Haikal cemburu

"Fathan !!" teriak seorang pria paruh baya dengan suara menggelegar.

Bahkan tetangga yang sedikit jauh dari rumah Atan pun sering terkejut jika Mamad sudah berteriak pada putranya.

"Apa sih Pa, teriak-teriak. Tetangga pada kaget tuh," ucap Atan. Sambil meraih tangan Papanya paksa untuk dicium punggung tangannya.

"Jam berapa ini kamu baru pulang, hah!" Mamad geram dengan Atan yang pulang-pergi sesuka hati. Atan melihat jam di tangannya masih jam 8 malam.

"Tadi nongkrong di warung Padang langganan Papa itu, sama temen-temen kok, Pa." jawab Atan santai.

"Pulang dulu dong dari sekolah, kamu nonstop sejak kelas tiga SMP. Dari sekolah pulangnya malem terus, Papa tau, pasti kamu abis balapan kan!?" ucap Mamad panjang lebar.

"Enggak kok Pa, aku cuma main sama temen-temen," elak Atan masih dengan nada santai.

"Kalau besok masih suka pulang malam, motor kamu Papa sita," ancam Mamad.

Atan mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk. "Jangan Pa, iya deh janji besok pulang tepat waktu."

Adik pertama Atan, Haikal Antonio menatapnya dengan tajam, ia cemburu dengan abangnya yang cuma di marahi. Pasalnya Atan termasuk anak yang paling disayang dan dimanja oleh papanya.

°°°

Ini karena kejadian empat tahun lalu, ada seseorang yang iri dengki dengan pencapaian Mamad dalam melakukan segala hal. Orang itu tengah mengirim guna-guna untuknya, namun salah sasaran.

Yang selalu kena sasaran adalah anak pertamanya, Atan. Entah sudah yang keberapa kalinya segala teluh nyasarnya musti ke Atan.

Dan empat tahun lalu, Atan dikabarkan sudah meninggal, banyak saudara yang tidak rela dengan kepergiannya.

Dia adalah anak dan cucu pertama laki-laki dari keluarga Antonio. Kakek dan Nenek Atan sangat menyayanginya, pernah Neneknya sekali berujar jika Atan bisa hidup lagi, dia akan turuti apapun keinginannya.

"Gak papa Nak, meskipun kamu nakal saat anak-anak, asal kamu hidup kembali, Nenek akan turuti apa yang kamu mau selagi Nenek mampu," ujar sang Nenek waktu itu tengah memandikan jenazah Atan.

Dan sebuah keajaiban pun datang, sebelum Atan dikebumikan, tiba-tiba dia bangun setelah letusan senapan dilepaskan. Semua keluarga, kerabat dan teman bersyukur penuh haru. meskipun awalnya tidak percaya dan sangat terkejut.

Sekarang, semua yang diucapkan sang Nenek telah terjadi, dia hidup benar seperti berandalan dan keinginan apapun tertunaikan.

Anak kedua Mamad di penuhi rasa iri dan dengki, namun tidak bisa berbuat apapun. Membuat Saras wati Antonio atau akrab di panggil Sara merasa iba pada putra keduanya.

Sara lah yang memanjakan putra keduanya. Namun, Haikal tidak menginginkan dirinya dimanja, dia berusaha sendiri agar lebih baik dari Kakaknya. Bahkan, Haikal tidak sudi menerima uang saku dari Papanya, dia berusaha sendiri dengan bekerja part time.

Mamad diam-diam memberikan uang saku untuk Haikal melalui Mamanya, akan tetapi tidak pernah tersampaikan. Uang itu malah dibuat untuk menambah uang shopping Sang Mama. Kebencian Haikal semakin bertumbuh terhadap Papanya.

Adik Haikal, Bagas Antonio lebih memelas lagi, dia sangat pendiam, karena memang masih duduk di bangku sekolah dasar dan tidak ada kenakalan yang berarti, hanya sebatas iseng.

Kedua adik perempuannya yang lain masih sangat kecil itu tidak mengerti apapun.

Haikal melintas di depan Atan yang terduduk di kursi makan tak dihiraukannya.

"Apaan sih dek, dongkol amat muka lo, ada Abangmu di sini bukan angin lalu," ucap Atan merasa tak terima setiap kali Haikal bersikap demikian.

Haikal hanya melirik dan mengambil air mineral dalam kulkas yang kemudian pergi menuju kamarnya.

'Gitu amat punya adek, ih.. pait banget mulut gue, mumpung Papa lagi pergi, nyebat ah sebatang,' batin Atan.

Atan pun mengambil satu batang ro_kok yang ternyata memang tinggal sebatang di dalam tas sekolahnya.

Ia pun pergi ke taman belakang rumah yang berhiaskan tanaman singkong.

Atan menyalakan pemantik unik, agar tidak ada yang tau bahwa itu korek api. Karena bermotif boneka beruang, bila salah satu telinga beruang itu ditekan muncul api di pucuk telinga satunya.

Meski cuma korek api, benda kecil itu sering hilang jika sudah kumpul dengan banyak orang.

"Haaaa..." Atan menghela nafas beserta asap yang keluar dari mulut dan hidung Atan.

'Gue harus punya uang lebih banyak lagi, liat Fahri sudah jelas masa depannya. Gue tiba-tiba iri, Papa mungkin mau, tapi...'

Setelah semua motor yang dibelikan Mamad selalu berakhir dijual, karena rusak akibat balapan. Membuat mamad tak membelikan motor yang bagus.

Motor terakhir ini matic, dulunya masih bagus dan semuanya standard. Setelah Atan yang pakai sudah jadi matic modifikasi.

Plak!!

"Aw, Sakit!!" ringis Atan. Ia merasakan pukulan kuat di punggungnya.

Mamad memukul dengan keras di punggung Atan, terasa sangat panas.

"Sudah Papa bilang, jangan mero_kok! Bandel banget sih kamu!" amuk Mamad.

Plak!

Bugh!

Plak!

"Hah!! Dasar anak bandel, jangan harap Papa kasih kamu uang saku lagi!" sentak Mamad pada Atan setelah puas memukuli putra kesayangannya itu.

"Psstt! Lagi-lagi Atan di pukul sama Papanya."

"Iya, sejak SMA semakin nakal dan brutal aja itu anak,"

"Ketauan ngero_kok aja udah dihajar habis-habisan gitu,"

"Iya, apalagi berbuat nakal yang lain,"

KROMPYAAAANNGGG!!!

"Copot! Eh, copot.. copot!"

"Ayam.. ayam.. ayam!"

Panci besar milik Sara dilempar sekuat tenaga untuk meredam gunjingan para tetangga. Mereka terkejut dan berhamburan masuk ke dalam rumah masing-masing.

"Puas mengibah!!"

"Dasar!"

"Masuk Atan, renungkan kesalahan mu," ucap Mamad, masih dengan wajah marahnya.

Atan bangun dari tempat duduknya, dan memegangi dagunya yang sedikit berdarah karena pukulan sang Papa.

Ia tertunduk pasrah apa yang Papanya lakukan, karena ia sudah sering kena pukul, sadar diri bersalah ia terima saja setiap pukulan Mamad. Tapi tetap saja Atan lakukan. Atan berfikir, suatu saat Papanya akan bosan dan membiarkan apa yang Atan perbuat suka hati.

Atan melempar tubuhnya yang lelah di atas kasur kesayangannya. Pemuda itu benar-benar merenung, namun bukan karena ia merasa bersalah karena ulahnya tadi, tapi tengah berfikir untuk melakukannya lagi, kali ini ia akan terang-terangan mero_kok di depan Papanya tanpa takut amarah yang lebih besar.

Tok tok tok!

"Masuk aja.. ga dikunci," ucap Atan.

"Kamu ga apa-apa, Tan?" tanya Sara khawatir.

"Apa yang Mama khawatirkan?, Atan baik-baik saja kok," ucap Atan menenangkan Mamanya.

"Mama sedih, panci Mama yang baru lunas penyok semua gara-gara Papamu lempar tadi," ucap Sara, dengan raut wajah sedih, sambil mengompres luka Atan.

"Astaga.. panci?" gumam Atan tak habis pikir. Bukannya khawatir wajah tampan putranya geser atau semacamnya, ia malah lebih menghawatirkan sebuah panci.

"Berapa sih harga panci jelek itu, biar Atan yang belikan," ucap Atan sedikit kesal.

"Sungguh, Terimakasih putra kesayangannya Mama!" ucap Sara kegirangan. Moodnya langsung berubah seketika.

"Cuma lima jutaan kok, sayang." ucap Sara dengan entengnya.

"Ma.. lima juta?!"

"Di loak maratus rebu aja dapat!" Atan terkejut, karena panci presto dengan harga lima juta menurutnya tidak masuk akal.

"Kamu mana ngerti.." ucap Sara dengan raut wajah sedih. Kemudian beranjak setelah mengoleskan obat di luka Atan.

"Haaa.. iya - iya, Atan ganti kok, nih celengan Atan, buat Mama." pasrah Atan seraya mengulurkan celengan target Atan. Isinya lebih dari tiga juta, tapi Atan relakan saja.

"Makasi yaa.. anak Mama satu ini baik deh," puji Sara, sambil mencium kening putranya.

"Lapar kan? Mama ambil makanan untuk kamu, makan disini saja," ucap Sara, kemudian pergi ke dapur.

Tak lama kemudian, makanan datang "Makasih, Ma" ucap Atan.

Sara tersenyum dan meninggalkan kamar Atan.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Ejaa 💤

Ejaa 💤

🤣🤣🤣

2025-03-20

1

putri cobain 347

putri cobain 347

kok namanya Atan kak, seperti ingat siapa gitu yah

2024-10-15

2

lihat semua
Episodes
1 Tantangan
2 Balapan
3 Haikal cemburu
4 Janji Mama
5 Panas (18+ ga suka skip!)
6 Wolf Band
7 bukan suami istri
8 Demam
9 Ugal-ugalan
10 Backstreet
11 stalker
12 Rubah
13 pengakuan
14 pusat perhatian
15 jatuh
16 Intan
17 Ketua OSIS baru
18 Basket
19 Nadia
20 Nadia 2
21 Basket
22 basket II
23 menggoda
24 Dongeng
25 Balapan
26 gotong royong
27 ngantuk
28 Menempel
29 kondisi Atan
30 penghuni alam lain
31 pengganggu
32 kerjasama I
33 kerjasama II
34 kerjasama III
35 Nadia
36 penguntit
37 Berulah
38 saudara
39 Melly
40 Cabut Rumput
41 Adu jotos
42 grand opening cafe bintang
43 Berserakan
44 Ciuman
45 perjodohan
46 Rumor
47 Mantan
48 pingsan
49 Mangsa
50 Anggota Baru
51 party
52 battle
53 Koma
54 Si Ju-ki (TAMAT)
55 (season DUA) tempat tinggal baru
56 sakit kepala
57 Keluarga baru
58 Bima diganggu
59 Ulangan
60 sepedanya jadi dua
61 Sentuhan ajaib
62 Makan siang
63 Setitik ingatan
64 Kabur dari rumah
65 Belum siap nikah!
66 Nikah Sirri
67 Kebakaran!
68 Tamparan!
69 Kawin
70 Cemburu
71 Marahan tapi mau...
72 Dini hari
73 Balik
74 Cemburu Lagi
75 Ikut berkemah
76 Kerajaan Jin
77 sadar
78 Riuh kelas
79 Nadia Pingsan
80 Yunda Selingkuh
81 Pindah sekolah lagi
82 Dokter cantik
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Tantangan
2
Balapan
3
Haikal cemburu
4
Janji Mama
5
Panas (18+ ga suka skip!)
6
Wolf Band
7
bukan suami istri
8
Demam
9
Ugal-ugalan
10
Backstreet
11
stalker
12
Rubah
13
pengakuan
14
pusat perhatian
15
jatuh
16
Intan
17
Ketua OSIS baru
18
Basket
19
Nadia
20
Nadia 2
21
Basket
22
basket II
23
menggoda
24
Dongeng
25
Balapan
26
gotong royong
27
ngantuk
28
Menempel
29
kondisi Atan
30
penghuni alam lain
31
pengganggu
32
kerjasama I
33
kerjasama II
34
kerjasama III
35
Nadia
36
penguntit
37
Berulah
38
saudara
39
Melly
40
Cabut Rumput
41
Adu jotos
42
grand opening cafe bintang
43
Berserakan
44
Ciuman
45
perjodohan
46
Rumor
47
Mantan
48
pingsan
49
Mangsa
50
Anggota Baru
51
party
52
battle
53
Koma
54
Si Ju-ki (TAMAT)
55
(season DUA) tempat tinggal baru
56
sakit kepala
57
Keluarga baru
58
Bima diganggu
59
Ulangan
60
sepedanya jadi dua
61
Sentuhan ajaib
62
Makan siang
63
Setitik ingatan
64
Kabur dari rumah
65
Belum siap nikah!
66
Nikah Sirri
67
Kebakaran!
68
Tamparan!
69
Kawin
70
Cemburu
71
Marahan tapi mau...
72
Dini hari
73
Balik
74
Cemburu Lagi
75
Ikut berkemah
76
Kerajaan Jin
77
sadar
78
Riuh kelas
79
Nadia Pingsan
80
Yunda Selingkuh
81
Pindah sekolah lagi
82
Dokter cantik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!