"Hoi bangke!! Ngilang ke mana lo sampai satu jam!" sentak Aldo.
Atan tak menjawab malah tersenyum dan menaik turunkan alisnya.
"Wah, kayaknya ada yang dapet rejeki nomplok nih," goda Fahri.
"Gue ketiban berlian segini," jawab Atan dan membuat lingkaran besar di dadanya.
"Waw, sebesar itu!?" kagum Aldo.
"Cepet banget, abis resmi pacaran langsung ngecas!" sahut Fahri.
"Ternyata dia sudah pro guys," ucap Atan sedih namun senang bersamaan.
"Gue jadi takut nih," ujar Fahri.
"Takut apaan?" tanya Aldo.
"Takut ga ke bagian yang masih segel, kalo nikah nanti," ucap Fahri khawatir.
"Umat kita lebih sedikit Ri, tenang aja ntar gue cobain dulu deh, dia masih segel apa enggak!" ucap Aldo blak-blakan.
Plak!!
Fahri memukul kepala Aldo.
"Aduh, sakit!" rengek Aldo.
"Lo kira sempak dicoba dulu!" sahut Atan sedikit terkekeh.
"Oh iya, kenapa lo balik sendiri sih? Ketos mana?" tnya Fahri.
"Di UKS." jawab Atan.
"Lo apain anak orang sampai masuk UKS!?" Fahri dan Aldo kompak.
"Hiiih, lo ngapain ikutan bilang gitu!" Aldo menyenggol lengan Fahri.
"Lo juga!" Fahri tak terima, dia mendorong Aldo dengan sikunya juga.
"Cerita gak nih?" sahut Atan melerai keduanya tengah beradu siku. Sontak Aldo dan Fahri mengangguk antusias.
"Dia yang mulai dulu, gue stay bodoh aja. Ga nyangka minta dihajar," terang Atan.
"Yang bener?, berarti dia cewe nakal dong, sama kek elu!" ucap Fahri.
"Sepertinya gitu," jawab Atan.
"Dosa ga sih?" Aldo polos.
"Ya iya lah go block!!" umpat Fahri geram, dan menendang betis Aldo.
"Aduh!, gak usah gitu napa sih!" Aldo heran, ia sedikit meringis karena ulah Fahri.
"Kan bukan gue yang mulai, anggap saja halal, hihi.." kekeh Atan ngawur.
"Ini lagi, teman sesat lo pada," ucap Fahri.
"Bwahahaha, sesat??"
"Sesaat-sesat gini lo mau berkawan dengan kita. Ya gak, Tan?" ucap Aldo dengan tertawa recehnya.
"Iya, lo seneng kan... ngaku aja!" ucap Atan merangkul leher Fahri.
"Masa bodo lah," Fahri pasrah.
"Jawaban macam apa itu?" Aldo bingung. Atan pun kembali tertawa bersama dua teman lainnya.
"Eh, lo abis berantem apa gimana?" tanya Fahri dengan suara lirih.
"Bukan," singkat Atan
"Apa jangan-jangan Bokap lo?" sahut Aldo.
"Hmm.." santai Atan.
"Udah Do jangan bahas itu, Atan ga nyaman tuh," ucap Fahri.
"Kan lo duluan tadi yang kepo," kesal Aldo.
"Iya juga sih, sorry Tan. Gue tau lo ga suka bahas ini," ucap Fahri sedikit sesal.
"Huff... Gapapa, gue bakal buat lagi lain kali," ucap Atan.
"Dasar, ga sayang badan!" Ledek Fahri.
Satu meja jadi canggung karena pembahasan yang gak penting menurut Atan.
"Seru sekali kalian, bahas apa sih," salah satu OSIS cewek mendekat.
"Eh, kak Dian.. sini kak gabung sama kita," sahut Fahri tiba-tiba antusias, diam-diam Fahri menaruh hati pada gadis itu, dia cantik bertubuh mungil, ramping, seragam panjang menutupi seluruh auratnya.
"Modus," gumam Aldo.
Fahri menyiku Aldo, dan berkata "Diem lo!"
"Aku ganggu kalian ya?" ucap Dian.
"Enggak Kak, kita santai aja becanda antar cowok-cowok," ucap Fahri.
"Nanti pensi ikut ga? Biar aku list dari sekarang." ucap Dian dan menunjukan daftar peserta yang ikut.
"Kak Dian sekertaris ya," ucap Fahri basa basi padahal sudah tau.
"Iya, kenapa? Mau iku?" ucap gadis itu lembut. Ketiga Trio Wolf itupun hampir melting.
"Bisa ga tulis nama ku, Fahri ganteng," ucap Fahri dengan percaya diri yang berlebih.
Dian berhenti menulis di bagian 'gant' dan tersenyum manis.
"Hahaha, kamu lucu sekali Fahri. Aku lanjutin deh, sayang kalo dicoret-coret," ucap Dian dan melanjutkan tulisannya.
"Sudah kan, Fahri ganteng?" goda Dian dan menunjukkan tulisan itu di depan wajah Fahri, dengan berjinjit karena Fahri cukup tinggi.
"Aduh, gemes banget, jantung guee..." ucap Fahri meleyot.
"Sa ae lo juki," sahut Aldo.
"Ssstt!!"
"Juki itu punya Atan, jangan bawa-bawa, iyyuuh." ucap Fahri kesal.
Dian tertawa, menutup tawanya dengan punggung tangan yang mengapit pena.
"Dia memang imut kalau lagi tidur," bisik Atan pada Aldo.
Aldo manggut-manggut.
Fahri yang mendengar bisikan keduanya menginjak kaki Atan.
"Argh!!" pekik Atan.
"Kok gitu? Kenapa?" ucap Dian.
"Gapapa kak, hehe..." Fahri cengengesan.
"Ini tiga orang main musik dan nyanyi?" Dian memastikan, Fahri mengangguk.
"Kalau gitu aku cari peserta lagi ya, byeee..." Dian pun beranjak dengan langkah kecil.
"Imutnya..." ucap trio wolf bersamaan. Yang kemudian mereka saling pandang dan tertawa bersama.
"Jangan sentuh Dian, dia punya gue!" peringat Fahri.
"Iya.. iya.. tenang aja. Selama lo jodoh- jodohin gue, gue gak akan usik milik lo," ucap Atan.
"Trus lo ga jatuh cinta gitu sama mereka, yang selama ini gue taruhkan ke elo?" tanya Fahri.
"Gue biasa aja sih, ga ada rasa apa-apa. Gue menikmati perlakuan mereka ke gue, sejauh ini cuma karena nafsu semata," ucap Atan datar.
"Gue nih yang belum dapet jodoh," keluh Aldo.
"Ck, selera lo di luar nalar. Makannya gak dapet-dapet," ucap Fahri.
"Iya, lo sukanya sama Tante-tante, nyokap gue pernah di godain. Dasar sakit!" sahut Atan.
"Iya sih, parah lo Do, Umma juga pernah digodain setan satu ini!" ucap Fahri yang kemudian menendang bokong Aldo.
Mereka tak henti bergurau, Aldo jadi sasaran bully keduanya pun melarikan diri. Fahri memang tidak suka bermain dengan wanita, dan alkohol. Namun dirinya suka bertaruh dan yang berbau perjudian, jadi menurutnya dia gak sebersih dan sesuci itu.
Fahri diam-diam juga sering ikut berjudi, tentu saja dengan Atan dan Aldo.
Saat itu Fahri baru masuk kelas tiga SMP, dan diikuti abinya. Disitu lah tragedi besar menimpa Fahri, Fahri dihajar habis-habisan. Membuat sang Ummanya menangis tak henti-henti.
Atan dan Aldo hendak menolong, namun Fahri menahan keduanya agar tidak ikut campur.
Aldo sampai menitihkan air mata untuk Fahri. Dan Atan menepuk pundak sahabatnya itu, Atan juga tak bisa bertindak sesuka hatinya.
Pernah sekali Atan kena hantam tinju Abahnya karena hendak menolong, namun setelah itu Fahri merasa bersalah dan tidak ingin Atan atau Aldo membelanya.
Sejak saat itu Fahri tidak pernah datang untuk berjudi, karena jaman semakin canggih. Sekarang berjudi bisa dilakukan dengan cara online.
Meskipun Atan dan Aldo berandalan, mereka sangat menghormati orang yang lebih tua dan sering melakukan kegiatan bakti sosial.
Itulah yang membuat Fahri mau berteman dengan mereka.
"Ayo kita sambut peserta selanjutnya!! 'The Wolf' band!!!" Mc sudah memanggil nama band Atan and the geng.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Iris
dia sudah pro guys /Facepalm//Facepalm/
2025-03-14
1
Maylani NR
pada somplak semua 🥴
2025-03-16
1