Dunia yang hancur

Dress berwarna putih milik Anga sudah berubah warna menjadi kecoklatan karena terkena tanah yang basah di pusara Kakaknya.

Anga terus memeluk gundukan tanah penuh bunga mawar yang wanginya semerbak itu dengan tangisan pilu. Tak peduli rintik hujan yang terus menghujam tubuhnya saat ini. Dia hanya tak ingin meninggalkan Kakaknya sendirian di sana.

"Kenapa Kakak tega sama Anga?? Kenapa ninggalin Anga sendirian di dunia ini??"

"Anga, ayo kita pulang. Jangan buat Kakakmu sedih karena lihat kamu kaya gini. Ikhlaskan kepergian Kakakmu agar jalannya di permudah sama Allah"

Aditya terus membujuk istrinya untuk meninggalkan area pemakaman itu.

Setelah Adit Sah menikahi Anga secara Agama dan Negara, Angga langsung menghembuskan nafas terakhirnya. Menyerahkan tanggungjawab untuk menjaga Anga pada Aditya.

"Nggak mau. Aku mau sama Kak Angga di sini. Kalau Kak Adit mau pulang, pulang aja dulu"

Anga tentu saja begitu terpukul dengan kepergian Kakaknya. Dia hanya memiliki Angga sebagai satu-satunya keluarga. Angga adalah orang yang Anga sayangi di dunia ini. Kepergian Angga yang begitu mendadak tentu saja menjadi pukulan paling berat setelah kepergian kedua orang tuanya dulu.

Mulai saat ini Anga merasa dunianya tidak baik-baik saja. Kepergian Angga seperti langit yang terasa runtuh tepat menimpa kepalanya. Sangat amat berat untuk di jalani.

"Ya udah kita tinggal aja dia di sini. Lagian dia yang mau kok. Nyusahin aja!!"

Anga mendongak menatap Diah. Anga cukup terkejut pada sahabat Kakaknya itu. Dia tak tau kenapa sekarang Diah begitu sinis kepadanya, padahal dulu Diah terlihat begitu baik pada Anga.

"Jaga omongan lo!! Dia masih berduka!!" Bisik Duwi pada Diah.

"Biarin aja, salah sendiri nyusahin!!" Diah langsung meninggalkan area pemakaman itu lebih dulu di ikuti yang lainnya kecuali Aditya.

Pria itu masih memayungi Anga yang seperti tak punya niat untuk pergi dari sana.

"Pulang ya Dek?? Jangan buat Kakak mu sedih!!"

Anga sempat berpikir namun akhirnya mengangguk menerima tawaran Aditya.

Pria dewasa yang umurnya terpaut sepuluh tahun dengan Anga itu mengulurkan tangannya untuk membantu Anya berdiri.

Anga cukup terkejut tapi, dia menerima uluran tangan Adit karena memang dia merasakan kebas pada kakinya.

*

*

*

Mereka tiba di rumah peninggalan kedua orang tua Angga dan Anga. Rumah itu tampak begitu sepi karena memang pemakaman Angga dari Rumah sakit langsung menuju ke tempat pemakaman.

"K-kak i-ini apa??" Anga tak tau apa yang terjadi karena pagar rumahnya terdapat sebuah papan yang menyatakan rumah itu di sita oleh Bank.

"Ayo masuk dulu Kakak jelaskan" Ajak Adit.

"Kalian pulang aja dulu. Biar gue yang jelasin semua sama Anga" Adit menoleh ke belakang menatap Duwi dan Wira yang masih berada di dalam mobil.

"Oke, gue cabut dulu. Kalau ada apa-apa telepon aja!"

Adit hanya mengangguk dan membiarkan mobil milik pasangan suami istri itu pergi dari depan rumah Anga.

Sementara Anga masih begitu bingung. Pasalnya kemarin saat dia pergi, tak ada apapun yang terpasang di pagar rumahnya itu.

Adit membuka gerbang rumah yang cukup besar itu. Dia membawa Anga yang masih dengan beribu kebingungan masuk ke dalam rumah.

Anga yang terlihat begitu lemah langsung terduduk di sofa ruang tamu. Dia merasa tak kuat lagi untuk berjalan menuju kamarnya di lantai dua. Dia juga tak peduli tanah yang menempel di bajunya akan mengotori sofa berwarna cream itu.

"Minum dulu biar lebih tenang"

Anga menerima segelas air putih yang di sodorkan Adit.

"Makasih Kak, tapi sebenarnya ada apa ini??"

Adit tampak membuang nafas kasarnya, lalu duduk di samping Anga dengan memberi jarak sekitar dua jengkal.

"Apa yang tertulis di depan itu benar Dek. Mulai hari ini, kantor, rumah dan semua properti juga uang yang ada di rekening atas nama Kakakmu di sita oleh bank"

"Apa Kak?? K-kenapa bisa??"

Ada apa lagi ini?? Anga benar-benar tak tau apa-apa.

"Sudah dari lima bulan yang lalu, perusahaan Kakak kamu bangkrut karena di tipu rekan kerjanya. Untuk menutupi kerugian perusahaan, Kakak kamu pinjam uang besar ke Bank pemerintah. Tapi karena perusahaan Kakakmu sudah terlanjur hancur, dia tidak bisa cicil hutangnya sama sekali. Jadi sesuai perjanjian dengan pihak Bank, mereka akan langsung menarik semua properti kalau Angga tidak mencicil hutangnya selama tiga bulan berturut-turut. Dan puncaknya hari ini, mereka memberikan waktu sampai nanti malam untuk kamu membereskan barang-barang kamu dan pergi dari sini"

Bagaikan jatuh tertimpa tangga pula. Itu yang di rasakan Anga saat ini. Kenapa cobaan datang di waktu yang bersamaan. Kalau begini ceritanya, Anga ingin sekali ikut pergi bersama Kakaknya menyusul kedua orang tuanya.

"Kalau aku pergi dari sini, aku mau tinggal di mana Kak?? Ini rumahku satu-satunya. Aku juga nggak punya saudara atau uang sama sekali!" Air maya Anga ternyata belum kering setelah dari kemari di buat menangisi kepergian Angga.

Bahkan sekarang, rumahnya juga terlihat sepi. Dia tidak tau asisten rumah tangganya kemana. Atau mungkin sudah pergi dari sana setelah tau rumah itu di sita oleh Bank dan tak bisa membayar gaji mereka.

"Kamu ikut Kakak. Pulang ke rumah Kakak!!"

"A-apa Kak??"

"Kamu sekarang sudah menjadi istriku. Jadi kamu ikut Kakak pulang ke rumah. Ayo bersihkan dirimu dulu, Kakak bantu bereskan barang mu"

Anga kembali pasrah saat Aditya menuntunnya naik ke lantai dua menuju kamarnya. Bukan pasrah, lebih tepatnya Anga seperti linglung dan tak tau apa yang harus dia lakukan saat ini.

Cobaannya sungguh begitu berat, apalagi dia baru ingat kalau statusnya sudah berubah menjadi istri orang saat ini.

Menjadi istri Aditya, sahabat dari Kakaknya yang tidak begitu ia kenal. Anga hanya tau nama pria itu Aditya, siapa nama panjangnya pun tak tau karena tadi malam saat penghulu menyebutkan nama Aditya, Anga tak mendengarnya sama sekali. Anga terlalu fokus pada Kakaknya yang ternyata sedang bergelut dengan maut.

Terpopuler

Comments

Umi Maryam

Umi Maryam

innalillahi wainnailaihi rojiun ,subhanallah yg kuat ya bunga semoga kesabaran mu membawa keberkahan , semoga semua harta yg hilang allah ganti dg berkali lipat , aamiin .

2025-02-27

0

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

innalilahi wa, innailaihi roji'un turut berdukacita atas meninggalnya. Angga 🙏

2025-01-21

0

Nuryati Yati

Nuryati Yati

itu si Diah ada rasa sm Adit makanya jd judes dgn Anga

2025-01-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bunga Kenanga
2 Dunia yang hancur
3 Kamu punya aku, suamimu
4 Jalani dengan ikhlas
5 Ganteng nggak??
6 Jangan di lepas
7 Menerima dengan ikhlas
8 Suami sempurna
9 Saran dari Caca
10 Istri titipan
11 Istri yang baik
12 Hujan perhatian
13 Kedatangan malapetaka
14 Pelukan dan kecupan pertama
15 Siapa wanita itu??
16 Mas milik kamu
17 Kawin
18 Masalah baru
19 Dua wanita ular
20 Jatuh cinta
21 Bekal makan siang
22 Malam mingguan
23 Ditinggal suami
24 Pap dari suami
25 Langkah yang Anga ambil
26 Aditya pulang
27 Matang dan tampan
28 Bantuan Caca
29 Rasa bersalah
30 Mas tunggu di rumah!!
31 Dingin
32 Penyesalan Anga
33 Kejujuran
34 Ngurusin suami
35 Mas Adit
36 Kemarahan Aditya
37 Tentang lidah
38 Kedatangan Mayang
39 Tidak ada rasa
40 Hak suami
41 Rencana Anga
42 Tidak bisa berhenti
43 Seperti drakula
44 Kilasan masa lalu
45 Sama-sama beruntung
46 Mantan pacar suami
47 Penjelasan Aditya
48 Uang tak bisa membeli cinta
49 Kejutan untuk suami
50 Kejutan yang gagal
51 Peringatan Aditya
52 Penjelasan Aditya
53 Noda membandel
54 Permintaan Anga
55 Belajar mencintai
56 Obat mujarab
57 Kedatangan tamu
58 Hanya takut
59 Ketakutan Anga
60 Ungkapan perasaan
61 Ngidam
62 Berbohong demi kebaikan
63 Pelajaran untuk Angel
64 Terlalu indah
65 Ibu hamil yang senstif
66 Berkunjung ke makam
67 Hampir kehilangan
68 Pelaku
69 Ungkapan tanpa sadar
70 Minta obat
71 Perasaan Diah
72 Butuh kepastian
73 Tante Malini
74 Jalan keluar
75 Hadiah dari suami
76 Permintaan maaf
77 Suami sombong
78 Datang ke Jogja
79 Acara penting
80 Jelaskan!!
81 Baru sadar
82 Kenapa??
83 Dua pilihan
84 Jangan menghinanya
85 Syarat
86 Mendapat restu
87 Tak berubah
88 Pergilah!!
89 Pamit
90 Syarat yang sebenarnya
91 Kenapa Bu??
92 Jangan pergi!!
93 Kekecewaan Aditya
94 Maaf
95 Sudah sejak dulu
96 Menemui Ajeng
97 Pesakitan Ajeng
98 Perubahan Ajeng
99 Keputusan Ajeng
100 Sama-sama beruntung
101 Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102 Kepergian Ajeng
103 Kabar untuk mertua
104 Pura-pura bahagia
105 Tiga bulan
106 Utang
107 Kangen
108 Ancaman Raka
109 Tak peduli
110 Keterkejutan Raka
111 Mengakhiri
112 Dikokop
113 Marah
114 Terbakar cemburu
115 Pergilah temui dia!!
116 Menemui Ratna
117 Hilang kepercayaan diri
118 Kemarahan Aditya
119 Masih halal
120 Perubahan Raka
121 Sampai di rumah
122 Cemburu
123 Di salahkan
124 Pergilah!!
125 Meyakinkan perasaan
126 Sultan
127 Dua wanita
128 Cemburu
129 Takut kecewa
130 Pria tanpa identitas
131 Mencari Raka
132 Menjadi penguntit
133 Ngidam
134 Wanita pengganggu
135 Nggak cemburu
136 Pria misterius
137 Ajeng menyerah
138 Maafkan aku
139 Ancaman Ajeng
140 Kembali bersama
141 Ngaak mungkin!!
142 Ketulusan Ajeng
143 Kamu bisa Mas!!
144 Aku nggak marah!
145 PROMO NOVEL BARU
146 Pingin punya anak
147 Tujuh bulanan
148 Hamil??
149 Bahagia tiada tara
150 Empat kelinci lucu
151 Melahrikan
152 Akhir
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Bunga Kenanga
2
Dunia yang hancur
3
Kamu punya aku, suamimu
4
Jalani dengan ikhlas
5
Ganteng nggak??
6
Jangan di lepas
7
Menerima dengan ikhlas
8
Suami sempurna
9
Saran dari Caca
10
Istri titipan
11
Istri yang baik
12
Hujan perhatian
13
Kedatangan malapetaka
14
Pelukan dan kecupan pertama
15
Siapa wanita itu??
16
Mas milik kamu
17
Kawin
18
Masalah baru
19
Dua wanita ular
20
Jatuh cinta
21
Bekal makan siang
22
Malam mingguan
23
Ditinggal suami
24
Pap dari suami
25
Langkah yang Anga ambil
26
Aditya pulang
27
Matang dan tampan
28
Bantuan Caca
29
Rasa bersalah
30
Mas tunggu di rumah!!
31
Dingin
32
Penyesalan Anga
33
Kejujuran
34
Ngurusin suami
35
Mas Adit
36
Kemarahan Aditya
37
Tentang lidah
38
Kedatangan Mayang
39
Tidak ada rasa
40
Hak suami
41
Rencana Anga
42
Tidak bisa berhenti
43
Seperti drakula
44
Kilasan masa lalu
45
Sama-sama beruntung
46
Mantan pacar suami
47
Penjelasan Aditya
48
Uang tak bisa membeli cinta
49
Kejutan untuk suami
50
Kejutan yang gagal
51
Peringatan Aditya
52
Penjelasan Aditya
53
Noda membandel
54
Permintaan Anga
55
Belajar mencintai
56
Obat mujarab
57
Kedatangan tamu
58
Hanya takut
59
Ketakutan Anga
60
Ungkapan perasaan
61
Ngidam
62
Berbohong demi kebaikan
63
Pelajaran untuk Angel
64
Terlalu indah
65
Ibu hamil yang senstif
66
Berkunjung ke makam
67
Hampir kehilangan
68
Pelaku
69
Ungkapan tanpa sadar
70
Minta obat
71
Perasaan Diah
72
Butuh kepastian
73
Tante Malini
74
Jalan keluar
75
Hadiah dari suami
76
Permintaan maaf
77
Suami sombong
78
Datang ke Jogja
79
Acara penting
80
Jelaskan!!
81
Baru sadar
82
Kenapa??
83
Dua pilihan
84
Jangan menghinanya
85
Syarat
86
Mendapat restu
87
Tak berubah
88
Pergilah!!
89
Pamit
90
Syarat yang sebenarnya
91
Kenapa Bu??
92
Jangan pergi!!
93
Kekecewaan Aditya
94
Maaf
95
Sudah sejak dulu
96
Menemui Ajeng
97
Pesakitan Ajeng
98
Perubahan Ajeng
99
Keputusan Ajeng
100
Sama-sama beruntung
101
Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102
Kepergian Ajeng
103
Kabar untuk mertua
104
Pura-pura bahagia
105
Tiga bulan
106
Utang
107
Kangen
108
Ancaman Raka
109
Tak peduli
110
Keterkejutan Raka
111
Mengakhiri
112
Dikokop
113
Marah
114
Terbakar cemburu
115
Pergilah temui dia!!
116
Menemui Ratna
117
Hilang kepercayaan diri
118
Kemarahan Aditya
119
Masih halal
120
Perubahan Raka
121
Sampai di rumah
122
Cemburu
123
Di salahkan
124
Pergilah!!
125
Meyakinkan perasaan
126
Sultan
127
Dua wanita
128
Cemburu
129
Takut kecewa
130
Pria tanpa identitas
131
Mencari Raka
132
Menjadi penguntit
133
Ngidam
134
Wanita pengganggu
135
Nggak cemburu
136
Pria misterius
137
Ajeng menyerah
138
Maafkan aku
139
Ancaman Ajeng
140
Kembali bersama
141
Ngaak mungkin!!
142
Ketulusan Ajeng
143
Kamu bisa Mas!!
144
Aku nggak marah!
145
PROMO NOVEL BARU
146
Pingin punya anak
147
Tujuh bulanan
148
Hamil??
149
Bahagia tiada tara
150
Empat kelinci lucu
151
Melahrikan
152
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!