Dewa tampak antusias ingin tahu siapa gadis yang membuat putra tunggalnya tampak tersipu. Wah gak beres ini ... Pasti ada udang di balik bubur ta wan.
"Siapa ini Gara ?" tanya Dewa ke Sagara dengan gaya cool.
"Oh ... Kenalin Pa, ini Khadijah teman SMA Gara..." jawab Sagara sementara Khadijah mengatupkan kedua tangannya.
"Khadijah, Pak Hadiyanto .. " senyum Khadijah membuat Dewa melongo karena dipanggil nama belakangnya.
"Ehem, Dewa Hadiyanto. Jarang ada yang panggil nama belakang saya ..." balas Dewa.
"Saya biasa memanggil nama belakang penumpang kecuali Sagara karena sudah kenal ..." jawab Khadijah manis membuat Dewa tidak heran jika Sagara kepincut dengan gadis berwajah arab itu.
"Oh teman SMA Gara ... Senang bertemu dengan kamu. Junior kan ? Pramugari nya ..."
"Iya pak Hadiyanto. Anda berdua tidak membutuhkan makanan ataupun minuman lagi?" tanya Khadijah.
"Tidak Dijah ..." jawab Sagara.
"Kalau begitu, saya permisi dulu..." Khadijah mengangguk sopan sambil tersenyum manis dan mulai berkeliling ke para penumpang kelas bisnis. Tanpa sadar, Sagara tetap mengikuti kemana Khadijah dengan matanya.
"Jadi kamu naksir Dijah ?" goda Dewa.
"Eh?! Nggak ! Cuma kaget saja sudah masuk ke penerbangan internasional dan di kelas bisnis..." elak Sagara sambil kembali berkutat dengan MacBooknya.
Dewa hanya tersenyum simpul. "Hu um ..."
Sagara mengacuhkan godaan ayahnya. Susah kalau punya bokap mantan player ! Gerak gerik aku selalu ketahuan.
***
Sagara berdiri seolah hendak ke kamar kecil namun dirinya mencari Khadijah. Mumpung bokap lagi merem. Sagara pun menemui Khadijah yang sedang berada di pantry untuk membuat minuman.
"Dijah ..." panggil Sagara. "Nomor ponsel kamu ganti?"
"Ya Allah Sagara, bikin kaget. Iya ganti. Soalnya hp ku yg lama kena copet waktu mau ke pendidikan Garuda. Jadi aku ganti baru sama ponselnya. Gimana Sagara ?" Jawab Khadijah lembut.
"Boleh minta nomor kamu yang baru ?" tanya Sagara sambil mengeluarkan ponselnya. Di kelas bisnis bisa menyalakan laptop dan ponsel untuk bekerja tapi tidak.diperbolehkan untuk menelpon di pesawat komersial, karena hanya boleh browsing atau bekerja.
Khadijah memberikan nomornya dan langsung disimpannya.
"Nanti kalau sudah landing, aku hubungi. Oke ?" ucap Sagara yang memberikan pesan ke ponsel Khadijah.
"Oke Sagara. Kamu mau ke kamar kecil? Mumpung kosong tuh ..." senyum Khadijah.
"Ah iya ... Pantas aku tadi pengen apa tapi kok gak nyaman... " gumam Sagara sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi sementara Khadijah cekikikan.
"Dijah ! Jangan bercanda !" tegur seniornya.
"Baik kakak senior .."
***
Sagara segera menghubungi Khadijah begitu tiba di rumahnya. Tidak seperti biasanya, Sagara langsung masuk kamar setelah mencium pipi Alina padahal biasanya memilih cerita macam-macam dengan ibunya.
"Ada apa dengan Gara, mas Dewa ?" tanya Alina bingung.
"Tadi di pesawat ketemu pramugari yang teman SMA-nya. Kayaknya ada sesuatu deh antara Gara dan gadis bernama Khadijah itu..." jawab Dewa santai sambil mencium bibir Alina lembut.
"Cewek ? Pramugari?" tanya Alina penasaran. "Cantik?"
"Ya cantik lah. Wong ada darah Arabnya gitu. Gara kan anakku, tidak bisa tidak lihat cewek cantik... Addduuuhhh !" Dewa memegang bahunya yang dikeplak Alina.
"Semoga nggak nurun kamu kelakuannya !" sungut Alina.
"Ya nggak lah sayang. Sagara itu kebalikan aku sama bokap. Anak lurus macam Autobahn dan tidak macem-macem. Kan dia hasil didikan kamu, Jeng ..." jawab Dewa sambil memeluk Alina.
"Lha terus kalau mas Dewa ?"
"Hasil niru bokap lah ... " balas Dewa kalem. "Sayangnya, kok ya yang jelek ya ..."
Alina menggelengkan kepalanya. "Sudah tahu jelek, masih ditiru ..."
"Kalau gak begitu, kan aku nggak ketemu kamu Jeng Alina ... Memang dalane kudu ngono ( memang jalannya kudu begitu )..." senyum Dewa.
***
Kamar Sagara
"Sudah sampai di mess ?" tanya Sagara ke Khadijah.
"Sudah Sagara. Baru saja sampai..." jawab Khadijah.
"Besok jadwal terbang kemana ?"
"Besok ke Singapura PP terus malam aku terbang ke Aussie lagi. Kebetulan aku mendapatkan baru sekitar itu, belum sampai Eropa atau Amerika kok ..."
"Oh .. Dijah. Tolong aku diberi tahu ya jadwal terbang kamu ..." pinta Sagara.
"Kenapa Sagara?"
"Supaya aku bisa pesan tiket yang sama dengan penerbangan kamu..."
Khadijah cekikikan. "Memangnya kamu tidak kuliah? Eh kamu sekarang kuliah dimana?"
"UPH. Ambil bisnis."
"Kirain masuk UI ..." komentar Khadijah.
"Nggak lah. Kejauhan. Apalagi kalau Eyang kakung n Eyang Putri lagi kumat ribut unfaedah, aku bagian PBB nya ..."
Khadijah terbahak. "Memang sudah sepuh masih suka ribut?"
"You have no idea. Mungkin itu yang bikin pernikahan mereka awet dan penuh warna."
"Sagara, aku mau istirahat dulu..."
"Oke Dijah. Selamat beristirahat. Aku senang ketemu kamu lagi..."
***
"Siapa Khadijah?" Alina menatap tajam Sagara saat dirinya masuk ke dalam kamar putranya.
"Teman SMA yang sekarang jadi pramugari Garuda Indonesia" jawab Sagara kalem. "Kami sempat lost contact dan ternyata hpnya kena copet jadi ganti semua."
"Cantik?"
Sagara mengangguk.
"Kamu naksir ?"
Sagara menggelengkan kepalanya tapi Alina yang sudah berpengalaman menjadi guru sekian tahun, tahu mana yang bohong mana yang tidak tapi dia tetap tidak akan mendesak putranya karena biasanya, semakin kamu desak, semakin tinggi tembok defense nya. Dan sekarang putranya sedang berbohong dengan perasaannya.
"Ya sudah. Setidaknya tali silahturahmi kalian tidak putus bukan ?" senyum Alina.
"Iya ma ..."
***
Kediaman keluarga Akihiro
"Tidak ada pesta mewah?" tanya Romeo Akihiro ke putranya Aizen yang hendak menikah akhir tahun ini.
"Tidak ada, otousan. Aku dan Anya ingin pesta sederhana saja ... Cukup di garden party dengan anggota keluarga, sahabat dekat dan kolega saja.. Itu pun tidak semua yang kolega ... " jawab Aizen.
"Bagaimana Jules ?" tanya Romeo ke Juliet.
"Papa Macan sih sudah nebak kalau Ai dan Anya tidak mau pesta mewah ... Bagaimana dengan Kaoru Fukuchi, bokapnya Anya ? Sudah ngobrol sama kamu, Rombeng ?" balas Juliet.
"Belum. Lha ini kan baru rencana ..." cengir Romeo.
"Haaaiissshhh ! Ya sudah, besok biar aku ketemu sama Lidya, nyokapnya Anya ! Memang begini nih harus yang cewek yang maju !" geram Juliet.
Romeo dan Aizen saling berpandangan. Mulai deh mama macan junior emosi.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️ 🙂 ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
awesome moment
untg Dewa pas ketmu Alina udh lumayan waras. jd Gara cukup lempeng. modelan Dhijah mmg yg bisa bikin Gara klepek2.
2024-06-08
1
Murti Puji Lestari
aku kok. malah jadi inget pas acara lamarannya Alina sama dewa, maunya diam diam malah jadi pesta rakyat😅😅😅
2024-06-02
1
Jenong Nong
untung Sagara g nurun dri Dewa dn Bagas jd waras ....🤣🤣❤❤🙏🙏
2024-06-02
1