"Enggak, baru dengar dia sebut nama Dirga" ucap Fahri.
"Ntah pacar dia yang keberapa, yang pasti pelaku yang buat Mira sampai hamil itu Dirga" jelas Atan.
"Gue ikut bersyukur tan, lo ga jadi dilabrak sama keluarga Mira " ucap Fahri.
"Kalau gue sampai dituduh sebelum ada bukti, gue p3ngg@l semua kepala keluarga Mira termasuk Mira juga" murka Atan.
"Gue jadi penasaran, gimana lo bisa main sama dia" ucap Aldo sangat penasaran.
"Dia agresif tapi lemah, Gue hajar tuh sampai ga bisa gerak, ga bisa jalan, sampai gue gedong dia ke UKS. Dia gak ada kapoknya nantangin gue"
"Tau apa yang bikin gue kesel? Dia mau gue sembur didalem! Gue nolak tapi seolah-olah dia ga denger, gue tahan bentar sampai dia keluar duluan. Lagipula aku sudah tidak bernafsu sama sekali, gue kerjain deh sampai hampir pingsan disisa sisa tenaga yang gue punya" terang Atan panjang lebar.
"Sekarang lo kalau mau taruhan selidiki dulu ri, kasian si Juki" ucap Aldo mencairkan suasana.
"Sorry deh juki, itu memang tantangan. Kalau lo ga salah lawan aja, gue siap bantu kok" ucap Fahri.
"Udah deh, kita pulang apa gimana? Gue pusing!" Sahut Atan.
"Nginep di kosan gue aja, udah larut banget" ajak Aldo.
Keduanya mengangguk setuju, mereka pun pergi meninggalkan rumah makan itu. Menuju kosan Aldo yang cukup jauh.
Namun setelah tiba malah begadang main Playstation. Dan berlanjut curhat soal Mira, Atan ogah namun Aldo terus memaksa.
Bahkan cerita dewasa ia khotbah kan, Aldo dengan antusias mendengarkan.
"Cukup woi!! Kalian benar-benar menodai telingaku yang suci ini!!" Pekik Fahri.
Fahri yang tidak tahan cerita dewasa itu memakai earphone dengan suara keras.
"Halaah.. kayak lo ga doyan aja" ledek Aldo.
"Shibal sekia !!" Umpat Fahri.
Aldo dan Atan menertawakan Fahri yang sebenarnya malu mendengar cerita vulgar. Membuat telinga Fahri semakin merah dan mereka berdua terus menggoda Fahri.
*****
Hari baru, sekolah baru, dan pelajaran baru. Atan and the geng bak berjalan di catwalk semua membelah saat ketiga nya lewat.
Di kelas IPA X-2 sudah banyak yang menyambut,
"hai, Atan!!"
Trio the wolf hanya tersenyum membalas sapaan mereka.
"Fahri juga ganteng!"
"Aldo juga ga kalah tampan kok, meskipun kadang otaknya kurang dari 99%"
Cewek-cewek berbisik dengan nada yang bisa didengar oleh telinga ketiganya, gelak tawa pun pecah.
"Pfft!!"
"Eh lo dibilang kurang dari 99%" ucap Atan.
"Macam-macam saja" Aldo jengkel.
"Assalamualaikum, selamat pagi semua" sapa Rudi guru mata pelajaran bahasa Indonesia.
"Wa'alaikumsalam, selamat pagi pak.." serempak seluruh kelas.
"Saya pak Rudi, wali kelas kalian untuk dua semester kedepan. Salam kenal semuanya"
"Iya pak Rudi" ucap Sarah mewakili seluruh kelas.
"Apakah sudah dibentuk struktur kelas?" Tanya Rudi.
"Belum pak" jawab sarah.
"Baiklah saya bantu, siapa yang kiranya pantas menjadi ketua kelas?" Ucap Rudi.
"Fahri?"
"Sarah!"
"Alya"
"Atan!"
"Baik, kita undi langsung dipapan. Ayo maju satu-satu kasih satu suara untuk satu orang" ucap Rudi.
Satu-persatu murid memberi satu garis disetiap nama dan hasilnya adalah, Fahri 12 garis, Alya 4 garis, sarah dan Atan masing-masing dua garis.
"Jadi fahri ketua kelas, Alya wakil, sarah sekretaris, Atan bendahara" ucap Rudi
"Ga cocok banget gue jadi bendahara" gumam Atan.
"Nah, sudah selesai. Kita mulai pelajaran kita hari ini" ucap Rudi mengawali pelajaran.
***
***
"Mira ga masuk ya?? Gak keliatan satu hari ini" tanya Aldo pada Atan.
"Jangan sebut nama itu" Atan kesal.
"Gue ga dapet kabar sih setelah malam itu, sengaja juga" sahut Fahri.
"Bagus deh, kita kemana nih? Masa pulang? Masih jam 1" ucap Aldo bingung.
"Main game di mall gimana?" Ajak Fahri.
"Boleh, lo bayar in??" Sahut Aldo.
"Huuufft"
"Gratis an mulu lo!" Geram Fahri.
Aldo hanya terkekeh, kemudian mereka bertiga pergi. Ditengah kota yang sedikit padat namun lancar, motor Atan ada yang menyenggol.
Atan ta terima, dan mengejar motor itu. Fahri dan Aldo mengikuti dibelakang Atan.
"Tck!, b@ngs@t! Edwin!!"
"Gue bakal bikin lo nyium aspal. Lihat aja!" Geram Atan.
Atan berhasil sejajar dengan motor Edwin tanpa menyenggol pengendara lain, Edwin panik dan hampir menabrak mobil box, banyak pengendara yang geram dengan ulah Edwin, pemuda itu juga hampir menabrak orang tua yang menyeberang jalan.
"Hei!! Dasar anak muda kurang ajar!!" Pekik salah satu pengendara mobil yang terkejut kaca spionnya hampir patah.
"Hei !. anak babi lo!!"
"Heiii!! Si@lan !"
" dasar anak muda meresahkan!!" Teriak salah satu pengendara lain .
Banyak motor yang di buatnya jatuh, dan mobil yang kena baret motor Edwin.
Edwin yang mengetahui dirinya akan jadi perkedel, memutar arah menuju markasnya.
Edwin cukup licik meskipun disebut sebagai ketua geng motor, karena pernah kalah berkelahi dengan Atan.
"Rubah Brengsek!!" Umpat Atan.
"Kemana tuh curut??" Ucap Aldo berhasil menyusul Atan.
"Dia kemarkas! Gimana? Ikuti??" Ucap Atan.
"Mau mati konyol lo dikeroyok!" Sahut Fahri.
"Mata lo ga liat gue hampir jadi geprek dijalan tadi!!" Bentak Atan.
"Sabar aja dulu. Kalau lo kesana sendiri pulang nanti tinggal nama" tutur Fahri.
"Bantuin lah" ucap Atan.
"Ogah, mereka licik! Anggotanya juga banyak. Kita cuma bertiga" terang Fahri.
"Iya bro kali ini gue setuju sama Fahri, kita balas nanti saja" sahut Aldo.
"Aaaggrh!!" Teriak Atan dan memukul tangki motornya karena kesal buruannya terlepas.
Ga ada rencana lain lagi selain pulang kerumah masing-masing. Pergi ke mall pun urung karena ulah Edwin, semua jadi hilang mood.
"Assalamualaikum!! Maaa!! Atan pulang!" Teriak atan setelah sampai rumah.
"Kelayapan kemana lagi? Sore baru sampai rumah? Papa mu tau habis kamu!" Ucap saras.
"Biasa ma, nongkrong di warung Padang" ucap Atan sambil mencium punggung tangan mamanya.
"Bisa ga sih kamu itu gak bohong sama mama" ucap saras.
"Terserah mama, Atan capek mau tidur!" Atan pun menuju kamarnya.
"Kamu ini dibilangin ya.. emang bagus ya kamu bohong terus sama mama. Atan! Hei! Dengar mama ngomong ga sih kamu!" Sara sampai berteriak karena Atan tak mau mendengarkan.
Tring!! Satu notif berbunyi.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments