Eric membantu Ilham bangun dan pria itu melihat bagaimana jotosan Freya sangat telak di tengah-tengah hidung hingga bisa dipastikan patah tulang nasalnya. Darah mengucur tanpa henti membuat Eric meminta tolong agar dipanggilkan dokter sementara pelaku utama sudah pergi ke rumah sakit.
***
Ruang Rontgen PRC Group
Freya hanya meringis saat Safira dan Kaysa memeriksa kondisi tulang tangannya. Oma cantik itu hanya nyengir saat ditanya Safira apa yang terjadi.
"Mbak Freya... Please deh ! Kita itu sudah tua, tulang sudah uzur... Jangan ninju mas Haris lah ..." omel Safira gemas ke sepupunya.
"Ini nggak ninju Haris, Fira ..." jawab Freya cuek.
"Lha terus ninju siapa ?" balas Safira yang bingung karena Freya dan Haris sering KDRT tidak jelas, macam dirinya dan Bagas.
"Pria pelit bin celutak. Harusnya aku panggil Rania ya buat kebiri ..." gumam Freya sambil mengambil ponselnya.
"Oma, jangan memancing dokter jagal itu datang ke Jakarta. Sudah pasti berangkatnya!" potong Lachlan sebelum Freya menelpon Rania Bianchi Prasetyo.
"L, memang apa yang terjadi?" tanya Safira.
Lachlan pun bercerita soal kasus Riri dan Safira serta Kaysa tampak gemas.
"Oma Freya, tidak usah panggil Rania. Aku sendiri yang akan mengebirinya !" geram Kaysa.
Freya dan Safira mendelik ke arah Kaysa. "Jangan Kay, jangan ragu-ragu..." ucap Freya mengompori kekasih Alsaki itu.
"Omaaaaa..." protes Lachlan.
***
Kaivan dan Sagara menikmati acara istirahat di rumah Hoshi setelah tadi opanya minta mereka memanjat pohon mangga yang panen. Bagi Hoshi, cucu-cucunya harus bisa panjat pohon apapun alasannya.
"Opa Macan itu memang deh ! Cucunya suruh jadi Tarzan bergelantungan mengambil mangga..." gerutu Kaivan sambil menikmati mangga yang sudah dikupas dan dipotong oleh Rina sang Oma.
"Yang penting kan dapat mangga, Kai ..." senyum Sagara. "Aku nanti harus kirim ke rumah eyang Bagas dan papa yang sudah minta. Tapi aku salut lho mangganya Opa Hoshi manis meskipun yang punya judes ..."
Kaivan terbahak. "Mana Opaku dan Opa Saiki nggak pernah akur dari jaman kita belum brojol ya ..."
"Nah itu dia ... Aku sampai bingung ... Setahu kita kan dari jaman mereka SMA kan ? Gila aja, lima puluh tahun tetap awet Gelut..." gumam Sagara.
"Obat awet muda ..." senyum Kaivan.
"Kapan kamu balik ke MIT ?" tanya Sagara.
"Januari lah ..."
***
Hari-hari pun berlanjut dan pagi ini terjadi kehebohan di toko emas milik keluarga Park karena Raiden yang membantu di toko saat liburan, secara tidak sengaja memutuskan kalung rancang Fayza yang senilai $30 juta membuat Hideo marah besar.
Raiden yang sudah menangis karena habis dimarahi Hideo, hanya pasrah saat ayah dan ibunya juga sama saja memarahi dirinya telak. Raiden tidak bisa melawan karena memang tangannya terlalu ajaib dan terlalu kreatif untuk menghancurkan.
"Opa kirim kamu ke Jakarta! Merenung disana ! Terserah mau dimana ! Bivak, Tanah Kusir, atau kalibata sekalipun !" putus Hideo kesal.
Raiden mengernyitkan dahinya. Kok kuburan semua sih? Aku itu disuruh merenung atau jaga lilin buat dapat babi ngepet ?
***
Sosok hantu anak kecil berambut pirang dengan kondisi leher nyaris putus itu tampak bingung melihat sekelilingnya. Setelah sekian lama akhirnya dia kembali ke dunia akibat mengalami amnesia. Entah mengapa dia kembali dan dia yakin akan menemukan jawaban sekarang.
Hantu cilik itu melihat bahwa dirinya berada di sebuah bandara dan mata biru pucatnya tampak mencari-cari sosok yang memiliki getaran dengan antena sinyalnya. Sesuatu yang bisa dibilang macam koneksi pada manusia pemilik frekuensi sama. Hampir mirip sinyal Wi-Fi perhantuan.
Tiba-tiba matanya melihat sosok remaja dengan wajah manyun dan sinyal hantunya merasa bahwa dirinya saling berkaitan dengan bocah Asia itu.
Aku rasa kita saling berhubungan. Hantu cilik itu pun berjalan sambil loncat-loncat kecil dengan riang. Mungkin aku bisa mengingat sesuatu berkat bocah tampan itu.
***
"Yang benar saja Dendeng ! Kamu merusak kalung karya Oma Fayza yang hendak dijual Opa Hideo .. Dan itu bernilai $30 juta ? Masih bagus kamu tidak dilempar ke Empang !" omel Kaivan saat menjemput Raiden di bandara.
"Tanganku kan memang antik ..." jawab Raiden.
"Seriously ! Dendeng, jangan sampai kamu dicoret dari KK keluarga Park dan Sky ... Bisa-bisa kamu hidup sebagai gelandangan !" timpal Alsaki.
Hantu cilik itu melongo. Merusak kalung $30 juta? Memang tangan dia seberapa ajaibnya ?
"Jangan dong ... Bagaimana bisa anak imut ini harus hidup menggelandang? Nanti opa merasa kehilangan aku... Berabe ..." rengek Raiden.
"Lha Kamunya sih yang bikin perkara ..." ucap Kaivan.
"Kalau begitu ... Tolong masukkan aku ke dalam KK kalian ..." jawab Raiden. "Jika aku dikeluarkan dari KK Park ..."
Hantu cilik itu menutup mulutnya cekikikan mendengar ucapan bocah imut. Aku suka bocah ini.
***
"Jadi Dendeng menghancurkan kalung hasil karya kamu ?" tanya Freya ke adiknya, Fayza.
"Iyes. Hideo ngamuk sengamuknya ..." senyum Fayza. "Padahal hanya dengan sedikit solder sudah bisa bagus lagi tanpa ada terlihat patah ..."
"Ampun deh ..." Freya memegang pelipisnya.
"Bagaimana dengan kasus hantu Riri ?" tanya Fayza.
"Percaya atau tidak, kata L ... Riri tetap menghantui suaminya dan sekarang si Ilham dirawat di RSJ karena selalu teriak tidak jelas ..." jawab Freya. "Aku suka hukuman itu. Dia menjadi schizophrenia karena ulahnya sendiri dan uang ratusan juta itu menjadi tidak ada artinya karena akhirnya dipakai untuk pengobatan dirinya ... Ditambah dia tidak bisa bekerja kan karena sudah dicap orang tidak bisa diandalkan..."
Fayza tersenyum puas. "Aku paling benci sama pria seperti itu ..."
"Bersyukur suami kita tidak seperti itu dik ... Terus ini sampai kapan cucumu yang ajaib itu berada disini ?" kekeh Freya.
"Sampai Hideo berkurang marahnya ... "
***
Raiden pun tiba di rumah Opa dan Omanya yang hanya bisa mengelus dada masing-masing karena memiliki cucu yang aduhai kelakuannya.
"Opa Haris, Oma Freya ... Tolong terimalah cucu yang terbuang ini dan nyaris dikeluarkan dari Kartu Keluarga serta miskin karena uang jajannya pun ditahan ..." ucap Raiden dengan gaya takzim membuat Alsaki, Kaivan dan Lachlan melengos sebal melihat gaya bocah ABG itu.
"Mau bagaimana lagi... Daripada kamu jadi gelandangan..." jawab Freya membuat Raiden langsung memegang dadanya.
"Oh Oma ... Tega sekali ..." rengek Raiden.
"Sudah, sudah .. Tidak usah mendrama. Ayo masuk ..." ajak Haris.
Semuanya pun masuk dan Lachlan menoleh ke arah pagar rumah. Pria bermata biru itu tampak bingung karena sepertinya dia melihat sosok anak kecil dari balik pagar itu. Lachlan mengedikkan bahunya. Aku salah lihat mungkin.
Hantu cilik itu tersenyum. Akhirnya aku menemukan koneksi aku ! Oh it's gonna be fun ...
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Ita Xiaomi
Hantu yg dekat ama Dendeng pd hantu anak2x 😁.
2024-12-06
1
Ita Xiaomi
Nah kan Dendeng nak buat aku ngakak🤣🤣🤣. Maaf ya Opa.
2024-12-06
1
Ita Xiaomi
Asyik ada Nonik. Ternyata amnesia.
2024-12-06
1