Rina mencari suaminya yang tidak ada dimana-mana dan akhirnya menemukan sedang melamun di depan pohon mangga kesayangannya.
"Awas lho kesambet .. Repot nanti soalnya L kan di Palermo ..." senyum Rina sambil duduk di sebelah Hoshi. "Ada apa papa macan?"
"Zen-zen hendak menikah ..." jawab Hoshi dengan nada galau.
"Lha kan memang seharusnya... Dia dan Anya sudah pacaran lama..."
"Terus habis itu kapan-kapan... Haaaahhh... Waktu berjalan cepat ya cewek arab. Perasaan kemarin habis gantung dua anak itu di pohon mangga karena berkelahi, eh sekarang salah satu mau menikah ..." Hoshi meletakkan kepalanya diatas bahu Rina.
"Lha gimana Hoshi, kita juga semakin tua. Siklus berkelanjutan... Dan berulang. Apa kamu tidak setuju Ai dengan Anya ?" tanya Rina sambil mengelus pipi Hoshi.
"Bukan begitu. Aku suka Anya, bibit bebet bobot baik ... Hanya saja kok aku merasa tua... Seingat aku, masih nodong orang yang mau bunuh Aji Yung di MIT ..." gumam Hoshi. ( Baca Hoshi, My Tiger ).
"Ya Allah, muka cewek. Itu jaman baheula sayang. Jaman kamu masih muka cantik ..." senyum Rina.
"Sekarang?"
"Muka keriput..."
Hoshi pun cemberut. "Njelehi kau, cewek arab !"
"Ah njelehi begini tetap kamu gondeli..." goda Rina membuat Hoshi tertawa dan mencium pipi istrinya.
"Soalnya kamu paling enak digondeli ..." kekeh Hoshi.
"Idiiiihhh !" Rina mencium ujung hidung Hoshi. "Love you muka cewek ..."
"Love you too cewek Arab ..."
***
Aizen akhirnya pasrah dengan keputusan Juliet dan Lydia untuk mengadakan pesta pernikahan di PRC Hotel dengan nuansa garden party. Halaman tengah hotel itu sangat luas dan memang sering digunakan untuk pesta pernikahan yang menggunakan tema garden party.
"Kalian menikahnya gaya santai kan?" tanya Juliet.
"Santai saja meskipun awalnya aku dan Anya ingin di mesjid Istiqlal saja ..." jawab Aizen. "Addduuuhhh !"
Juliet mengeplak bahu putranya. "Kenapa kamu tidak bilang pengen di Istiqlal !"
"Lha memang kenapa ?"
"Mommy lebih suka disana cumiii !"
"Hiyyyaaaahhhh ! Otousan... Gimana ini mama macan junior?" Aizen menatap panik ke Romeo yang hanya menyesap ochanya.
"Salahnya kamu tidak bilang dari awal..." jawab Romeo kalem.
Aizen hanya menunduk pasrah saat Juliet menghubungi Lydia Fukuchi.
"Lidya, anak-anak minta di Istiqlal. Bagaimana?" tanya Juliet.
***
PRC Hospital Jakarta
Kaysa tampak serius dalam memeriksa semua hasil Rontgen dan USG pasiennya sebelum dia melakukan operasi bersama dengan Dokter Safira Pratomo Hadiyanto.
"Serius amat ..." ucap Alsaki yang melewati ruang dokter bedah bersama dengan asistennya, Cantika.
"Ini lho ..." ucap Kaysa. "Sedang persiapan operasi nanti jam dua. Aku kan harus tahu lokasi yang harus aku bedah ..."
"Cantika, kamu pergi ke ruangan dulu. Saya mau bicara sebentar dengan dokter Kaysa" ucap Alsaki.
"Baik pak Saki... Mari dokter Kaysa..." pamit Cantika sambil mengangguk.
"Silahkan Tika ..." jawab Kaysa.
Alsaki pun duduk di sebelah Kaysa yang masih menatap layar tempat foto Rontgen ditempel disana.
"CA ( kanker )?" tanya Alasaki.
"Yes. Akibat berlebihan suntik silikon ..."
"Dimana ?"
Kaysa menunjukkan bagian belakangnya.
"Bokong? You're kidding ..."
Kaysa menggelengkan kepalanya. "Pasien ingin punya bokong macam J.Lo dan tidak pernah puas ... Sekarang jadi kena deh sekarang ... Tumor yang menjadi kanker."
"Ya Allah ..."
"Memang dasarnya tidak bersyukur saja sih ..."
***
Di ruang operasi
Kaysa dan Safira hanya bisa menghela nafas panjang saat mereka membuka lokasi kanker yang hendak mereka ambil karena apa yang dilihat di foto Rontgen dan USG tidak sebanyak yang dilihat sekarang ini.
"Ya Allah .. Ini bagaimana Kay ?" ucap Safira yang tidak menyangka sel kankernya akan sebanyak ini.
"Terpaksa kita ambil semuanya Dokter Safira .." jawab Kaysa.
Safira menggelengkan kepalanya. "Harusnya bersyukur dengan apa yang sudah diberikan Allah SWT, bukan merubah semaunya..."
"Mari kita berjibaku, Dokter Safira..." senyum Kaysa.
***
MIT Massachusetts
Kaivan tampak manyun saat melihat bagaimana test ujian semester yang diberikan merupakan hasil penelitian opanya. Kaivan memang mengambil jurusan science seperti Hoshi dan tidak menyangka jika salah satu soalnya dari tesis Hoshi.
"Dasar legenda MIT ..." sungut Kaivan yang kesal karena sering dibandingkan tidak hanya ke opanya tapi juga Oomnya Bayu O'Grady, Devan McCloud, ayahnya Valentino Reeves dan buyutnya Levi Reeves yang berhasil mendapatkan Nobel di bidang fisika.
Mengemban nama Reeves di belakang namanya itu sudah membuat beban tersendiri sebab jika dia melakukan kesalahan sedikit saja, Opanya bakalan ngeroweng sampai mangganya berbuah dua kali.
"Haaaahhh... Nasib ... nasib ..." keluh Kaivan sambil mengerjakan ujian semesternya.
***
Tokyo Jepang, SMP Elite Shibuya
Raiden meletakan kepalanya diatas kertas ujian semesternya dan dirinya merasa otaknya kosong setelah dipakai berpikir.
"Jawabannya yang nomor 13 adalah C..." bisik Chiaki, hantu anak kecil yang sering membantu Raiden ujian. Chiaki tidak mau menyebrang karena dia suka tinggal di sekolah itu.
"Thanks. Nomor 16 ?" bisik Raiden.
"Cotto matte kudasai ( tolong tunggu sebentar )" ucap Chiaki.
Raiden tersenyum. Lumayan juga jadi anak indigo.
***
Jakarta, Indonesia
Dewa mengirimkan Sagara yang sudah selesai ujian semester untuk menghadiri acara ulang tahun Bank mereka yang ada di Surabaya. Tentu saja Sagara segera mencari informasi kapan Khadijah terbang ke Surabaya. Akhirnya Sagara mendapatkan jadwal gadis itu akan transit di Surabaya sebelum ke Makassar.
Sagara segera memesan kelas bisnis untuk ke Surabaya dan menolak menggunakan pesawat milik Hadiyanto karena tahu akan dipakai Dewa ataupun Bagas. Tentu saja Dewa dan Alina memilih diam karena tahu Sagara masih berusaha mendapatkan hati Khadijah. Dewa sudah mengetahui latar belakang gadis itu yang ternyata masih ada hubungan dekat dengan keluarga Pratomo. Eyang buyut Khadijah adalah Kartokusumo, pendalang terkenal di Solo. ( Baca Guruku Bar-bar Sekali. ).
Ibu Khadijah adalah cicit Kartokusumo yang menikah dengan pria keturunan Arab hingga akhirnya lahir gadis itu. Ayah Khadijah adalah pegawai di departemen agama yang ditugaskan di Jakarta saat Khadijah SMA. Sekarang mereka sudah kembali ke Solo dan berencana menetap serta pensiun di sana.
Khadijah memang ingin menjadi pramugari karena ingin berkeliling dunia dibayar. Yang membuat Dewa dan Alina bingung itu adalah, Khadijah lebih tua dua tahun dari Sagara. Dewa tidak habis pikir karena Alsaki juga berpacaran dengan gadis yang lebih tua sementara putranya naksir gadis yang juga lebih tua. Alina hanya menenangkan Dewa karena umur hanyalah angka karena meskipun Dewa lebih tua dari Alina, tetap kelakuannya macam anak kecil yang membuat Dewa manyun.
***
Kelas Bisnis Garuda Indonesia Tujuan Surabaya - Makassar
Khadijah terbengong-bengong melihat Sagara sudah duduk manis di kursi bisnis bersama dengan Ragil Wibisono, asisten Dewa. Ragil pun bisa melihat bahwa ada sesuatu diantara keponakannya dan pramugari cantik berdarah Arab itu.
"Pagi Dijah ..." sapa Sagara manis.
"Pagi Sagara. Ada perlu sesuatu ?" tanya Khadijah.
Sagara menggelengkan kepalanya. "Nope. Cukup lihat kamu saja sudah ayem..."
Pipi Khadijah memerah akibat tersipu.
Wah, wah, wah ... Pak Dewa .. Untung anakmu tidak secelutak bapak waktu masih muda. Sudah yakin sama satu wanita. Tidak macam bapak ...- batin Ragil sambil tersenyum.
***
Sementara itu di kamar mandi Kediaman keluarga Hadiyanto
"Haaatttssyyyiiiinnngggg !" Dewa mengusap hidungnya. "Siapa sih yang ngrasani gue lagi bertapa !" teriaknya kesal.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️ 🙂 ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
awesome moment
dirasani Ragil, pak Dewa. dicluthak cluthakake lho. mo disumpahi g tu Ragilnya?😄😆😄disumpahi yo, pak. Ben Ragil besanan sm kelg Pratomo
2024-06-08
1
🥰Siti Hindun
🤣🤣🤣🤣 bener tuh, untung Gara g macam Bapak'y🤭
2024-06-03
1
Noey Aprilia
Ragil yg lg ngumpatin km mas dewa....dia brsykur krna gara ga playboy ky bpknya.....
Ga pa2 cwek lbh tua,umr kn cma angka....cwok yg umrnya lbh tua aja mlh kya bayi ko....🤣🤣🤣
2024-06-03
1