Istri titipan

Anga turun dari ojek online yang ia pesan. Anga memang memilih pulang sendiri dari pada menerima tawaran dadi Aldo.

"*Aldo, kalau kamu mau kita temanan kaya dulu nggak papa. Tapi kalau nganterin pulang, maaf aku ngga bisa*"

"*Kenapa Nga*??"

"*Aku sudah menikah dan aku nggak mau menyakiti hati suamiku*"

Kalau dulu dia sering berharap kalau Aldo akan mengantarnya pulang. Tapi sekarang, Anga sudah bersuami. Meski belum ada cinta di antara mereka, tapi Anga tetap menjaga dirinya.

Dia tidak mau mengecewakan Aditya yang sudah begitu baik kepadanya. Sudah sepatutnya Anga menjaga jarak dari lawan jenis karena statusnya saat ini.

Anga masuk ke dalam rumahnya yang masih sepi. Aditya tentu belum pulang jam empat sore begini.

Anga menatap ke setiap sudut ruangan. Rumah yang di kontrak Aditya itu memang kecil, tapi terlihat rapi, bersih dan nyaman.

Masih kurang apa sebenarnya, Anga yang sudah tak punya apa-apa, kemudian di bawa Aditya ke rumahnya yang menurutnya lebih dari cukup daripada tidur di jalanan. Belum lagi Aditya yang begitu perhatian dan selalu bersikap baik padanya.

Anga melirik sapu yang ada di dekat pintu dapur. Antara yakin dan tidak yakin, Anga mulai mengambilnya.

"Harus dari mana dulu?? Dari belakang ke depan, apa depan ke belakang??" Anga menggaruk kepalanya.

Anga mulai melakukan pekerjaannya menurut instingnya saja. Bukan hanya menyapu, dia juga mengepel lantainya, dan membersihkan dapur.

"Huffff, capek juga ternyata"

Anga duduk setengah berbaring di sofa ruang tamu. Membutuhkan waktu dua jam bagi Anga untuk melakukan tiga hal itu.

"Lama juga ya?? Tapi nggak papa Anga, ini kemajuan yang bagus" Puji Anga pada dirinya sendiri.

Dia juga terlihat sumringah karena hasilnya tidak begitu mengecewakan.

"Sekarang tinggal nunggu Mas Adit pulang. Aku mandi dulu aja deh"

Anga segera beranjak dari sofa. Hari juga sudah hampir maghrib. Jadi Anga memutuskan untuk membersihkan dirinya dulu.

Di tempat lain....

Aditya kembali berkumpul dengan sahabat-sahabatnya setelah tiga hari tidak bertemu.

"Wahh, pengantin baru akhirnya kelihatan juga batang hidungnya" Celetuk Riski saat Aditya baru datang.

"Sorry, gue sibuk. Biasa mau akhir bulan" Aditya duduk di antara Wira dan Nanda. Sementara Duwi, Diah dan Riski ada di depannya.

"Sibuk sama kerjaan apa sama istri??" Goda Nanda.

"Ya pasti sama istri bocilnya itu. Namanya juga masih anak-anak. Kalian kan juga tau gimana dia dari dulu. Selalu di manja sama Angga, pasti sekarang tambah parah karena nggak ada pembantu yang melayaninya"

Semua menatap ke arah Diah. Mereka heran kenapa Diah tiba-tiba bersikap seperti itu pada Anga. Padahal dulu Diah tidak pernah menyenggol adik dari sahabat mereka itu.

"Apa maksud kamu Diah?? Sekarang Anga itu istriku, jadi wajar kalau aku mengurus istriku"

"Iya iya, kamu memang wajar kok ngurusin istri istri titipan kamu itu"

"Istri titipan??" Nanda tidak tau maksud Diah mengatakan Anga itu istri titipan.

"Ya kan kalian tau kalau Angga menitipkan adiknya sama Adit buat jadi istri Adit. Apa namanya coba kalau bukan istri titipan??"

"Hahahaha...." Nanda tertawa dengan keras dengan di iringi dengan senyum mengejek dari Diah.

Sementara Aditya hanya diam. Dia tidak ingin Diah merembet kemana-mana kalau dia meladeninya.

"Jangan keterlaluan Yah" Bisik Duwi yang sudah melihat wajah Aditya berubah masam.

"Biarin aja, emang kenyataannya gitu kok" Diah mengedikkan bahunya dengan acuh.

"Gimana keadaan Anga sekarang Dit??" Wira mencoba mengubah topik pembicaraan mereka. Terutama mengalihkan semuanya dari ucapan Diah tadi yang sudah keterlaluan.

"Namanya juga di tinggal keluarga satu-satunya, Anga pasti masih sedih sampai sekarang. Dia masih sering nangis kalau aku nggak sengaja menyinggung Angga. Tapi yang aku lihat, dia cukup tegar" Meski Anga jarang sekali menangis di hadapannya, tapi Aditya tau kalau Anga pasti sering menangis di belakangnya.

"Tapi gimana sama lo Dit??" Riski prihatin dengan keadaan Anga. Tapi dia juga merasa kasihan pada Aditya yang sekarang harus menikahi wanita yang tidak ia cintai.

"Gue?? Gue kenapa emangnya??"

"Ya lo kan nikah sama dia karena terpaksa. Lo nggak cinta sama dia. Kalian juga nggak kenal dekat"

"Kalau masalah cinta, itu bisa datang kapan aja Ris. Yang penting gue ikhlas menjalani pernikahan ini"

"Ya ikhlas lah Ris. Apalagi dapatnya model Anga. Walau masih bocil tapi dia cakep, bodynya mantap. Ya nggak Dit" Nanda menimpali Aditya dengan cepat.

Aditya sungguh tidak nyaman dengan omongan sahabat-sahabatnya itu. Tapi dia tidak mau langsung terbawa amarah pada mereka. Karena kalau Aditya sampai lepas kendali, bukan dia yang menjadi sasaran amarah sahabatnya, tapi Anga.

Mereka malah semakin mengolok-olok Anga, dan Aditya tidak mau sampai itu terjadi.

"Yang lo bilang bocil itu istri gue sekarang Nan. Lo nggak seharusnya memuji istri sahabat lo sendiri di depan orangnya langsung!!" Aditya menegur Nanda dengan halus. Agar tak terlihat jika dia cukup tersinggung dengan ucapan Nanda.

"Sorry Dit, gue cuma bercanda doang!!" Nanda menunjukkan dua jarinya pada Aditya.

"Gue pulang duluan, mau mampir ke suatu tempat dulu"

"Wah yang udah ada istri, jadi nggak betah lama-lama nongkrong kaya dulu lagi ya?? Kangen istri ya??" Goda Duwi tanpa bermaksud apapun.

"Bisa aja lo Wi" Aditya memakai jaketnya lebih dulu.

"Eh Dit, lo tau nggak kalau Mayang bentar lagi balik??"

Aditya yang sedang mengancingkan jaketnya mendadak berhenti. Dia menatap Diah dan yang lainnya dengan penuh tanya.

"Jadi lo nggak tau??" Dari wajah Aditya yang terlihat terkejut. Diah menebak kalau Aditya tidak tau apa-apa tentang kembalinya sahabat mereka yang satu lagi itu.

"Enggak, lagian mau apa?? Balik ya balik aja" Sahut Aditya kembali membetulkan jaketnya.

"Lo yakin Dit. Lo nggak mau tau alasan dia balik buat apa??" Dia masih terus menahan Aditya dengan pertanyaannya.

"Itu urusan dia buka gue!!" Jawab Adit dengan acuh.

"Tapi Dit, dia itu..."

"Gue balik dulu ya!!" Aditya langsung memotong ucapan Diah sebelum wanita itu bisa menahannya lagi.

"Oke Bro hati-hati. Jangan lupa besok kita ada jadwal futsal!!" Teriak Riski.

"Iya, gue nggak lupa!!" Sahut Adit dari kejauhan.

Aditya memilih pulang dulu karena dia sudah tidak nyaman berada di sana. Selain itu dia juga memikirkan Anga yang pasti saat ini sudah ada di rumah.

Mendadak Aditya mengulas senyum tipisnya ketika mengingat istri kecilnya yang menggemaskan itu.

Wajah masamnya tadi kini berubah cerah secerah matahari pagi walau sekarang sudah sore menjelang malam.

Terpopuler

Comments

citra marwah

citra marwah

Temenan sama Abang nya karena abang nya kaya mngkin...stelah gak ada abang nga,trs harta nya gak ada...jdi kelihatan semua songong nya...ternasuk diah yg udh memedam rasa sama adit,maka nya dia jdi ulet bulu hahahha

2025-02-23

0

elissa alivia

elissa alivia

masa pas masih ada abangnya anga temen² abangnya baik² banget,tiba abangnya udah gak ada pada songong semua,,

2025-01-13

0

Mesri Sihaloho

Mesri Sihaloho

Thor mau tanya dong Diya itu laki apa perempuan sih?

2025-02-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bunga Kenanga
2 Dunia yang hancur
3 Kamu punya aku, suamimu
4 Jalani dengan ikhlas
5 Ganteng nggak??
6 Jangan di lepas
7 Menerima dengan ikhlas
8 Suami sempurna
9 Saran dari Caca
10 Istri titipan
11 Istri yang baik
12 Hujan perhatian
13 Kedatangan malapetaka
14 Pelukan dan kecupan pertama
15 Siapa wanita itu??
16 Mas milik kamu
17 Kawin
18 Masalah baru
19 Dua wanita ular
20 Jatuh cinta
21 Bekal makan siang
22 Malam mingguan
23 Ditinggal suami
24 Pap dari suami
25 Langkah yang Anga ambil
26 Aditya pulang
27 Matang dan tampan
28 Bantuan Caca
29 Rasa bersalah
30 Mas tunggu di rumah!!
31 Dingin
32 Penyesalan Anga
33 Kejujuran
34 Ngurusin suami
35 Mas Adit
36 Kemarahan Aditya
37 Tentang lidah
38 Kedatangan Mayang
39 Tidak ada rasa
40 Hak suami
41 Rencana Anga
42 Tidak bisa berhenti
43 Seperti drakula
44 Kilasan masa lalu
45 Sama-sama beruntung
46 Mantan pacar suami
47 Penjelasan Aditya
48 Uang tak bisa membeli cinta
49 Kejutan untuk suami
50 Kejutan yang gagal
51 Peringatan Aditya
52 Penjelasan Aditya
53 Noda membandel
54 Permintaan Anga
55 Belajar mencintai
56 Obat mujarab
57 Kedatangan tamu
58 Hanya takut
59 Ketakutan Anga
60 Ungkapan perasaan
61 Ngidam
62 Berbohong demi kebaikan
63 Pelajaran untuk Angel
64 Terlalu indah
65 Ibu hamil yang senstif
66 Berkunjung ke makam
67 Hampir kehilangan
68 Pelaku
69 Ungkapan tanpa sadar
70 Minta obat
71 Perasaan Diah
72 Butuh kepastian
73 Tante Malini
74 Jalan keluar
75 Hadiah dari suami
76 Permintaan maaf
77 Suami sombong
78 Datang ke Jogja
79 Acara penting
80 Jelaskan!!
81 Baru sadar
82 Kenapa??
83 Dua pilihan
84 Jangan menghinanya
85 Syarat
86 Mendapat restu
87 Tak berubah
88 Pergilah!!
89 Pamit
90 Syarat yang sebenarnya
91 Kenapa Bu??
92 Jangan pergi!!
93 Kekecewaan Aditya
94 Maaf
95 Sudah sejak dulu
96 Menemui Ajeng
97 Pesakitan Ajeng
98 Perubahan Ajeng
99 Keputusan Ajeng
100 Sama-sama beruntung
101 Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102 Kepergian Ajeng
103 Kabar untuk mertua
104 Pura-pura bahagia
105 Tiga bulan
106 Utang
107 Kangen
108 Ancaman Raka
109 Tak peduli
110 Keterkejutan Raka
111 Mengakhiri
112 Dikokop
113 Marah
114 Terbakar cemburu
115 Pergilah temui dia!!
116 Menemui Ratna
117 Hilang kepercayaan diri
118 Kemarahan Aditya
119 Masih halal
120 Perubahan Raka
121 Sampai di rumah
122 Cemburu
123 Di salahkan
124 Pergilah!!
125 Meyakinkan perasaan
126 Sultan
127 Dua wanita
128 Cemburu
129 Takut kecewa
130 Pria tanpa identitas
131 Mencari Raka
132 Menjadi penguntit
133 Ngidam
134 Wanita pengganggu
135 Nggak cemburu
136 Pria misterius
137 Ajeng menyerah
138 Maafkan aku
139 Ancaman Ajeng
140 Kembali bersama
141 Ngaak mungkin!!
142 Ketulusan Ajeng
143 Kamu bisa Mas!!
144 Aku nggak marah!
145 PROMO NOVEL BARU
146 Pingin punya anak
147 Tujuh bulanan
148 Hamil??
149 Bahagia tiada tara
150 Empat kelinci lucu
151 Melahrikan
152 Akhir
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Bunga Kenanga
2
Dunia yang hancur
3
Kamu punya aku, suamimu
4
Jalani dengan ikhlas
5
Ganteng nggak??
6
Jangan di lepas
7
Menerima dengan ikhlas
8
Suami sempurna
9
Saran dari Caca
10
Istri titipan
11
Istri yang baik
12
Hujan perhatian
13
Kedatangan malapetaka
14
Pelukan dan kecupan pertama
15
Siapa wanita itu??
16
Mas milik kamu
17
Kawin
18
Masalah baru
19
Dua wanita ular
20
Jatuh cinta
21
Bekal makan siang
22
Malam mingguan
23
Ditinggal suami
24
Pap dari suami
25
Langkah yang Anga ambil
26
Aditya pulang
27
Matang dan tampan
28
Bantuan Caca
29
Rasa bersalah
30
Mas tunggu di rumah!!
31
Dingin
32
Penyesalan Anga
33
Kejujuran
34
Ngurusin suami
35
Mas Adit
36
Kemarahan Aditya
37
Tentang lidah
38
Kedatangan Mayang
39
Tidak ada rasa
40
Hak suami
41
Rencana Anga
42
Tidak bisa berhenti
43
Seperti drakula
44
Kilasan masa lalu
45
Sama-sama beruntung
46
Mantan pacar suami
47
Penjelasan Aditya
48
Uang tak bisa membeli cinta
49
Kejutan untuk suami
50
Kejutan yang gagal
51
Peringatan Aditya
52
Penjelasan Aditya
53
Noda membandel
54
Permintaan Anga
55
Belajar mencintai
56
Obat mujarab
57
Kedatangan tamu
58
Hanya takut
59
Ketakutan Anga
60
Ungkapan perasaan
61
Ngidam
62
Berbohong demi kebaikan
63
Pelajaran untuk Angel
64
Terlalu indah
65
Ibu hamil yang senstif
66
Berkunjung ke makam
67
Hampir kehilangan
68
Pelaku
69
Ungkapan tanpa sadar
70
Minta obat
71
Perasaan Diah
72
Butuh kepastian
73
Tante Malini
74
Jalan keluar
75
Hadiah dari suami
76
Permintaan maaf
77
Suami sombong
78
Datang ke Jogja
79
Acara penting
80
Jelaskan!!
81
Baru sadar
82
Kenapa??
83
Dua pilihan
84
Jangan menghinanya
85
Syarat
86
Mendapat restu
87
Tak berubah
88
Pergilah!!
89
Pamit
90
Syarat yang sebenarnya
91
Kenapa Bu??
92
Jangan pergi!!
93
Kekecewaan Aditya
94
Maaf
95
Sudah sejak dulu
96
Menemui Ajeng
97
Pesakitan Ajeng
98
Perubahan Ajeng
99
Keputusan Ajeng
100
Sama-sama beruntung
101
Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102
Kepergian Ajeng
103
Kabar untuk mertua
104
Pura-pura bahagia
105
Tiga bulan
106
Utang
107
Kangen
108
Ancaman Raka
109
Tak peduli
110
Keterkejutan Raka
111
Mengakhiri
112
Dikokop
113
Marah
114
Terbakar cemburu
115
Pergilah temui dia!!
116
Menemui Ratna
117
Hilang kepercayaan diri
118
Kemarahan Aditya
119
Masih halal
120
Perubahan Raka
121
Sampai di rumah
122
Cemburu
123
Di salahkan
124
Pergilah!!
125
Meyakinkan perasaan
126
Sultan
127
Dua wanita
128
Cemburu
129
Takut kecewa
130
Pria tanpa identitas
131
Mencari Raka
132
Menjadi penguntit
133
Ngidam
134
Wanita pengganggu
135
Nggak cemburu
136
Pria misterius
137
Ajeng menyerah
138
Maafkan aku
139
Ancaman Ajeng
140
Kembali bersama
141
Ngaak mungkin!!
142
Ketulusan Ajeng
143
Kamu bisa Mas!!
144
Aku nggak marah!
145
PROMO NOVEL BARU
146
Pingin punya anak
147
Tujuh bulanan
148
Hamil??
149
Bahagia tiada tara
150
Empat kelinci lucu
151
Melahrikan
152
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!