Jatuh cinta

"Assalamualaikum Mas" Anga langsung menggapai tangan Aditya untuk menyalaminya.

"Walaikumsalam" Aditya baru saja ingin keluar saat mendengar suara mobil di depan rumahnya, tapi Anga sudah lebih dulu masuk.

"Kamu kok baru pulang Dek, Mas khawatir" Pasalnya Anga pergi lebih dari tiga jam dari waktu yang biasanya Anga keluar dari kampus.

"Maaf Mas, tadi sempat ke beberapa toko buku" Anga tak berani menatap Aditya karena dia sedang berbohong kali ini. Anga malah duduk di sofa sambil menunduk untuk melepas sepatunya.

"Terus dapat bukunya nggak??" Aditya tak melihat Anga membawa buku atau tas tempat buku barunya.

"Belum dapat Mas. Anga mandi dulu ya??" Anga beranjak melewati Aditya begitu saja.

Aditya merasa ada yang aneh dengan wajah Anga, tak menunggu berpikir panjang. Aditya langsung menahan Anga. Aditya bahkan langsung memegang kedua pundak Anya untuk melihat waktu istrinya itu.

"Kamu habis nangis Dek??"

Anga kembali memalingkan wajahnya. Namun dengan cepat Aditya meraih dagu Anga untuk membawanya menatap kearahnya.

"Apa yang buat kamu sedih?? Bilang sama Mas. Ada apa hemm??"

Aditya mencakup wajah Anga yang sendu dengan kedua tangannya. Suara Aditya yang begitu lembut dan begitu mengerti keadaannya membuat air mata Anga kembali menyeruak.

"Aku sedih karena aku takut kehilangan mu Mas. Tapi aku juga sedih karena aku ini hanya membebani mu dan menjadi penghalang kebahagiaan mu" Lagi-lagi ungkapan hati Anga itu tak bisa keluar melewati bibirnya. Dia hanya bisa menatap Aditya dengan tatapan yang begitu dalam.

"Aku hanya ingat Kak Angga, dan Mama Papa Kak"

Aditya langsung memeluk Anga. Membiarkan tangis Anga pecah di dalam pelukannya. Hati Aditya terasa ngilu mendengar tangisan pilu dari istrinya itu.

"Jangan sedih lagi, ikhlaskan semuanya supaya hati kamu lega. Kamu nggak sendirian di dunia ini, ada Mas di sini" Aditya membisikkan kata-kata yang dia harap bisa menenangkan Anga.

"Apa benar Mas Adit akan selalu ada untuk Anga??"

"Hey, ngomong apa kamu??" Aditya merenggangkan pelukannya, dia menunduk untuk menatap istrinya.

"Mas ini suami kamu. Tentunya Mas akan selalu ada buat kamu"

Anga ingin percaya dengan suaminya. Selama Aditya tidak melepaskannya, selama Aditya tidak menyuruhnya pergi, dia tetap akan bertahan.

Biarlah masa lalu Aditya kembali kalau dia memang akan kembali. Tapi bukannya itu hanya masa lalu.

Sekarang yang harus Anga lakukan hanya mempercayai suaminya. Dia juga akan terus berusaha menjadi istri yang baik agar Aditya bisa mencintainya.

Anga kembali memeluk Aditya. Kali ini dia yang lebih dulu masuk ke dalam dekapan hangat itu. Menghirup dalam-dalam harum dari tubuh suaminya yang sudah dua malam ini selalu memeluknya saat tidur.

Anga merasakan punggungnya diusap dengan lembut, juga sebuah kecupan ringan di pucuk kepalanya membuat hati Anga semakin berharap jika Aditya juga membalas cintanya.

Apa?? Membalas??

Kenapa?? Apa terlalu dini mengatakan kalau Anga mencintai Aditya??

Itu juga yang di rasakan Anga. Dia sempat tak percaya dengan perasaannya pada Aditya saat ini. Dia sulit mengartikan perasannya apakah murni cinta atau sebatas rasa nyaman karena terus di lindungi dan di beri rasa nyaman.

Tapi tidak!!!!!!

Kali ini Anga tidak salah jika menganggap perasaan itu sebagai cinta. Hatinya selalu berdesir saat menerima perlakuan lembut dari Aditya. Jantungnya berdebar-debar saat menatap mata Aditya yang menenangkan. Tubuhnya juga selalu bereaksi berlebihan saat Aditya menyentuhnya.

Semoga saja rasa cinta yang Anga punya untuk Aditya akan mendapatkan sambutan dari pria itu. Entah sampai kapan tapi Anga akan berusaha membuat Aditya jatuh cinta kepadanya.

"Mas sudah makan??" Anga mendongak menatap suaminya.

"Belum, Mas nungguin kamu"

"Ya sudah, Anga bersih-bersih dulu ya Mas"

"Iya, Mas tunggu"

Rasanya sangat sulit untuk mengatakan jika sikap Aditya itu hanya pura-pura. Kalau begitu, berarti Anga yang salah karena sempat percaya dengan omongan Diah.

🍀🍀🍀

Selesai makan malam, Anga memilah baju kotornya di kamar. Ada juga beberapa baju milik Aditya yang tergantung di belakang pintu.

Anga membawanya ke belakang untuk mencucinya malam ini saja karena besok dia ada kuliah pagi dan pasti tidak akan sempat.

Dia melewati Aditya yang sibuk dengan laptopnya di depan televisi. Aditya saat ini memilih duduk di bawah beralaskan karpet bulu yang pernah Anga lihat di online shop.

Dulu, Anga tidak pernah menyentuh yang namanya cucian. Dari dulu selalu ada asisten rumah tangga yang mencuci pakaiannya.

Tapi sekarang, dia mulai terbiasa mencuci baju miliknya dan juga milik suaminya. Tapi terkadang, justru Aditya yang mencuci baju selepas sholat subuh.

Anga memasukkan satu per satu baju-baju kotornya sambil memeriksa barang kali ada kertas atau tisu yang ada di dalam kantong. Untung saja di kontrakan Aditya ada mesin cuci, jadi sedikit memudahkan Anga.

Cara menggunakan mesin cuci itu saja Anga harus membuka tutorial di internet. Kalau tidak, mana Anga bisa.

Anga langsung meringis dengan pipinya yang memanas karena melihat celana segitiga milik suaminya sediri. Meski sudah beberapa kali Anga menyentuh untuk mencuci tapi Anga masih merasa malu.

"Dek, ngapain?? Jam segini mau nyuci??"

Anga terkejut bukan main sampai celana segitiga milik Aditya tadi terlepas dari tangannya.

"Iya Mas, besok kan ada kuliah pagi. Biar besok pagi nggak buru-buru kalau harus nyuci dulu"

"Kan bisa Mas aja besok Dek. Kamu kan capek hari ini pulangnya telat"

"Nyucinya pakai mesin cuci loh Mas. Nggak akan buat Anga capek. Kalau mau ngomong capek, Mas juga capek karena seharian kerja. Mulai sekarang, jangan apa-apa Mas terus. Anga juga harus belajar. Katanya Anga ini istri Mas??"

Aditya hanya bisa mesam mesem karena baru kali ini Anga bisa bicara sepanjang ini dengan suara yang begitu tegas.

"Kenapa Mas senyum-senyum gitu??"

"Nggak papa. Mas cuma seneng aja karena ternyata menikah itu menyenangkan ya??"

"Maksudnya??" Anga tak paham.

"Nggak papa kok. Ya udah kamu selesaikan dulu, nanti biar Mas yang gantungkan jemurannya. Kita bagi tugas. Sekarang, Mas lihat kerjaan lagi ya, kalau udah selesai temenin Mas di depan"

"Iya Mas"

Anga kembali melanjutkan pekerjaannya. Dia mensetting mesin cuci untuk cuciannya kemudian mulai membersihkan dapurnya setelah tadi makan malam. Memang tadi sempat merapikannya sedikit, namun Anga merasa belum puas kalau tidak sebersih Aditya.

Mengingat pesan Aditya tadi kalau Anga di minta menemaninya setelah pekerjaannya selesai, tapi Anga baru keluar setelah setengah jam berlalu.

Anga juga membawakan minum untuk suaminya yang sedang menyelesaikan pekerjaan kantornya.

"Mas, Anga buatka..." Ternyata Aditya sudah terlelap di atas lantai beralaskan karpet itu dengan satu lengannya di gunakan untuk menutup matanya.

Anga mendekati suaminya. Menyingkirkan lengan Aditya dari atas wajahnya. Memperhatikan dengan detail wajah suaminya masih terlihat tampan saat tertidur.

Bukannya Anga membangunkan suaminya untuk berpindah ke kamar, Anga justru mengambil bantal dan ikut berbaring si sebelah suaminya.

Anga memiringkan tubuhnya menghadap suaminya. Menatap wajah Aditya yang hanya bisa di lihat olehnya saja ketika terlelap seperti itu.

"Selamat malam suamiku" Bisik Anga sebelum memejamkan matanya.

Tapi sebuah pelukan di pinggangnya membuat Anga kembali membuka matanya.

"Selamat malam juga istriku"

Ternyata Aditya mendengar apa yang dia ucapkan. Entah karena Aditya memang belum tidur atau terbangun karena suara Anga. Tapi itu membuat Anga malu.

Anga hanya bisa semakin meringsek maju, mencoba menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.

Terpopuler

Comments

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

cieee...udah mulai show of

2024-12-29

0

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

Lanjut

2024-11-29

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

bab ini beneran buat mewek.. rasanya pengen banget meremas itu mulut Diah dan Anggel.. terus di bejek² ...jd org kok dengki banget hatinya... gak ada yg mau nasibnya ke Anga.. ditinggal mati keluarga.. tp tega banget mulut mereka mengolok nya.. semoga aja kalian juga merasakan oenderitaan Anga, biar nyahok..

2024-11-27

2

lihat semua
Episodes
1 Bunga Kenanga
2 Dunia yang hancur
3 Kamu punya aku, suamimu
4 Jalani dengan ikhlas
5 Ganteng nggak??
6 Jangan di lepas
7 Menerima dengan ikhlas
8 Suami sempurna
9 Saran dari Caca
10 Istri titipan
11 Istri yang baik
12 Hujan perhatian
13 Kedatangan malapetaka
14 Pelukan dan kecupan pertama
15 Siapa wanita itu??
16 Mas milik kamu
17 Kawin
18 Masalah baru
19 Dua wanita ular
20 Jatuh cinta
21 Bekal makan siang
22 Malam mingguan
23 Ditinggal suami
24 Pap dari suami
25 Langkah yang Anga ambil
26 Aditya pulang
27 Matang dan tampan
28 Bantuan Caca
29 Rasa bersalah
30 Mas tunggu di rumah!!
31 Dingin
32 Penyesalan Anga
33 Kejujuran
34 Ngurusin suami
35 Mas Adit
36 Kemarahan Aditya
37 Tentang lidah
38 Kedatangan Mayang
39 Tidak ada rasa
40 Hak suami
41 Rencana Anga
42 Tidak bisa berhenti
43 Seperti drakula
44 Kilasan masa lalu
45 Sama-sama beruntung
46 Mantan pacar suami
47 Penjelasan Aditya
48 Uang tak bisa membeli cinta
49 Kejutan untuk suami
50 Kejutan yang gagal
51 Peringatan Aditya
52 Penjelasan Aditya
53 Noda membandel
54 Permintaan Anga
55 Belajar mencintai
56 Obat mujarab
57 Kedatangan tamu
58 Hanya takut
59 Ketakutan Anga
60 Ungkapan perasaan
61 Ngidam
62 Berbohong demi kebaikan
63 Pelajaran untuk Angel
64 Terlalu indah
65 Ibu hamil yang senstif
66 Berkunjung ke makam
67 Hampir kehilangan
68 Pelaku
69 Ungkapan tanpa sadar
70 Minta obat
71 Perasaan Diah
72 Butuh kepastian
73 Tante Malini
74 Jalan keluar
75 Hadiah dari suami
76 Permintaan maaf
77 Suami sombong
78 Datang ke Jogja
79 Acara penting
80 Jelaskan!!
81 Baru sadar
82 Kenapa??
83 Dua pilihan
84 Jangan menghinanya
85 Syarat
86 Mendapat restu
87 Tak berubah
88 Pergilah!!
89 Pamit
90 Syarat yang sebenarnya
91 Kenapa Bu??
92 Jangan pergi!!
93 Kekecewaan Aditya
94 Maaf
95 Sudah sejak dulu
96 Menemui Ajeng
97 Pesakitan Ajeng
98 Perubahan Ajeng
99 Keputusan Ajeng
100 Sama-sama beruntung
101 Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102 Kepergian Ajeng
103 Kabar untuk mertua
104 Pura-pura bahagia
105 Tiga bulan
106 Utang
107 Kangen
108 Ancaman Raka
109 Tak peduli
110 Keterkejutan Raka
111 Mengakhiri
112 Dikokop
113 Marah
114 Terbakar cemburu
115 Pergilah temui dia!!
116 Menemui Ratna
117 Hilang kepercayaan diri
118 Kemarahan Aditya
119 Masih halal
120 Perubahan Raka
121 Sampai di rumah
122 Cemburu
123 Di salahkan
124 Pergilah!!
125 Meyakinkan perasaan
126 Sultan
127 Dua wanita
128 Cemburu
129 Takut kecewa
130 Pria tanpa identitas
131 Mencari Raka
132 Menjadi penguntit
133 Ngidam
134 Wanita pengganggu
135 Nggak cemburu
136 Pria misterius
137 Ajeng menyerah
138 Maafkan aku
139 Ancaman Ajeng
140 Kembali bersama
141 Ngaak mungkin!!
142 Ketulusan Ajeng
143 Kamu bisa Mas!!
144 Aku nggak marah!
145 PROMO NOVEL BARU
146 Pingin punya anak
147 Tujuh bulanan
148 Hamil??
149 Bahagia tiada tara
150 Empat kelinci lucu
151 Melahrikan
152 Akhir
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Bunga Kenanga
2
Dunia yang hancur
3
Kamu punya aku, suamimu
4
Jalani dengan ikhlas
5
Ganteng nggak??
6
Jangan di lepas
7
Menerima dengan ikhlas
8
Suami sempurna
9
Saran dari Caca
10
Istri titipan
11
Istri yang baik
12
Hujan perhatian
13
Kedatangan malapetaka
14
Pelukan dan kecupan pertama
15
Siapa wanita itu??
16
Mas milik kamu
17
Kawin
18
Masalah baru
19
Dua wanita ular
20
Jatuh cinta
21
Bekal makan siang
22
Malam mingguan
23
Ditinggal suami
24
Pap dari suami
25
Langkah yang Anga ambil
26
Aditya pulang
27
Matang dan tampan
28
Bantuan Caca
29
Rasa bersalah
30
Mas tunggu di rumah!!
31
Dingin
32
Penyesalan Anga
33
Kejujuran
34
Ngurusin suami
35
Mas Adit
36
Kemarahan Aditya
37
Tentang lidah
38
Kedatangan Mayang
39
Tidak ada rasa
40
Hak suami
41
Rencana Anga
42
Tidak bisa berhenti
43
Seperti drakula
44
Kilasan masa lalu
45
Sama-sama beruntung
46
Mantan pacar suami
47
Penjelasan Aditya
48
Uang tak bisa membeli cinta
49
Kejutan untuk suami
50
Kejutan yang gagal
51
Peringatan Aditya
52
Penjelasan Aditya
53
Noda membandel
54
Permintaan Anga
55
Belajar mencintai
56
Obat mujarab
57
Kedatangan tamu
58
Hanya takut
59
Ketakutan Anga
60
Ungkapan perasaan
61
Ngidam
62
Berbohong demi kebaikan
63
Pelajaran untuk Angel
64
Terlalu indah
65
Ibu hamil yang senstif
66
Berkunjung ke makam
67
Hampir kehilangan
68
Pelaku
69
Ungkapan tanpa sadar
70
Minta obat
71
Perasaan Diah
72
Butuh kepastian
73
Tante Malini
74
Jalan keluar
75
Hadiah dari suami
76
Permintaan maaf
77
Suami sombong
78
Datang ke Jogja
79
Acara penting
80
Jelaskan!!
81
Baru sadar
82
Kenapa??
83
Dua pilihan
84
Jangan menghinanya
85
Syarat
86
Mendapat restu
87
Tak berubah
88
Pergilah!!
89
Pamit
90
Syarat yang sebenarnya
91
Kenapa Bu??
92
Jangan pergi!!
93
Kekecewaan Aditya
94
Maaf
95
Sudah sejak dulu
96
Menemui Ajeng
97
Pesakitan Ajeng
98
Perubahan Ajeng
99
Keputusan Ajeng
100
Sama-sama beruntung
101
Toping cincin ( Mulai kisah Ajeng dan Raka)
102
Kepergian Ajeng
103
Kabar untuk mertua
104
Pura-pura bahagia
105
Tiga bulan
106
Utang
107
Kangen
108
Ancaman Raka
109
Tak peduli
110
Keterkejutan Raka
111
Mengakhiri
112
Dikokop
113
Marah
114
Terbakar cemburu
115
Pergilah temui dia!!
116
Menemui Ratna
117
Hilang kepercayaan diri
118
Kemarahan Aditya
119
Masih halal
120
Perubahan Raka
121
Sampai di rumah
122
Cemburu
123
Di salahkan
124
Pergilah!!
125
Meyakinkan perasaan
126
Sultan
127
Dua wanita
128
Cemburu
129
Takut kecewa
130
Pria tanpa identitas
131
Mencari Raka
132
Menjadi penguntit
133
Ngidam
134
Wanita pengganggu
135
Nggak cemburu
136
Pria misterius
137
Ajeng menyerah
138
Maafkan aku
139
Ancaman Ajeng
140
Kembali bersama
141
Ngaak mungkin!!
142
Ketulusan Ajeng
143
Kamu bisa Mas!!
144
Aku nggak marah!
145
PROMO NOVEL BARU
146
Pingin punya anak
147
Tujuh bulanan
148
Hamil??
149
Bahagia tiada tara
150
Empat kelinci lucu
151
Melahrikan
152
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!