" baik, Duchess. Kami membawa rancangan terbaru dari toko kami. Sebuah set baju dengan 2 topi yang berbeda. Termasuk payung dan juga hiasan kepala. Dengan jenis kain yang sangat halus, kami yakin anda pasti nyaman memakai baju kami" ucap salah satu dari undangan. Dengan di temani 3 pelayannya mereka memamerkan baju yang sangat bagus dan indah. Belum pernah sekalipun Jemina melihat baju dengan bagian rok yang sangat ramping. Indah sekali.
" apa ini model terbaru? " Jemina berdiri dan berjalan mendekat. Dia berusaha menutupi rasa kagumnya. Jangan sampai sikap kampungannya membuat image angkuh Cassandra menjadi hilang.
" tentu saja Duchess. kami dapat menjamin jika tidak ada satu toko pun yang menyamai rancangan kami" ungkap pemilik toko sambil sedikit sombong.
Padahal 2 yang lain sama sekali tidak terintimidasi dengan gaun terbaru itu.
" apakah kau memiliki warna yang berbeda? ku rasa ini kurang terlihat mendominasi, aku ingin yang mewah dan menjadi pusat perhatian" ungkap Jemina dengan asal. karena sebenarnya dia sedikit tidak rela memberikan barang bagus ini pada orang lain.
" emm.. warna apa yang Duchess minta, akan kami siapkan" jawab pemilik toko dengan nada khawatir.
" belum bisa ku putuskan... silahkan yang lain"
Jemina kembali duduk di kursinya. Kini giliran tamu yang lain.
" kami membawakan set perhiasan dengan warna permata biru lautan" sambil membuka kotak kayu. Jemina menatap perhiasan dengan mata menyala. Untung saja Dia bisa segera menguasai diri dan kembali ke mode semula.
" bagus sekali. berapa banyak perhiasan dengan mata biru seperti ini?"
" tidak banyak Duchess. permata biru termasuk pada permata yang sangat sulit di temui saat ini. Saya yakin perhiasan ini akan membuat aura anda semakin terpancar" ucap pemilik toko kolektor perhiasan.
" bagus bagus.." jawab Jemina pelan sambil mengambil tehnya.
" selanjutnya" lanjut Jemina. Membuat para tamunya semakin bingung dan takut jika mereka tidak bisa memuaskan Duchess. Karena menurut kabar, Duchess Wilton adalah wanita yang pemilih sekali.
" inilah barang terbaik dari kami Duchess. Kami menamainya sang pelangi"
Jemina menatap sebuah hiasan rambut yang seakan mahkota namun juga bando. sangat unik sekali.
" bisakah aku pencobanya?" tanya Jemina ingin mengetes apakah barang ini bagus atau tidak.
" tentu saja, kami akan membantu" 2 pelayan toko segera membawa perhiasan itu ke dekat Jemina dan memasangkan dengan penuh hati-hati ke kepala Jemina.
" Helena.." ucap Jemina yang sudah di pahami oleh pelayan itu. Sebuah kaca kini menampilkan wajah Jemina yang sudah terhiasi bando kecil di kepalanya.
" tidak buruk" komentar Jemina
" kami hanya memiliki satu barang seperti ini, anda adalah orang pertama yang memilikinya" ucap kolektor toko dengan bangga. Dia tidak berbohong, karena memang bando ini baru dia dapatkan sebulan yang lalu dari luar kota.
" begitu ? baiklah akan aku beli" Jawab Jemina santai. Dia lebih memilih menghadiahkan bando kecil ini yang mrnurutnya cocok untuk putri Camila.
" baiklah, akan segera kami persiapkan"
Bando itu kemudian di lepas. 2 tamu sebelumnya terlihat sedikit sedih. Barang yang mereka bawa ternyata tidak cukup Menarik bagi Duchess.
" dan barang kalian juga'' lanjut Jemina yang membuat semua tamunya takjub. Wanita di depannya benar-benar tidak perhitungan. berapa banyak kekayaan yang dia miliki.
" Terimakasih Duchess. anda sangat dermawan" puji tamu-tamunya dengan riang dan sangat puas. mereka tidak menyangka jika mereka pulang tidak dalam keadaan tangan kosong. Duchess Wilton terlihat bersahabat sekali. Berbeda dengan sebelumnya.
" kalian persiapkan dengan baik. Aku pergi dulu" Jemina segera meninggalkan ruangan. Wanita itu tidak akan berinteraksi terlalu lama.
Semakin hari menjalani hidup sebagai Cassandra, Jemina mulai menyadari alasan kenapa wanita cantik ini berlaku kejam. Nyatanya kehidupan sebagai bangsawan benar-benar membuat nya jengah.
setelah fokus mencari hadiah, kini Jemina fokus kepada ide dadakannya untuk merenovasi kamar tidur nya.
" Helena, kau angkut semua barang-barang ini. Aku akan memilahnya nanti" ucap Jemina saat pelayan nya masuk bersamaan dengan pekerja yang lain.
" baik, nyonyaa"
Sedangkan dirinya akan pergi ke toko untuk membeli barang- barang baru untuk kamar baru nya.
" barang bagus apa yang kalian punya?" tanya Jemina sambil berkeliling melihat almari serta ranjang baru. Baginya cukup mengasyikkan berbelanja tanpa memikirkan harga.
" ini Duchess. kami memiliki barang bagus dan baru. Silahkan . " pemilik toko itu membantu Jemina mengarah ke lokasi barang-barang itu berada.
Jemina menghabiskan banyak waktu di sana. Dia memilih banyak sekali barang. Yang wanita itu pikirkan adalah membuat nyaman dirinya di kediaman Winston.
" sudah sampai nyonya" kusir kereta mengetuk pintu saat Jemina tak kunjung keluar.
" ah ya..." saut nyonya nya pelan.
Jemina turun dan masuk dengan langkah pelan. Tak di sangka dia bertemu dengan Pamela yang akan keluar.
" Duchess.." sapa wanita itu. Jemina menatap lama, berusaha menilai apa yang membuat Louis memilih wanita ini daripada Cassandra yang begitu cantik.
" kenapa buru- buru?" tanya Jemina yang merasa aneh karena selingkuhan tidak menginap.
" Duke sudah memiliki acara lain. Jadi saya takut mengganggu"
" oh, begitu. hati-hati" Cassandra berlalu begitu saja dan menuju ke kamar. entah kenapa hatinya begitu dongkol melihat lemah lembut wanita jahat itu. Tak ada sedikit pun rasa bersalah atau malu saat bertemu dengannya. sungguh miris sekali nasib Cassandra.
" sudah sampai mana pekerjaan kalian?" tanya Jemina saat masuk dan kamar sudah setengah kosong.
" nyonya,.. semua baju dan perhiasan sudah saya amankan. Tinggal perkakas besar dan hiasan dinding, kemungkinan besok mulai di keluarkan"
" bagus, kau siapkan kamar samping untuk jadi kamar sementara ku"
" sudah nyonya, semuanya sudah siap"
" baiklah teruskan pekerjaan kalian"
" iya nyonya"
Waktu mulai masuk ke malam hari tak kala Jemina sedang berendam air hangat. Dia tiba-tiba saja mengingat temannya dulu sesama pelayan. bagaimana kabarnya dia. Jemina berniat untukbmencarinya dan mengganti Helena dengan temannya itu. Pelayan pribadi Cassandra juga perlu menerima hukuman dari tindakannya padanya dulu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
riiina
nyamankan dirimu Jemina...👍
2024-08-08
1