"bentar aja, honey" ucap Mira.
Atan tak kuasa menolak, jari jemari Mira sangat pintar menurutnya.
Mira masuk ke gudang disana dan bermain dikursi taman panjang, Atan berada dibawah kukuhan gadis itu, tubuh Atan memanas begitu pula Mira yang kesetanan ingin segera menunggangi si Juki.
"!!!... aku mau.., cepat cabut!" pinta Atan. Namun gadis itu tidak mendengar, tubuhnya juga bergetar karena kenikmatan yang dia rasakan akan sampai.
'duh, bahaya' batin Atan cemas, Mira tidak merespon dan terus memompa tanpa henti.
"..." Mira akhirnya sampai puncak. Juki Atan juga sudah diujung kepala, kemudian segera dia cabut dengan cepat. Cairan itu menyembur keluar mengotori seragam Mira.
Nafas keduanya masih memburu, mira sangat menikmatinya. Dia ingin bermain lagi, digoda lagi si Juki biar dia bangun.
'astaga Mira Nantangin juki lagi !'
'oke, gue buat lo ga bisa jalan kali ini!' batin Atan.
Mira berhasil membuat juki bersemangat lagi, atan membaringkan tubuhnya, meskipun remang remang atan bisa melihat hutan rimba yang tidak terlalu lebat.
Tiga jari Atan sudah menari dengan gerakan cepat, "...!!" Mira mulai meracau.
Atan masih lanjut dengan si juki, dia bermain dengan sedikit kasar karena jalannya banjir.
Mira bergetar kembali, dan Atan berhasil membuat Mira terbang.
Mira sudah ga bisa bergerak, namun Atan membalik tubuhnya dan membelakanginya.
Slp!!! Dengan mudah miliknya masuk, Mira tidak bisa melawan. Kakinya Tremor, namun Atan tidak mau berhenti.
"Atan.. please... Ampun.." Mira sampai memohon.
Mira tipe yang bergetar hebat setelah pelepasan, Atan sengaja membuatnya kapok dia tak menantangnya lagi.
"Ampun??"
"Tidak bisa.. aku bahkan belum dapat" ucap Atan.
"Please honey... Berhenti!" Mira kembali memohon.
"Kamu sudah membangunkan Naga yang tertidur, jadi kamu juga harus bertanggung jawab!" Lirih Atan.
"Ohh, tidak.. aku sudah tidak bisa bergerak sama sekali" keluh Mira disela-sela nafasnya yang hampir habis.
Mira sudah merasa panas, namun Atan belum sampai juga.
'aduh, kapok nih, tapi nagih. panas banget, cepatlah keluar atan aku tidak tahan rasa sakitnya' keluh kesah Mira dalam hati.
"Aku hampir sampai" ucap Atan.
'bagus, cepat lah.. ini terlalu lama buatku' batin Mira lega. Meski harus meringis menahan gesekan maut.
Setelah membenarkan pakaian dan rambut Mira, atan menggendongnya dibelakang.
"badan kamu kayaknya panas deh?" ucap Atan.
"kan abis main honey, bahkan peluhku juga lumayan membuat punggung dan perut aku banjir" keluh Mira.
"yakin kamu gak papa?" tanya Atan lagi.
"ga papa honey.. Aku cuma ingin segera istirahat di UKS" ucap Mira.
Karena harus menuruni anak tangga dengan melewati dua gedung untuk sampai UKS.
"Mau aku temani?? Disini ga ada orang" tawar Atan.
"Boleh" singkat Mira, badannya tiba-tiba menggigil.
"Honey.. kamu demam lo, bentar ya aku cari parasetamol dulu" ucap Atan.
'duh, ada-ada saja, kok bisa demam sih'
'udah satu jam setelah minum obat, belum ada reda-redanya' batin Atan resah.
-[ hallo, ri. Mira demam, cariin temen buat dia dong gue capek nih]- ucap Atan ditelepon.
-[loh, kok bisa? Kecapek an itu pasti. Ok deh gue ajak anak osis yang lain]- jawab Fahri yang kemudian dia tutup secara sepihak.
"Bangsat lo!" Gumam Mira.
"Astaga!! Apaan!?" Atan terkejut saat asyik bermain game di ponselnya.
"udah minum parasetamol malah ngigo sih" keluh Atan.
"Dirga brengsek!, lo harus .. tanggung jawab" Gumam Mira.
'ha?? Apaan sih. Dirga siapa? Tanggung jawab apa?' batin Atan.
"Tanggung jawab apa?" Tanya Atan pada igauan Mira.
"Lo.. harus tanggung jawab atas janin di rahim gue..." Gumam Mira semakin lirih.
"Astaga !, jadi selama ini dia godain gue, biar gue yang kena?" Gumam Atan.
"Tan, gimana mira?" Tanya Dian khawatir.
"Dia demam, haruskah aku bawa keklinik?" Tanya Atan.
"Jangan!, jangan bawa gue keklinik, Dirga!!" Ucap Mira dengan mencekal lengan Atan.
"Bangsaaat! Gue bukan dirga!!" Bentak Atan. Yang kemudian keluar dari UKS dengan langkah lebar.
"Loh tan!!, kenapa itu anak?" Ucap Fahri.
Mira terkejut dan membuka matanya dengan susah payah. 'oh, tidak. Apakah tadi gue ngigo??' batin Mira menyesal.
"Tolong jaga ketos ya, kita mau nyyusulin Atan" ucap Fahri pada Dian.
"Kenapa si Atan marah-marah gitu. Terus Dirga itu siapa?" Tanya Aldo pada Fahri.
Aldo, Fahri dan Dian sempat mendengar Mira berteriak nyebut nama Dirga.
"Mana gue tau, kita temuin dulu itu si juki" ucap Fahri.
"Iiih, jijiq. Lo ngapain bawa-bawa si Jukinya Atan!" Ucap Aldo bergidik.
"Dia pantas dipanggil Juki" ucap Fahri
"Motor Atan ga ada bre!!" Ucap Aldo.
"Ditelepon juga gak bisa, kemana dia?" Fahri berkali-kali menelpon tapi ga diangkat.
"Ikutan cabut aja lah, kita cari Atan. Gak biasanya dia begitu" ajak Aldo. Fahri pun mengangguk, keduanya berkemas dan tancap gas mencari Atan.
Aldo dan Fahri mengelilingi tiap tempat biasa mereka berkumpul, tapi tidak ada disana.
"Kita kemana lagi?" Tanya Aldo pada Fahri.
"Kita makan di warung Padang itu" Fahri menunjuk warung Padang diseberang jalan.
"Ini motor si juki!" Seru Fahri setelah memarkirkan motornya.
"Iya, tapi mana orangnya??" Aldo celingak-celinguk.
"Mbak, dua ya rendang sama balado" Fahri memesan.
"Iya mas, ditunggu ya" ucap pemilik warung.
"Mbak, itu yang punya motor mana orangnya??" Tanya Fahri.
"Tadi memang makan disini, terus ga tau dia pergi kemana" jawab pemilik warung.
"Nih mas, selamat makan " ucap pemilik warung.
"Terimakasih Mbak " ..
Diluar ada Atan yang baru saja kembali, "kalian disini??"
"Iya laper. Lo dari mana, kita muter-muter ga nemuin lo dari tadi" Jawab Aldo.
"Gue frustasi, dan ini gara-gara lo ri. Ga nyelidikin si Mira dulu" ucap Atan geram, dia pingin nonjok tapi gak bisa, karena dia mau saja dijadikan taruhan.
"Dia bersih kok" sahut Fahri.
"Bersih pantat lo dua!! Gue hampir kena jebakan Betmen!" Ucap Atan geram.
"Yang jelas kalo ngomong!" Seru Fahri.
"Mira itu sudah hamil, dan pelakunya Dirga, kayaknya dia mau jebak gue. Sekarang gue faham kenapa dia ngebet banget" terang Atan. Hatinya sangat dongkol jika mengingat kejadian diuks.
" yakin lo mira hamil anak dirga? Parah banget kalo elo yang dituduh. Sorry tan, gue ga bermaksud. Sorry banget" ucap Fahri menyesal.
"Sudah lah yang penting sekarang sudah jelas mau dia apa. Dan gue beruntung bisa terhindar dari fitnah yang akan datang" ucap Atan bersyukur.
"Emang lo tau siapa Dirga?? Ri??" Tanya Aldo penasaran.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Ejaa 💤
makanya tan, jangan suka celap celup sembarangan , kena kan loh
2025-03-28
0