SD Shibuya Tokyo
"Nanti bantu Dendeng ujian ya ..." ucap Raiden Park saat hendak masuk kelas untuk ujian matematika sebagai ujian terakhir sebelum liburan musim panas dan masuk SMP.
"Tapi Dendeng -chan, masa tidak belajar semalam ?"
"Malas ..." jawab Raiden sambil berjalan menuju sekolahnya.
Jika ada orang yang bisa melihat, Raiden tidak sendirian. Ada seorang hantu wanita yang berjalan di sampingnya. Yes, Raiden Sky Kojima Park adalah seorang indigo. Hanya saja, Raiden tidak bisa melihat, hanya mendengar suara saja. Berbeda dengan kakak sepupunya Lachlan de Luca yang bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk halus, bahkan terkadang kakaknya itu membantu para arwah penasaran bisa menyebrang ke alam keabadian.
"Dendeng-chan kan pintar tapi kenapa malas belajar sih.." ucap hantu wanita itu.
"Lagi tidak mood saja. Jadi Miho-chan, nanti bantu Dendeng ya?" senyum Raiden.
Hantu bernama Miho itu hanya menggelengkan kepalanya.
***
Raiden benar-benar membuktikan dirinya menunggu jawaban hasil gentayangan Miho. Bukan Raiden tidak cerdas... Dia sangat cerdas macam kakaknya, Raihanun tapi jiwa malasnya sedang berkobar-kobar. Prinsip Raiden, jika ada yang bisa bantuin dan itu bagaikan pemegang jubah penghilang Harry Potter, kenapa tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin?
Di keluarganya hanya dirinya dan Lachlan yang indigo. Tentu saja Oma kesayangan mereka, Freya Lexington, sangat senang karena dua cucunya memiliki kelebihan yang sesuai dengan hobinya ke tempat-tempat seram dan berhantu. Bahkan saat Freya liburan ke Jepang, dia menyeret Raiden ke Aokigahara dan prefektur Kanagawa.
Shinichi dan Kedasih tidak masalah Raiden pergi bersama Omanya tapi yang ditakutkan adalah jika Freya sakit atau paling ekstrim adalah terkena serangan jantung karena kaget. Namun Freya memang dikenal Oma tangguh bahkan sangat excited.
***
Raiden mengangkat kedua tangannya usai menyelesaikan ujiannya dengan senang karena dirinya bisa liburan panjang menjelang test masuk SMP Shibuya. Dirinya memang malas untuk ikut acara kegiatan sekolah di musim panas dan memilih untuk pergi ke anggota keluarganya.
"Ke Brussels atau ke Jakarta ya ?" gumam Raiden. "Kalau ke Swiss ... Malas .."
Kakak Raiden, Raihanun sudah dihukum ayahnya masuk asrama di Swiss gara-gara berkelahi dan Raihanun tidak sendirian, bersama dengan partner gelutnya, si kembar Aspen dan Alaska Al Jordan, mereka melanjutkan SMA disana. Raiden sendiri semenjak menjadi anak tunggal, semakin membuat pusing Shinichi dan opanya Hideo.
"Den-chan ..." panggil temannya, Yosuke. "Liburan mau kemana?"
"Entahlah... Aku belum tahu..." jawab Raiden yang tahun ini genap 12 tahun. ( settingnya memang dua tahun sebelum Ghost Detective ).
"Keluarga kamu kan tersebar di seluruh dunia ... Kalau mau liburan, tidak bakalan bingung lah ..." gumam Yosuke.
"Iya sih..."
"Tetap masuk Shibuya junior elite school?" tanya Yosuke.
"Iya lah. Dekat rumah juga ... Kamu rencana masuk sana juga kan?"
Yosuke mengangguk. "Ya sudah .. Kita pikir belakang saja liburan mau kemana ..."
***
Hari Sabtu di Tokyo
Raiden naik kereta menuju pinggiran kota Tokyo sendirian... berduaan dengan Miho sebenarnya. Tadi malam Miho bilang jika Raiden mendoakan arwahnya di makamnya, dia akan menyeberang.
Raiden dan Miho bertemu saat hantu itu melihat Raiden duduk sendirian di pinggir sungai namun ternyata tidak sendirian. Miho akhirnya tahu jika Raiden bisa berkomunikasi dengan arwah tapi tidak bisa melihat. Raiden tersenyum saat tahu hantu yang bersamanya sudah pergi dan Miho memberanikan diri mendekati Raiden. Tidak disangka Raiden sangat baik dan Miho pun tidak keberatan mengikuti Raiden. Miho sebenarnya ingin bisa menyebrang tapi terhalang tidak ada yang mendoakan dirinya.
Miho seperti halnya banyak warga Jepang lainnya, tidak memiliki keluarga. Miho memilih tidak menikah dan saat meninggal pun dia sendirian di apartemen hingga ditemukan oleh petugas sensus keesokan harinya. Raiden sudah menyanggupi untuk mendoakan Miho di makamnya usai ujian dan sekarang adalah waktunya.
***
Komplek Pemakaman Umum Hasedai
"Sebelah mana Miho-chan?" tanya Raiden sambil mencari-cari batu nisan Miho.
"Lurus terus nanti batu ketiga sebelum perempatan..." jawab Miho.
Raiden sudah membawa buket bunga untuk diletakkan diatas batu nisan milik Miho. Tak lama, Raiden berhasil menemukan batu nisan Miho. ABG itu pun meletakan buket bunga Krisan diatasnya dan memulai berdoa menurut keyakinan Raiden.
Miho tersenyum melihat ABG itu sangat tulus dan memenuhi janjinya membuat dirinya senang. Raiden adalah anak yang tidak aneh-aneh meskipun sudah beberapa kali Miho melihat Raiden merusak barang entah pensil, kotak pensil bahkan memecahkan piring beberapa kali.
"Dendeng-chan..." panggil Miho.
"Nani ( apa )?" jawab Raiden yang masih khusyuk berdoa.
"Aku dipanggil pulang ..."
Raiden menoleh ke arah suara Miho. "Alhamdulillah... Yokatta desu ne ( syukurlah )..."
Miho tersenyum. "Aku tahu kamu tidak bisa melihat, Dendeng-chan... Tapi... Domo Arigato..."
"Berbahagialah di kehidupan abadi, Miho-chan" jawab Raiden.
"Kamu anak baik ... Sayonara ..." pamit Miho.
"Sayonara ..." balas Raiden. Setelah dirasa Miho sudah pergi, Raiden pun berjalan keluar dari pemakaman dan menuju stasiun bis lalu menuju stasiun kereta.
***
Kediaman Keluarga Hadiyanto
Sagara terkejut saat mendengar cerita ayahnya bahwa salah satu pegawainya meninggal saat berada di pondok liburannya karena kebakaran bersama dengan istrinya.
"Kok bisa Pa ?" tanya Sagara saat mereka sarapan di hari Minggu pagi.
"Itu yang papa tidak tahu tapi pihak kepolisian bilang kemungkinan hubungan pendek arus listrik..." jawab Dewa Hadiyanto.
"Apakah dia punya anak, Wa ?" tanya Bagas Hadiyanto ke putranya.
"Ada namanya Danar Parman..." jawab Dewa.
"Apa uang santunan akan kamu kasih ke anaknya?" tanya Safira.
"Lha hukumnya begitu .."
"Aku kenal Danar ... Dia teman sekolah aku ..." jawab Sagara. "Tapi drop out ..."
Sagara sendiri sudah kelas dua SMA dan akan naik kelas tiga. Remaja berusia 15 tahun itu tampak cemas karena dia mendengar selentingan jika Danar pergaulannya tidak benar.
"Bagaimana dia bisa drop out? Setahu papa, pak Parman dan istrinya Bu Sari itu orang baik ..." gumam Dewa.
"Pergaulan Wa ... " ucap Bagas. "Beruntung kamu baru bandelnya pas kuliah bukan dari jaman SMA ..."
"Pa, ada anak di bawah umur ini. Jangan sebar aib aku lah..." pinta Dewa. "Nanti kalau papa sebar aib aku, aib papa juga aku sebar ..."
Sagara menggelengkan kepalanya. "Pada sebar aib .. "
"Tapi kalau uang santunan dikasih semua ke anaknya, apa nggak dipakai aneh-aneh?" tanya Alina, istri Dewa dan ibu Sagara.
"Itu urusannya Jeng Alina... Tapi kewajiban perusahaan kan harus memberikan santunannya..." jawab Dewa.
Sagara hanya diam karena tahu akan dipakai apa oleh Danar uang sebanyak itu.
Narkoba.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️ 🙂 ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Ita Xiaomi
Salut ama Raiden.
2024-11-16
1
Tri Yoga Pratiwi
si danar ini yang bunuh orang tua nya kan ya
2024-05-29
1
Sri
ouh awalnya begini ....
2024-05-28
1