"Tring!" Satu notif muncul dari Mira.
Mira -[Atan, aku mau kita ketemu]-
Tring! Tring! Tring!
Maya SMP -[sayang, kok kamu jadi cuek sama aku]-
Tria SMK -[kenapa jarang baca chat aku sih!]-
Melli SMP -[kamu jadi jarang kerumah ku yang??]-
"Duh berisik banget" Gumam Atan saat Matanya mulai terpejam, namun urung karena banyak sekali chat yang masuk.
'cewek brengsek semua lagi' umpat Atan dalam hati.
"Eh, gak juga. Ada Fitria yang masih bersih" ucap Atan pada dirinya sendiri.
Atan tidak pernah serius dalam berhubungan, apalagi mereka yang hasil taruhan fahri.
Atan hanya main-main dan terjerumus pergaulan bebas saat masih diSMP kelas 9.
Akhirnya Atan tidak jadi tidur, malah keasyikan chat dengan gadis-gadis tadi.
Namun Atan mengabaikan satu chat milik Mira.
Hatinya sangat dongkol jika mengingat akan dijebak.
Banyak sekali gadis itu mengirim pesan dan Miss call. Tetap tidak dihiraukan olehnya.
'mending ketemu sama Tria, dia belum bisa ku sentuh sampai sana' batin Atan dengan senyum smirk.
Atan -[kita ketemu dimana?]-
Tria -[taman dekat rumah ku aja]-
Atan -[oke, tunggu disana beb. Aku berangkat sekarang]-
Atan pun mandi ala burung, pakai kaos putih Hem kotak dan celana jeans abu-abu.
"Mau kemana tan?" Tanya Ahmad.
"Main pa" jawab Atan dengan membenarkan lengan bajunya.
"Kamu tuh main mulu, bantuin papa kek ngajar anak-anak" ucap mamad.
"Tunggu Atan dapat hidayah pa, nanti Atan bantu" ucap Atan.
"dasar bandel!" Geram Mamad kemudian berlalu menuju kelas dia mengajar.
Atan hanya mengedikkan bahunya, sudah biasa seperti itu. Bila papanya meminta bantuan Atan akan menolak dengan alasan belum dapat hidayah.
"Tan, mau kemana??" Tanya saras.
"Main ma, biar ga malam-malam nanti pulangnya" jawab Atan.
"Ehm, kamu ada tabungan?? Mama pinjem dong buat bayar arisan" ucap saras sedikit berbisik.
"Uang atan udah diambil mama kan waktu itu, Atan mana ada duit lagi" ucap Atan malas.
"Minta sama papa, atan berangkat dulu. Assalamualaikum" ucap atan sedikit berteriak.
"Loh, tan.. Atan!!, dasar ya anak satu itu" teriak saras , namun Atan sama sekali tidak menoleh.
'terpaksa nih minta sama papa' batin saras pasrah.
***
"Hai beb, lama ya?" Ucap Atan dengan raut wajah dibuat menyesal, karena Ria harus menunggu setengah jam lebih.
"Lumayan beb, kenapa lama? Pasti kena omel papa mama kamu" tebak Ria
"Hehe, biasa lah. Mereka belum ngijinin aku pacaran. Tapi tetep aku datangi kamu" ucap Atan
"Mau bagaimana lagi, kita kan senasib ya hanya bisa back street" pasrah Ria. Atan tersenyum sambil mengusap punggung tangan gadis itu.
"Udah makan belum?" Tanya Atan.
"Sudah kok, kamu lapar?" Ucap ria
"Enggak juga, sore tadi makan sama temen-temen masih kenyang" ucap Atan.
"Jalan-jalan yuk"ajak Ria. Dia gugup jika harus berhadapan dengan Atan, apalagi dengan usapan tangan Atan ditaman yang sunyi itu.
Atanpun mengangguk saja, Ria gadis paling suci yang ditemui Atan. Bahkan Atan hanya mampu mencium pipi saja.
Atan takjub, namun cinta tak kunjung tumbuh dalam hatinya untuk Ria.
Keduanya berjalan sangat pelan, menikmati pemandangan malam ditaman itu, ada air mancur dengan hiasan lampu warna warni, seolah air itu mengeluarkan cahaya seperti pelangi.
Mereka pun berada didalam pancuran air itu selama satu menit. Satu menit berikutnya air mati. Satu menit lagi air kembali muncul, Atan menggenggam tangan Ria.
"Bolehkah??" Atan meminta izin untuk mencium b!b!r. Ria akhirnya menggangguk setelah lebih dari 6 bulan pacaran.
Cup!
Atan mencium bibir Ria dengan lembut, atan merasakan kegugupan Ria. Tangan gadis itu mencengkram dengan kuat.
"Ini first kiss kamu?" Tanya Atan. Ria mengangguk malu.
"Terimakasih, aku sayang sama kamu beb" ucap Atan. Kemudian mencium keningnya dengan mesra.
Tak ada yang tau dibalik tirai air mancur itu, setelah air mati beberapa saat, sudah banyak orang yang datang dengan pasangannya masing-masing.
Ada juga keluarga kecil menggelar alas dengan beberapa Snack yang dibawanya.
Kling kling kling!
Kling kling kling! Satu. Video call dari teman-temannya.
"Bentar, temen aku telepon" ucap Atan. Ria mengangguk.
``lo dimana itu?`` tanya Aldo.
``ditaman komplek kenanga. Kenapa??``ucap Atan.
``kita mau ajak lo ngamen``sahut Fahri dengan menunjukkan gitar dipunggungnya.
``disini aja rame``sahut Ria tiba-tiba muncul dilayar.
``astaga!! Kaget gue`` Aldo terkejut.
``oke, kita susul kesana. Dan jangan mesum ya kalian`` ancam Fahri.
``enak aja!!`` Ria melotot tidak terima.
"Temen kamu semuanya usil, yang lebih parahnya itu Aldo" ucap Ria.
``awas Ria ntar kamu digigit sama juki!`` ucap Fahri
"Hey... Kenapa bawa-bawa juki segala!" Sewot Atan.
"Siapa juki?" Ria penasaran.
``juki itu...`` belum Aldo selesai dengan kata-kata nya atan menutup teleponnya lebih dulu.
"Mereka memang begitu, jangan terlalu benci ntar kamu jatuh cinta sama salah satu dari mereka" sungut Atan.
"Hei.. jangan cemburu gitu, aku sayangnya cuma sama kamu" ucap Ria menghibur Atan.
"Hmm.. iya lah" jutek Atan
"Ih..! Masih ngambek aja kaya bocah" ledek Ria.
"Bweee.." Atan meledak dengan menjulurkan lidahnya.
"Kamu rese banget sih beb" ucap Ria.
"ikut nyanyi ya? Kayak waktu itu" ajak Atan dengan senyum manisnya. Siapapun yang melihatnya pasti jatuh hati.
Ria tersenyum serupa dan mengangguk antusias, Ria tau uang hasil mengamen itu akan dibawa kemana.
*Sesampainya Aldo dan Fahri di lokasi mereka bersiap dengan sound kecil. Tempat duduk portabel dan alat musik mereka "gitar"
"lo yang nyanyi sama Ria. Kita yang main musik" pinta Fahri.
"Oke saja" ucap Atan.
Banyak sekali orang-orang yang berkerumun menyaksikan penampilan mereka, karena taman kenanga belum pernah ada yang bermain musik.
"Hallo semuanya, selamat malam. Kita adalah "d'wolf' akan menghibur pengunjung taman ini dengan musik dan kalian bisa request lagu apapun" ucap Atan.
Banyak lagu yang dinyanyikan, bahkan lagu anak-anak, karena bukan cuma orang dewasa dan remaja. Anak-anak juga tidak kalah banyak.
Dan lagu terakhir untuk penutupan,
Satu orang maju dan membisikkan satu lagu.
"Baiklah, request dari kakaknya Satu Rasa Cinta"
"Tu . Wa . Ga . Pat!!"
Atan "Jangan tanya bagaimana esok
Ku tak ingin menerka perasaan ini
Yang kutahu, hari ini ku mencintaimu
Yang kutahu, ku sangat menyayangimu"
Tria "Biarlah semua berlalu
Jalani seperti apa adanya
Bunga 'kan mekar meski kemarau melanda
Bunga 'kan mekar meski kemarau melanda"
Atan "Bukan ku ingin memastikan
Akulah cinta sejatimu
Yakinkan hatimu
Akulah takdir yang engkau nantikan"
Tria "Ku ingin kau merasa tent'ram
Biarlah berada di sampingku
Kar'na diriku sangat menyayangimu"
Atan dan tria "Ku akan membuktikan cinta di hatimu
Satu rasa menggapai bahagia"
Atan "Kupinang dirimu s'bagai teman hidupku
Berjanjilah, Kasih, setia bersamaku"
Prok prok prok!! Tepuk tangan meriah ditengah taman berhiaskan air mancur warna warni, sungguh indah.
"Terimakasih telah mendengar dan menyisihkan uang kalian, kami janji akan menggunakannya dengan bijak, dan kita akan datang lagi Minggu depan bye-bye" ucap Tria menutup acaranya. Dan melambaikan tangan pada para penonton.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Ejaa 💤
habis ini dapat hidayah betulan noh tan wkwk
2025-04-02
0