Akhir Baru

Jemina menatap Louis dengan tatapan tak percaya. kalimat itu begitu sulit di cerna oleh Jemina. Bagaimana bisa lelaki yang dia tau begitu menjunjung etika, kini tak ubahnya seperti lelaki biadap.

Louis berjongkok di depan Jemina, menatap wajah sang istri dengan tatapan menakutkan.

" kenapa? jika benar dia bukan selingkuhan mu, sekarang bunuh dia di depan ku" desis Louis sambil menyeringai.

Jemina masih belum bisa berkata, dia bingung bagaimana menanggapi dan membuat Louis percaya.

" atau kau ingin menemaninya di sini?" lanjut Louis. membuat Jemina menggeleng cepat.

Wajah cantiknya seketika menjadi pucat pasi menatap raut garang sang suami.

“ bagus, pegang ini” entah darimana keluarnya barnag yang di pepang oleh Louis,

tiba-tiba ada sebuah pistol ternggenggam. Sambil sedikit mengayunkan, Louis memberikan senjata itu kepada Jemina.

“ buktikan padaku” ucap Louis sekali lagi.

Jemina masih belum bisa mengatakan apapun. Wanita itu setengah syok dan ketakutan. Meski dia

benar-benar membenci Ivon setengah mati, namun membayangkan dia membunuh lelaki itu dengan tangannya sendiri rasanya tidak mungkin, atau lebih tepatnya dia tidak se berani itu untuk membunuh seseorang.

“ berdiri!” Louis menarik  lengan Cassandra dengan

kuat. Lalu menahan tubuh kecil itu agar tetap berdiri menghadap kearah Ivon.

Tangan Jemina bergetar hebat, sedangkan di hadapannya Ivon membuka matanya lebar. Dia tidak

mau berakhir seperti ini.

Lelaki itu berteriak, namun tidak ada siapapun yang menanggapi, bahkan sepertinya di telinga

Jemina pun tidak ada karena terlalu fokus dengab ketakutannya. Suara itu hanya terbuang sia-sia.

“ atur nafasmu dan arahkan ke target” bisik Louis dengan salah satu tangannya memeluk

pinggang Jemina guna menyangga tubuh kecil itu.

Dor

Tubuh wanita itu tersentak.

“ hahahahahha”

Louis hanya menggertak, dia sengaja membuat peluru itu meleset tepat di samping kepala Ivon.

Rasanya Jemina tidak bisa bernafas, dadanya sesak dan berusaha mengambil nafas sebanyak banyaknya.

“ bagaimana rasanya?”

“ L.. Louis jika kau memang ingin membunuhnya, aku akan melihatnya. Tap.. Tapi aku tidak bisa,,

membunuhnya dengan,,, tangan ini,,” cicit Cassandra.

“ tidak sayang, harus tangan ini yang membunuh lelaki itu. “ suara lembut Louis terasa begitu menyeramkan. Jemina sekali lagi menatap Ivon yang sudah menangis di depannya. Wanita itu mencoba mengingat kembali bagaimana lelaki itu memperlakukannya, setidaknya dengan ini rasa bencinya akan menaikman keberaniannya untuk menarik pelatuk pistol.

“ fokus ke targetnya..” ulang Louis saat tau jika istrinya sedang mempersiapkan diri.

Jemina harus mengakhiri ini dengan cepat, Ivon memang pantas mendapatkan semua ini. Lelaki inilah yang sudah menghancurkan hidupnya. Dialah yang sudah merusak harga dirinya di penghujung hidupnya.

Dor

Dor dor

3 kali tembakan, hanya satu yang meleset. Ivon terkena peluru di bagian dada dan kepalanya.

Prok prok prok

“ hebat Cassandra, hebat!” teriak Louis yang terlihat sangat puas dengan hasil tembakan sang istri.

Seketika kaki wanita itu lemas dan tubuh itu terjatuh begitu selesai membalas dendamnya. Dan tak hanya itu pandangannya seketika menggelap.

“ akhirnya,,” lirih Jemina sebelum kesadarannya juga ikut terrenggut.

∞∞∞∞

Menjelang malam, mata lentik itu mulai bergerak. Jemina akhirnya tersadar setelah melewati kejadian yang tidak akan dia lupakan dalam hidupnya.

“ emm” wanita itu menggerakkan tubuhnya dan berniat beranjak dari ranjang.

“ nyonya” Helena segera mendekati ranjang dan membantu Cassandra berdiri.

“ pukul berapa ini?” tanya Jemina sambal menatap kearah jendela yang sudah tertutup.

“ pukul 6 nyonya, apa yang anda perlukan?” sambil menuntun Cassandra ke sebuah sofa.

“ kepalaku sangat pusing, apa kau bisa membawakan sesuatu untuk meredakannya?”

“ baik nyonya, apa ada lagi?”

“ tidak, pergilah”

Helena mengangguk lalu menghilang di balik pintu.

Jemina mulai termenung dam mengingat bagaimana bisa dia berada di sini dengan keadaan tidak baik-baik saja. Tubuhnya kesakitan setelah berperang dan menguji keberaniannya terlalu keras.

“ tunggu..” pakaiannya sudah berganti bahkan tubuhnya terlhat bersih dan terasa segar.

Dia harus memberikan hadiah pada Helena yang dengan sigap melaaninya. Jika mengingat bagaimana kotor dan lusuhnya dirinya saat membunuh Ivon.

Ceklek

“ saya bawakan soup hangat serta beberapa tonik nyonya” Helena meletakakn nampan lalu memberikan sebuah mangkok.

“ kemarikan” Jemina segera menerimanya dan merasakan rasa hangat menjalar di tenggorokan.

“ kali ini kau tanggap juga dengan langsung membersihkan tubuhku” ungkap Jemina di sela-sela makannya.

“ bukan saya nyonya, tuan Louis yang membantu anda. Saya hanya menunggu di samping ranjang begitu anda selesai”

“ uhuk uhuk” Jemina tersedak karena saking kagetnya,

“ Louis?”

“ iya nyonya”

“ dia tidak bisa di mengerti” lirih Jemina.

Merasakan jika Duke, adalah lelaki yang tidak bisa di tebak. Terkadang lembut dan baik, namun di

beberapa sisi lelaki itu sangat kejam dan menakutkan.

“ apa perlu saya panggilkan..”

“ tidak perlu,, lebih baik akau menjauhinya”

Helena yang mendengarnya ingin bertanya, namun melihat nyonya nya yang lahab menghabiskan soupnya membuat pelayan itu mengurungkan niatnya. Sejak awal hubungan junjungannya memang sulit untuk di mengerti. Yang awalnya menggeb-nggebu, hingga acuh tak acuh.

Setelah menghabiskan soup sekaligus toniknya, Jemina kembali menaiki ranjang. Tubuhnya masih lemah dan membutuhkan istirahat yang cukup.

Sarapan pagi baru saja di mulai, Jemina mulai terbiasa dengan rutinitasnya sebagaimana kaum bangsawan lainnya.

“ dimana Louis?” tanya Jemina saat sarapannya hampir saja selesai namun batang hidung lelaki itu belum juga terlihat

“ tuan sudah pergi pagi-pagi sekali” jawab salah satu pelayan yang berada di ruang makan.

“ kemana?”

“ ke istana Nyonya” wajah pelayan itu terlihat aneh, Jemian langsung menerutuki dirinya. Bagaimana

bisa dia lupa jika Louis adalah salah satu bangsawan berpengaruh.

“ oh” jawab Jemina acuh.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!