Kedatangan malapetaka

Hari-hari berlalu, pernikahan Kenanga dan Aditya sudah berjalan dua minggu. Hubungan mereka masih dalam tahap pendekatan, namun sudah ada kemajuan.

Seperti Anga yang semakin memperhatikan suaminya. Dia benar-benar belajar menjadi istri yang baik untuk Aditya. Terlebih ada Mbak Sri yang selalu membantunya.

Anga mulai belajar memasak dari Mbak Sri. Anga mulai bisa menggoreng telur, bahkan Anga sudah bisa membuat nasi goreng sendiri meski belum seenak Mbak Sri atau Aditya. Tapi itu sudah sesuatu yang luar biasa bagi Anga. Apalagi Aditya yang selalu menghargai usahanya dan memakan apapun yang Anga buat untuknya. Anga juga tak malu lagi untuk keluar rumah sekedar berbelanja di tukang sayur yang setiap pagi berhenti di depan rumahnya.

Hari ini Anga tidak ada jadwal kuliah, sementara Aditya nanti masuk setengah hari karena ini hari sabtu.

Anga yang bosan di rumah sendirian akhirnya memilih ke rumah Mbak Sri. Bukan untuk bergosip seperti ibu-ibu lainnya. Mbak Sri lebih sering mengajari Anga untuk menjadi Ibu rumah tangga yang baik.

Mbak Sri membagi pengalamannya dengan Anga yang sudah belasan tahun menjadi istri dan Ibu rumah tangga.

"Kamu udah begituan belum sama Mas Adit??" Bisik Mbak Sri.

Anga memang sudah menceritakan semuanya kepada Mbak Sri tentang bagaimana dia akhirnya bisa menikah dengan Aditya.

"Begituan apa Mbak??" Wajah Anga langsung merah padam karena pertanyaan Mbak Sri.

"Jadi belum??" Mbak Sri menebak dari wajah Anga yang tampak gugup dan malu.

"Ck, gimana to Mas Adit ki. Lha wong ada istri cantik begini kok dianggurin"

"Kami kan baru dua minggu menikah, Mbak tau sendiri kan kami menikah karena apa"

"Iyo sih yo" Mbak Sri mengangguk-angguk.

"Tapi tenang, kalau Mas Adit ndak mau bergerak dulu, kamu yang menyerang aja"

"Maksud Mbak Sri??"

Mbak Sri membisikkan sesuatu pada Anga. Sementara mata Anga langsung membulat sempurna.

"Tapi Mbak..."

"Percaya sama Mbak. Kalau kamu ndak bertindak duluan, takutnya Mas Adit terpikat sama yang lain"

Anga tiba-tiba merasa ketakutan hanya dengan membayangkan omongan Mbak Sri.

"Kenapa, apa aku sudah mulai mencintai Mas Adit?? Tapi apa nggak terlalu cepat, kan baru dua minggu??" Anga bingung dengan perasaannya sendiri.

Sementara dia teramat bahagia ketika mendapatkan perhatian demi perhatian dari Aditya.

Wajahnya selalu bersemu malu kalau mengingat bagaimana Aditya memberikan perhatian kepadanya.

"Tapi nggak ada salahnya jatuh cinta sama suami sendiri kan??"

"Mau coba nggak??" Mbak Sri menyenggol bahu Anga.

"Aku pikir dulu ya Mbak. Nanti kalau udah siap baru aku tanya lagi sama Mbak Sri caranya gimana"

"Oke siap, jangan sungkan sama Mbak Sri. Masalah rumah tangga apapun bisa teratasi" Mbak Sri menyombongkan diri dengan menepuk dadanya.

"Kalau gitu, kenapa Mbak Sri nggak buka jasa penasehat pernikahan aja"

"Maunya juga gitu, tapi Mas Wandi nggak mau kalau Mbak Sri kerja. Katanya takut istrinya ini di ambil orang" Canda Mbak Sri yang sukses membuat mereka berdua tampak tertawa geli.

Tawa mereka berdua terhenti saat motor Aditya terdengar memasuki pekarangan rumah. Mereka juga melihat sebuah mobil berhenti di belakang motor Aditya.

"Siapa itu Mbak??" Anga melihatnya dari teras rumah Mbak Sri.

"Oh, itu teman-temannya Mas Adit kan. Dari dulu mereka juga sering main ke sini"

Anga baru sadar kalau itu mobil milik Wira. Satu per satu yang ada di mobil itu juga mulai turun. Kini Anga bisa melihat dan mengenal mereka semua.

"Ya udah Mbak, aku pulang dulu ya"

"Iya, besok sini lagi"

"Iya Mbak"

Anga menghampiri mereka semua. Meski masih sedikit canggung dengan sahabat-sahabat Kakaknya itu karena tak terlalu dekat, Anga mencoba untuk menyapa.

"Mas" Anga mendekati Aditya lebih dulu.

"Dek, dari mana??" Aditya melihat Anga tidak keluar dari dalam rumah.

"Dari tempat Mbak Sri" Anga meraih tangan Aditya dan menciumnya di depan semua orang.

Aksi Anga itu ternyata memicu tatapan sinis dari Diah dan juga tatapan aneh dari Nanda, serta tawa kecil dari Rizki. Hanya Wira dan Duwi yang tak bereaksi apapun karena mereka sudah berumah tangga dan apa yang Anga lakukan itu sangatlah wajar sebagai seorang istri.

"Apa kabar Kak, kalian baik kan??" Anga menyapa mereka semua.

"Ba.."

"Kita semua baik kok. Lebih baik kamu pikirkan diri kamu sendiri dari pada menanyakan kabar kita. Aku yakin kamu masih belum terbiasa dengan kepergian Angga dan kehidupan sederhana Adit kan??" Diah tidak memberikan kesempatan pada Wira untuk menjawab sapaan dari Anga.

Anga langsung menundukkan wajahnya. Dia sedih sekaligus malu. Dia seperti tidak di terima diantara mereka. Bahkan Diah kembali menunjukkan ketidaksukaannya kepada Anga.

"Diah, Anga hanya menyapa. Harusnya jawablah niat baiknya dengan benar" Tegur Aditya namun masih di bawah batas sabar.

"Cih" Diah menoleh sambil berdecih dengan muak.

"Ayo masuk semua, ayo Dek" Aditya menggenggam tangan Anga dengan lembut. Dia tau kalau Anga pasti tersinggung dengan ucapan Diah tadi.

Melihat wajah Anga yang menunduk sendu seperti itu membuat Aditya merasa sedih sekaligus merasa bersalah karena kedatangan teman-temannya justru menyakiti hati Anga.

"Gue ganti baju dulu" Ucap Adit pada sahabatnya yang duduk di teras rumahnya itu.

Sementara Anga masih diam dan mengikuti Aditya masuk ke dalam rumah tanpa melepaskan tangannya dari sang suami.

"Kamu nggak papa Dek?? Maafin Mas ya??" Ucap Aditya ketika ingin masuk ke dalam kamar.

"Nggak papa kok Mas. Bukan salah Mas juga kok. Sekarang Mas lebih baik ganti baju dulu. Biar Anga yang buat minuman untuk mereka"

"Kamu yakin??"

"Yakin, kan sekarang Anga udah bisa kalau cuma buat minuman aja"

Aditya yakin senyum yang di perlihatkan Anga saat ini hanyalah senyum palsu untuk menutupi luka hatinya.

"Ya sudah, Mas ganti baju dulu"

Anga juga bergegas ke dapur. Dia membuatkan minuman dingin yang cocok dengan udara yang panas sore hari begini.

Dia sudah belajar dari Mbak Sri dan melihat berbagai konten memasak di media sosial. Di rumah Aditya juga banyak bahan makanan dan minuman, jadi Anga bisa membuatnya dengan mudah.

Sekitar tiga puluh menit, Anga berjibaku dengan minumannya. Akhirnya dia merasa puas dengan hasilnya.

"Rasanya nggak terlalu buruk"

Anga membuat lemon tea, juga sop buah yang segar dengan tambahan es batu agar lebih dingin.

Anga membawa nampan berisi minuman itu keluar dengan pelan. Tapi langkahnya berhenti ketika mendengar namanya di sebut oleh orang yang sedang berbincang di luar.

"Lo yakin masih mau mempertahankan Anga Dit?? Dia itu cuma istri titipan Dit. Jadi lo nggak harus bertanggung jawab sepenuhnya sama dia. Dia bisa hidup sendiri karena udah dewasa, dan nggak bergantung sama belas kasihan lo aja. Apalagi biaya kuliah itu mahal Dit. Lo..."

"Diah cukup!!" Sentak Aditya.

Gelas yang pada nampan yang di bawa Anga tampak ikut bergoyang karena tangan Anga yang bergetar akibat suara Aditya yang begitu keras.

"Gue nggak tau lo ada masalah apa sama gue dan istri gue. Tapi dari awal lo kelihatan banget nggak suka sama pernikahan gue. Lo boleh hina gue sepuas lo, tapi lo nggak berhak menyakiti hati istri gue!!"

Anga mendengar suara Aditya yang mengegeram itu juga ikut ketakutan. Dia masih berdiri di belakang pintu dan bisa mendengar dengan jelas apa yang mereka perdebatkan.

"Lo bentak gue demi dia Dit?? Gue nggak nyangka kalau lo berubah kaya gini" Suara Diah terdengar bergetar di telinga Anga.

"Sorry gue lepas kendali, Diah. Tapi gue benar-benar nggak bisa diam aja kalau lo menyinggung istri gue terus menerus. Dia istri gue sekarang, jadi semua tanggung jawab gue. Dan gue juga nggak keberatan sama sekali. Gue mohon lo ngerti!!"

"Jahat lo Dit!! Wanita itu benar-benar udah merubah lo!!"

"Diah!! Mau kemana lo??" Suara teriakan Nanda seperti sedang menahan kepergian Diah.

Sementara Anga, di balik pintu itu dia mencoba untuk menghapus air matanya yang entah sejak kapan membasahi pipinya.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

perempuan aneh.. Diah.. Diah.. lo itu cuma temen.. emang lo mengharap Adit lebih perhatian sama lo dr pd sama istrinya sendiri.. lo tersinggung krn di bentak Adit tp otak lo gak mikir ucapan lo yg udah merendahkan istrinya.. gak waras ini cewek..

2024-11-27

1

Ayu

Ayu

jangan2 ..diam2 diah itu cinta sm aditya. mk nya dia rs marah sm pernikahan aditya dgn anga. egois bgt diah

2025-01-14

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

berasa memiliki Adit kl kyk gini.afit ny ngg tegas kasih batasan.mana teman mn lawa8 jns yg mudah baper

2024-12-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bunga Kenanga
2 Dunia yang hancur
3 Kamu punya aku, suamimu
4 Jalani dengan ikhlas
5 Ganteng nggak??
6 Jangan di lepas
7 Menerima dengan ikhlas
8 Suami sempurna
9 Saran dari Caca
10 Istri titipan
11 Istri yang baik
12 Hujan perhatian
13 Kedatangan malapetaka
14 Pelukan dan kecupan pertama
15 Siapa wanita itu??
16 Mas milik kamu
17 Kawin
18 Masalah baru
19 Dua wanita ular
20 Jatuh cinta
21 Bekal makan siang
22 Malam mingguan
23 Ditinggal suami
24 Pap dari suami
25 Langkah yang Anga ambil
26 Aditya pulang
27 Matang dan tampan
28 Bantuan Caca
29 Rasa bersalah
30 Mas tunggu di rumah!!
31 Dingin
32 Penyesalan Anga
33 Kejujuran
34 Ngurusin suami
35 Mas Adit
36 Kemarahan Aditya
37 Tentang lidah
38 Kedatangan Mayang
39 Tidak ada rasa
40 Hak suami
41 Rencana Anga
42 Tidak bisa berhenti
43 Seperti drakula
44 Kilasan masa lalu
45 Sama-sama beruntung
46 Mantan pacar suami
47 Penjelasan Aditya
48 Uang tak bisa membeli cinta
49 Kejutan untuk suami
50 Kejutan yang gagal
51 Peringatan Aditya
52 Penjelasan Aditya
53 Noda membandel
54 Permintaan Anga
55 Belajar mencintai
56 Obat mujarab
57 Kedatangan tamu
58 Hanya takut
59 Ketakutan Anga
60 Ungkapan perasaan
61 Ngidam
62 Berbohong demi kebaikan
63 Pelajaran untuk Angel
64 Terlalu indah
65 Ibu hamil yang senstif
66 Berkunjung ke makam
67 Hampir kehilangan
68 Pelaku
69 Ungkapan tanpa sadar
70 Minta obat
71 Perasaan Diah
72 Butuh kepastian
73 Tante Malini
74 Jalan keluar
75 Hadiah dari suami
76 Permintaan maaf
77 Suami sombong
78 Datang ke Jogja
79 Acara penting
80 Jelaskan!!
81 Baru sadar
82 Kenapa??
83 Dua pilihan
84 Jangan menghinanya
85 Syarat
86 Mendapat restu
87 Tak berubah
88 Pergilah!!
89 Pamit
90 Syarat yang sebenarnya
91 Kenapa Bu??
92 Jangan pergi!!
93 Kekecewaan Aditya
94 Maaf
95 Sudah sejak dulu
96 Menemui Ajeng
97 Pesakitan Ajeng
98 Perubahan Ajeng
99 Keputusan Ajeng
100 Sama-sama beruntung
101 Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102 Kepergian Ajeng
103 Kabar untuk mertua
104 Pura-pura bahagia
105 Tiga bulan
106 Utang
107 Kangen
108 Ancaman Raka
109 Tak peduli
110 Keterkejutan Raka
111 Mengakhiri
112 Dikokop
113 Marah
114 Terbakar cemburu
115 Pergilah temui dia!!
116 Menemui Ratna
117 Hilang kepercayaan diri
118 Kemarahan Aditya
119 Masih halal
120 Perubahan Raka
121 Sampai di rumah
122 Cemburu
123 Di salahkan
124 Pergilah!!
125 Meyakinkan perasaan
126 Sultan
127 Dua wanita
128 Cemburu
129 Takut kecewa
130 Pria tanpa identitas
131 Mencari Raka
132 Menjadi penguntit
133 Ngidam
134 Wanita pengganggu
135 Nggak cemburu
136 Pria misterius
137 Ajeng menyerah
138 Maafkan aku
139 Ancaman Ajeng
140 Kembali bersama
141 Ngaak mungkin!!
142 Ketulusan Ajeng
143 Kamu bisa Mas!!
144 Aku nggak marah!
145 PROMO NOVEL BARU
146 Pingin punya anak
147 Tujuh bulanan
148 Hamil??
149 Bahagia tiada tara
150 Empat kelinci lucu
151 Melahrikan
152 Akhir
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Bunga Kenanga
2
Dunia yang hancur
3
Kamu punya aku, suamimu
4
Jalani dengan ikhlas
5
Ganteng nggak??
6
Jangan di lepas
7
Menerima dengan ikhlas
8
Suami sempurna
9
Saran dari Caca
10
Istri titipan
11
Istri yang baik
12
Hujan perhatian
13
Kedatangan malapetaka
14
Pelukan dan kecupan pertama
15
Siapa wanita itu??
16
Mas milik kamu
17
Kawin
18
Masalah baru
19
Dua wanita ular
20
Jatuh cinta
21
Bekal makan siang
22
Malam mingguan
23
Ditinggal suami
24
Pap dari suami
25
Langkah yang Anga ambil
26
Aditya pulang
27
Matang dan tampan
28
Bantuan Caca
29
Rasa bersalah
30
Mas tunggu di rumah!!
31
Dingin
32
Penyesalan Anga
33
Kejujuran
34
Ngurusin suami
35
Mas Adit
36
Kemarahan Aditya
37
Tentang lidah
38
Kedatangan Mayang
39
Tidak ada rasa
40
Hak suami
41
Rencana Anga
42
Tidak bisa berhenti
43
Seperti drakula
44
Kilasan masa lalu
45
Sama-sama beruntung
46
Mantan pacar suami
47
Penjelasan Aditya
48
Uang tak bisa membeli cinta
49
Kejutan untuk suami
50
Kejutan yang gagal
51
Peringatan Aditya
52
Penjelasan Aditya
53
Noda membandel
54
Permintaan Anga
55
Belajar mencintai
56
Obat mujarab
57
Kedatangan tamu
58
Hanya takut
59
Ketakutan Anga
60
Ungkapan perasaan
61
Ngidam
62
Berbohong demi kebaikan
63
Pelajaran untuk Angel
64
Terlalu indah
65
Ibu hamil yang senstif
66
Berkunjung ke makam
67
Hampir kehilangan
68
Pelaku
69
Ungkapan tanpa sadar
70
Minta obat
71
Perasaan Diah
72
Butuh kepastian
73
Tante Malini
74
Jalan keluar
75
Hadiah dari suami
76
Permintaan maaf
77
Suami sombong
78
Datang ke Jogja
79
Acara penting
80
Jelaskan!!
81
Baru sadar
82
Kenapa??
83
Dua pilihan
84
Jangan menghinanya
85
Syarat
86
Mendapat restu
87
Tak berubah
88
Pergilah!!
89
Pamit
90
Syarat yang sebenarnya
91
Kenapa Bu??
92
Jangan pergi!!
93
Kekecewaan Aditya
94
Maaf
95
Sudah sejak dulu
96
Menemui Ajeng
97
Pesakitan Ajeng
98
Perubahan Ajeng
99
Keputusan Ajeng
100
Sama-sama beruntung
101
Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102
Kepergian Ajeng
103
Kabar untuk mertua
104
Pura-pura bahagia
105
Tiga bulan
106
Utang
107
Kangen
108
Ancaman Raka
109
Tak peduli
110
Keterkejutan Raka
111
Mengakhiri
112
Dikokop
113
Marah
114
Terbakar cemburu
115
Pergilah temui dia!!
116
Menemui Ratna
117
Hilang kepercayaan diri
118
Kemarahan Aditya
119
Masih halal
120
Perubahan Raka
121
Sampai di rumah
122
Cemburu
123
Di salahkan
124
Pergilah!!
125
Meyakinkan perasaan
126
Sultan
127
Dua wanita
128
Cemburu
129
Takut kecewa
130
Pria tanpa identitas
131
Mencari Raka
132
Menjadi penguntit
133
Ngidam
134
Wanita pengganggu
135
Nggak cemburu
136
Pria misterius
137
Ajeng menyerah
138
Maafkan aku
139
Ancaman Ajeng
140
Kembali bersama
141
Ngaak mungkin!!
142
Ketulusan Ajeng
143
Kamu bisa Mas!!
144
Aku nggak marah!
145
PROMO NOVEL BARU
146
Pingin punya anak
147
Tujuh bulanan
148
Hamil??
149
Bahagia tiada tara
150
Empat kelinci lucu
151
Melahrikan
152
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!