Kaivan berjalan menuju ke sebuah club di daerah Casablanca guna mencari orang. Kaivan tidak sendiri melainkan bersama dengan Elano, pengawalnya. Bukan tanpa alasan Kaivan datang ke club itu tapi juga karena perintah Hoshi, sang Opa, yang berhasil mendapatkan pelaku penggelapan pajak mobil milik Giandra Otomotif Co.
Pria itu tampak bersenang-senang dengan para wanita penghibur dan Kaivan melihat ada empat orang bodyguard yang mengawal mantan manajer keuangan Giandra Otomotif Co yang sempat kabur ke Ibiza. Club yang juga ada area bilyardnya itu ramai dengan banyak pengunjung.
"Lainnya sudah siap ?" tanya Kaivan melalui earpiecenya ke para pengawal dari Ramadhan Securitas dan sudah dikondisikan oleh David Hakim Satrio.
"Sudah mas Kai ..." jawab semua anak buah David itu.
"Kepung club ini ! Aku tidak mau curut itu kabur !" ucap Kaivan tegas.
"Baik mas !"
Kaivan dan Elano pun mendatangi Anton Tandono yang sedang tertawa lepas dengan para gadis-gadis berpakaian seronok.
Wajah Kaivan dan Elano yang dingin membuat orang-orang di sekitarnya agak segan.
"Heh ! Cewek ! Pergi !" bentak Kaivan.
Anton memberikan kode ke gadis-gadis itu untuk pergi dan mereka pun pergi. Pria bermata sipit itu hanya tertawa sinis. "Kaivan Reeves. Berani kamu datang ke club milik aku ?"
Kaivan tertawa. "Milik kamu ? Milik kami ! Kan kamu belinya pakai uang Giandra Otomotif Co ... Jadi otomatis milik kami ..."
"Kamu tidak bisa membuatku!"
"Kata siapa ? Kamu berurusan dengan orang yang salah !" seringai Kaivan. Pria itu melihat pemilik club datang tergopoh-gopoh dengan Aizen di belakangnya bersama dengan pengawalnya, Choky tapi lebih sering dipanggil Chewbacca karena memang rambutnya gondrong.
"Pak Kaivan ... " senyum kecut pemilik club itu.
"Bilang sama curut ini ! Uang dia yang ditanamkan saham di club ini sudah hilang !" Kaivan mengedikkan dagunya dengan gaya songong.
"Enak saja hilang !" teriak Anton.
"Iya koh Anton. Sudah ada bukti-buktinya jadi koh Anton tidak ada hak disini. Pak Aizen dan Pak Kaivan sekarang yang memiliki saham disini ..." ucap pemilik club itu.
Anton menatap Kaivan penuh kebencian. "Perusahaan kamu itu memang bobrok ! Buktinya aku bisa mengambil lima milyar !"
"Perusahaan aku tidak bobrok tapi sengaja memberikan kamu kepuasan batin sebelum nanti kamu membayarnya..." seringai Kaivan. "Kami sudah tahu saat kamu melakukan penggelapan pajak mobil Rolls Royce pertama kali. Lalu menjalar ke mobil lainnya ... Kami tahu dan ingin melihat sampai mana kamu serakahnya..."
"Sudah waktunya kamu membayar semuanya ..." ucap Aizen sambil bersedekap.
Anton melihat Kaivan hanya berdua dengan pengawalnya, begitu juga dengan Aizen. Pria itu tersenyum licik. "Kalian hanya berempat... Aku lebih banyak... Hajar mereka !"
Kaivan mengambil baton dari balik pinggangnya dan membuatnya panjang, begitu juga dengan Aizen serta pengawal mereka. Perkelahian pun tidak terhindarkan membuat kacau club itu sementara diam-diam Anton kabur dari pintu belakang.
Saat pria itu membuka pintu belakang, sebuah moncong senjata api bersarang di pelipisnya.
"Mau lari kemana kamu ?"
Anton menoleh dan tampak wajah dingin Alsaki disana dengan empat orang menodongkan senjata masing-masing ke Anton. Wajah pria itu memucat dan Alsaki tanpa ragu, memukul kepala Anton hingga pingsan.
"Masukkan ke kantong mayat ! Bawa ke markas !" ucap Alsaki dingin. "Opa Macan pasti senang dapat mainan baru..."
***
Sementara di dalam club masih berlangsung perkelahian hingga ...
DOR !
Semua orang terdiam saat seorang pria paruh baya yang masih tegap, mengangkat tangannya dengan Glock yang diarahkan ke atap club.
"Tangkap semua orang anak buah Anton ! Proses mereka !" ucap pria itu.
"Baik pak David !" balas anak buahnya.
Kaivan dan Aizen lalu menghampiri pria itu.
"Yah Opa David, baru mulai olah raga ..." kekeh Kaivan.
"Kelamaan ... Malah rusak semua ..." balas David cuek. "Kan ada duit Giandra disini ..."
"Iya sih ..." senyum Aizen. "Tapi tenang Opa ... Akan aku tarik. Aku tidak mau uang Ogan Abi dipakai buat saham tempat mudarat ..."
"Good. Sekarang kemana Anton ?" tanya David.
"Sudah di kantong mayat..." jawab Alsaki. "Untung Dendeng nggak ikutan ..."
"Dendeng masih di bawah umur. Tidak boleh masuk club ... Lagian dia juga ke kuburan sama L dan Sagara, Shohei dan Nyes ..." jawab Aizen.
"Ngapain ?" tanya David bingung..
"Katanya mau jaga lilin sama ngepet ..." kekeh Aizen.
"Jangan bilang uang jajannya ditahan Hideo ..." bisik David yang tahu iparnya dan cucunya dari Shinichi jarang akur. Kalaupun akur, dengan cara mereka sendiri.
"Exactly..."
***
Kaivan bersandar di meja bilyar sambil laporan ke opanya yang akan datang ke markas milik klan Pratomo tempat dimana mereka memberikan pelajaran pada musuh-musuhnya.
Kaivan Pramudya D'Angelo Reeves
📩 Cucu durhakim : Opa macan. Mayat hidup sudah di dalam kantong ya.
📩 Opa Macan : Good. Kamu nggak kesana ?
📩 Cucu durhakim : Nanti nyusul
Kaivan memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya dan mengajak Elano keluar dari club yang berantakan dan sedang dibersihkan.
"Mas Kai, tidak jadi nanam modal disini ?" tanya Elano.
"Opaku bisa nendang aku ke Timbuktu ... Ingat waktu kita buka gym Pratomo buat umum ? Malah jadi tempat transaksi maksiat? Opa dan Eyang Bima akhirnya menutupnya."
"Iya sih..." jawab Elano yang sudah mengawal Kaivan sejak di MIT.
"Yuk ke markas ..." ajak Kaivan dan Elano memencet kunci mobil Range Rover pria itu.
Kaivan hendak masuk ketika melihat seorang gadis dihadang beberapa preman.
"Itu tempat apa ?" tanya Kaivan ke deretan ruko yang berada di seberang club.
"Sepertinya tempat kursus bahasa asing mas ..." jawab Elano.
Kaivan tidak berpikir dua kali untuk berlari menuju gadis yang mempertahankan tasnya.
"HEEEII ! JANGAN GANGGU DIA !" hardik Kaivan.
"Eh ada mangsa baru nih ..." seringai preman itu.
Kaivan melihat gadis bule itu tampak ketakutan.
"Помоги мне ( Pomogi mne - tolong saya )..." bisiknya.
Kaivan melongo. "Kamu cewek Russia?" Kaivan juga melihat ada buku-buku yang dipegang gadis itu.
"Я там преподаватель языка ( YA tam prepodavatel' yazyka - saya guru bahasa disana ). I'm the teacher over there ..." ucapnya lagi. "I want to go home ( saya mau pulang ) but they are surrounding me ( tapi mereka merubungi aku )..."
Kaivan menatap para preman itu. "Apa mau kalian ? Duit ?"
"Ya jelas lah !" ucap salah satu preman itu.
Kaivan merogoh saku celananya yang memang ada beberapa lembar uang seratus ribu disana. Pria itu mengeluarkan sepuluh lembar yang ada di saku dan melemparkannya ke udara.
"Ambil Sono !" ucapnya dan disaat para preman itu berebut uang, Kaivan mengambil batonnya dan langsung menghajar para preman itu sementara Elano memilih melindungi gadis yang ketakutan.
Para preman itu pun langsung terkapar kena hajar Kaivan. "Tuh duit, buat berobat ! Besok lagi, berani malak, aku kirim kalian ke kuburan biar jadi teman kuntilanak !"
Elano menepuk jidatnya mendengar ucapan judes cucu Hoshi Reeves itu.
"Aku tidak bisa bahasa Russia tapi kamu aku antar pulang. Namaku Kaivan. Kamu ?" Kaivan mengulurkan tangannya ke gadis cantik itu.
"Anastasia Bulgakova."
Kaivan tertegun. Wajahnya mirip Oma Alexandra Giandra ....
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️ 🙂 ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Ita Xiaomi
Klo Dendeng ikut entah apalg yg jd rusak😁.
2024-12-07
1
Noey Aprilia
Cucu durhakim vs opa durukan.....
he...he....
Clon makmum'ny kaivan udh nongol,bule lg.....
Eeehh....yg udh msuk kntong myat,mau d apain y kira2....d gntung d phon mngga mngkin....😁😁😁
2024-06-16
2
awesome moment
whoah...kai ktmu pawang. klo mirip oma alexandra kn imut tp mematikan
2024-06-16
1