Pagi itu di SMA Negeri 1 Xyz, Mira baru saja masuk gerbang sekolah dan mengirim pesan singkat.
Mira [Kamu di sana?]
Atan [Lapangan basket]
Mira pun menuju tempat Atan, Mira tak bisa menepati janji datang lebih awal karena semalam bertengkar dengan pacarnya.
"Maaf ya Atan, aku terlambat," ucap Mira sedikit terengah-engah karena berlari dari gerbang sekolah menuju lapangan cukup jauh, dia harus memutari dua gedung.
"Aku kira kakak ga mau menemui ku," ucap Atan sembari melangkah menuju tempat Mira berdiri.
Atan berjongkok dan menyatakan perasaannya, "Kakak mau jadi pacar aku?".
Mira terkejut, secepat itu Atan bergerak. Karena sudah jam enam lebih, tentu saja banyak yang sudah datang. Mereka yang tau langsung berbondong-bondong berkerumun menyaksikan dua sejoli di tengah lapangan itu.
"Kak!, tangan aku pegal," ucap Atan saat Mira tiba-tiba bengong sambil menatap apa yang ada ditangan Atan.
"Ah ii..iya, aku mau," ucap Mira gugup, dan menerima buket bunga mawar dan boneka teddy bear berwarna pink.
"Gercep banget!" seru Aldo.
"Macam kenal Atan sehari aja lo," sahut Fahri. Aldo pun tertawa.
"Mau dong kayak kak Mira."
"Kak Mira beruntung banget ditembak Atan."
Dan masih banyak lagi teriakan para siswi yang merasa iri, bahkan teman dan kakak kelas Mira pun iri, tidak sedikit di sekolah ini yang naksir sama ketua OSIS.
"Makasih kak," ucap Atan dan mencium jemari tangan Mira.
Sorak siswi tak terkendali, banyak siswi yang patah hati karena fansnya sudah punya pacar, dan masih banyak pula yang mendukung.
"Aku harus ke ruang OSIS, persiapan acara untuk hari ini. Selamat menikmati acaranya," pamit Mira, dia pun berlalu menjauh.
***
"Nih, kunci motor gue buat lo." Fahri melempar sebuah kunci motor yang dijanjikan sebelumnya.
"Thanks!" singkat Atan
"Pj dong, bro!" ucap Aldo dengan menaikkan kedua alisnya.
"Nanti malam ya, kita ke cafe langganan lo disamping sekolah ini, gue ajak Mira sekalian," ucap Atan.
"Lo paling mantap bro," Aldo merangkul Atan dan juga Fahri .
"Tunggu, bukannya lo belum putus sama anak SMP Xw itu ya?" tanya Fahri penasaran.
"Iya juga, gimana nasibnya cewek-cewek yang jadi taruhan selama ini?" sahut Aldo.
"Ya masih, semua cewek cantik yang lo buat taruhan masih berlanjut sama gue, ada beberapa yang udah gue unboxing juga," jujur Atan tanpa ada rasa bersalah.
Plak !!!
Fahri memukul kepala Atan.
"Aaoch! Sakit, Ri!" Atan meringis kepalanya kena tempeleng.
"Lo kelewat banget sampe di unboxing!" geram Fahri
"Lo ga ajak gue sih bro. Lo emang bang_sat!" umpat Aldo.
"Lo juga dirty banget punya otak," ucap Fahri pada Aldo.
"Mereka yang maksa kok," jawab Atan acuh.
"Trus lo mau aja gitu, ih!" Fahri jengkel.
"Dapat rejeki ya harus bersyukur lah, masa ditolak. Kalau mau ayo deh gue kasih atu," ucap Atan santai.
"Gue mau dong, Tan. hm.. hm.." sahut Aldo menaik turunkan alisnya.
"Dirty lo pada, ck.. gimana kalau para cewek-cewek itu bun_ting??" ucap Fahri sedikit khawatir, ia khawatir sahabatnya tertimpa masalah.
"Oon banget lo, pake peng_aman lah!" jawab Aldo.
"Gue si ga pake," sahut Atan.
"Pinter banget kalian masalah begituan, kayak bukan anak baru masuk SMA. Udahlah, ngapain bahas gituan kita kumpul sama yang lain yuk," ajak Fahri.
"Eh, itu Atan and the geng!"
"Cakep banget!!"
"Gue mau sama Atan!!"
"Gue juga mau!!"
"Gue sih suka si Fahri, alim-alim brandal gitu,"
"Gue suka Aldo! Senyumnya manis, kyaaa!!"
Banyak bisik dan jeritan tertahan saat Trio Wolf berkumpul dan langsung saja membuat kehebohan.
Atan tidak peduli, dia hanya memandangi gadisnya yang salah tingkah saat manik mata mereka bertemu.
Atan tersenyum smirk namum mempesona di mata gadis-gadis, jeritan di samping Atan membuat Fahri dan Aldo harus menutup telinga.
"Woi, berhenti tebar pesona, kuping gue sakit!" ucap Fahri.
"Jeritan surga bagi dia ma men, gue suka-suka aja, fans gue lumayan banyak juga, hihi." Aldo pun terkena virus narsis dari Atan.
"Huuufft...!"
Fahri memutar bola matanya malas.
***
Ditengah-tengah Games berlangsung, Atan tiba-tiba ngilang dari sisi Fahri dan Aldo.
"Mana tuh anak, main ilang aja!" Aldo celingak-celinguk, namun tak menemukan Atan.
"Paling ke toilet" kata Fahri.
Aldo mencebikkan bibi dan mengangkat kedua bahunya.
Sedangkan Atan sudah bercumbu dengan Mira di gudang olahraga, entah siapa yang memulai lebih dulu. Namun, keduanya sudah saling menempel satu sama lain.
Atan tidak menduga jika Mira pandai beraksi, bahkan tangan Mira menuntun tangan Atan merem_as bongkahan besar di dadanya.
Atan sengaja diam saja, ingin tahu bagaimana reaksi Mira, tak disangka-sangka gadis yang ditembaknya tadi pagi sangat agresif.
Suasana semakin panas.
'Sial, my juki..' batin Atan resah.
Mira menikmati permainan tangan Atan, Atan pun terduduk dan Mira juga terduduk di pangkuan Atan.
Mira sangat menikmatinya, tiba-tiba Atan berhenti, "kenapa honey??" bisik Mira di telinga Atan.
"Bisa ga sih, suara kamu di silent aja, kamu membuat milikku tersiksa di sana," Atan melihat bagian bawahnya.
Mira yang duduk di atas paha Atan dengan rok yang tersibak itu bisa merasakan miliknya mengeras.
Tanpa bertanya Mira menunduk dan dicarinya sesuatu yang menonjol itu. Saat dia berhasil menemukannya, "oh, my God!!" pekik Mira tertahan.
Dia menatap mata Atan, "bolehkah??" tanya Mira dengan raut wajah mupengnya. Atan pura-pura malu dan menutup wajahnya dengan satu lengan. Dan satu tangan lainnya menumpu tubuhnya.
'Ini benar-benar berlian!' batin Mira senang plus sangat puas walaupun hanya dilihat saja.
Atan melotot melihat Mira melahap si juki dengan ganas, seakan kelaparan melandanya.
Atan tak kuasa menahan hasratnya, lama sekali Mira bermain, yang kemudian dia sendiri sudah tidak tahan untuk permainan yang sesungguhnya.
"Siap?" Mira menatap wajah sang pacar sudah seperti tomat, Mira tersenyum puas melihatnya, Atan pun mengangguk.
Mira bergoyang bak Inul Daratista di atas panggung. Atan meraih pinggang Mira dan membuat gadis itu membelakanginya, membuat Mira bergetar.
'Ugh sial, ini gak benar tapi aku terpancing juga,' batin Atan kecewa namun juga enak di saat bersamaan.
Atan memeluk mira dari belakang, dan menutup roknya yang tersibak.
"Makasih, honey." bisik Atan di belakang telinga Mira, ia pun menoleh ke belakang dan berkata "ILOVEYOU, Honey."
"Love you too," singkat Atan.
Mira berdiri dengan susah payah karena tubuhnya bergetar.
"Kamu sampai gemetar, sini aku bantu." ucap Atan.
"Makasih," ucap Mira dan mencium bibir Atan sekilas. Atan pun tersenyum.
"Antar aku ke UKS ya?" pinta Mira.
Atan pun menggendong Mira ala bridal style menuju UKS.
"Loh, Ketos kenapa?" tanya Dokter penjaga UKS.
"Saya terpeleset, Miss. Untung saja Atan lewat dan bantu saya," dusta Mira.
'Waw, licin sekali mulutnya,' batin Atan.
"Terimakasih, sudah bantu aku, kamu kembalilah ke yang lainnya," ucap Mira. Atan pun mengangguk, sebelum keluar ruangan ia mengusap pipi pacarnya lembut, membuat Mira sangat nyaman.
'Dia sampai bergetar hebat setelah begituan?, gadis itu sangat nakal. Gue jadi penasaran akan sesuatu,' batin Atan.
"Hoi bangke!! Ngilang kemana lo sampai satu jam!"
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Iris
Dicarinya sesuatu yang menonjol apa kakak /Awkward/
2025-03-14
1
Ejaa 💤
Alamak, kek paket aja kak di unboxing🤭
2025-03-27
0
Ejaa 💤
Fahri anak gue kak 😭 🤭
2025-03-27
0