Saran dari Caca

Anga turun dari sepeda motor Aditya tepat di depan kampusnya. Pagi ini memang untuk pertama kalinya Aditya mengantar Anga ke kampus.

Tapi kalau di hitung, pernikahan mereka baru tiga hari yang lalu, jadi wajar saya kalau baru kali ini Aditya mengantar Anga. Lagipula kemarin Aditya juga sudah menjemput Anga pulang kuliah.

"Belajar yang rajin, sebentar lagi kamu skripsi"

"Iya Mas" Anga menyerahkan helmnya pada Aditya.

"Nanti sore Mas nggak bisa jemput karena ada urusan sebentar. Kamu pulang sendiri nggak papa kan Dek??"

"Nggak papa Mas. Anga udah tau jalan pulang kok"

"Ya susah Mas berangkat dulu"

"Iya, Mas hati-hati"

Anga menyambut tangan Aditya yang terukur ke arahnya. Sekarang anga sudah mulai terbiasa untuk mencium tangan suaminya baik berangkat ataupun pulang kerja.

Anga masih menatap kepergian suaminya sampai tak terlihat lagi dari jangkauan matanya.

"Cieee yang di antar suami" Caca datang langsung menyenggol bahu Anga dengan bahunya sendiri.

"Apaan sih!!" Anga tampak malu-malu.

"Halah nggak usah malu gitu. Wajah lo jelek kalau lagi tersipu kaya gitu" Ledek Caca membuat Anga semakin malu di buatnya.

"Eh tapi aku mau cerita sama kamu Ca. Ayo buruan duduk dulu!!" Anga menarik Caca duduk di dekat parkiran.

"Ada apa sih?? Penting banget ya??" Caca penasaran.

"Kamu tau nggak??"

"Enggak" Caca menggeleng dengan polos.

Plakkk...

Anga memukul lengan Caca karena kesal sahabatnya itu tak menanggapi antusiasmenya untuk bercerita.

"Ah nggak seru!!" Kesal Anga.

"Ya udah buru, apaan??"

Anga langsung kembali tersipu. Dia memegang kedua pipinya sendiri saat mengingat momen tadi malam.

"Tadi malam kan kipas angin di rumah mati, terus...."

Anga layaknya gadis yang sedang kasmaran yang menceritakan apapun yang dia alami dengan seseorang yang menarik perhatiannya.

"Gila, sampai segitunya suami yang katanya nggak lo kenal itu??"

Anga mengangguk dengan pelan. Dia juga tidak tau kenapa Aditya memperlakukannya dengan begitu baik.

"Kayaknya suami lo serius deh dengan omongannya kemarin. Ya walaupun pernikahan kalian baru beberapa hari, tapi dia udah menunjukkan perhatiannya loh Nga. Apa nggak sat set itu namanya??"

"Hah??" Anga tak mengerti maksud Caca.

"Ck, otak lo cuma pinter buat mata kuliah doang. Buat kaya gini lo malah hah heh hah heh aja!!" Caca menyentil kening Anga sedikit keras.

"Maksud gue, karena mungkin dia pria yang udah dewasa dan matang, dia udah nggak mau main-main lagi. Dia beneran serius sama lo dan perhatian-perhatian kecil yang lo bilang itu, mungkin aja itu cara dia untuk menunjukkan perasannya sama lo"

"Apa iya Ca??" Anga masih ragu.

"Pertanyaan macam apa itu??" Caca mencibir Anga.

"Harusnya lo seneng dong kalau suami lo mau belajar menerima lo"

"Iya sih, tapi..."

"Tapi apa?? Jangan bilang lo masih mengharapkan si Aldo??!!" Caca menatap tajam pada Anga.

Anga terdiam. Dia bingung dengan perasaannya sendiri. Dia sudah memendam cinta untuk Aldo sejak masuk kuliah. Cintanya tak pernah tergeser walau Aldo sendiri tak pernah tau perasaan Anga. Tapi selama tiga hari ini Anga menjadi istri Aditya, Anga benar-benar melupakan Aldo.

Bahkan saat Caca menyebut bama Aldo, malah terasa asing di telinga Anga.

"Enggak lah Ca, aku lagi berusaha untuk menerima semua ini. Bukan Karena dia"

"Syukur deh kalau lo punya pikiran kaya gitu"

"Tapi gue bingung Ca, gue harus mulai dari mana" Sejak kemarin memang itu yang menjadi pikiran Anga. Dia ingin belajar menjadi istri yang baik tapi tidak tau harus bagaimana.

"Hape lo mana?? Masih normal kan?? " Anga hanya mengangguk dengan pelan.

"Ya lo cari dong di internet. Gimana cara jadi istri yang baik?? Belajar masak, beberes rumah, siapin baju suami, siapin kebutuhan suami, termasuk kebutuhan batin. Gitu aja masa nggak tau sih" Bibir Caca nerocos sambil menghitung apa yang harus Anga lakukan dengan jarinya.

"Kebutuhan batin??" Anga merinding mendengarnya.

"Iya, lo nggak tau lagi??"

"Y-ya tau. Tapi apa bisa??" Anga ragu sekaligus takut. Dia tidak pernah membayangkan menikah di usianya yang sekarang apalagi harus melayani kebutuhan suami yang satu itu.

"Ya nggak sekarang juga, tapi pelan-pelan aja. Kalau lo udah benar-benar bisa menerima pernikahan kalian dengan ikhlas, lo coba deh itu. Lagian suami lo udah dewasa banget, udah mateng ibaratnya. Dia pasti butuh yang begituan. Apalagi dia punya istri yang sah dan halal untuk di sentuh. Emang lo mau kalau suami lo jajan di luar karena nggak dapat itu dari lo??"

"Ya nggak mau lah Ca!!" Tolak Anga dengan cepat.

"Nah tu tau!!"

"Tapi ngomong-ngomong, kok kamu tau banget soal rumah tangga. Kaya udah pengalaman aja"

"Kan gue lihat nyokap gue yang setiap hari melayani bokap gue dengan sepenuh hati. Gimana sih lo Nga!!"

Anga mendadak sedih, dia tidak pernah tau hal itu karena dulu dia masih kecil saat masih punya orang tua. Jadi dia tidak tau apa saja yang di lakukan Mamanya untuk Papanya.

"Sorry Nga, gue nggak bermaksud bikin lo sedih" Caca menyadari ucapannya.

"Nggak papa kok Ca. Tapi makasih banyak karena aku jadi tau apa yang harus aku lakukan setelah ini"

"Nah gitu dong, semangat buat jadi istri yang baik!!" Caca terlihat begitu bersemangat melebihi Anga.

"Istri, siapa yang jadi istri??"

Kedua wanita yang sedang membicarakan bab rumah tangga itu di kejutkan dengan kedatangan seseorang.

"Aldo??" Anga mendadak gugup.

Sudah lama Anga tidak bicara dengan Aldo sejak pria itu dekat dengan Angel, teman satu prodinya Anga dan Caca.

"Hay, Anga??"

"Iya??"

"Perasaan kita jadi jauh ya setelah aku dekat sama Angel. Ada masalah apa ya?? Apa aku udah bikin kamu marah tanpa aku sadari??" Aldo merasa kehilangan Anga setelah lebih dari dua bulan dia menjadi kekasih dari Angel.

"Nggak ada apa-apa kok Do. Cuma aku lagi fokus kuliah aja. Kita juga bentar lagi mau skripsi" Anga tentu saja mengelak. Karena sesungguhnya dia menjauh dari Aldo karena Angel tidak menyukai kedekatan Anga dengan Aldo.

"Tapi bisa kan kalau kita temenan kaya dulu lagi?? Lagi sibuk kuliah bukan berarti kita nggak temenan lagi kan Nga??" Aldo terlihat memohon kepada Anga. Dia sungguh merasa kehilangan sosok Anga sebagai temannya.

Sikap Angel akhir-akhir ini juga membuat Aldo tak betah. Wanita itu selalu mengekangnya dan terlalu mengatur. Hingga Aldo sadar kalau sebenarnya dia memiliki perasaan lebih pada Anga.

Caca yang mendengar permintaan Aldo tadi berdecak dengan kesal.

"Ck, modus" Cibir Caca dengan pelan.

"Gimana Nga, mau kan??" Aldo terus menatap Anga penuh harap.

"I-iya" Anga sebenarnya ragu mengingat Angel yang tidak menyukainya.

"Makasih Nga. Kalau gitu, nanti kita pulang bareng ya??"

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

nah.. ini cowok idaman hati Anga malah mendekat saat Anga udah berusaha membuka hati utk Adit... tinggal tunggu dr Aditya nih.. siapa org yg dulu hadir di hatinya...

2024-11-27

2

Nuryati Yati

Nuryati Yati

ingat Nga kamu sudah jd istri jngn mau di ajak jln laki2 lain

2025-01-22

0

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

Dasar saldo... Ujung-ujungnya ada maunya

2024-11-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bunga Kenanga
2 Dunia yang hancur
3 Kamu punya aku, suamimu
4 Jalani dengan ikhlas
5 Ganteng nggak??
6 Jangan di lepas
7 Menerima dengan ikhlas
8 Suami sempurna
9 Saran dari Caca
10 Istri titipan
11 Istri yang baik
12 Hujan perhatian
13 Kedatangan malapetaka
14 Pelukan dan kecupan pertama
15 Siapa wanita itu??
16 Mas milik kamu
17 Kawin
18 Masalah baru
19 Dua wanita ular
20 Jatuh cinta
21 Bekal makan siang
22 Malam mingguan
23 Ditinggal suami
24 Pap dari suami
25 Langkah yang Anga ambil
26 Aditya pulang
27 Matang dan tampan
28 Bantuan Caca
29 Rasa bersalah
30 Mas tunggu di rumah!!
31 Dingin
32 Penyesalan Anga
33 Kejujuran
34 Ngurusin suami
35 Mas Adit
36 Kemarahan Aditya
37 Tentang lidah
38 Kedatangan Mayang
39 Tidak ada rasa
40 Hak suami
41 Rencana Anga
42 Tidak bisa berhenti
43 Seperti drakula
44 Kilasan masa lalu
45 Sama-sama beruntung
46 Mantan pacar suami
47 Penjelasan Aditya
48 Uang tak bisa membeli cinta
49 Kejutan untuk suami
50 Kejutan yang gagal
51 Peringatan Aditya
52 Penjelasan Aditya
53 Noda membandel
54 Permintaan Anga
55 Belajar mencintai
56 Obat mujarab
57 Kedatangan tamu
58 Hanya takut
59 Ketakutan Anga
60 Ungkapan perasaan
61 Ngidam
62 Berbohong demi kebaikan
63 Pelajaran untuk Angel
64 Terlalu indah
65 Ibu hamil yang senstif
66 Berkunjung ke makam
67 Hampir kehilangan
68 Pelaku
69 Ungkapan tanpa sadar
70 Minta obat
71 Perasaan Diah
72 Butuh kepastian
73 Tante Malini
74 Jalan keluar
75 Hadiah dari suami
76 Permintaan maaf
77 Suami sombong
78 Datang ke Jogja
79 Acara penting
80 Jelaskan!!
81 Baru sadar
82 Kenapa??
83 Dua pilihan
84 Jangan menghinanya
85 Syarat
86 Mendapat restu
87 Tak berubah
88 Pergilah!!
89 Pamit
90 Syarat yang sebenarnya
91 Kenapa Bu??
92 Jangan pergi!!
93 Kekecewaan Aditya
94 Maaf
95 Sudah sejak dulu
96 Menemui Ajeng
97 Pesakitan Ajeng
98 Perubahan Ajeng
99 Keputusan Ajeng
100 Sama-sama beruntung
101 Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102 Kepergian Ajeng
103 Kabar untuk mertua
104 Pura-pura bahagia
105 Tiga bulan
106 Utang
107 Kangen
108 Ancaman Raka
109 Tak peduli
110 Keterkejutan Raka
111 Mengakhiri
112 Dikokop
113 Marah
114 Terbakar cemburu
115 Pergilah temui dia!!
116 Menemui Ratna
117 Hilang kepercayaan diri
118 Kemarahan Aditya
119 Masih halal
120 Perubahan Raka
121 Sampai di rumah
122 Cemburu
123 Di salahkan
124 Pergilah!!
125 Meyakinkan perasaan
126 Sultan
127 Dua wanita
128 Cemburu
129 Takut kecewa
130 Pria tanpa identitas
131 Mencari Raka
132 Menjadi penguntit
133 Ngidam
134 Wanita pengganggu
135 Nggak cemburu
136 Pria misterius
137 Ajeng menyerah
138 Maafkan aku
139 Ancaman Ajeng
140 Kembali bersama
141 Ngaak mungkin!!
142 Ketulusan Ajeng
143 Kamu bisa Mas!!
144 Aku nggak marah!
145 PROMO NOVEL BARU
146 Pingin punya anak
147 Tujuh bulanan
148 Hamil??
149 Bahagia tiada tara
150 Empat kelinci lucu
151 Melahrikan
152 Akhir
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Bunga Kenanga
2
Dunia yang hancur
3
Kamu punya aku, suamimu
4
Jalani dengan ikhlas
5
Ganteng nggak??
6
Jangan di lepas
7
Menerima dengan ikhlas
8
Suami sempurna
9
Saran dari Caca
10
Istri titipan
11
Istri yang baik
12
Hujan perhatian
13
Kedatangan malapetaka
14
Pelukan dan kecupan pertama
15
Siapa wanita itu??
16
Mas milik kamu
17
Kawin
18
Masalah baru
19
Dua wanita ular
20
Jatuh cinta
21
Bekal makan siang
22
Malam mingguan
23
Ditinggal suami
24
Pap dari suami
25
Langkah yang Anga ambil
26
Aditya pulang
27
Matang dan tampan
28
Bantuan Caca
29
Rasa bersalah
30
Mas tunggu di rumah!!
31
Dingin
32
Penyesalan Anga
33
Kejujuran
34
Ngurusin suami
35
Mas Adit
36
Kemarahan Aditya
37
Tentang lidah
38
Kedatangan Mayang
39
Tidak ada rasa
40
Hak suami
41
Rencana Anga
42
Tidak bisa berhenti
43
Seperti drakula
44
Kilasan masa lalu
45
Sama-sama beruntung
46
Mantan pacar suami
47
Penjelasan Aditya
48
Uang tak bisa membeli cinta
49
Kejutan untuk suami
50
Kejutan yang gagal
51
Peringatan Aditya
52
Penjelasan Aditya
53
Noda membandel
54
Permintaan Anga
55
Belajar mencintai
56
Obat mujarab
57
Kedatangan tamu
58
Hanya takut
59
Ketakutan Anga
60
Ungkapan perasaan
61
Ngidam
62
Berbohong demi kebaikan
63
Pelajaran untuk Angel
64
Terlalu indah
65
Ibu hamil yang senstif
66
Berkunjung ke makam
67
Hampir kehilangan
68
Pelaku
69
Ungkapan tanpa sadar
70
Minta obat
71
Perasaan Diah
72
Butuh kepastian
73
Tante Malini
74
Jalan keluar
75
Hadiah dari suami
76
Permintaan maaf
77
Suami sombong
78
Datang ke Jogja
79
Acara penting
80
Jelaskan!!
81
Baru sadar
82
Kenapa??
83
Dua pilihan
84
Jangan menghinanya
85
Syarat
86
Mendapat restu
87
Tak berubah
88
Pergilah!!
89
Pamit
90
Syarat yang sebenarnya
91
Kenapa Bu??
92
Jangan pergi!!
93
Kekecewaan Aditya
94
Maaf
95
Sudah sejak dulu
96
Menemui Ajeng
97
Pesakitan Ajeng
98
Perubahan Ajeng
99
Keputusan Ajeng
100
Sama-sama beruntung
101
Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102
Kepergian Ajeng
103
Kabar untuk mertua
104
Pura-pura bahagia
105
Tiga bulan
106
Utang
107
Kangen
108
Ancaman Raka
109
Tak peduli
110
Keterkejutan Raka
111
Mengakhiri
112
Dikokop
113
Marah
114
Terbakar cemburu
115
Pergilah temui dia!!
116
Menemui Ratna
117
Hilang kepercayaan diri
118
Kemarahan Aditya
119
Masih halal
120
Perubahan Raka
121
Sampai di rumah
122
Cemburu
123
Di salahkan
124
Pergilah!!
125
Meyakinkan perasaan
126
Sultan
127
Dua wanita
128
Cemburu
129
Takut kecewa
130
Pria tanpa identitas
131
Mencari Raka
132
Menjadi penguntit
133
Ngidam
134
Wanita pengganggu
135
Nggak cemburu
136
Pria misterius
137
Ajeng menyerah
138
Maafkan aku
139
Ancaman Ajeng
140
Kembali bersama
141
Ngaak mungkin!!
142
Ketulusan Ajeng
143
Kamu bisa Mas!!
144
Aku nggak marah!
145
PROMO NOVEL BARU
146
Pingin punya anak
147
Tujuh bulanan
148
Hamil??
149
Bahagia tiada tara
150
Empat kelinci lucu
151
Melahrikan
152
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!