Kaysa melepaskan japitan tangannya di telinga Alsaki karena terkejut melihat Safira Hadiyanto yang merupakan salah satu direktur PRC Hospital.
"Dokter Safira ..." ucap Kaysa sambil menunduk.
"Ayo Kay, kita mulai operasi ..." ajak Safira dan Kaysa pun berjalan mengikuti Eyang Sagara itu. Kaysa sempat melirik ke arah Alsaki yang masih mengusap telinganya yang sedikit memerah.
"Apa yang terjadi Kay ? Kamu dan Saki itu kapan akurnya ? Untung di lift... Jangan sampai dilihat banyak orang meskipun semua tahu kamu dan Saki sudah kenal dari kecil..." tegur Safira.
"Iya dok ..." jawab Kaysa sambil menunduk tidak enak ketahuan menjewer salah satu cucu Safira.
"Sekarang konsentrasi, Kay. Ops hari ini sangat rumit !" ucap Safira tegas.
***
Alsaki berjalan menuju ruang kerjanya sambil terus memegang telinganya yang kena jewer Kaysa.
"Dih, Tante satu itu memang ya ..." omel Alsaki sebal. "Macam nyokap aja kalau marah ma bokap atau jengkol sama aku ..."
"Pagi pak Saki ..." sapa Cantika, sektretaris Alsaki.
"Pagi Cantika ... Apa jadwal saya hari ini?" balas Alsaki sambil membuka pintu ruang kerjanya. Cantika mengambil tablet dan mengikuti Bossnya masuk ke dalam untuk memberitahukan jadwal kerja Alsaki hari ini.
***
Sagara Hadiyanto mendatangi rumah sakit PRC sambil membawakan makanan untuk eyang putrinya tercinta. Tadi sepulang sekolah, Sagara diminta eyang kakungnya untuk datang ke Bank Arta Jaya guna membawakan makanan kesukaan Safira. Sagara tahu kalau begini, berarti matahari terbit dari barat alias eyang Kakung dan eyang putrinya lagi ribut unfaedah.
Pewaris Bank Arta Jaya itu hanya bisa manut Eyang Bagasnya daripada nanti ayahnya sendiri ikutan ngereog. Dewananda Hadiyanto paling tidak bisa jika kedua ayah ibunya ribut dan yang jadi tumbal disini adalah Sagara karena Safira paling tidak bisa bilang tidak ke cucu satu-satunya.
Kehadiran Sagara di rumah sakit sudah pemandangan biasa dari mulai satpam, cleaning service, suster hingga para dokter karena siapapun tahu dia cucu siapa. Apalagi Sagara sudah terbiasa ikut ke rumah sakit jika eyang putrinya tidak banyak tugas.
"Lho Sagara? Jangan bilang ..." cengir Remy Giandra membuat Sagara manyun saat keluar dari lift menuju ruang kerja eyang putrinya. "Apalagi kali ini?"
"Aku tidak tahu Oom ... Beneran deh Eyang Bagas itu suka tidak hapal kebiasaan Eyang Safira ..." omel remaja tampan itu.
"Eyang kamu itu kayaknya tadi habis operasi besar bareng Kaysa ..." ucap Remy yang baru saja dari ruangan ayahnya, Anargya Giandra, untuk berdiskusi soal pasiennya. Remy sendiri adalah seorang dokter obgyn.
"Memang aku dilahirkan demi perdamaian di keluarga Hadiyanto..." ucap Sagara dramatis membuat Remy ngakak brutal.
"Setidaknya misi kamu itu baik... Ingat apa kata Oom Shinichi?"
"Banyak-banyak berbuat amal jariyah supaya masuk surga ..." jawab Sagara yang sangat hapal motto Oom nyentriknya itu.
"Nah tuh ! Oke, Sagara ... Oom tinggal dulu ya ..." Remy pun ke lift untuk kembali ke ruang kerjanya.
"Oke Oom. Makasih atas supportnya..." cengir Sagara.
***
"Masuk ..." ucap Safira saat mendengar suara ketukan di pintu ruang kerja merangkap prakteknya dan eyang cantik itu tersenyum saat melihat Sagara membuka pintu. "Jangan bilang eyang Kakung kamu kirim kamu ..."
"Seperti biasa Eyang ..." senyum Sagara sambil meletakkan tas berisikan makanan diatas meja lalu menutup pintunya. Sagara pun menghampiri Safira buat salim dan mencium pipi eyang bule itu.
"Dasar ... Eyang dibawakan apa ini ?" tanya Safira sambil berjalan menuju sofa bersama Sagara.
"Mana Gara tahu Eyang ... Wong cuma dibilang... Gara, bawakan ini ke eyang putrimu yang paling cantik. Jangan marah lagi, nanti mau dibuatkan telur dadar kecap ... Gitu kata Eyang Kakung ..." jawab Sagara sambil duduk di sebelah Safira.
Safira hanya manyun sambil mengambil kotak makanan dari dalam tas. "Siapa yang nggak marah, Gara... Parfum masih separo, pecah gara-gara disampluk Eyangmu ! Mana di Jakarta tidak ada !"
Introducing Sagara Hadiyanto
"Emangnya parfumnya beli dimana Eyang ?" tanya Sagara yang bingung ini masalah sepele kok keblandrak kemanapun.
"Di Tokyo dan itu limited edition !" sungut Safira.
"Eyang, kan bisa titip Tante Rin atau Tante Kedasih ..."
"Bukan masalah itu Sagara ... Itu kado ulang tahun dimana untuk pertama kalinya Eyang Kakung kamu belikan parfum yang cocok buat eyang ..." jawab Safira mendrama.
"Ya Allah ... Ternyata itu nilai sentimental nya ..." senyum Sagara.
"Waaahhh dosirak !" seru Safira yang memang sangat suka makanan Korea dan Jepang. "Gara, ada dua ini. Ayo temani Eyang makan ..."
Sagara menerima satu kotak dosirak dari Safira lalu berdiri untuk mengambil dua botol air mineral untuk dirinya dan Safira.
"Eyang Kakung tahu saja kesukaan Eyang ..." senyum Sagara.
"Nikah sekian puluh tahun tidak ingat, kebangetan !" balas Safira sambil memakan kimchi nya.
Sagara tersenyum geli. Apa bakalan begini ya kalau aku bersama Dijah? Duh, anak itu kemana sih?
***
Alsaki menyelesaikan semua pekerjaannya saat Cantika mengetuk pintunya dan masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Sore Pak Alsaki. Maaf, bapak masih butuh saya lagi ?" tanya sekretaris Alsaki itu.
"Tidak Cantika. Kenapa ?" balas Alsaki sambil memeriksa berkas yang baru masuk.
"Kalau tidak ada, saya mau minta ijin pulang lebih cepat. Sebab saya mau bawa ayah saya kontrol kemari ... " jawab Cantika.
"Ayahmu sakit apa ?" Alsaki mengangkat wajahnya dan menatap sekretarisnya.
"Tiroid pak. Ini kontrol rutin kok sebab oleh dokter Emma, harus dikontrol terus meskipun sudah dioperasi..." jawab Cantika.
Alsaki melihat iMacnya dan mencari jadwal dokter sore ini. Nama dokter Emma yang seorang dokter penyakit dalam ada disana untuk praktek hari ini.
"Oke. Kamu boleh pulang dulu, Cantika ..." senyum Alsaki.
"Terima kasih pak Alsaki. Selamat sore ..." pamit Cantika.
"Selamat sore ..." Alsaki pun melanjutkan pekerjaannya setelah Cantika menutup pintu ruang kerjanya.
***
Laboratorium PRC Hospital
"Ayolah Angga ... Cepetan ! Aku ingin tahu hasilnya ..." rengek Kaysa ke Angga Darmawan, teknisi laboratorium yang juga sahabat Kaysa dari SMA.
"Sabar itu sebagian dari iman Kay ... Kamu itu kok nggak sabaran, macam Sailor Mars ..." jawab Angga kalem yang sudah hapal sikap reseh sahabatnya itu.
"Iiiissshhhh dasar Wibu ! Dikit-dikit dikaitkan sama sailor moon !" omel Kaysa.
"Kamu mau disamain sama siapa ? Nami ? Robin ? Wong dada kamu tidak sebesar mereka ... Addduuuhhh !" Angga mengusap kepalanya yang kena jitak Kaysa. "Sakit Kagome !"
"Kerja Inuyasha !" bentak Kaysa.
"Ini mesinnya lagi kerja woi ! Mesinnya bukan warp ala Millenium Falcon !" balas Angga.
Para teknisi di laboratorium sudah biasa mendengar keributan dua sahabat itu dan mereka heran karena baik Angga maupun Kaysa tidak ada rasa cinta diantara keduanya.
"Minta sana sama Han Solo !"
"Nanti aku diamuk Chewbacca !"
TING !
Akhirnya data dari mesin itu pun berbunyi dan Angga melihat hasilnya dengan kaysa yang berdiri di belakangnya.
"Kanker tulang belakang, Kay ... Sorry, pasienmu agak sulit sembuh ini ..." ucap Angga membuat Kaysa langsung mengusap wajahnya masygul.
"Ya ampun Ngga, pasienku itu masih umur sepuluh tahun..."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Ita Xiaomi
Jd ke Samurai X 😁.
2024-11-16
1
Hana Reeves
ho oh.
2024-05-22
0
~AruN~
duh...kaaakk bikin jd rada traveling yaaa??
typo yg bikin gimanaaaa gt🤣🤣🤣🤣
KONTROL kaaaak 🤭
2024-05-22
1