya sama dia" ucap intan.

Setengah jam menunggu, akhirnya indra datang dan menuju UKS.

"Beib!, kamu kenapa bisa jatuh sampai ga bisa jalan. Apa kata dokter?" Ucap indra khawatir.

"Kesandung beib, jatuhnya jauh banget sampai lecet nih" keluh intan pada pacarnya itu.

"Kamu pulang duluan aja. Nih uang naik ojek" ucap indra dengan mengulurkan uang dua lembaran merah.

"Maaciii kakak" ucap Sarah dibuat seimut mungkin.

"Dah sana pulanglah" titah indra.

"Iya.. iya.. ih, bawel banget" ketus Sarah.

Sarah pun beranjak pergi dari UKS dan memesan Go-Jek online.

"Kita ke kosan aku mau?" Ajak indra dengan menaikkan kedua alisnya.

"Boleh, gendong ya. Aku ga bisa jalan beib" rengek Intan.

Indra tersenyum dan menggendongnya dibelakang, intan tak henti-hentinya menggoda Indra dengan meniup niup tengkuk dan telinga indra.

"Kamu lagi pingin ya beib?" Ucap indra.

"Pingin apa?" Intan mengelak.

"Main?" ucap Indra.

"Dikit sih" ucap intan.

"Banyak juga gapapa sayang, masih aja malu-malu" goda Indra.

"Ah, beib awas!!" Pekik intan.

Bersambung...

Episodes
1 Tantangan
2 Balapan
3 Haikal cemburu
4 Janji Mama
5 Panas (18+ ga suka skip!)
6 Wolf Band
7 bukan suami istri
8 Demam
9 Ugal-ugalan
10 Backstreet
11 stalker
12 Rubah
13 pengakuan
14 pusat perhatian
15 jatuh
16 Intan
17 Ketua OSIS baru
18 Basket
19 Nadia
20 Nadia 2
21 Basket
22 basket II
23 menggoda
24 Dongeng
25 Balapan
26 gotong royong
27 ngantuk
28 Menempel
29 kondisi Atan
30 penghuni alam lain
31 pengganggu
32 kerjasama I
33 kerjasama II
34 kerjasama III
35 Nadia
36 penguntit
37 Berulah
38 saudara
39 Melly
40 Cabut Rumput
41 Adu jotos
42 grand opening cafe bintang
43 Berserakan
44 Ciuman
45 perjodohan
46 Rumor
47 Mantan
48 pingsan
49 Mangsa
50 Anggota Baru
51 party
52 battle
53 Koma
54 Si Ju-ki (TAMAT)
55 (season DUA) tempat tinggal baru
56 sakit kepala
57 Keluarga baru
58 Bima diganggu
59 Ulangan
60 sepedanya jadi dua
61 Sentuhan ajaib
62 Makan siang
63 Setitik ingatan
64 Kabur dari rumah
65 Belum siap nikah!
66 Nikah Sirri
67 Kebakaran!
68 Tamparan!
69 Kawin
70 Cemburu
71 Marahan tapi mau...
72 Dini hari
73 Balik
74 Cemburu Lagi
75 Ikut berkemah
76 Kerajaan Jin
77 sadar
78 Riuh kelas
79 Nadia Pingsan
80 Yunda Selingkuh
81 Pindah sekolah lagi
82 Dokter cantik
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Tantangan
2
Balapan
3
Haikal cemburu
4
Janji Mama
5
Panas (18+ ga suka skip!)
6
Wolf Band
7
bukan suami istri
8
Demam
9
Ugal-ugalan
10
Backstreet
11
stalker
12
Rubah
13
pengakuan
14
pusat perhatian
15
jatuh
16
Intan
17
Ketua OSIS baru
18
Basket
19
Nadia
20
Nadia 2
21
Basket
22
basket II
23
menggoda
24
Dongeng
25
Balapan
26
gotong royong
27
ngantuk
28
Menempel
29
kondisi Atan
30
penghuni alam lain
31
pengganggu
32
kerjasama I
33
kerjasama II
34
kerjasama III
35
Nadia
36
penguntit
37
Berulah
38
saudara
39
Melly
40
Cabut Rumput
41
Adu jotos
42
grand opening cafe bintang
43
Berserakan
44
Ciuman
45
perjodohan
46
Rumor
47
Mantan
48
pingsan
49
Mangsa
50
Anggota Baru
51
party
52
battle
53
Koma
54
Si Ju-ki (TAMAT)
55
(season DUA) tempat tinggal baru
56
sakit kepala
57
Keluarga baru
58
Bima diganggu
59
Ulangan
60
sepedanya jadi dua
61
Sentuhan ajaib
62
Makan siang
63
Setitik ingatan
64
Kabur dari rumah
65
Belum siap nikah!
66
Nikah Sirri
67
Kebakaran!
68
Tamparan!
69
Kawin
70
Cemburu
71
Marahan tapi mau...
72
Dini hari
73
Balik
74
Cemburu Lagi
75
Ikut berkemah
76
Kerajaan Jin
77
sadar
78
Riuh kelas
79
Nadia Pingsan
80
Yunda Selingkuh
81
Pindah sekolah lagi
82
Dokter cantik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!