Nonik

Pagi ini Raiden sudah nongkrong di kopi kenangan dekat kantor milik keluarganya. Dirinya merasa gabut karena Lachlan tidak pulang semalam demi membantu arwah. Sementara Kaivan, Alsaki, Sagara dan Aizen sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kaivan sendiri sudah menyelesaikan studinya di MIT dan sekarang magang di PRC Group. Sagara sibuk kuliah, sementara Alsaki dan Aizen bekerja di kantor masing-masing.

Raiden sudah mengirimkan pesan ke Lachlan jika dia menunggu disini. Remaja itu memilih bermain game di ponselnya sembari memasang airpodsnya. Raiden tidak menyadari bahwa dirinya diamati oleh sosok hantu cilik imut.

Mukanya gemesin... - batin hantu itu.

Raiden masih asyik main game saat ada pesan masuk di ponselnya.

📩 Mas L : Sebentar lagi sampai kopi kenangan.

Raiden tersenyum. "Akhirnya tidak gabut ..."

***

Wajah Raiden mulai cerah saat melihat mobil Lachlan datang ke area parkir itu dan tampak sepupunya tidak sendirian. Wuuuiiiihhhh ada cewek manis chuy! Raiden melihat keduanya turun dari mobil lalu mereka pun berjalan mendekati meja Raiden.

"Udah lama ?" tanya Lachlan sambil memeluk Raiden yang sering dibilang gapura kabupaten karena jangkung. Padahal sepupu lainnya juga jangkung-jangkung.

"Alhamdulillah... Lumutan!" jawab Raiden manyun. "Ini mbak Nyes?" Raiden mengulurkan tangannya ke Nareswari yang disambut oleh gadis itu.

"Senang berkenalan denganmu, Raiden" balas Nareswari.

"Kok kamu tahu?" tanya Lachlan.

"Ada yang kasih tahu aku. Hei, aku memang nggak bisa lihat tapi bisa dengar para kaum astral itu. Jadi ada bisik ke aku. Hanya saja ..." Raiden merasa merinding lalu beringsut mendekati Nareswari. "Mbak Nyes, katanya sama ya sama mas L?"

"Iya ... Aku sa... " Nareswari memucat saat melihat seorang gadis cilik berdarah Belanda berdiri di depannya dengan kondisi leher nyaris putus.

"Kakak-kakak, tolong bantu Chelsea dong... Leher Chelsea hampir putus .. " ucap hantu nonik Belanda kecil itu sambil menyangga lehernya.

"AAAAAHHHH !!!" teriak Nareswari dan Raiden bersamaan dan keduanya saling berpelukan.

***

PRC Hospital Jakarta

Kaysa berjalan menuju ruang pasiennya yang dioperasinya kemarin akibat memakan peluru BB. Pasiennya masih berusia enam tahun dan mengira peluru BB itu macam pilus. Akibatnya tidak semua bisa keluar dari saluran pengeluaran. Kaysa tidak habis pikir, kemana orang tuanya yang lalai dalam mengawasi anaknya.

"Selamat pagi ..." sapa Kaysa ramah berusaha menahan emosinya yang datang bersama suster Nita.

"Selamat pagi dokter..." jawab ibu si pasien yang asyik bermain ponsel tanpa mengindahkan anaknya yang kesakitan.

"Apakah ponsel begitu penting dari anak ibu yang kesakitan?" sindir Kaysa sambil melihat kondisi pasiennya. "Anak ibu hampir tewas gara-gara peluru BB ! For God's sake !"

Ibu itu cemberut. "Ini saya sedang jualan dok !" jawabnya ketus. "Kalau saya tidak jualan di TikTok shop, saya tidak dapat uang buat bayar rumah sakit !"

"Anda jualan apa ? Saya belinya !" balas Kaysa kesal karena pasiennya banyak bergerak hingga membuat jahitannya sedikit infeksi.

Ibu itu hanya diam saja. Kaysa dan suster Nita yang sedang mengambil tindakan, melongo karena tahu yang dimaksud jualan si ibu itu adalah jualan yang lain.

"Astaghfirullah... " bisik Kaysa yang tidak menyangka wanita itu memilih jalan yang paling mudah mendapatkan uang. "Fokus sama anak ibu dulu ! Jika ibu tidak mau punya anak, jangan punya anak daripada tidak bisa bertanggungjawab sama anak yang sudah dititipkan Allah !"

Suster Nita melirik ke arah Bossnya yang dikenal ceplas-ceplos tanpa filter.

"Ibu tahu siapa bapaknya? Jika ibu tidak sanggup, berikan pada ayahnya ! Daripada..."

"Cukup dokter ! Saya tidak suka diceramahi !" bentak ibu itu. "Dia anak saya ! Hak saya !"

"Iya, hak ibu ! Tapi kewajiban ibu juga menjaga dan merawat nya ! Apakah ibu tahu kalau anak ibu hampir tewas karena ibu tidak aware mengawasinya? Lagipula kok bisa ada pistol berpeluru BB di rumah dan pelurunya?" balas Kaysa tidak kalah pedas.

"Dok, sudah..." bisik suster Nita.

"Tidak suster Nita. Ibu ini harus sadar kalau dia nyaris menjadi pembunuh anaknya sendiri ... Atau .. Ibu sengaja supaya lepas dari tanggung jawab?" Kaysa memicingkan matanya ke wanita itu.

Ibu itu langsung memucat.

***

Teras Kopi Kenangan di Kuningan Jakarta

Lachlan melihat Nareswari dan Raiden saling berpelukan dengan ketakutan bin heboh, akhirnya memaklumi karena yang datang ke mereka memang bentuknya lebih parah dari kwartet sebelumnya.

"Nyes, Deng, duduk dulu ... " ajak Lachlan. "Nonik, jangan bikin kaget kak Nyes dan Kak Dendeng dong..."

Nonik itu cekikikan yang semakin membuat Nareswari dan Raiden erat berpelukan karena saking merinding diskonya.

"Aku nggak dengar, aku nggak dengar..." ucap Raiden sambil memejamkan matanya yang juga dilakukan Nareswari.

"Ayo duduk, Nyes... " Lachlan membimbing Nareswari untuk duduk dan keduanya melepaskan pelukan, lalu Raiden mengikutinya di sebelah.

"Dendeng, pakai airpodsnya, terus pesankan kopi yang pakai gula aren. Terserah size-nya. Dua, dingin... " pinta Lachlan karena dirinya tidak bisa kemana-mana sebab tangannya digenggam oleh Nareswari.

"Oke ! Sama roti ?" tanya Raiden yang segera memakai airpodsnya.

"Boleh deh yang paket. Aku yang coklat, kamu apa Nyes?" Lachlan menatap gadis yang masih memejamkan matanya.

"Sarikaya" jawab Nareswari.

"Oke..." Raiden pun ngibrit masuk ke dalam coffee shop itu sedangkan Lachlan yang masih memegang tangan Nareswari, menatap nonik yang mengaku namanya Chelsea.

"Kamu tuh jangan bikin takut mbak Nyes, tho Chelsea" tegur mbak Kunti.

"Iya lho, kasihan mbak Nyes dan mas Dendeng..." timpal pak Gondo.

Nonik itu menatap dua hantu yang berada di belakang Lachlan dan wajahnya mulai mendrama seperti hendak menangis dan benar sedetik kemudian, nonik menangis kencang membuat Lachlan dan Nareswari harus menutup telinganya.

Mas Muka Rata lalu menyelentik si nonik hingga berhenti menangis. "Berisik ! Kamu itu kalau mau minta dibantu, ada aturannya !"

"Ha.. habis... Nonik bingung ..." isaknya.

"Tunggu... Kita cooling down dulu. Aku dan mbak Nyes harus minum yang dingin biar nggak panik... Okay?" ucap Lachlan bersamaan datangnya Raiden dengan membawa kopi dan makanannya.

"Nih mas L, mbak Nyes... Minum dulu..." ucap Raiden yang masih memakai airpodsnya.

"Nyes, minum dulu ..." Lachlan mengarahkan kopinya ke Nareswari.

"Mbak Nyes, buka aja matanya... Nggak papa, leherku udah aku benarkan..." ucap Nonik.

"AAAAAHHHH!" teriak Nareswari lagi membuat Lachlan memeluknya sembari meletakkan kopi milik Nareswari di meja. Tubuh gadis itu sampai gemetaran.

"Ojo ngomong terlalu jelas tho !" tegur Mbak Kunti yang kasihan sama Nareswari. "Kasihan mbak Nyes !"

"Vergeef me ( maafkan aku )" ucap Nonik dengan bahasa Belanda.

"Wanneer ga je dood ( kapan kamu mati )?" tanya Raiden dengan bahasa Belanda. Tidak heran jika Raiden bisa karena dia seorang poliglot, orang yang bisa banyak bahasa.

"Lha katanya nggak mau dengar?" kekeh Lachlan.

"Penasaran... Setidaknya sih dia jujur lehernya mau putus..." ucap Raiden cuek setelah dirinya bisa mengontrol emosinya.

Lachlan menggelengkan kepalanya karena Freya paling suka pergi bersama dengannya dan Raiden untuk urusan macam itu.

"Ik stierf in 1899 ( aku mati tahun 1899 ), dibunuh oleh tukang kebun ku setelah berusaha melecehkan aku. Aku dibunuh dengan cara leherku dipotong pakai gunting rumput..." jawab Nonik. "Tapi aku tidak bisa pulang karena dendam ke tukang rumput itu .."

"Lalu Nonik maunya gimana?" tanya Lachlan sambil melirik ke Nareswari yang sudah mulai tenang dan berani membuka matanya pelan-pelan.

"Aku tahu kalau mencari si tukang rumput itu pasti sudah mampoos ... Aku hanya ingin cari kuburannya" jawab Nonik.

"Apa didoakan oleh pendeta tidak bisa ? Biar Nonik bisa pulang?" tanya Nareswari.

"Nggak bisa mbak Nyes, dendamnya terlalu dalam" sahut Raiden. "Gini Nik, kita masih belum dibuatkan blue print nya tahun segitu .... Kita aja belum, apalagi orang tua kita. Saat itu Eyang buyut Arga Pratomo juga baru mau dibikin..."

Lachlan menatap judes ke Raiden yang mulai kemana-mana.

"Apa Nonik tahu siapa yang bunuh Nonik?" tanya Raiden lagi. "Kita bukannya nggak mau bantu tapi merunut hingga ke beberapa generasi dengan data yang tidak terstruktur jaman penjajahan Belanda dulu... Aku agak meragukan bisa dapat turunan cicit buyut canggah dan canggihnya..."

"Ja.. Jadi... Kalian nggak mau bantu..." Nonik itu sudah mau menangis lagi tapi buru-buru ditahan ketiga hantu di belakang Lachlan dan Lachlan sendiri.

"Bukan nggak mau bantu tapi ini sulit, Nik" jawab Mbak Kunti.

"Kok kalian dibantu ?" Nonik menatap judes ke ketiga hantu itu.

"Karena kami matinya tidak lebih dari sepuluh tahun, Nik. Jadi mas Bule dan mbak Nyes masih bisa runut kejadiannya..." jawab Pak Gondo.

"Kalau Nonik cari tahu sendiri, apa kalian bisa ke keluarganya? Bikin acara doa ?" tanya Nonik.

"Insyaallah..." jawab Nareswari. "Kami akan mengusahakan menemukan kuburan tukang kebun itu."

Nonik itu mengangguk. "Biar aku cari tahu... " Hantu Nonik Belanda itu menghilang membuat Lachlan menatap Nareswari dan Raiden bergantian.

"Memang di dunia astral ada gitu kantor kependudukan arwah?" tanya Raiden bingung.

***

Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️ 🙂 ❤️

Terpopuler

Comments

awesome moment

awesome moment

disdukcapil ala nonik😆😄

2024-06-14

2

Uniie Gentra

Uniie Gentra

berarti ini ceritanya sebelum ghost detective ya mba hana?

2024-06-14

2

Jenong Nong

Jenong Nong

loh ini nonik blom tahu ya klo Laclan dn Dendeng keturunan Arga pratomo ....❤❤🙏🙏

2024-06-14

2

lihat semua
Episodes
1 Alsaki dan Kaysa
2 Brondong dan Pringles
3 Kaivan Reeves dan Raiden Park
4 Sagara Hadiyanto
5 Aizen Reeves Akihiro
6 Mbak Nita
7 Raiden dan Sagara
8 Khadijah Al Khafi
9 Kamu Naksir ?
10 Lima Kampret Beda Situasi
11 Ini Fakta Jeng Alina !
12 Hideo dan Raiden
13 Acara Pernikahan Aizen dan Anya
14 Ke Karet Bivak
15 Freya Lupa Umur
16 Raiden Dihukum
17 Nonik
18 Kaivan Bertemu Anastasia
19 Mungkin Doppelganger?
20 Hukuman Bon Cabe
21 Hari Jumat
22 Sagara Terluka
23 Empat Orang Masuk Bui
24 Semua Bingung Kecuali ...
25 Khadijah dan Nareswari
26 Hoshi Khawatir
27 Bahasa Ala Raiden
28 Kapan Mereka Bebas Sih?
29 Kasus Sudah Menunggu
30 Pra Ghost Detective
31 Nonik dan Mbak Nita
32 Kisah Di Hari Rabu
33 Doppelganger Yang Beda Generasi
34 Paijo bin Paino bin Paijem
35 Ghost Whisperer?
36 Khadijah Pergi
37 No Benalu
38 Bagas, Dewa dan Sagara
39 Nakula dan Sadewa
40 Berkumpul di RR's Meals
41 Tidak Usah, Nik!
42 Safira Pratomo Hadiyanto
43 Hilangnya Seorang Arsitek
44 Pening Sana Sini
45 Gelut Abadi
46 Anastasia Penasaran
47 Anastasia Terkejut
48 Anastasia dan Katya
49 Kasus Di Gatot Subroto
50 Rencana Raiden
51 Raiden dan Calon Pawangnya
52 Anastasia Sakit
53 Dewi Mentari
54 Judesnya Kaivan
55 Khadijah di Jakarta
56 Ide Hoshi
57 Tujuh Belasan Ala Hoshi
58 Keputusan Hoshi
59 Masih Tujuh Belasan Ala Hoshi
60 We're Not A Perfect Family
61 Masa Lalu Kaivan
62 Empat Wanita
63 Nonik Mengadu
64 Hoshi Tahu
65 Oma Buyut dan Buyut Berbakti
66 Hukuman Hoshi
67 Karena Anastasia Saja
68 Nonik Oh Nonik ...
69 Ancaman Kaivan
70 Kisah Khadijah di London
71 Alina dan Sagara
72 Kasus Alvinas
73 Raiden Gabut
74 Kehidupan Empat Kampret
75 Kaivan Yang Anti Romantic
76 Rencana Kaivan
77 Raiden dan Dewi Srengege
78 Rencana atau Wacana
79 Simple ala Sultan
80 Penggagalan Unboxing Buat Kaivan
81 Gini Aja Kok Serem?
82 After Midnight
83 Nonik Oh Nonik
84 Raiden Manyun
85 Bertemu Duo S
86 Itu Bukan Sagara!
87 Sagara Marah
88 Masuk Sel ... Lagi
89 Di Sel
90 The Avengers versi Nonik
91 Mematenkan Divisi Kasus Dingin
92 Keceplosan
93 Kasus Membagongkan
94 Bertemu Hoshi
95 Hoshi, L dan Iptu Dindong
96 Dendam Arwah dan ... Hoshi
97 Hukuman Hoshi
98 Bakal Apaan?
99 Lebaran Ala Klan Pratomo
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Alsaki dan Kaysa
2
Brondong dan Pringles
3
Kaivan Reeves dan Raiden Park
4
Sagara Hadiyanto
5
Aizen Reeves Akihiro
6
Mbak Nita
7
Raiden dan Sagara
8
Khadijah Al Khafi
9
Kamu Naksir ?
10
Lima Kampret Beda Situasi
11
Ini Fakta Jeng Alina !
12
Hideo dan Raiden
13
Acara Pernikahan Aizen dan Anya
14
Ke Karet Bivak
15
Freya Lupa Umur
16
Raiden Dihukum
17
Nonik
18
Kaivan Bertemu Anastasia
19
Mungkin Doppelganger?
20
Hukuman Bon Cabe
21
Hari Jumat
22
Sagara Terluka
23
Empat Orang Masuk Bui
24
Semua Bingung Kecuali ...
25
Khadijah dan Nareswari
26
Hoshi Khawatir
27
Bahasa Ala Raiden
28
Kapan Mereka Bebas Sih?
29
Kasus Sudah Menunggu
30
Pra Ghost Detective
31
Nonik dan Mbak Nita
32
Kisah Di Hari Rabu
33
Doppelganger Yang Beda Generasi
34
Paijo bin Paino bin Paijem
35
Ghost Whisperer?
36
Khadijah Pergi
37
No Benalu
38
Bagas, Dewa dan Sagara
39
Nakula dan Sadewa
40
Berkumpul di RR's Meals
41
Tidak Usah, Nik!
42
Safira Pratomo Hadiyanto
43
Hilangnya Seorang Arsitek
44
Pening Sana Sini
45
Gelut Abadi
46
Anastasia Penasaran
47
Anastasia Terkejut
48
Anastasia dan Katya
49
Kasus Di Gatot Subroto
50
Rencana Raiden
51
Raiden dan Calon Pawangnya
52
Anastasia Sakit
53
Dewi Mentari
54
Judesnya Kaivan
55
Khadijah di Jakarta
56
Ide Hoshi
57
Tujuh Belasan Ala Hoshi
58
Keputusan Hoshi
59
Masih Tujuh Belasan Ala Hoshi
60
We're Not A Perfect Family
61
Masa Lalu Kaivan
62
Empat Wanita
63
Nonik Mengadu
64
Hoshi Tahu
65
Oma Buyut dan Buyut Berbakti
66
Hukuman Hoshi
67
Karena Anastasia Saja
68
Nonik Oh Nonik ...
69
Ancaman Kaivan
70
Kisah Khadijah di London
71
Alina dan Sagara
72
Kasus Alvinas
73
Raiden Gabut
74
Kehidupan Empat Kampret
75
Kaivan Yang Anti Romantic
76
Rencana Kaivan
77
Raiden dan Dewi Srengege
78
Rencana atau Wacana
79
Simple ala Sultan
80
Penggagalan Unboxing Buat Kaivan
81
Gini Aja Kok Serem?
82
After Midnight
83
Nonik Oh Nonik
84
Raiden Manyun
85
Bertemu Duo S
86
Itu Bukan Sagara!
87
Sagara Marah
88
Masuk Sel ... Lagi
89
Di Sel
90
The Avengers versi Nonik
91
Mematenkan Divisi Kasus Dingin
92
Keceplosan
93
Kasus Membagongkan
94
Bertemu Hoshi
95
Hoshi, L dan Iptu Dindong
96
Dendam Arwah dan ... Hoshi
97
Hukuman Hoshi
98
Bakal Apaan?
99
Lebaran Ala Klan Pratomo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!