Kediaman Keluarga Hadiyanto
Alina yang sedang memasukkan baju di walk in closet, terkejut mendengar suaminya marah-marah di kamar mandi. Mas Dewa kenapa lagi itu ? Wanita cantik itu hanya menggelengkan kepalanya mendengar suaminya heboh sendiri dan menghampiri kamar mandi.
"Mas .. " panggil Alina sambil mengetuk pintu kamar mandi karena Dewa marah-marah tidak berhenti bersin-bersin.
Alina menunggu sampai suara air di kamar mandi berhenti dan pintunya pun terbuka. Tampak wajah manyun Dewa di depan pintu membuat Alina bingung.
"Mas Dewa kenapa ?" tanya Alina.
"Pasti Ragil ngomongin aku Jeng ! Masa sepanjang aku bertapa bersin-bersin sampai aku mandi !" omel Dewa sambil keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk besar di bawah pinggangnya.
"Eh ? Nggak boleh suudzon mas ..." tegur Alina sambil mengambilkan baju buat suaminya.
"Ini nggak suudzon, Jeng Alina sayang. Ini kenyataan hidup, realita, faktaaaa !" sungut Dewa kesal.
"Ya Allah mas... Sekian puluh tahun pak Ragil mendampingi mas, kok ya mesti kamu julidin sih ?" senyum Alina sambil memberikan baju buat Dewa.
"Ini bukan julid, Jeng ! Ini curahan perasaan aku punya asisten durjana bin lucknut bin Wibisono !" omel Dewa.
Alina hanya tersenyum lembut karena sudah hapal keributan suaminya dengan asistennya. Apalagi Alina dan istri Ragil, Chika Wibisono, juga dekat. Ditambah Sagara juga akrab dengan dua anak kembar Ragil dan Chika, Nakula dan Sadewa. Bagaimana pun mereka bukan anggota keluarga sedarah tapi hubungannya sama seperti saudara sedarah.
"Sudah ah mas. katanya mau besuk pak Parjo di rumah singgah ..." ucap Alina.
Eyang Daud sudah meninggal lama saat Sagara kecil dan setelahnya, Dewa dan Alina memberikan kebebasan pada Pak Parjo, sebagai penjaga rumah untuk melanjutkan bisnis kost-kostan milik eyang Alina. Namun lima tahun terakhir, pak Parjo meminta untuk dipindahkan ke rumah singgah bagi manula karena merasa sepi meskipun ada anak kost. Akhirnya Dewa dan Alina memenuhi permintaan pembantu loyal Eyang Daud itu ke sebuah rumah lansia yang ekslusif. Disana pak Parjo yang memang hidup sendirian, mendapatkan banyak teman bahkan menjadi koordinator divisi taman.
Dua rumah kost-kostan milik Eyang Daud, disulap oleh Dewa menjadi kost eksklusif yang dipasarkan reddoorz, Airbnb dan aplikasi lainnya sehingga Alina tidak perlu pusing dengan segala perintilannya. Dewa memberikan semua pendapatan kost-kostan itu untuk Alina karena memang milik istrinya dan wanita itu pun berterima kasih pada suaminya yang sangat perhatian padanya.
"Iya, kita ke tempat pak Parjo."
***
Kelas Bisnis Garuda Indonesia perjalanan ke Surabaya
Ragil tampak kepo dengan interaksi Sagara dan Khadijah yang akhirnya membuat dirinya tahu kenapa Sagara ngeyel ke Surabaya hari Sabtu bukannya Minggu sebab acaranya hari Senin, ternyata ini jawabannya.
"Kamu ada acara apa di Surabaya?" tanya Khadijah sambil memberikan makanan ke Sagara.
"Ulang tahun Bank Arta Jaya.. Sekalian cari lontong balap. Mau ikut ?" ajak Sagara.
Khadijah tersenyum. "Ya nggak bisa, Sagara. Kan aku masih terbang ke Makassar..."
Sagara cemberut. "Iya sih. Senin kamu ada acara terbang kemana ?"
"Jam tujuh malam waktu Makassar ke Surabaya terus ke Jakarta... Last flight."
Sagara pun tersenyum lebar.
Ragil hanya menggelengkan kepalanya melihat kejadian itu karena mengingatkan pada Dewa kalau sudah ada modus ke Alina. Ternyata masih ada sisa apel jatuh kagak nyasar.
***
Mesjid Istiqlal Jakarta
Hoshi bersama Rina dengan keluarga Akihiro serta Fukuchi, menemui imam besar mesjid Istiqlal Jakarta untuk membicarakan rencana menggunakan mesjid iconic ini menjadi tempat ijab kabul keluarga dari klan Pratomo. Sementara yang berkepentingan sibuk berdiskusi, Hoshi dan Rina memilih berjalan-jalan menikmati mesjid yang dibangun tanggal 24 Agustus 1961 dan rampung di tanggal 12 Februari 1978.
Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Soekarno dan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan masjid ini juga dilakukan oleh Soekarno–presiden pertama Indonesia–pada tanggal 24 Agustus 1961. Kemudian proyek masjid ini diarsiteki oleh Friedrich Silaban, anak dari pendeta Lutheran yang berasal dari Huria Kristen Batak Protestan. Desain masjid ini mengusungkan tema "Ketuhanan".
Masjid ini memiliki gaya arsitektur formalisme baru dan internasional; dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Bangunan utama itu dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Minaret tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Masjid ini mampu menampung lebih dari 200.000 Jemaah.
Sumber Wikipedia
"Tumben si Zen-zen minta di mesjid ..." ucap Hoshi sambil melihat arsitektur bangunan itu.
"Biar lebih mantap, Hoshi ..." senyum Rina.
"Maybe. Tapi aku suka sih kalau mereka memilih di mesjid. Suasananya lebih kena dan semoga tidak akan ada drama aneh-aneh deh. Tahu sendiri kan mereka kacaunya bagaimana..." gumam Hoshi.
"Idiiiihhh, macam tidak ingat kamu seperti apa ..." kekeh Rina.
"Ah jamanku biasa saja ..." elak Hoshi.
"Masa ?" kerling Rina.
Hoshi mengangguk. "Hanya saat aku tukar Audiku dengan Mercedez nya Toyib senior sih ..."
Rina terbahak karena Audi Hoshi bensinnya tinggal sedikit hingga Eiji Reeves harus mengisi bensin dulu. ( Baca Hoshi, My Tiger. ).
***
Juanda International Airport Surabaya ( Sidoarjo )
Akhirnya pesawat Garuda Indonesia yang ditumpangi Sagara dan Ragil pun mendarat dengan mulus di runway. Sagara menunggu sampai semua penumpang turun lalu giliran dirinya bersama Ragil. Saat melewati Khadijah yang mengantarkan para penumpang yang turun, Sagara memberikan sesuatu ke gadis itu.
"Apa ini Sagara ?" Khadijah melongo karena Sagara memberikan satu batang silver queen.
"Kamu kan sukanya silver queen... Aku bawakan lah ..." senyum Sagara membuat Ragil melengos.
Aku tarik omonganku. Sagara masih kecipratan playboy nya pak Dewa. Eh, bukan playboy sih tapi Casanova... Eh bukan juga. Gaya modusnya pak Boss. - batin Ragil.
"Terima kasih Sagara. Hati-hati..." senyum Khadijah membuat para rekannya melirik iri karena Khadijah tampak akrab dengan pria ganteng itu.
"Kamu juga Dijah... Assalamualaikum..."
"Wa'alaikum salam..."
***
Sementara itu di dalam mobil BMW Dewa Hadiyanto
Dewa merasakan hidungnya gatal lagi dan tiba-tiba dirinya langsung bersin dengan kencang membuat Alina terkejut.
"Haaatttssyyyiiiinnngggg!"
"Mas Dewa flu ?" tanya Alina bingung.
"Nggak Jeng... Ini pasti ulah Ragil !" sungut Dewa.
Alina menggelengkan kepalanya. "Kasihan pak Ragil kena fitnah ..."
"Ini bukan fitnah Jeng Alina Ratnadewi ... Ini kenyataannya !"
"Iya deh ... Iya deh ..."
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Jenong Nong
ya allah ngakak klo udah Dewa sm diajeng Alina ....🤣🤣❤❤🙏🙏
2024-06-05
1
Noey Aprilia
Dewa sm ragil bnr2 shti y....tau aja kl ragil lg ngoceh d dlm hti,eehh...bnrn nympe k dewa.....jgn2 klian jdoh...
ha....ha...ha....
Mngkn ada dkit lh modus2 yg d wriskn dr dewa buat gara,tuh bktinya.....
2024-06-05
1
Tri Yoga Pratiwi
kasihan ragil 🤣🤣🤣
2024-06-05
1