Istri yang baik

"Assalamualaikum, Mas pulang Dek!!" Aditya membuka pintu depan yang tak terkunci.

Tak terdengar pula sahutan dari Anga atas salam yang baru saja Aditya ucapkan. Tapi mata Aditya langsung tertuju pada sofa. Wanita yang di carinya ternyata tertidur dengan pulas di sana.

Aditya tersenyum tipis melihat Anga yang tak terusik sama sekali oleh kedatangannya.

Aditya mendekati Anga sambil melepas jaketnya. Dia lalu berjongkok di depan wajah Anga yang terlihat damai saat terlelap.

Mata Aditya menelisik setiap jengkal wajah Anga. Bulu mata lentik milik Anga menjadi yang paling pertama menjadi pusat perhatian Adit. Kemudian turun ke hidung mancung milik istrinya itu. Lalu yang terakhir, bibir kecil namun berisi. Terlihat begitu menggoda dengan warna merah muda tanpa polesan lipstik sama sekali.

Lebih dari lima menit Aditya betah di posisi itu. Menatap istri kecilnya yang sedang terlelap.

Bukan!!!!

Aditya kini menolak menganggap Anga adalah istri kecilnya. Memang umur Anga kurang lebih sepuluh tahun di bawanya, tapi untuk bentuk tubuh Anga yang tinggi dan beberapa bagian tubuhnya terlihat besar dan menonjol, Anga tidak pantas lagi sebut istri kecil.

Dia sudah mampu menarik perhatian lawan jenis terutama Aditya sendiri.

Jujur saja, Aditya masih belum percaya kalau dia sekarang telah menjadi seorang suami. Dia menikahi adik dari sahabatnya sendiri.

Pernikahan tanpa cinta yang hanya di awali dengan sebuah keterpaksaan karena permintaan Angga.

Sebelumnya Aditya juga ragu untuk menerima permintaan Angga waktu itu. Apalagi dia hanya mengenal Anga sebatas adiknya Angga saja. Tidak lebih dari itu. Tapi rasa hutang budi juga empati yang ia punya untuk Anga yang tidak punya siapa-siapa lagi, akhirnya Aditya mengemban tanggungjawab yang di berikan oleh Angga.

Setelah dia berpikir lagi, serta meminta petunjuk dari Allah, Aditya memutuskan untuk menerima pernikahan itu dan menjalaninya dengan ikhlas.

Meski belum ada cinta di dalam pernikahan mereka, tapi Aditya akan berusaha menumbuhkan cinta itu di hati Anga.

Aditya melirik ke arah ponsel Anga yang masih terbuka. Aditya tak sengaja melihat layar ponsel Anga yang memperlihatkan history pencarian di akun Anga.

Aditya tak bisa menahan senyumnya saat Aditya membaca salah satunya. Senyum Aditya semakin lebar saat melihat Anga menggeliat pertanda terusik dalam tidurnya.

"M-mas??" Anga langsung terduduk karena begitu ia membuka matanya, Aditya sudah berjongkok di hadapannya.

"Mas udah pulang dari tadi??" Anga tampak gugup di perhatikan oleh Aditya dalam jarak sedekat itu.

"Baru aja kok"

"Kenapa Mas nggak bangunin Anga??"

"Mas nggak tega aja, kamu kayaknya kecapean banget. Besok kalau pulang kuliah udah capek, nggak usah bersihin rumah. Biar Mas aja"

"Mas tau??"

Anga melihat ke sekeliling ruangan itu. Mungkin saja ada cctv di sana karen Aditya bisa tau tentang apa yang tadi ia lakukan.

"Nggak ada cctv di sini. Tapi wangi dari pembersih lantainya masih tercium waktu tadi Mas masuk. Rumahnya juga jadi bersih, beda dari tadi pagi"

"Tapi memang rumahnya udah bersih aja Mas. Anga cuma bantu bersihin dikit aja kok"

"Apapun itu, makasih ya udah bantuin Mas"

Rasanya senang sekali, apa yang Anga lakukan sangat di hargai oleh Aditya. Walaupun apa yang dia kerjakan tak sempurna atau bisa di bilang tak sebersih yang Adit lakukan. Tapi ucapan terimakasih itu membuat Anga semakin semangat.

Anga hanya bisa terdiam malu saat ini. Entah mengapa dia begitu bahagia.

"Emm, Mas mau Anga buatin minum apa??" Anga tak berani menatap Aditya saat ini.

"Teh hangat boleh"

"Ya udah, Mas Adit mandi dulu aja sambil Anga buatin tehnya"

"Iya, Mas mandi dulu. Udah gerah juga"

"Handuknya, udah Anga siapin di kamar mandi buat Mas"

Kali ini Aditya tak bisa menahan senyumnya di depan Anga. Dia tersenyum dengan lebar memperlihatkan giginya yang rapi itu lada Anga.

"Makasih ya Dek, karena udah mau belajar jadi istri yang baik"

Anga langsung menatap Aditya penuh dengan tanya. Tapi Aditya hanya menunjuk ponsel Anga dengan lirikan matanya saja.

Gubrakk...

Sontak Anga langsung menutup ponselnya. Ingin dia menghilang dari hadapan Aditya saat ini juga.

Betapa malunya dia karena Aditya melihat halaman pencariannya tentang bagaimana cara menjadi istri yang baik. Mungkin saja Aditya juga membaca saat Anga mencari tau tentang apa saja tugas seorang istri. Parahnya lagi Anga juga mencari tentang kewajiban seorang istri.

Aditya berdiri dari posisi jongkoknya namun malah mengambil posisi setengah berjongkok dan mensejajarkan wajahnya dengan Anga yang masih duduk di sofa.

"Mas juga akan belajar jadi suami yang baik buat kamu. Kita sama-sama belajar ya??"

Anga saat ini membeku bukan hanya wajah Aditya yang tampan itu berada begitu dekat di hadapannya. Tapi juga usapan lembut dari tangan Aditya di pipinya membuat seluruh tubuh Anga begitu kaku.

"I-iya Mas. Anga mau"

"Istri pintar"

Aditya sempat mengacak rambut Anga pelan sebelum beranjak ke kamar mandi.

Sementara Anga, perlahan dia menurunkan kepalanya. Melihat bagian sendiri bagian perutnya. Memastikan jika jantungnya tidak benar-benar turun ke perutnya, karena rasanya perut dan seluruh tubuh Anga ikut berdetak dengan keras akibat jantungnya yang terasa tak normal.

"Aku bisa mati muda kalau kaya gini"

"Astaghfirullah, jangan sampai!!" Anga langsung meralat ucapannya sendiri.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

sebaik²nya manusia adalah dia yg selalu mau belajar utk memperbaiki diri...

2024-11-27

1

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

Bahagia nya.. Pernikahan... Adytia anga

2024-11-28

0

Eny Hidayati

Eny Hidayati

Luar biasa tekat Anga dan Aditya terhadap pernikahan yg mereka jalani ...

2024-10-02

2

lihat semua
Episodes
1 Bunga Kenanga
2 Dunia yang hancur
3 Kamu punya aku, suamimu
4 Jalani dengan ikhlas
5 Ganteng nggak??
6 Jangan di lepas
7 Menerima dengan ikhlas
8 Suami sempurna
9 Saran dari Caca
10 Istri titipan
11 Istri yang baik
12 Hujan perhatian
13 Kedatangan malapetaka
14 Pelukan dan kecupan pertama
15 Siapa wanita itu??
16 Mas milik kamu
17 Kawin
18 Masalah baru
19 Dua wanita ular
20 Jatuh cinta
21 Bekal makan siang
22 Malam mingguan
23 Ditinggal suami
24 Pap dari suami
25 Langkah yang Anga ambil
26 Aditya pulang
27 Matang dan tampan
28 Bantuan Caca
29 Rasa bersalah
30 Mas tunggu di rumah!!
31 Dingin
32 Penyesalan Anga
33 Kejujuran
34 Ngurusin suami
35 Mas Adit
36 Kemarahan Aditya
37 Tentang lidah
38 Kedatangan Mayang
39 Tidak ada rasa
40 Hak suami
41 Rencana Anga
42 Tidak bisa berhenti
43 Seperti drakula
44 Kilasan masa lalu
45 Sama-sama beruntung
46 Mantan pacar suami
47 Penjelasan Aditya
48 Uang tak bisa membeli cinta
49 Kejutan untuk suami
50 Kejutan yang gagal
51 Peringatan Aditya
52 Penjelasan Aditya
53 Noda membandel
54 Permintaan Anga
55 Belajar mencintai
56 Obat mujarab
57 Kedatangan tamu
58 Hanya takut
59 Ketakutan Anga
60 Ungkapan perasaan
61 Ngidam
62 Berbohong demi kebaikan
63 Pelajaran untuk Angel
64 Terlalu indah
65 Ibu hamil yang senstif
66 Berkunjung ke makam
67 Hampir kehilangan
68 Pelaku
69 Ungkapan tanpa sadar
70 Minta obat
71 Perasaan Diah
72 Butuh kepastian
73 Tante Malini
74 Jalan keluar
75 Hadiah dari suami
76 Permintaan maaf
77 Suami sombong
78 Datang ke Jogja
79 Acara penting
80 Jelaskan!!
81 Baru sadar
82 Kenapa??
83 Dua pilihan
84 Jangan menghinanya
85 Syarat
86 Mendapat restu
87 Tak berubah
88 Pergilah!!
89 Pamit
90 Syarat yang sebenarnya
91 Kenapa Bu??
92 Jangan pergi!!
93 Kekecewaan Aditya
94 Maaf
95 Sudah sejak dulu
96 Menemui Ajeng
97 Pesakitan Ajeng
98 Perubahan Ajeng
99 Keputusan Ajeng
100 Sama-sama beruntung
101 Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102 Kepergian Ajeng
103 Kabar untuk mertua
104 Pura-pura bahagia
105 Tiga bulan
106 Utang
107 Kangen
108 Ancaman Raka
109 Tak peduli
110 Keterkejutan Raka
111 Mengakhiri
112 Dikokop
113 Marah
114 Terbakar cemburu
115 Pergilah temui dia!!
116 Menemui Ratna
117 Hilang kepercayaan diri
118 Kemarahan Aditya
119 Masih halal
120 Perubahan Raka
121 Sampai di rumah
122 Cemburu
123 Di salahkan
124 Pergilah!!
125 Meyakinkan perasaan
126 Sultan
127 Dua wanita
128 Cemburu
129 Takut kecewa
130 Pria tanpa identitas
131 Mencari Raka
132 Menjadi penguntit
133 Ngidam
134 Wanita pengganggu
135 Nggak cemburu
136 Pria misterius
137 Ajeng menyerah
138 Maafkan aku
139 Ancaman Ajeng
140 Kembali bersama
141 Ngaak mungkin!!
142 Ketulusan Ajeng
143 Kamu bisa Mas!!
144 Aku nggak marah!
145 PROMO NOVEL BARU
146 Pingin punya anak
147 Tujuh bulanan
148 Hamil??
149 Bahagia tiada tara
150 Empat kelinci lucu
151 Melahrikan
152 Akhir
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Bunga Kenanga
2
Dunia yang hancur
3
Kamu punya aku, suamimu
4
Jalani dengan ikhlas
5
Ganteng nggak??
6
Jangan di lepas
7
Menerima dengan ikhlas
8
Suami sempurna
9
Saran dari Caca
10
Istri titipan
11
Istri yang baik
12
Hujan perhatian
13
Kedatangan malapetaka
14
Pelukan dan kecupan pertama
15
Siapa wanita itu??
16
Mas milik kamu
17
Kawin
18
Masalah baru
19
Dua wanita ular
20
Jatuh cinta
21
Bekal makan siang
22
Malam mingguan
23
Ditinggal suami
24
Pap dari suami
25
Langkah yang Anga ambil
26
Aditya pulang
27
Matang dan tampan
28
Bantuan Caca
29
Rasa bersalah
30
Mas tunggu di rumah!!
31
Dingin
32
Penyesalan Anga
33
Kejujuran
34
Ngurusin suami
35
Mas Adit
36
Kemarahan Aditya
37
Tentang lidah
38
Kedatangan Mayang
39
Tidak ada rasa
40
Hak suami
41
Rencana Anga
42
Tidak bisa berhenti
43
Seperti drakula
44
Kilasan masa lalu
45
Sama-sama beruntung
46
Mantan pacar suami
47
Penjelasan Aditya
48
Uang tak bisa membeli cinta
49
Kejutan untuk suami
50
Kejutan yang gagal
51
Peringatan Aditya
52
Penjelasan Aditya
53
Noda membandel
54
Permintaan Anga
55
Belajar mencintai
56
Obat mujarab
57
Kedatangan tamu
58
Hanya takut
59
Ketakutan Anga
60
Ungkapan perasaan
61
Ngidam
62
Berbohong demi kebaikan
63
Pelajaran untuk Angel
64
Terlalu indah
65
Ibu hamil yang senstif
66
Berkunjung ke makam
67
Hampir kehilangan
68
Pelaku
69
Ungkapan tanpa sadar
70
Minta obat
71
Perasaan Diah
72
Butuh kepastian
73
Tante Malini
74
Jalan keluar
75
Hadiah dari suami
76
Permintaan maaf
77
Suami sombong
78
Datang ke Jogja
79
Acara penting
80
Jelaskan!!
81
Baru sadar
82
Kenapa??
83
Dua pilihan
84
Jangan menghinanya
85
Syarat
86
Mendapat restu
87
Tak berubah
88
Pergilah!!
89
Pamit
90
Syarat yang sebenarnya
91
Kenapa Bu??
92
Jangan pergi!!
93
Kekecewaan Aditya
94
Maaf
95
Sudah sejak dulu
96
Menemui Ajeng
97
Pesakitan Ajeng
98
Perubahan Ajeng
99
Keputusan Ajeng
100
Sama-sama beruntung
101
Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102
Kepergian Ajeng
103
Kabar untuk mertua
104
Pura-pura bahagia
105
Tiga bulan
106
Utang
107
Kangen
108
Ancaman Raka
109
Tak peduli
110
Keterkejutan Raka
111
Mengakhiri
112
Dikokop
113
Marah
114
Terbakar cemburu
115
Pergilah temui dia!!
116
Menemui Ratna
117
Hilang kepercayaan diri
118
Kemarahan Aditya
119
Masih halal
120
Perubahan Raka
121
Sampai di rumah
122
Cemburu
123
Di salahkan
124
Pergilah!!
125
Meyakinkan perasaan
126
Sultan
127
Dua wanita
128
Cemburu
129
Takut kecewa
130
Pria tanpa identitas
131
Mencari Raka
132
Menjadi penguntit
133
Ngidam
134
Wanita pengganggu
135
Nggak cemburu
136
Pria misterius
137
Ajeng menyerah
138
Maafkan aku
139
Ancaman Ajeng
140
Kembali bersama
141
Ngaak mungkin!!
142
Ketulusan Ajeng
143
Kamu bisa Mas!!
144
Aku nggak marah!
145
PROMO NOVEL BARU
146
Pingin punya anak
147
Tujuh bulanan
148
Hamil??
149
Bahagia tiada tara
150
Empat kelinci lucu
151
Melahrikan
152
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!