Bukan Siapa-siapa

Jemina tersentak melihat wajah serius Mr. Frank, bulu kuduknya langsung berdiri, mungkin respon dari tubuh Cassandra masih sama. Wanita ini ketakutan bertemu dengan ayahnya.

" berita mengenai apa ayah?" cicit Jemina setelah duduk di kursi sebelah ayah nya.

" jangan pura-pura takut. Kau selalu saja membuat masalah .. " balas Mr. Frank yang membuat Jemina kembali sadar untuk memerankan Cassandra.

" itu hanya masalah kecil, Ayah tidak perlu mencemaskan apapun" balas Jemina dengan nada bicara yang berbeda. Mr. Frank baru percaya jika ini memang sikap Cassandra yang sebenarnya.

" kenapa perlu pergi melihat, kau tidak memiliki pesuruh?"

" bukan begitu, aku hanya tidak sengaja lewat. Jadi tidak ada salahnya mampir. Lagipula dengan begitu polisi tidak akan curiga" jawab Jemina enteng, semuanya benar-benar menyalahi hati nuraninya.

" tak pernah sekalipun Keluarga Dixon menurunkan kaki di kantor polisi, Cassandra. Jika hal ini terulang lagi ku pikir kau tidak perlu lagi menjadi keluarga Dixon" ancam Mr. Frank dengan tegas.

" baiklah, jangan khawatir"

" lalu bagaimana dengan Duke, kau sudah mendapatkan nya? " tanya Mr. Frank di luar konteks.

" tenang saja ayah"

" kau sudah bertahun-tahun menikah dengan Duke. namun belum juga mendapatkan pewaris, mengecewakan sekali. Kau lihat itu sepupu mu, dia yang menjadi simpanan Baron saja kini sudah mewarisi banyak hal"

" ayah jangan samakan aku dengan nya. Wanita simpanan seperti itu hanya mendapatkan kesenangan sekilas tak akan bertahan lama. Sebentar lagi Baron pasti mencari wanita yang lebih muda dan cantik" kesal Jemina. Sebagai sesama wanita dia ikut tersinggung dengan perkataan Mr. Frank. Kenapa wanita baru bisa di anggap jika sudah melahirkan anak.

" kau saja yang terlalu lambat. Merayu seorang lelaki saja tidak becus"

" memangnya apa yang akan Dixon berikan jika aku berhasil melahirkan Winston junior?" tantang Jemina.

" itu adalah balas budi mu pada Dixon, kau akan mendapatkan separuh harta Winston"

" aku bukan boneka mu ayah" Jemina berajak pergi dari meja itu, dia tidak sanggup lagi mendengar perkataan menyakitkan dari Mr. Frank. Meskipun sebenarnya kalimat itu bukan untuknya, namun Jemina merasa tidak terima dengan pelakuan Mr. Frank pada Cassandra yang begitu merendahkan.

" anak tidak tau diri" ujar Mr. Frank saat Jemina belum jauh dan bisa mendengar cacian ayah Cassandra.

Di sisi lain, Louis berbincang dengan para tamu, dia adalah tamu kehormatan di sini. Jadi banyak sekali yang ingin menjalin hubungan kerjasama dengan nya. keluarga Dixon memang haus harta dan tahta. Bahkan beberapa wanita di sana sengaja menggoda Louis agar mereka bisa menjadi pengganti Cassandra atau setidaknya simpanan lelaki terhormat itu.

" Duke, sibuk sekali? kenapa tidak menunggu pesta selesai?" tanya Barbara, sepupu Cassandra yang menjadi simpanan Baron Eros.

" jangan berulah Barbara, Duke tidak akan berselera dengan mu" Cassandra langsung menjawab dari arah belakang dengan wajah sinis.

" jaga ucapan mu Cassandra" nasehat Louis.

Barbara yang mendengar nya tersenyum tipis karena di bela oleh Duke.

" Dengan seorang simpanan saja, aku tidak perlu etika" balas Jemina yang masih kesal. Entah karena respon tubuh ini, atau karena Jemina sangat benci dengan keluarga Cassandra. Dia sejak tadi selalu saja sinis pada kerabat Cassandra.

" kami hanya mengutarakan rasa saling mencintai, tidak ada yang salah dengan cinta, Cassandra" balas Barbara dengan wajah sedih, seakan dia menjadi korban bully.

" kau membuatku ingin muntah, Barbara. Sudah Louis, kita lebih baik pulang sekarang ..." Cassandra dengan wajah lelah menggandeng lengan Louis dan mengajaknya keluar kediaman.

" kami pulang dulu, Lady" pamit Louis pada Barbara.

Sedangkan Cassandra tentu saja dengan wajah masam tetap menarik Louis untuk segera pergi.

" kenapa kau suka sekali membuat permusuhan?" tanya Louis saat mereka menunggu kereta kuda.

" dia yang lebih dulu memancing ku, apa jangan-jangan kau tertarik padanya? " selidik Jemina. Wanita itu masih nyaman memeluk lengan Louis.

" jangan bicara sembarangan! " Louis melepas tangan Cassandra dengan kasar.

" aku hampir berfikir, bagimu menyimpan satu gundik tidaklah cukup"

" siapa yang kau sebut gundik?"

" siapa lagi, kau lupa"

" jaga ucapanmu ya, aku tidak..."

kereta milik Cassandra berhenti.

" diamlah" Cassandra memilih masuk ke kereta. Mereka datang membawa kereta masing-masing karena rencana awal Duke akan pulang lebih dulu meninggalkan Cassandra.

" kunci pintunya" ucap Jemina pada Helena berjalan di belakang nya.

Louis menatap dengan wajah marah, dia masih tidak terima dengan ucapan Cassandra. Meski kenyataannya dia memang memiliki hubungan istimewa dengan wanita lain.

Louis tidak terima dengan panggilan Gundik yang dia dengar, dan yang pasti mengarah pada satu orang.

" saya lihat tuan tadi menahan marahnya, apa nyonya.."

" biarkan saja, aku tidak peduli" jawab Jemina cuek.

" nyonya.. " lirih Helena menggantung

" kenapa? kau ingin membela Louis?"

" bukan begitu, kali ini saya sangat setuju dengan anda. Ini adalah pertama kalinya anda tidak peduli dengan Tuan" ucap Helena yang membuat Jemina mematung sejenak sambil mengingat ingat hubungan Cassandra dulu.

" aku sedang kesal saja" Jemina langsung menutup pembicaraan. Dia menatap jendela kereta dengan wajah datar.

Cassandra memang begitu tergila-gila pada Louis, wanita hampir tidak pernah menolak apapun permintaan suaminya. Dia akan melakukan apapun demi menarik perhatian Louis. Tapi malam ini Jemina membuat Cassandra berbeda.

" sial, kau Cassandra" geram Louis. Cassandra mulai berani mengabaikannya. Dia terbiasa dengan Cassandra yang bucin dan mengutamakan nya. Ada apa dengan istrinya malam ini. Dia tidak terima jika Cassandra tidak peduli lagi.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!