Pelukan dan kecupan pertama

"Loh, Mbak Diah ke mana?? Kok nggak ada??"

Semua yang ada di sana terkejut karena kedatangan Anga yang membawa nampan berisi minuman untuk mereka.

Terutama Aditya yang merasa takut kalau Anga mendengar apa yang mereka perdebatkan hingga akhirnya Diah pergi dari sana.

"Diah ada urusan. Makasih ya Anga minumannya" Duwi yang pertama bisa mengendalikan ketakutan mereka.

Sementara Aditya terus memandang Anga yang ada di sampingnya. Senyum kecil di bibir Anga membuat Aditya lega karena mengira Anga tidak mendengar ucapan Diah yang menyakitkan.

"Mas, Kak, Anga ke dalam dulu ya. Anga ada tugas yang belum selesai"

"Iya Dek"

Anga langsung masuk ke dalam kamar. Menutup pintunya dengan rapat sebelum menjatuhkan dirinya di atas ranjang. Menutup wajahnya dengan bantal dan menangis sejadi-jadinya.

"Jadi aku ini istri titipan??"

"Ternyata sikap Mbak Diah yang berubah seperti itu karena menganggap aku ini beban buat Mas Adit"

Dunia terasa tak adil bagi Anga saat ini. Dia yang baru saja kehilangan Kakaknya, harus menikah dengan Aditya. Ketika dia mencoba menerima pernikahannya dengan ikhlas karena sikap Aditya yang begitu baik padanya, ternyata orang-orang di sekitarnya menganggapnya hanya sebagai istri titipan.

Anga tidak meminta semua itu, Anga juga tidak ingin menerima pernikahannya dengan Aditya. Tapi keadaan yang memaksanya. Tapi kenapa sekarang, mereka seolah-olah menganggap Anga tidak pantas berada di sisi Aditya.

"Apa Mas Adit mempertahankan pernikahan ini hanya karena rasa belas kasihan??"

Anga ingin sekali menolak pikiran negatifnya pada Aditya. Tapi memang lebih masuk akal jika Aditya menerimanya karena rasa kasihan, daripada Aditya yang menerima Anga begitu saja dengan ikhlas walaupun tanpa cinta sama sekali.

Jadi sikap Aditya selama ini apa??

Anga bahkan tidak melihat kebohongan atau kepura-puraan di mata Aditya atas semua perhatian yang pria itu berikan pada Anga.

Sorot matanya yang teduh dan tulus selalu berhasil membuat Anga terenyuh. Sikapnya yang lembut serta perhatian kecil yang membuat Anga terbuai, rasanya tak mungkin Aditya lakukan karena kasihan.

"Mana yang harus aku percaya??"

"Suamiku sendiri apa yang baru saja aku dengar??"

Lelah Anga menangis akhirnya dia terlelap melupakan Aditya yang sedang berkumpul bersama para sahabatnya.

Aditya yang baru masuk ke dalam kamar setelah semuanya pulang. Sekitar setengah jam menjelang maghrib.

"Dek??" Panggil Aditya namun tak ada sahutan.

Aditya duduk di sisi ranjang melihat wajah Anga yang begitu cantik saat tidur. Tangannya terulur mengusap bekas ari mata yang mengering di sudut mata Anga.

"Kenapa kamu nangis?? Apa tadi kamu dengar apa yang Diah katakan??" Aditya kembali merasa bersalah pada Anga.

"Maafkan Mas yang belum bisa melindungi kamu seperti yang Kakak kamu lakukan"

Entah dorongan dari mana. Aditya semakin mendekatkan wajahnya. Bibirnya terarah pada kening Anga yang bersih itu.

Cup....

Sebuah kecupan yang pertama kali Aditya berikan untuk Anga. Bahkan Aditya melakukannya seperti pencuri karena pemiliknya tidak tau sama sekali.

Aditya memilih beranjak untuk membersihkan diri sebelum membangunkan Anga untuk sholat magrib berjamaah.

*

*

*

"Dek??"

Aditya memanggil Anga yang sedang melipat mukenanya.

"Iya Mas??"

"Apa tadi kamu dengar apa yang kita bicarakan di luar??" Aditya hanya ingin menjelaskan semuanya apabila memang benar Anga mendengar semuanya.

"Dengar apa Mas?? Emangnya Mas ngomongin apa??"

Aditya terlihat lega karena Anga sepertinya memang tidak mendengar ucapan menyakitkan dari Diah. Mungkin Aditya saja yang terlalu khawatir karena takut Anga akan sakit hati.

"Nggak papa, cuma bercanda aja kok"

"Aku kira kamu mau menjelaskan semuanya Kak" Hati Anga merasa kecewa saat ini. Tapi ada hak apa bagi Anga untuk menuntut Aditya menjelaskan tentang sikap yang selama ini Aditya berikan benar-benar tulus atau palsu.

Masalah bergantung, Anga memang menyadarinya. Dia begitu bergantung pada Aditya saat ini.

Pasalnya hanya Aditya yang dia punya di Dunia ini. Hanya Aditya juga yang mau menerima dan menampungnya sebagai istri.

"Tapi, Mas mau bilang sama kamu Dek. Apapun yang kamu dengar di luar sana, jangan pernah kamu percaya atau kamu masukin ke hati. Kalau kamu ragu, bisa tanyakan sama Mas. Jangan berpikir yang bukan-bukan dulu sebelum tau kebenarannya. Hanya itu yang Mas mau. Kamu mau jadi istri yang baik kan??"

Anga langsung mengangguk dengan menunduk karena dia sebenarnya sudah menyimpan air mata di pelupuk matanya yang siap jatuh. Ucapan Aditya itu seakan membantah omongan Diah tadi siang.

"Kalau gitu, kamu hanya perlu nurut sama Mas. Belajar yang rajin biar cepat lulus dengan nilai yang bagus. Nggak usah pikirkan yang lain, itu urusan Mas, ya??"

Anga kembali mengangguk, karena dia yakin kalau dia mengeluarkan suara, pasti Aditya tau kalau dia sedang menahan tangis.

"Ya sudah, ayo tidur lagi"

Anga meletakkan mukena dan sajadah yang baru saja mereka pakai di ujung ranjang. Lalu dia mengambil posisi seperti biasa. Berbaring di dekat tembok dengan bantal guling untuk memberi jarak antara dirinya dan Aditya.

Anga memilih memunggungi Aditya karena ingin menumpahkan air matanya meski tanpa suara. Dia sudah tidak tahan lagi.

Dia yang hanya seorang istri titipan, merasa tak pantas bagi pria seperti Aditya. Sosok pria sempurna dengan kasih sayangnya yang begitu besar.Tapi ucapan Aditya barusan membuat Anga sedikit lega.

Greepp....

Anga merasakan sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Juga sesuatu yang keras namun hangat menubruk punggungnya. Hembusan nafas dari seseorang di belakangnya langsung membeku.

"M-mas??" Akhirnya suara Anga keluar juga setelah dari tadi hanya anggukan saja yang di berikan Anga untuk menjawab suaminya.

"Sstttt, tidurlah" Bisik Aditya pada Anga yang berada dalam dekapannya.

Ternyata rasanya begitu menghangatkan seluruh jiwa dan raga Aditya saat memeluk istrinya sendiri.

Sensasinya begitu berbeda. Membuncah tiada tara.

"Jadi ini rasanya memeluk wanita yang sudah halal aku sentuh" Aditya segera memejamkan matanya, menemani Anga yang sudah terlelap lebih dulu.

Mau tak mau Anga mencoba untuk memejamkan matanya. Membiarkan Aditya memeluknya untuk malam ini. Atau mungkin malam-malam selanjutnya.

Pelukan pertama mereka setelah dua minggu pernikahan menghantarkan mereka ke alam mimpi yang begitu indah.

Terpopuler

Comments

Umi Maryam

Umi Maryam

diah cemburu tih kaya nya dia mencintai adit diam2 jadi merasa di rebut cinta nya .

2025-02-27

0

Nuryati Yati

Nuryati Yati

Diah hanya temen napa ikut campur rumah tangga Adit

2025-01-22

0

Chysea

Chysea

si diah suka ma adit kali ya

2025-01-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bunga Kenanga
2 Dunia yang hancur
3 Kamu punya aku, suamimu
4 Jalani dengan ikhlas
5 Ganteng nggak??
6 Jangan di lepas
7 Menerima dengan ikhlas
8 Suami sempurna
9 Saran dari Caca
10 Istri titipan
11 Istri yang baik
12 Hujan perhatian
13 Kedatangan malapetaka
14 Pelukan dan kecupan pertama
15 Siapa wanita itu??
16 Mas milik kamu
17 Kawin
18 Masalah baru
19 Dua wanita ular
20 Jatuh cinta
21 Bekal makan siang
22 Malam mingguan
23 Ditinggal suami
24 Pap dari suami
25 Langkah yang Anga ambil
26 Aditya pulang
27 Matang dan tampan
28 Bantuan Caca
29 Rasa bersalah
30 Mas tunggu di rumah!!
31 Dingin
32 Penyesalan Anga
33 Kejujuran
34 Ngurusin suami
35 Mas Adit
36 Kemarahan Aditya
37 Tentang lidah
38 Kedatangan Mayang
39 Tidak ada rasa
40 Hak suami
41 Rencana Anga
42 Tidak bisa berhenti
43 Seperti drakula
44 Kilasan masa lalu
45 Sama-sama beruntung
46 Mantan pacar suami
47 Penjelasan Aditya
48 Uang tak bisa membeli cinta
49 Kejutan untuk suami
50 Kejutan yang gagal
51 Peringatan Aditya
52 Penjelasan Aditya
53 Noda membandel
54 Permintaan Anga
55 Belajar mencintai
56 Obat mujarab
57 Kedatangan tamu
58 Hanya takut
59 Ketakutan Anga
60 Ungkapan perasaan
61 Ngidam
62 Berbohong demi kebaikan
63 Pelajaran untuk Angel
64 Terlalu indah
65 Ibu hamil yang senstif
66 Berkunjung ke makam
67 Hampir kehilangan
68 Pelaku
69 Ungkapan tanpa sadar
70 Minta obat
71 Perasaan Diah
72 Butuh kepastian
73 Tante Malini
74 Jalan keluar
75 Hadiah dari suami
76 Permintaan maaf
77 Suami sombong
78 Datang ke Jogja
79 Acara penting
80 Jelaskan!!
81 Baru sadar
82 Kenapa??
83 Dua pilihan
84 Jangan menghinanya
85 Syarat
86 Mendapat restu
87 Tak berubah
88 Pergilah!!
89 Pamit
90 Syarat yang sebenarnya
91 Kenapa Bu??
92 Jangan pergi!!
93 Kekecewaan Aditya
94 Maaf
95 Sudah sejak dulu
96 Menemui Ajeng
97 Pesakitan Ajeng
98 Perubahan Ajeng
99 Keputusan Ajeng
100 Sama-sama beruntung
101 Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102 Kepergian Ajeng
103 Kabar untuk mertua
104 Pura-pura bahagia
105 Tiga bulan
106 Utang
107 Kangen
108 Ancaman Raka
109 Tak peduli
110 Keterkejutan Raka
111 Mengakhiri
112 Dikokop
113 Marah
114 Terbakar cemburu
115 Pergilah temui dia!!
116 Menemui Ratna
117 Hilang kepercayaan diri
118 Kemarahan Aditya
119 Masih halal
120 Perubahan Raka
121 Sampai di rumah
122 Cemburu
123 Di salahkan
124 Pergilah!!
125 Meyakinkan perasaan
126 Sultan
127 Dua wanita
128 Cemburu
129 Takut kecewa
130 Pria tanpa identitas
131 Mencari Raka
132 Menjadi penguntit
133 Ngidam
134 Wanita pengganggu
135 Nggak cemburu
136 Pria misterius
137 Ajeng menyerah
138 Maafkan aku
139 Ancaman Ajeng
140 Kembali bersama
141 Ngaak mungkin!!
142 Ketulusan Ajeng
143 Kamu bisa Mas!!
144 Aku nggak marah!
145 PROMO NOVEL BARU
146 Pingin punya anak
147 Tujuh bulanan
148 Hamil??
149 Bahagia tiada tara
150 Empat kelinci lucu
151 Melahrikan
152 Akhir
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Bunga Kenanga
2
Dunia yang hancur
3
Kamu punya aku, suamimu
4
Jalani dengan ikhlas
5
Ganteng nggak??
6
Jangan di lepas
7
Menerima dengan ikhlas
8
Suami sempurna
9
Saran dari Caca
10
Istri titipan
11
Istri yang baik
12
Hujan perhatian
13
Kedatangan malapetaka
14
Pelukan dan kecupan pertama
15
Siapa wanita itu??
16
Mas milik kamu
17
Kawin
18
Masalah baru
19
Dua wanita ular
20
Jatuh cinta
21
Bekal makan siang
22
Malam mingguan
23
Ditinggal suami
24
Pap dari suami
25
Langkah yang Anga ambil
26
Aditya pulang
27
Matang dan tampan
28
Bantuan Caca
29
Rasa bersalah
30
Mas tunggu di rumah!!
31
Dingin
32
Penyesalan Anga
33
Kejujuran
34
Ngurusin suami
35
Mas Adit
36
Kemarahan Aditya
37
Tentang lidah
38
Kedatangan Mayang
39
Tidak ada rasa
40
Hak suami
41
Rencana Anga
42
Tidak bisa berhenti
43
Seperti drakula
44
Kilasan masa lalu
45
Sama-sama beruntung
46
Mantan pacar suami
47
Penjelasan Aditya
48
Uang tak bisa membeli cinta
49
Kejutan untuk suami
50
Kejutan yang gagal
51
Peringatan Aditya
52
Penjelasan Aditya
53
Noda membandel
54
Permintaan Anga
55
Belajar mencintai
56
Obat mujarab
57
Kedatangan tamu
58
Hanya takut
59
Ketakutan Anga
60
Ungkapan perasaan
61
Ngidam
62
Berbohong demi kebaikan
63
Pelajaran untuk Angel
64
Terlalu indah
65
Ibu hamil yang senstif
66
Berkunjung ke makam
67
Hampir kehilangan
68
Pelaku
69
Ungkapan tanpa sadar
70
Minta obat
71
Perasaan Diah
72
Butuh kepastian
73
Tante Malini
74
Jalan keluar
75
Hadiah dari suami
76
Permintaan maaf
77
Suami sombong
78
Datang ke Jogja
79
Acara penting
80
Jelaskan!!
81
Baru sadar
82
Kenapa??
83
Dua pilihan
84
Jangan menghinanya
85
Syarat
86
Mendapat restu
87
Tak berubah
88
Pergilah!!
89
Pamit
90
Syarat yang sebenarnya
91
Kenapa Bu??
92
Jangan pergi!!
93
Kekecewaan Aditya
94
Maaf
95
Sudah sejak dulu
96
Menemui Ajeng
97
Pesakitan Ajeng
98
Perubahan Ajeng
99
Keputusan Ajeng
100
Sama-sama beruntung
101
Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102
Kepergian Ajeng
103
Kabar untuk mertua
104
Pura-pura bahagia
105
Tiga bulan
106
Utang
107
Kangen
108
Ancaman Raka
109
Tak peduli
110
Keterkejutan Raka
111
Mengakhiri
112
Dikokop
113
Marah
114
Terbakar cemburu
115
Pergilah temui dia!!
116
Menemui Ratna
117
Hilang kepercayaan diri
118
Kemarahan Aditya
119
Masih halal
120
Perubahan Raka
121
Sampai di rumah
122
Cemburu
123
Di salahkan
124
Pergilah!!
125
Meyakinkan perasaan
126
Sultan
127
Dua wanita
128
Cemburu
129
Takut kecewa
130
Pria tanpa identitas
131
Mencari Raka
132
Menjadi penguntit
133
Ngidam
134
Wanita pengganggu
135
Nggak cemburu
136
Pria misterius
137
Ajeng menyerah
138
Maafkan aku
139
Ancaman Ajeng
140
Kembali bersama
141
Ngaak mungkin!!
142
Ketulusan Ajeng
143
Kamu bisa Mas!!
144
Aku nggak marah!
145
PROMO NOVEL BARU
146
Pingin punya anak
147
Tujuh bulanan
148
Hamil??
149
Bahagia tiada tara
150
Empat kelinci lucu
151
Melahrikan
152
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!