Menerima dengan ikhlas

"Bersih-bersih dulu ya Dek, habis itu sholat, baru makan"

"Iya Mas"

Aditya melepas jaket serta sepatunya. Terlihat sekali jika Adit adalah pria yang rapi. Anga sejak tadi hanya memperhatikan Aditya yang langsung mengembalikan sepatu di raknya, juga menggantung jaketnya di kamar.

Anga masih asing dengan keadaan seperti ini. Dulu dia tidak pernah melakukan hal kecil seperti yang Aditya lalukan. Semua baju, sepatu dan yang lainnya ada asisten rumah tangga yang membereskannya.

Anga yang mulai tau diri juga ingin mencoba meniru kebiasaan Aditya, tapi Anga bingung harus mulai dari mana. Dia sungguh tidak tau apa-apa mengenai rumah tangga dan pekerjaannya.

Ternyata selama ini otaknya hanya di gunakan untuk belajar saja, tapi untuk hal kecil seperti itu, otak Anga kosong.

Anga tersadar dari lamunannya saat pintu kamar mandi tertutup. Ternyata suaminya telah lebih dulu membersihkan diri.

Wanita dengan rambut sebatas pinggang yang di beri warna dark brown itu memilih masuk ke dalam kamar.

Kini Anga merasa risih sendiri melihat keadaan kamar Aditya. Kamar yang tadi malam ia masuki begitu rapih tapi saat ini justru berbeda jauh.

Bantal tak pada tempatnya, selimut belum di lipat, juga baju ganti milik Anga yang tadi pagi masih berada di atas ranjang. Handuk basahnya juga masih tergeletak tak berdaya di sana.

Anga benar-benar di tampar kenyataan saat ini. Dia seperti berbanding terbalik dengan Aditya, malu rasanya karena Aditya tadi sempat masuk ke dalam kamar. Pria itu pasti sudah melihat keadaan kamarnya yang lebih parah dari kapal pecah.

Anga cepat-cepat membersihkan kamar i##tu sebelum Aditya keluar dari kamar mandi. Memasukkan semua bajunya ke dalam koper yang masih terbuka dengan bajunya yang berhamburan.b

Anga juga melipat selimut dan merapikan bantalnya lagi. Anga memang belum pernah membereskan ranjangnya sendiri. Tapi bukan berarti dia tidak bisa. Walau tak serapi Aditya tapi Anga sudah berusaha.

Anga selesai membereskan semuanya tepat saat pintu kamar Anga terbuka. Menampakkan Aditya dengan rambut basahnya juga handuk yang melilit tubuhnya yang, hemmm... Membuat kaum hawa menelan ludahnya.

Belum lagi wangi sampo dan sabuh yang menyeruak, Aditya seperti memakai sampo satu botol karena wanginya terlalu menusuk hidung Anga.

"Hemm" Anga berdehem lalu buru-buru memalingkan wajahnya. Matanya yang polos harus di hadapkan dengan tubuh indah suaminya.

Jika tadi Anga hanya bisa merasakan kerasnya perut suaminya itu saat memeluknya di atas motor yang masih di lapisi jaket. Sekarang Anga bisa melihat bentuk di dalamnya bagaimana.

Sementara Aditya tersenyum kecil dengan tingkah istri kecilnya itu. Dia juga melihat ke sekitar kamarnya yang sudah rapi lagi tak seperti tadi.

Aditya tau kalau Anga masih perlu beradaptasi dengan kehidupan barunya itu. Jadi Aditya tidak mempermasalahkannya. Bahkan tadi Aditya berencana untuk membereskan kamarnya setelah selesai mandi, tapi ternyata Anga sudah lebih dulu melakukannya.

"Mandi dulu Dek, keburu habis waktu sholatnya. Apa kamu mau nungguin Mas ganti baju?"

"Hah??" Anga menoleh ke arah Aditya dengan cepat. Tapi dia tidak tau kalau Aditya ternyata sudah ada di sebelahnya.

"Hemm??" Aditya menaikkan satu alisnya dengan senyum jahilnya.

"I-ini Anga mau mandi Mas" Secepat kilat Anga menyambar handuknya dan melesat ke kamar mandi. Dia tidak mau di buat serangan jantung di usia muda kalau terus berada di dekat Aditya dalam kondisi seperti itu.

Tak butuh waktu lama bagi Anga untuk mandi karena dia tidak mau sholat magribnya terlewat.

Ketika Anga masuk ke dalam kamar lagi, Aditya telah menunggunya duduk di tepi ranjang sudah mengenakan sarung dan juga baju koko berwarna cream.

"Masyaallah" Tanpa bisa dikendalikan, Anga memuji pria yang menjadi suaminya itu di dalam hati.

"Kita jamaah ya Dek??"

Anga langsung tersadar dari lamunannya karena suara Aditya.

"Iya Mas"

Anga mulai gugup karena ini pertama kalinya dia sholat berjamaah dengan suaminya.

Tapi ketika Aditya mulai mendengar suara Aditya yang menjadi imam sholatnya, hati Anga mendadak berubah tenang. Bahkan sangat menangkan hingga sholatnya begitu khusuk.

"Assalamualaikum warahmatullaah.."

Aditya berbalik ke belakang setelah selesai mengucap salam. Mengulurkan tangannya lagi untuk istrinya.

Kali ini Anga tak merasa bingung sama sekali. Dia sudah paham apa yang di maksud Aditya. Anga bergerak maju lalu meraih tangan Aditya.

Anga menunduk mendekatkan bibirnya pada punggung tangan Aditya. Dikecupnya dengan lembut tangan pria yang akan menuntunnya menuju ke surga itu.

Anga juga merasakan usapan kecil di pucuk kepalanya. Rasanya begitu hangat menurut Anga, bahkan Anga sampai memejamkan matanya sebentar untuk merasakan telapak tangan itu membelai kepalanya.

"Dek??"

Anga mengangkat kepalanya, panggilan itu sering kali Anga dengar dari Angga, tapi kenapa saat Aditya memanggilnya, rasanya beda.

"Iya Mas??"

"Boleh mas lanjutkan obrolan kita yang tadi pagi??"

"Boleh Mas"

Kini keduanya duduk berhadapan, masih di atas sajadah dan juga mukena yang Anga pakai.

"Maaf kalau Mas sudah banyak meminta sama kamu di saat pernikahan kita baru berjalan dua hari. Tapi Mas melakukan ini untuk hubungan kita agar lebih baik"

Sesekali Anga menatap mata Aditya, namun Anga langsung menurunkan pandangannya lagi karena tak kuat menatap mata yang meneduhkan itu.

"Mukai sekarang, Mas mau kita saling terbuka dan saling berbagi dengan semua yang kita rasakan. Termasuk kamu yang masih begitu sedih karena kepergian Kakak kamu. Mas juga mau, kamu tidak usah sungkan atau takut sama Mas. Apapun yang kamu pikirkan dan kamu ingin tau tentang Mas, katakan saja. Karena kunci keberhasilan rumah tangga adalah komunikasi. Kalau kita nggak mau saling terbuka, mana Mas tau apa yang kamu rasakan. Untuk yang ini kamu bisa kan Dek??"

"Insyaallah Mas"

"Dan untuk yang lainnya, seperti biaya kuliah, kamu tidak usah khawatir, itu urusan Mas. Kamu hanya perlu belajar dengan rajin supaya Kakak kamu bangga karena adiknya bisa jadi sarjana dengan nilai yang bagus"

"......" Setiap kali mengungkit tentang Angga, pasti Anga selalu ingin menangis.

"Ada lagi" Aditya membuka laci di dekatnya, mengambil sesuatu dari sana.

"Di dalam sini, ada uang untuk kamu pegang. Tapi ini hanya untuk uang saku kamu, uang kuliah, uang belanja dan juga buat makan sehari-hari. Kalau bayar listrik, air dan lingkungan, itu urusan Mas" Aditya menyerahkan sebuah kartu debit dengan Bank yang menjadi tempat kerjanya.

"Tapi Mas, kenapa semua kebutuhan ku menjadi tanggungan Mas Adit. Ini terlalu ber..."

"Anga, apa kamu lupa kalau kamu itu istri Mas??"

"Enggak Mas" Anga menunduk sambil menggeleng.

"Jadi sudah kewajiban Mas kan untuk menafkahi kamu??"

Anga kembali tersentuh dengan semua kebaikan Aditya kepadanya. Padahal dulu mereka bukan siapa-siapa. Mereka juga menikah bukan karena cinta.

Tak seharunya Aditya memperlakukan Anga seperti itu. Harusnya wanita yang dicintai Aditya yang menerima semua perhatian dan kebaikan Aditya.

"Makasih banyak Mas, maaf karena Kak Angga melimpahkan tanggung jawabnya sama Mas Adit"

"Tidak perlu minta maaf. Mas menerimanya dengan ikhlas"

Tes...

Siapa yang tak terharu jika di perlakukan seperti itu??

"Jangan nangis lagi. Kamu boleh sedih, tapi jangan berlarut-larut. Hemm??"

Pipi Anga langsung memanas saat tangan Adit menempel di sana. Membersihkan air matanya tanpa risih.

"Iya Mas"

"Dan satu lagi"

Anga mendongak menatap Aditya dengan matanya yang basah.

"Mulai malam ini, Mas akan tidur di sini. Tidak ada yang namanya tidur terpisah sebagai suami istri"

Deg...

Inilah yang Anga takutkan, dia belum siap untuk semua itu.

"Kamu tenang saja Dek, Mas tidak akan memaksa kamu untuk melayani Mas seperti sebagaimana mestinya. Mas hanya ingin kita terbiasa dan bisa lebih dekat lagi. Mas tidak akan buru-buru, kecuali..." Adit menggantung ucapannya lalu berbisik pada Anga.

"Kamu sudah siap"

Blusshh....

"Ayo makan dulu, Mas sudah lapar"

Aditya malah tidak tanggungjawab, pria itu keluar dari kamar setelah membuat Anga panas dingin.

Terpopuler

Comments

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

hemmm.... visual ny siapa y yg pas buat jd adit.irwansyaj kyk nya pas bgt

2024-12-28

0

Ayila Ella

Ayila Ella

mau satu kaya adit ya Allah

2024-12-19

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

ya Allah.. semoga tersisa satu laki² model Adit ini untuk ank gadisku... yg bisa menerima kekurangannya dan menghargai kelebihanya.. Aamiin... hais.. semoga

2024-11-27

5

lihat semua
Episodes
1 Bunga Kenanga
2 Dunia yang hancur
3 Kamu punya aku, suamimu
4 Jalani dengan ikhlas
5 Ganteng nggak??
6 Jangan di lepas
7 Menerima dengan ikhlas
8 Suami sempurna
9 Saran dari Caca
10 Istri titipan
11 Istri yang baik
12 Hujan perhatian
13 Kedatangan malapetaka
14 Pelukan dan kecupan pertama
15 Siapa wanita itu??
16 Mas milik kamu
17 Kawin
18 Masalah baru
19 Dua wanita ular
20 Jatuh cinta
21 Bekal makan siang
22 Malam mingguan
23 Ditinggal suami
24 Pap dari suami
25 Langkah yang Anga ambil
26 Aditya pulang
27 Matang dan tampan
28 Bantuan Caca
29 Rasa bersalah
30 Mas tunggu di rumah!!
31 Dingin
32 Penyesalan Anga
33 Kejujuran
34 Ngurusin suami
35 Mas Adit
36 Kemarahan Aditya
37 Tentang lidah
38 Kedatangan Mayang
39 Tidak ada rasa
40 Hak suami
41 Rencana Anga
42 Tidak bisa berhenti
43 Seperti drakula
44 Kilasan masa lalu
45 Sama-sama beruntung
46 Mantan pacar suami
47 Penjelasan Aditya
48 Uang tak bisa membeli cinta
49 Kejutan untuk suami
50 Kejutan yang gagal
51 Peringatan Aditya
52 Penjelasan Aditya
53 Noda membandel
54 Permintaan Anga
55 Belajar mencintai
56 Obat mujarab
57 Kedatangan tamu
58 Hanya takut
59 Ketakutan Anga
60 Ungkapan perasaan
61 Ngidam
62 Berbohong demi kebaikan
63 Pelajaran untuk Angel
64 Terlalu indah
65 Ibu hamil yang senstif
66 Berkunjung ke makam
67 Hampir kehilangan
68 Pelaku
69 Ungkapan tanpa sadar
70 Minta obat
71 Perasaan Diah
72 Butuh kepastian
73 Tante Malini
74 Jalan keluar
75 Hadiah dari suami
76 Permintaan maaf
77 Suami sombong
78 Datang ke Jogja
79 Acara penting
80 Jelaskan!!
81 Baru sadar
82 Kenapa??
83 Dua pilihan
84 Jangan menghinanya
85 Syarat
86 Mendapat restu
87 Tak berubah
88 Pergilah!!
89 Pamit
90 Syarat yang sebenarnya
91 Kenapa Bu??
92 Jangan pergi!!
93 Kekecewaan Aditya
94 Maaf
95 Sudah sejak dulu
96 Menemui Ajeng
97 Pesakitan Ajeng
98 Perubahan Ajeng
99 Keputusan Ajeng
100 Sama-sama beruntung
101 Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102 Kepergian Ajeng
103 Kabar untuk mertua
104 Pura-pura bahagia
105 Tiga bulan
106 Utang
107 Kangen
108 Ancaman Raka
109 Tak peduli
110 Keterkejutan Raka
111 Mengakhiri
112 Dikokop
113 Marah
114 Terbakar cemburu
115 Pergilah temui dia!!
116 Menemui Ratna
117 Hilang kepercayaan diri
118 Kemarahan Aditya
119 Masih halal
120 Perubahan Raka
121 Sampai di rumah
122 Cemburu
123 Di salahkan
124 Pergilah!!
125 Meyakinkan perasaan
126 Sultan
127 Dua wanita
128 Cemburu
129 Takut kecewa
130 Pria tanpa identitas
131 Mencari Raka
132 Menjadi penguntit
133 Ngidam
134 Wanita pengganggu
135 Nggak cemburu
136 Pria misterius
137 Ajeng menyerah
138 Maafkan aku
139 Ancaman Ajeng
140 Kembali bersama
141 Ngaak mungkin!!
142 Ketulusan Ajeng
143 Kamu bisa Mas!!
144 Aku nggak marah!
145 PROMO NOVEL BARU
146 Pingin punya anak
147 Tujuh bulanan
148 Hamil??
149 Bahagia tiada tara
150 Empat kelinci lucu
151 Melahrikan
152 Akhir
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Bunga Kenanga
2
Dunia yang hancur
3
Kamu punya aku, suamimu
4
Jalani dengan ikhlas
5
Ganteng nggak??
6
Jangan di lepas
7
Menerima dengan ikhlas
8
Suami sempurna
9
Saran dari Caca
10
Istri titipan
11
Istri yang baik
12
Hujan perhatian
13
Kedatangan malapetaka
14
Pelukan dan kecupan pertama
15
Siapa wanita itu??
16
Mas milik kamu
17
Kawin
18
Masalah baru
19
Dua wanita ular
20
Jatuh cinta
21
Bekal makan siang
22
Malam mingguan
23
Ditinggal suami
24
Pap dari suami
25
Langkah yang Anga ambil
26
Aditya pulang
27
Matang dan tampan
28
Bantuan Caca
29
Rasa bersalah
30
Mas tunggu di rumah!!
31
Dingin
32
Penyesalan Anga
33
Kejujuran
34
Ngurusin suami
35
Mas Adit
36
Kemarahan Aditya
37
Tentang lidah
38
Kedatangan Mayang
39
Tidak ada rasa
40
Hak suami
41
Rencana Anga
42
Tidak bisa berhenti
43
Seperti drakula
44
Kilasan masa lalu
45
Sama-sama beruntung
46
Mantan pacar suami
47
Penjelasan Aditya
48
Uang tak bisa membeli cinta
49
Kejutan untuk suami
50
Kejutan yang gagal
51
Peringatan Aditya
52
Penjelasan Aditya
53
Noda membandel
54
Permintaan Anga
55
Belajar mencintai
56
Obat mujarab
57
Kedatangan tamu
58
Hanya takut
59
Ketakutan Anga
60
Ungkapan perasaan
61
Ngidam
62
Berbohong demi kebaikan
63
Pelajaran untuk Angel
64
Terlalu indah
65
Ibu hamil yang senstif
66
Berkunjung ke makam
67
Hampir kehilangan
68
Pelaku
69
Ungkapan tanpa sadar
70
Minta obat
71
Perasaan Diah
72
Butuh kepastian
73
Tante Malini
74
Jalan keluar
75
Hadiah dari suami
76
Permintaan maaf
77
Suami sombong
78
Datang ke Jogja
79
Acara penting
80
Jelaskan!!
81
Baru sadar
82
Kenapa??
83
Dua pilihan
84
Jangan menghinanya
85
Syarat
86
Mendapat restu
87
Tak berubah
88
Pergilah!!
89
Pamit
90
Syarat yang sebenarnya
91
Kenapa Bu??
92
Jangan pergi!!
93
Kekecewaan Aditya
94
Maaf
95
Sudah sejak dulu
96
Menemui Ajeng
97
Pesakitan Ajeng
98
Perubahan Ajeng
99
Keputusan Ajeng
100
Sama-sama beruntung
101
Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102
Kepergian Ajeng
103
Kabar untuk mertua
104
Pura-pura bahagia
105
Tiga bulan
106
Utang
107
Kangen
108
Ancaman Raka
109
Tak peduli
110
Keterkejutan Raka
111
Mengakhiri
112
Dikokop
113
Marah
114
Terbakar cemburu
115
Pergilah temui dia!!
116
Menemui Ratna
117
Hilang kepercayaan diri
118
Kemarahan Aditya
119
Masih halal
120
Perubahan Raka
121
Sampai di rumah
122
Cemburu
123
Di salahkan
124
Pergilah!!
125
Meyakinkan perasaan
126
Sultan
127
Dua wanita
128
Cemburu
129
Takut kecewa
130
Pria tanpa identitas
131
Mencari Raka
132
Menjadi penguntit
133
Ngidam
134
Wanita pengganggu
135
Nggak cemburu
136
Pria misterius
137
Ajeng menyerah
138
Maafkan aku
139
Ancaman Ajeng
140
Kembali bersama
141
Ngaak mungkin!!
142
Ketulusan Ajeng
143
Kamu bisa Mas!!
144
Aku nggak marah!
145
PROMO NOVEL BARU
146
Pingin punya anak
147
Tujuh bulanan
148
Hamil??
149
Bahagia tiada tara
150
Empat kelinci lucu
151
Melahrikan
152
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!