Brondong dan Pringles

Hotel Mulia Jakarta

Kaysa merangkul lengan Alsaki dengan mesra saat mereka berdua berjalan masuk ke dalam lobby hotel. Para petugas EO langsung mendata mereka dan dipersilahkan masuk ke dalam ballroom tempat acara diadakan.

"Sekarang si Wedhus gembel dimana?" bisik Alsaki ke Kaysa yang hanya cemberut mendengar panggilan paling jelek yang pernah dia dengar.

"Mana aku tahu, Saki !" desis Kaysa sebal dengan pria yang lebih muda darinya itu.

"Biar dia tahu, Tante satu ini sudah punya brondong kaya raya !" ucap Alsaki sombong.

Kaysa memicingkan matanya. Iya benar kamu brondong sugih tapi mbok ya jangan riya' gitu lhooooo !

"Yuk sekarang kita ketemuan sama teman-teman kamu ... Eh ada Oom Rem blong tuh !" ajak Alsaki.

"Astaghfirullah Saki ! Dokter Remy Giandra! Bukan Oom Rem blong !" Kaysa mengeplak bahu Alsaki yang yang sama saja dengan ayahnya Arkananta dan eyangnya Bima kalau manggil orang seenaknya saja.

"Lha kalau kumpul keluarga bokap n Oom V panggilnya begitu .. Aku kan cuma meniru..." balas Alsaki cuek.

Kaysa merasa gemas dengan pria ganteng yang menyebalkan ini.

"Saki ! Kaysa ! Kirain tidak datang .. " senyum Remy Giandra. Duren yang baru saja kehilangan istrinya Maharani akibat kanker rahim, menjadi incaran para dokter wanita baik yang lajang, setengah lajang maupun masih punya suami karena memang ganteng.

"Oom, kagak usah tebar pesona kenapa? Tante Rani baru setahun nggak ada lho ..." sungut Alsaki.

"Yang tebar pesona siapa ? Oom biasa aja tuh ..." jawab Remy santai. "Kan baru kali ini Oom datang di acara ini setelah setahun memilih jadi beruang hibernasi..."

"Tapi memang duren itu menggoda..." jawab Kaysa. "Aku nggak naksir Dok Remy lho ya ..."

Alsaki melirik judes ke Kaysa. "Kamu tuh ! Mbok dieling si Wedhus gembel belum ketemu !"

Remy menatap bingung ke Alsaki dan Kaysa. "Siapa Wedhus gembel?"

"Itu Oom, dokter Widianto bin Wedhus, dokter penyakit dalam yang ditaksir Kay-kay ... Yang dilihat apa dari dokter player cap Wedhus itu !" sungut Alsaki sambil manyun.

"Owalaahhh dokter Widianto... Tadi ada .. Katanya sama tunangannya, anak dokter Prayitno, ketua dokter divisi onkologi RSCM..." jawab Remy.

Kaysa melongo. "Bella Prayitno?"

"Yup. Model terkenal itu Kay ..." Remy mengedikkan dagunya ke arah meja-meja bufet.

Alsaki dan Kaysa menoleh ke arah yang ditunjukkan Remy. Tampak seorang pria sok kecakapan asyik mengobrol sambil tangannya tidak lepas dari pinggang seorang wanita cantik dengan baju lumayan terbuka.

"Kayak gitu masih kamu gondeli? Kalau aku jadi kamu, Kay. Ora Sudi !" kompor Alsaki di sisi telinga Kaysa.

Gadis cantik itu hanya diam saja.

***

Acara pesta pun berlangsung meriah khas para dokter yang semakin bragging merasa paling hebat. Alsaki hany tersenyum sopan saat ada seorang dokter senior membanggakan pendidikannya di Harvard Medical School.

"Ohya ? Anda lulusan Harvard?" tanya Alsaki.

"Iya boy. Kamu tahu kan Harvard dimana ?"

"Tahu lah Dok. Sebab Opa saya kan guru besar disana ..." senyum Alsaki.

"Memang siapa Opa kamu ?" tanya Dokter itu tidak percaya karena dianggap Alsaki mengada-ada.

"Dokter Joey Bianchi. Oom saya dokter Samuel Prasetyo... Mungkin dokter satu angkatan dengan Oom saya atau Tante saya, Blaze Bianchi?" senyum Alsaki polos.

Dokter senior itu menganga. "Ka... Kamu cucunya Dokter Joey Bianchi? Jangan mengada-ada, young man .. "

"Oh sebentar. Ada foto saya waktu masuk Harvard. Jelek-jelek begini, saya juga lulusan Harvard tapi di business school nya ..." Alsaki mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto dirinya bersama Joey berpose norak di depan Harvard Business School saat dirinya baru keterima disana. "Ini opa saya ? apakah orang yang sama?"

Dokter senior itu semakin manyun karena pria muda didepannya lebih dari sekedar gandengan dokter Kaysa Suseno.

"Dokter tugas dimana ?" tanya Alsaki berusaha menetralisir suasana.

"Harapan Kita. Saya spesialis jantung ..." jawabnya sedikit jumawa.

"Good for you dok. Semoga makin banyak pasien yang umur panjang berkat tangan dingin anda dok ..." Alsaki mengulurkan tangannya dan keduanya saling berjabat tangan.

***

Kaysa sedang mengobrol dengan dokter Antonius, seniornya di PRC Hospital, ketika Dokter Widianto datang menghampiri bersama dengan Bella Prayitno.

"Datang sendirian kamu Kay ? Kasihan ..." ejek pria itu.

Dokter Antonius hendak membela Kaysa tapi gadis itu memberikan kode agar tidak ikut campur.

"Siapa bilang aku datang sendirian?" Kaysa tersenyum ke Bella. "Sudah berapa bulan ?"

Dokter Widianto dan Bella terkejut mendengar ucapan Kaysa yang tanpa tendeng aling-aling langsung membuka aib mereka.

"Segera dihalalkan Dok... Tidak malu apa ... Oh aku lupa, kamu kan memang tidak punya kemaluan ..." senyum Kaysa membuat Dokter Antonius menahan tawanya.

"Dasar kamu ! Ditolak aku langsung jadi j4l4ng mulutnya !" desis Dokter Widianto.

"Aku bersyukur kamu tolak dok ! Karena memang kamu tidak pantas buat aku !" jawab Kaysa tenang.

"Hah ! Kamu itu dasar cewek kuno ! Bakalan jadi perawan tua kamu !" ejek dokter Widianto.

"Astagaaaa ... Mulut kamu lemas banget dok !" tegur Dokter Antonius. "Jangan ngomong sembarangan ! Karma akan menimpa kamu !"

"Lagian siapa yang mau datang bersama dengan cewek judes dan jutek macam dia ? Kamu itu terlalu kaku !" seringai Dokter Widianto.

"Untung PRC Hospital tidak menerima kamu karena memang background kamu yang tidak punya manner !"

Dokter Widianto menoleh ke arah suara dan tampak Alsaki datang yang langsung memeluk pinggang Kaysa.

"Kamu bertanya siapa yang jadi pasangan Dokter Kaysa? Aku yang jadi pasangan Dokter Kaysa. Perkenalkan Alsaki Giandra Baskara." Alsaki mengulurkan tangannya ke dokter Widianto. "Aku direktur keuangan PRC Hospital."

"Bukannya masih manajer keuangan?" bisik Kaysa yang hanya didengar Alsaki.

"Sombong sithik ( sedikit ), nduk ..." balas Alsaki dengan berbisik pula sambil melirik sebal ke Kaysa.

"Jadi kamu yang menolak aku masuk PRC Hospital?" ejek Dokter Widianto.

"Bukan aku, tapi bagian HRD" jawab Alsaki kalem.

"Hah ! Ambil saja itu dokter Kaysa. Aku sudah bersama Bella. Ayo, sayang ..." Dokter Widianto membawa kekasihnya pergi.

"Ditunggu undangannya jangan sampai di pelaminan dengan perut besar !" balas Alsaki keras-keras membuat para dokter disana cekikikan. "Saru tur ngisin-ngisinke wong tuwo jarene wong Jowo ( tidak pantas plus malu-maluin orang tua katanya orang Jawa )."

Dokter Widianto memilih meninggalkan ruang pesta itu bersama dengan kekasihnya.

Alsaki menatap Kaysa. "Kok tahu si Bleberan hamidun?"

"Aku tidak sengaja dengar waktu Bella minta vitamin dan obat penguat kandungan ke dokter Santi, dokter Obgyn di RSCM tadi ..." jawab Kaysa.

"Wis yang penting sudah tahu kan .. Dia cuma oportunis sejati, Kay. Pokoknya hanya yang menguntungkan buat dirinya saja ..." ucap Alsaki.

Kaysa merangkul lengan Alsaki. "Thanks Brondong ..."

"Sama-sama Pringles..."

***

Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

awesome moment

awesome moment

panggilan yg peri peri ajibun

2024-06-04

1

Murti Puji Lestari

Murti Puji Lestari

saiki...mulutnyaaa... bon cabe bener 😅

2024-05-28

1

🥰Siti Hindun

🥰Siti Hindun

mending sama brondong tajir macam Saiki, daripada sm wedhus😅

2024-05-25

1

lihat semua
Episodes
1 Alsaki dan Kaysa
2 Brondong dan Pringles
3 Kaivan Reeves dan Raiden Park
4 Sagara Hadiyanto
5 Aizen Reeves Akihiro
6 Mbak Nita
7 Raiden dan Sagara
8 Khadijah Al Khafi
9 Kamu Naksir ?
10 Lima Kampret Beda Situasi
11 Ini Fakta Jeng Alina !
12 Hideo dan Raiden
13 Acara Pernikahan Aizen dan Anya
14 Ke Karet Bivak
15 Freya Lupa Umur
16 Raiden Dihukum
17 Nonik
18 Kaivan Bertemu Anastasia
19 Mungkin Doppelganger?
20 Hukuman Bon Cabe
21 Hari Jumat
22 Sagara Terluka
23 Empat Orang Masuk Bui
24 Semua Bingung Kecuali ...
25 Khadijah dan Nareswari
26 Hoshi Khawatir
27 Bahasa Ala Raiden
28 Kapan Mereka Bebas Sih?
29 Kasus Sudah Menunggu
30 Pra Ghost Detective
31 Nonik dan Mbak Nita
32 Kisah Di Hari Rabu
33 Doppelganger Yang Beda Generasi
34 Paijo bin Paino bin Paijem
35 Ghost Whisperer?
36 Khadijah Pergi
37 No Benalu
38 Bagas, Dewa dan Sagara
39 Nakula dan Sadewa
40 Berkumpul di RR's Meals
41 Tidak Usah, Nik!
42 Safira Pratomo Hadiyanto
43 Hilangnya Seorang Arsitek
44 Pening Sana Sini
45 Gelut Abadi
46 Anastasia Penasaran
47 Anastasia Terkejut
48 Anastasia dan Katya
49 Kasus Di Gatot Subroto
50 Rencana Raiden
51 Raiden dan Calon Pawangnya
52 Anastasia Sakit
53 Dewi Mentari
54 Judesnya Kaivan
55 Khadijah di Jakarta
56 Ide Hoshi
57 Tujuh Belasan Ala Hoshi
58 Keputusan Hoshi
59 Masih Tujuh Belasan Ala Hoshi
60 We're Not A Perfect Family
61 Masa Lalu Kaivan
62 Empat Wanita
63 Nonik Mengadu
64 Hoshi Tahu
65 Oma Buyut dan Buyut Berbakti
66 Hukuman Hoshi
67 Karena Anastasia Saja
68 Nonik Oh Nonik ...
69 Ancaman Kaivan
70 Kisah Khadijah di London
71 Alina dan Sagara
72 Kasus Alvinas
73 Raiden Gabut
74 Kehidupan Empat Kampret
75 Kaivan Yang Anti Romantic
76 Rencana Kaivan
77 Raiden dan Dewi Srengege
78 Rencana atau Wacana
79 Simple ala Sultan
80 Penggagalan Unboxing Buat Kaivan
81 Gini Aja Kok Serem?
82 After Midnight
83 Nonik Oh Nonik
84 Raiden Manyun
85 Bertemu Duo S
86 Itu Bukan Sagara!
87 Sagara Marah
88 Masuk Sel ... Lagi
89 Di Sel
90 The Avengers versi Nonik
91 Mematenkan Divisi Kasus Dingin
92 Keceplosan
93 Kasus Membagongkan
94 Bertemu Hoshi
95 Hoshi, L dan Iptu Dindong
96 Dendam Arwah dan ... Hoshi
97 Hukuman Hoshi
98 Bakal Apaan?
99 Lebaran Ala Klan Pratomo
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Alsaki dan Kaysa
2
Brondong dan Pringles
3
Kaivan Reeves dan Raiden Park
4
Sagara Hadiyanto
5
Aizen Reeves Akihiro
6
Mbak Nita
7
Raiden dan Sagara
8
Khadijah Al Khafi
9
Kamu Naksir ?
10
Lima Kampret Beda Situasi
11
Ini Fakta Jeng Alina !
12
Hideo dan Raiden
13
Acara Pernikahan Aizen dan Anya
14
Ke Karet Bivak
15
Freya Lupa Umur
16
Raiden Dihukum
17
Nonik
18
Kaivan Bertemu Anastasia
19
Mungkin Doppelganger?
20
Hukuman Bon Cabe
21
Hari Jumat
22
Sagara Terluka
23
Empat Orang Masuk Bui
24
Semua Bingung Kecuali ...
25
Khadijah dan Nareswari
26
Hoshi Khawatir
27
Bahasa Ala Raiden
28
Kapan Mereka Bebas Sih?
29
Kasus Sudah Menunggu
30
Pra Ghost Detective
31
Nonik dan Mbak Nita
32
Kisah Di Hari Rabu
33
Doppelganger Yang Beda Generasi
34
Paijo bin Paino bin Paijem
35
Ghost Whisperer?
36
Khadijah Pergi
37
No Benalu
38
Bagas, Dewa dan Sagara
39
Nakula dan Sadewa
40
Berkumpul di RR's Meals
41
Tidak Usah, Nik!
42
Safira Pratomo Hadiyanto
43
Hilangnya Seorang Arsitek
44
Pening Sana Sini
45
Gelut Abadi
46
Anastasia Penasaran
47
Anastasia Terkejut
48
Anastasia dan Katya
49
Kasus Di Gatot Subroto
50
Rencana Raiden
51
Raiden dan Calon Pawangnya
52
Anastasia Sakit
53
Dewi Mentari
54
Judesnya Kaivan
55
Khadijah di Jakarta
56
Ide Hoshi
57
Tujuh Belasan Ala Hoshi
58
Keputusan Hoshi
59
Masih Tujuh Belasan Ala Hoshi
60
We're Not A Perfect Family
61
Masa Lalu Kaivan
62
Empat Wanita
63
Nonik Mengadu
64
Hoshi Tahu
65
Oma Buyut dan Buyut Berbakti
66
Hukuman Hoshi
67
Karena Anastasia Saja
68
Nonik Oh Nonik ...
69
Ancaman Kaivan
70
Kisah Khadijah di London
71
Alina dan Sagara
72
Kasus Alvinas
73
Raiden Gabut
74
Kehidupan Empat Kampret
75
Kaivan Yang Anti Romantic
76
Rencana Kaivan
77
Raiden dan Dewi Srengege
78
Rencana atau Wacana
79
Simple ala Sultan
80
Penggagalan Unboxing Buat Kaivan
81
Gini Aja Kok Serem?
82
After Midnight
83
Nonik Oh Nonik
84
Raiden Manyun
85
Bertemu Duo S
86
Itu Bukan Sagara!
87
Sagara Marah
88
Masuk Sel ... Lagi
89
Di Sel
90
The Avengers versi Nonik
91
Mematenkan Divisi Kasus Dingin
92
Keceplosan
93
Kasus Membagongkan
94
Bertemu Hoshi
95
Hoshi, L dan Iptu Dindong
96
Dendam Arwah dan ... Hoshi
97
Hukuman Hoshi
98
Bakal Apaan?
99
Lebaran Ala Klan Pratomo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!