Dua wanita ular

Sore harinya, Anga dan Caca pergi ke toko buku yang ada di pusat perbelanjaan langganan mereka. Menurut mereka di sana lebih banyak referensi buku untuk tugas mereka di bandingkan dengan toko lainnya.

Sekarang Anga juga tak ragu lagi untuk memakai uang pemberian dari Aditya karena dia sudah mendapatkan ijin dari suaminya.

Tapi bukan berarti Anga akan menghabiskan semuanya. Anga hanya akan mengambil seperlunya saja. Dia tau kalau suaminya juga bekerja keras untuk menghadapinya saat ini.

"Anga coba lihat ini deh!!"

Anga mendekat pada Caca, melihat buku yang cukup tebal di tangan Caca.

"Ini bagus Nga, isinya juga lengkap. Kayaknya cocok deh"

"Harganya berapa??" Anga membalik buku itu untuk melihat harga yang biasanya tercantum di sana.

"Ngapain lihat harga, nanti gue yang beli. Kan ini buat kita berdua"

"Masa kamu yang beli semua Ca. Kita bayar berdua aja"

"Ya udah deh kalau gitu"

"Belanja barang-barang yang nggak begitu penting dari uang orang lain. Hebat banget kamu ya Anga, masih kecil udah bisa hidup enak tinggal minta sama orang"

Anga menoleh ke sumber suara yang tiba-tiba menyentil perasaannya.

"Mbak Diah, Angel??" Kini Anga tau kenapa Angel bisa tau semua tentang dirinya.

"Hay Anga??" Angel melambaikan tangannya dengan centil pada Anga.

"Gimana?? Uang bulanan dari Aditya masih cukup nggak??" Anga mencengkeram buku yang ia pegang dengan kuat.

"Maksud Mbak Diah apa??"

"Maksud aku baik lho Anga. Aku cuma mau mengingatkan kamu kalau kamu harusnya berhemat. Nggak sembarangan pakai uang Aditya untuk beli-beli buku nggak penting kaya gini. Karena suami kamu itu lagi susah, dia habis kena sanksi karena kelalaiannya. Mungkin gajinya di potong untuk mengganti kerugian di kantornya. Apa nggak kasihan kamu sama dia?? Udah gaji di potong, terus masih menanggung biaya kuliah kamu"

"Apa mbak??" Anga tidak tau sama sekali tentang masalah yang sedang menimpa Aditya saat ini.

"Upsss...jadi kamu belum tau ya??" Diah tampak menutup mulutnya dengan tangan. Sementara Angel menertawakan Anga dengan puas.

"Sekarang kamu tau kalau kamu itu nggak ada artinya sama sekali buat Aditya kan?? Buktinya dia sama sekali nggak cerita apapun ke kamu. Harusnya, kamu itu jadi orang pertama yang tau masalah Aditya, kan kamu istrinya"

"Kakak lupa kalau dia ini cuma istri titipan, ya wajar aja dong kalau suaminya nggak mau terbuka sama dia" Angel ikut nimbrung dengan kata-kata yang mampu meluluh lantahkan perasaan Anga.

"Bisa diem nggak lo?? Nggak kapok tadi gua tampar hah??" Caca ingin bergerak maju namun di tahan oleh Anga.

"Satu lagi Anga, sebentar lagi wanita yang di cintai Aditya akan kembali. Mereka memang sempat pisah tapi keduanya masih saling mencintai dan saling menunggu untuk kembali. Jadi aku minta kamu sadar diri dengan posisi kamu"

Duarrr....

Sudah bisa di bayangkan betapa hancurnya hati Anga saat ini. Terlebih mengetahui jika ada seorang wanita yang suaminya tunggu selama ini.

"Makasih banyak karena Mbak Diah mau kasih tau Anga tentang masalah Mas Adit. Kalau gitu Anga duluan ya Mbak. Ayo Ca, pergi dari sini!!"

Anga langsung menarik tangan Caca untuk pergi dari sana. Meninggalkan Diah dan Angel dengan tawa puas mereka.

Anga menumpahkan tangisnya di mobil Caca. Hari ini benar-benar hari paling sial untuknya. Dua kali bertemu dengan wanita-wanita yang terus mengganggunya.

Anga tak pernah merasa punya salah sama mereka tapi kenapa mereka begitu membenci dirinya.

"Anga, gue mohon lo jangan dengerin omongan mereka ya?? Lo harus percaya sama suami lo. Mungkin aja suami lo belum cerita sama lo, atau mungkin suami lo nggak mau buat lo kepikiran makanya nggak cerita"

Caca bisa merasakan sakitnya jadi Anga karena kata-kata dua wanita ular tadi.

"Terus masalah wanita yang tadi di sebut mereka. Itu hanya masa lalu suami lo Nga. Suami lo kan udah bilang kalau dia mau serius sama lo dan cuma mau menikah sekali seumur hidup. Lo harus ingat itu Nga!!"

Anga menatap Caca dengan wajah berderai air mata.

"Aku juga maunya gitu Ca. Tapi kamu dengar sendiri kan mereka ngomong apa?? Aku ini memang istri Mas Adit, tapi kita nggak seperti pasangan saling terbuka. Bahkan Mas Adit menyembunyikan masalahnya dari aku dan terlihat biasa-biasa aja di rumah" Hati Anga sepeti di remas-remas saat ini. Mungkin dia benar-benar sudah jatuh hati pada suaminya sendiri karena merasa sakit yang luar biasa saat dirinya seperti tak di anggap oleh Aditya.

"Mungkin benar kata mereka kalau aku harus sadar diri Ca"

"Anga!! Apa maksud lo??" Caca kesal pada Anga yang mudah terprovokasi. Tapi Caca juga maklum karena emosi Anga belun stabil saat di timpa masalah secara terus menerus.

"Kunci dalam sebuah hubungan adalah rasa percaya Nga. Lo yang menjalani pasti tau, kalau kalian menikah bukan karena cinta. Lo juga lagi belajar buka hati lo buat suami lo kan?? Lo juga punya masa lalu dan orang yang pernah lo cintai kan?? Terus menurut lo, suami lo enggak??"

"Denger gue!!" Caca meraih kedua pundak Anga agar menghadap ke arahnya.

"Lo harus percaya sama suami lo!! Jangan mudah percaya sama orang lain, terlebih sama orang yang nggak suka sama lo. Jelas-jelas mereka mau menghancurkan hubungan lo sama Mas Adit. Selama bukan Mas Adit yang bilang sendiri, lo jangan percaya. Oke??"

Anga mencerna semua omongan Caca dan setelah dia pikir-pikir, Caca ada benarnya juga.

"Iya Ca, gue mungkin yang terlalu gampang buat di provokasi sama mereka. Gue percaya sama Mas Adit"

"Nah gitu dong. Ini baru sahabat gue" Caca ingin memeluk Anga tapi tidak jadi karena ponsel Anga yang berbunyi.

"Assalamualaikum Mas"

"Walaikumsalam kamu di mana Dek?? Mas udah di rumah, Mas jemput ya??"

"Anga masih di parkiran mall Mas. Ini udah mau pulang kok. Mas nggak usah jemput aja biar Caca yang antar"

"Suara kamu kenapa?? Kamu nangis ya??"

Anga langsung menatap Caca, karena sepertinya Aditya menyadari suara Anga yang berbeda.

"Enggak kok Mas, cuma lagi di dalam mobil aja jadi berdengung"

"Ya udah, kalau udah selesai lekas pulang. Kalian hati-hati"

"Iya Mas. Anga pulang sekarang, Assalamualaikum"

"Walaikumsalam"

"Tuh kan Nga. Suami lo aja perhatian kaya gitu, nggak mungkin yang di momongan dua wanita ular itu bener. Pasti ada waktunya suami lo cerita semuanya. Sekarang lo cuma harus percaya sama suami lo aja. Nggak usah dengerin mereka!!"

"Iya Ca makasih banyak ya. Tapi aku minta, masalah ini jangan sampai Mas Adit tau ya?? Dia lagi ada masalah, aku nggak mau nambah pikiran dia"

"Nah ini nih, lo sendiri aja nggak mau buat suami lo kepikiran sama masalah lo. Berarti Mas Adit bisa juga kan berpikir kaya gitu, dia nggak mau buat lo kepikiran karena lo masih sedih kaena kehilangan Kak Angga"

"Iya iya Ca. Tapi janji ya jangan kasih tau Mas Adit"

"Beres!!"

Terpopuler

Comments

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

Anga am adytia sama-sama punya kikiran sendiri

2024-11-29

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

jgn terlalu cengeng lah nga...lawan dg elegan.plg ngg didepan yg ngebully km.di belakang mh seterah

2024-12-29

1

Tian tika

Tian tika

untungnyaa punya sahabat sprti caca yg bsa menjadi pendengar dan penasehat yg baik

2025-02-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bunga Kenanga
2 Dunia yang hancur
3 Kamu punya aku, suamimu
4 Jalani dengan ikhlas
5 Ganteng nggak??
6 Jangan di lepas
7 Menerima dengan ikhlas
8 Suami sempurna
9 Saran dari Caca
10 Istri titipan
11 Istri yang baik
12 Hujan perhatian
13 Kedatangan malapetaka
14 Pelukan dan kecupan pertama
15 Siapa wanita itu??
16 Mas milik kamu
17 Kawin
18 Masalah baru
19 Dua wanita ular
20 Jatuh cinta
21 Bekal makan siang
22 Malam mingguan
23 Ditinggal suami
24 Pap dari suami
25 Langkah yang Anga ambil
26 Aditya pulang
27 Matang dan tampan
28 Bantuan Caca
29 Rasa bersalah
30 Mas tunggu di rumah!!
31 Dingin
32 Penyesalan Anga
33 Kejujuran
34 Ngurusin suami
35 Mas Adit
36 Kemarahan Aditya
37 Tentang lidah
38 Kedatangan Mayang
39 Tidak ada rasa
40 Hak suami
41 Rencana Anga
42 Tidak bisa berhenti
43 Seperti drakula
44 Kilasan masa lalu
45 Sama-sama beruntung
46 Mantan pacar suami
47 Penjelasan Aditya
48 Uang tak bisa membeli cinta
49 Kejutan untuk suami
50 Kejutan yang gagal
51 Peringatan Aditya
52 Penjelasan Aditya
53 Noda membandel
54 Permintaan Anga
55 Belajar mencintai
56 Obat mujarab
57 Kedatangan tamu
58 Hanya takut
59 Ketakutan Anga
60 Ungkapan perasaan
61 Ngidam
62 Berbohong demi kebaikan
63 Pelajaran untuk Angel
64 Terlalu indah
65 Ibu hamil yang senstif
66 Berkunjung ke makam
67 Hampir kehilangan
68 Pelaku
69 Ungkapan tanpa sadar
70 Minta obat
71 Perasaan Diah
72 Butuh kepastian
73 Tante Malini
74 Jalan keluar
75 Hadiah dari suami
76 Permintaan maaf
77 Suami sombong
78 Datang ke Jogja
79 Acara penting
80 Jelaskan!!
81 Baru sadar
82 Kenapa??
83 Dua pilihan
84 Jangan menghinanya
85 Syarat
86 Mendapat restu
87 Tak berubah
88 Pergilah!!
89 Pamit
90 Syarat yang sebenarnya
91 Kenapa Bu??
92 Jangan pergi!!
93 Kekecewaan Aditya
94 Maaf
95 Sudah sejak dulu
96 Menemui Ajeng
97 Pesakitan Ajeng
98 Perubahan Ajeng
99 Keputusan Ajeng
100 Sama-sama beruntung
101 Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102 Kepergian Ajeng
103 Kabar untuk mertua
104 Pura-pura bahagia
105 Tiga bulan
106 Utang
107 Kangen
108 Ancaman Raka
109 Tak peduli
110 Keterkejutan Raka
111 Mengakhiri
112 Dikokop
113 Marah
114 Terbakar cemburu
115 Pergilah temui dia!!
116 Menemui Ratna
117 Hilang kepercayaan diri
118 Kemarahan Aditya
119 Masih halal
120 Perubahan Raka
121 Sampai di rumah
122 Cemburu
123 Di salahkan
124 Pergilah!!
125 Meyakinkan perasaan
126 Sultan
127 Dua wanita
128 Cemburu
129 Takut kecewa
130 Pria tanpa identitas
131 Mencari Raka
132 Menjadi penguntit
133 Ngidam
134 Wanita pengganggu
135 Nggak cemburu
136 Pria misterius
137 Ajeng menyerah
138 Maafkan aku
139 Ancaman Ajeng
140 Kembali bersama
141 Ngaak mungkin!!
142 Ketulusan Ajeng
143 Kamu bisa Mas!!
144 Aku nggak marah!
145 PROMO NOVEL BARU
146 Pingin punya anak
147 Tujuh bulanan
148 Hamil??
149 Bahagia tiada tara
150 Empat kelinci lucu
151 Melahrikan
152 Akhir
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Bunga Kenanga
2
Dunia yang hancur
3
Kamu punya aku, suamimu
4
Jalani dengan ikhlas
5
Ganteng nggak??
6
Jangan di lepas
7
Menerima dengan ikhlas
8
Suami sempurna
9
Saran dari Caca
10
Istri titipan
11
Istri yang baik
12
Hujan perhatian
13
Kedatangan malapetaka
14
Pelukan dan kecupan pertama
15
Siapa wanita itu??
16
Mas milik kamu
17
Kawin
18
Masalah baru
19
Dua wanita ular
20
Jatuh cinta
21
Bekal makan siang
22
Malam mingguan
23
Ditinggal suami
24
Pap dari suami
25
Langkah yang Anga ambil
26
Aditya pulang
27
Matang dan tampan
28
Bantuan Caca
29
Rasa bersalah
30
Mas tunggu di rumah!!
31
Dingin
32
Penyesalan Anga
33
Kejujuran
34
Ngurusin suami
35
Mas Adit
36
Kemarahan Aditya
37
Tentang lidah
38
Kedatangan Mayang
39
Tidak ada rasa
40
Hak suami
41
Rencana Anga
42
Tidak bisa berhenti
43
Seperti drakula
44
Kilasan masa lalu
45
Sama-sama beruntung
46
Mantan pacar suami
47
Penjelasan Aditya
48
Uang tak bisa membeli cinta
49
Kejutan untuk suami
50
Kejutan yang gagal
51
Peringatan Aditya
52
Penjelasan Aditya
53
Noda membandel
54
Permintaan Anga
55
Belajar mencintai
56
Obat mujarab
57
Kedatangan tamu
58
Hanya takut
59
Ketakutan Anga
60
Ungkapan perasaan
61
Ngidam
62
Berbohong demi kebaikan
63
Pelajaran untuk Angel
64
Terlalu indah
65
Ibu hamil yang senstif
66
Berkunjung ke makam
67
Hampir kehilangan
68
Pelaku
69
Ungkapan tanpa sadar
70
Minta obat
71
Perasaan Diah
72
Butuh kepastian
73
Tante Malini
74
Jalan keluar
75
Hadiah dari suami
76
Permintaan maaf
77
Suami sombong
78
Datang ke Jogja
79
Acara penting
80
Jelaskan!!
81
Baru sadar
82
Kenapa??
83
Dua pilihan
84
Jangan menghinanya
85
Syarat
86
Mendapat restu
87
Tak berubah
88
Pergilah!!
89
Pamit
90
Syarat yang sebenarnya
91
Kenapa Bu??
92
Jangan pergi!!
93
Kekecewaan Aditya
94
Maaf
95
Sudah sejak dulu
96
Menemui Ajeng
97
Pesakitan Ajeng
98
Perubahan Ajeng
99
Keputusan Ajeng
100
Sama-sama beruntung
101
Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102
Kepergian Ajeng
103
Kabar untuk mertua
104
Pura-pura bahagia
105
Tiga bulan
106
Utang
107
Kangen
108
Ancaman Raka
109
Tak peduli
110
Keterkejutan Raka
111
Mengakhiri
112
Dikokop
113
Marah
114
Terbakar cemburu
115
Pergilah temui dia!!
116
Menemui Ratna
117
Hilang kepercayaan diri
118
Kemarahan Aditya
119
Masih halal
120
Perubahan Raka
121
Sampai di rumah
122
Cemburu
123
Di salahkan
124
Pergilah!!
125
Meyakinkan perasaan
126
Sultan
127
Dua wanita
128
Cemburu
129
Takut kecewa
130
Pria tanpa identitas
131
Mencari Raka
132
Menjadi penguntit
133
Ngidam
134
Wanita pengganggu
135
Nggak cemburu
136
Pria misterius
137
Ajeng menyerah
138
Maafkan aku
139
Ancaman Ajeng
140
Kembali bersama
141
Ngaak mungkin!!
142
Ketulusan Ajeng
143
Kamu bisa Mas!!
144
Aku nggak marah!
145
PROMO NOVEL BARU
146
Pingin punya anak
147
Tujuh bulanan
148
Hamil??
149
Bahagia tiada tara
150
Empat kelinci lucu
151
Melahrikan
152
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!