pengakuan

"Ibu Fatimah dan pak Budi jangan khawatir, saya antar ketempat kak Mira" ucap Atan dengan sopan

"Terimakasih, kami memang merindukannya. Jarang sekali telepon, karena kami memang tidak membekalinya ponsel seperti anak lain" ucap Fatimah yang iba pada putrinya.

'banyak sekali kebohongan yang dikirim Mira kepada orang tua sebaik mereka' batin Atan iba.

Mira anak dari desa dan sangat berprestasi dikampung nya, bisa bersekolah ditempat Atan adalah karena beasiswa yang susah payah dia dapat. Orang tuanya juga tidak pernah mengirim uang, justru Mira lah yang senantiasa kirim uang setiap bulan dengan berdalih kerja part time dibanyak tempat.

Padahal cuma disatu tempat yaitu di sebuah ruko cafe karaoke, dan juga Dirga yang menjatah uang jajan bulanannya. Karena cukup banyak bagi seorang Mira, dia bisa membagikannya untuk dirumah.

Setidaknya itu info yang Aldo dapat,

Dan rencana berhasil, Mira masuk perangkap. Dan sekarang sudah dirumah Aldo.

Keduanya malas menanggapi keluh kesah hidupnya yang berantakan karena ulah dia sendiri.

Atan sudah dibelakang ketiga orang tersebut, Mira terus bercerita. Fahri dan Aldo belum sempat bertanya tentang kehamilannya justru mengaku sendiri.

"Sebenarnya gue suka sama Dirga, masih sayang banget. Karena dia gak mau tanggung jawab dan dia tidak menginginkan kehidupan dalam perutku. Dia kasih aku uang yang sangat banyak untuk menggugurkannya, karena aku tidak ingin membunuh anakku. Uang tersebut aku kirim ke emak sama bapak ku dikampung"

"Astaga, jadi lo??" Aldo terkejut seolah-olah benar-benar kaget.

"Bagaimana dengan Atan" ucap Fahri.

"Ada sisi lain yang aku suka, aku tidak akan kasih tau itu cukup memalukan. Jika Dirga tidak mau bersama ku, biarlah aku hidup sendiri dengannya" terang Mira sambil mengusap perutnya yang masih datar.

Meskipun sudah berjalan 3 bulan, perut Mira belum kelihatan. Satu bulan lagi akan terlihat buncitnya terbentuk.

Tiga orang dibelakang Mira geram. Atan yang sudah mengetahui fakta tersebut diam saja. Karena mira sebentar lagi akan diseret pulang paksa oleh orang tuanya.

Atan tidak cerita tentang kehamilan putrinya, namun sangat tidak disangka keduanya mendengarnya sendiri dari mulut Mira dengan mudahnya.

"Mirae!" Seru Budi dengan nada tinggi. Ayah Mira.

"Bapak??.. sejak kapan kalian disana?" Mira terkejut, badannya bergetar hebat. Untuk berdiri saja seakan tidak sanggup.

"Padahal bapak sama ibu kangen sama Kamu, ingin buat kejutan. Malah bapak sama ibu yang terkejut!" Ucap Budi dingin. Ingin rasanya budi menampar putri kesayangannya itu, dia yang selalu dibanggakan olehnya dan orang-orang dikampung nya ternyata seperti itu yang diperbuatnya.

Mira tertunduk malu, airmatanya tak berhenti mengalir.

"Maaf pak, bu. Mira bersalah. Mira sudah berdosa, hiks!" Sesal Mira.

"Plak!!" Satu tamparan benar mendarat dengan sempurna.

"Nasi sudah jadi bubur, hari ini juga kita pulang. Tapi bapak mau ketemu sama orang yang sudah menghamili mu!" Ucap Budi.

Mira mengusap pipinya yang panas dengan tangan bergetar hebat. Seumur hidup ia tidak pernah dipukul orang tuanya.

"Tapi dia gak mungkin akan mengakuinya, dia sudah kasih uang untuk aborsi. Aku setuju untuk langsung pulang saja" ucap Mira lirih.

Fatimah yang tak kuasa menahan kesedihannya pun jatuh pingsan.

"Bu Fatimah!!" Seru Atan. Dia pun merebahkannya di sofa.

"Astaghfirullah, ya Allah.. cobaan apa ini!?" Keluh Budi pada Tuhan yang memberikannya kehidupan.

"Ibu sama bapak tinggal disini kosan mama saya boleh kok sampai hari kelahiran bayi Mira, jika Mira tidak sanggup menjaga anaknya yang belum ada calon ayahnya, ada yang bersedia mengadopsinya. Ada orang tua kaya yang sudah lama menginginkan anak namun belum diberikan keturunan, beliau bisa merawatnya seperti anak sendiri" ucap Aldo panjang lebar.

"Bapak sama ibu memang akan malu jika Mira hamil tanpa suami, tapi tetap saja itu cucuku" ucap Budi dilema.

"Saya cuma menyarankan saja pak, saya tau kondisi kalian dan saya bersedia bantu sampai bayinya lahir saja" ucap Aldo.

"Terimakasih nak, kamu baik sekali. Kalau begitu bapak mau terima niat baikmu itu, bapak sama ibu cuma kuli dikampung kehidupan kami pas-pasan" keluh Budi.

"Mari saya antar kelokasi, agak jauh soalnya dikota sebelah. Disana sama cuacanya panas, tapi ada kipas kok" ucap Aldo.

Merekapun pergi bersama, Mira dan orang tuanya. Aldo dan dua teman lainnya.

Jaraknya cukup jauh jika jalanan lancar saja memakan waktu 4 jam. Sekarang macet banget, Fatimah yang tidak bisa berkendara jauh pun mabuk darat.

"Sabar ya bu Fatimah, tinggal satu jam lagi sampai" ucap Aldo yang tengah mengemudi.

"Iya nak.." balas Fatimah dengan suara lemah. Padahal tidak ada apapun yang keluar, karena wanita itu belum makan apapun.

Setelah satu jam, akhirnya sampai dilokasi. Kost khusus keluarga. Dan diatas untuk pelajar dan mahasiswa.

"Bagaimana kami akan membayar tempat mewah ini Aldo" ucap Fatimah.

"Kalian bisa bantu bersih-bersih kok, lumayan ada gaji juga kalau mau" jawab Aldo.

"Terimakasih nak, sudah membantu keluarga kami" ucap Budi.

"Sama-sama pak"

"Nah, bapak ibu dan Mira bisa tinggal dikamar ujung sana. Itu satu-satunya yang luar ada dua ruangan dengan kamar mandi dalam. Dapur nya disitu. Nanti ada yang mengarahkan namanya Bu Agnes dia yang bertanggung jawab dengan kostsan" terang Aldo.

"Gimana? Nyaman??" Tanya Aldo saat membawa mereka masuk ruangan tersebut. Mereka berdua manggut-manggut dan banyak sekali bilang terima kasih.

Tidak dengan Mira ia diam saja, dia sangat malu. Sampai tidak bisa mengatakan apapun.

Ruangan itu sebenarnya kamar Aldo kalau nanti sudah bisa menghendel sendiri.

Disana sudah ada kamera pengintai mini. Aldo bisa mengawasi dari jauh dan agnes siap ditugaskan.

Orang tua Aldo hampir jarang berada dirumah, karena disibukkan dengan membangun kost dan kontrakan dibanyak kota.

Bahkan villa di pedesaan, dan usahanya semakin sukses.

Mediana dan Jefri Barreto yang asli orang Amerika, mereka menikah disana namun hingga merantau di Indonesia, sampi Aldo lahir. Merekapun menetapkan disini dan membuat banyak tempat usaha.

Mereka Sangat memanjakan anak-anaknya, aldo anak kedua dari dua bersaudara. Lusiana kakak Aldo ada di Belanda sudah berkeluarga dengan orang sana, Aldo juga tidak dekat dengan kakak perempuannya.

Alasan Aldo kesepian karena mama papanya sibuk bekerja. Paling cepat seminggu sekali mereka akan pulang.

Bersambung....

Episodes
1 Tantangan
2 Balapan
3 Haikal cemburu
4 Janji Mama
5 Panas (18+ ga suka skip!)
6 Wolf Band
7 bukan suami istri
8 Demam
9 Ugal-ugalan
10 Backstreet
11 stalker
12 Rubah
13 pengakuan
14 pusat perhatian
15 jatuh
16 Intan
17 Ketua OSIS baru
18 Basket
19 Nadia
20 Nadia 2
21 Basket
22 basket II
23 menggoda
24 Dongeng
25 Balapan
26 gotong royong
27 ngantuk
28 Menempel
29 kondisi Atan
30 penghuni alam lain
31 pengganggu
32 kerjasama I
33 kerjasama II
34 kerjasama III
35 Nadia
36 penguntit
37 Berulah
38 saudara
39 Melly
40 Cabut Rumput
41 Adu jotos
42 grand opening cafe bintang
43 Berserakan
44 Ciuman
45 perjodohan
46 Rumor
47 Mantan
48 pingsan
49 Mangsa
50 Anggota Baru
51 party
52 battle
53 Koma
54 Si Ju-ki (TAMAT)
55 (season DUA) tempat tinggal baru
56 sakit kepala
57 Keluarga baru
58 Bima diganggu
59 Ulangan
60 sepedanya jadi dua
61 Sentuhan ajaib
62 Makan siang
63 Setitik ingatan
64 Kabur dari rumah
65 Belum siap nikah!
66 Nikah Sirri
67 Kebakaran!
68 Tamparan!
69 Kawin
70 Cemburu
71 Marahan tapi mau...
72 Dini hari
73 Balik
74 Cemburu Lagi
75 Ikut berkemah
76 Kerajaan Jin
77 sadar
78 Riuh kelas
79 Nadia Pingsan
80 Yunda Selingkuh
81 Pindah sekolah lagi
82 Dokter cantik
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Tantangan
2
Balapan
3
Haikal cemburu
4
Janji Mama
5
Panas (18+ ga suka skip!)
6
Wolf Band
7
bukan suami istri
8
Demam
9
Ugal-ugalan
10
Backstreet
11
stalker
12
Rubah
13
pengakuan
14
pusat perhatian
15
jatuh
16
Intan
17
Ketua OSIS baru
18
Basket
19
Nadia
20
Nadia 2
21
Basket
22
basket II
23
menggoda
24
Dongeng
25
Balapan
26
gotong royong
27
ngantuk
28
Menempel
29
kondisi Atan
30
penghuni alam lain
31
pengganggu
32
kerjasama I
33
kerjasama II
34
kerjasama III
35
Nadia
36
penguntit
37
Berulah
38
saudara
39
Melly
40
Cabut Rumput
41
Adu jotos
42
grand opening cafe bintang
43
Berserakan
44
Ciuman
45
perjodohan
46
Rumor
47
Mantan
48
pingsan
49
Mangsa
50
Anggota Baru
51
party
52
battle
53
Koma
54
Si Ju-ki (TAMAT)
55
(season DUA) tempat tinggal baru
56
sakit kepala
57
Keluarga baru
58
Bima diganggu
59
Ulangan
60
sepedanya jadi dua
61
Sentuhan ajaib
62
Makan siang
63
Setitik ingatan
64
Kabur dari rumah
65
Belum siap nikah!
66
Nikah Sirri
67
Kebakaran!
68
Tamparan!
69
Kawin
70
Cemburu
71
Marahan tapi mau...
72
Dini hari
73
Balik
74
Cemburu Lagi
75
Ikut berkemah
76
Kerajaan Jin
77
sadar
78
Riuh kelas
79
Nadia Pingsan
80
Yunda Selingkuh
81
Pindah sekolah lagi
82
Dokter cantik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!