"Katakan sesuatu!" ucap Leo
"Yang kalian baru berikan tadi itu, adik tirinya Kevin makanya dia marah besar!" ucap Juan yang membuat mereka langsung merasa bersalah.
"Apa!!" Mereka semua merasa bersalah setelah mendengar itu juan langsung berjalan menuju kearah Kevin.
Tak berapa lama Juan yang mencoba membangunkan Kevin akhirnya bisa terbangun
"Ahh.. dimana Oliv!" ucap Kevin yang baru sadar
"Gila leher gua sakit banget, awas aja lu Jack!" lanjut Kevin memegang lehernya yang sakit ia mencoba bangun dan berjalan santai, disusul oleh Juan.
Mereka menelusuri semua ruangan hingga Samapi disalah satu ruangan yang banyak orang disana yang menjaga.
"Juan hatam mereka semua, gua masuk kedalam sekarang"
Juan yang mendengar perintah dari Kevin segera lari dan memukul mereka semua dibantu oleh Kevin, hingga mereka Sampai didepan pintu.
"Gua masuk jaga pintu."
Juan langsung menganggukkan kepalanya yang artinya dia sudah mengerti, Kevin Langsung mendobrak pintu dengan keras lalu ia segera masuk amarah Kevin benar-benar tidak terbendung saat melihat Oliv dengan baju yang sudah sebagian robek ia melihat anak dari ketua itu akan melecehkan Oliv. Sedangkan ayah dari anak itu tidak ada disana sepertinya ia keluar meninggalkan anaknya berdua dengan Oliv.
Kevin langsung jalan kearah mereka dan segera menarik dengan sekuat tenaga yang membuat laki-laki itu jatuh ke Lantai, sedangkan Oliv terlihat ketakutan diatas sofa. Kevin yang melihat Oliv menangis membuat hati pria itu merasa bersalah terlebih lagi ia tak bisa menolong Oliv , disaat gadis itu meminta tolong. Amarah Kevin semakin memuncak dan menarik tubuh pria itu lalu menghajar ya bertubi-tubi Tampa henti yang membuat darah Muncar dari Mulut laki-laki itu, Kevin terus menghajarnya benar-benar brutal, tak berapa lama Oliv yang mulai menghentikan tangisannya ia menoleh kearah samping ia melihat Kevin menghajar laki-laki Tampa henti, pukulan demi pukulan melayang di pipi laki-laki itu terlihat dengan jelas laki-laki itu tak berdaya dengan darah yang menodai tubuh laki-laki itu. Oliv yang melihatnya segera berlari memeluk Kevin yang dalam keadaan emosi yang tak terkendali, Kevin yang merasakan tubuh hangat Oliv membuatnya berhenti memukul laki-laki itu, ia menahan emosi nya Kevin langsung melepaskan pelukan Oliv.
"Maaf Oliv, aku gagal menjaga mu.'" ucap Kevin tak berani menatap kearah Oliv.
Gadis itu tak berkata apa-apa pun dan langsung memeluk Kevin, walaupun tubuhnya gemetar karna takut. "S-selama masih ada kamu, aku pasti merasa aman hikss..." peluk Oliv semakin erat.
Kevin membuka Hoodie miliknya walaupun ada cipratan darah dan memberikan pada Oliv untuk menutup bajunya yang robek terlihat jelas Bra Oliv terlihat.
Laki-laki itu bisa berdiri walaupun terhuyung-huyung ia mengambil botol dimeja dan akan menyerang Oliv, Kevin yang sadar langsung pasang badan untuk Oliv yang membuat botol itu mengenai bagian belakang kepala Kevin botol itu pecah berkeping-keping. Oliv berteriak takut " Aaaaaaa!! KEVIN!!"
Kevin yang semakin geram langsung mencengkram kerah baju laki-laki itu dan dengan satu kali gerakan Kevin membanting laki-laki menggunakan teknik membanting lawan yang ia pelajari di judo.
Bakk!!
Laki-laki itu terbanting di meja Kaca di sana yang membuat leher laki-laki itu patah dan tak bisa bergerak lagi untuk bangun saat itu. Oliv yang melihat langsung duduk dilantai dengan wajah tak percaya hanya terdiam disana.
"Dengarin gua Baj*ngan, Rasanya gua pengen ngebun*h lu, tapi gua gak akan melakukan itu. Mengotori tanganku dengan darah menjijikan mu." ucap Kevin yang langsung Pergi dari sana menggoda Oliv ala-ala pengantin.
Saat membuka pintu terlihat ada ketua para grub bersama dengan wakil mereka membantu Juan menghajar bala bantuan yang cukup banyak tapi ditangan mereka hanya butiran kecil saja.
"Kevin Kamu benar-benar meminta maaf sama lu" ucap Leo mewakili semua ya.
Oliv yang tertidur dipeluk Kevin, dengan pelukan erat "Tak masalah harusnya gua beri tahu dari awal" Kevin langsung pergi dari sana diikuti Juan.
dijalan menuju motor Kevin ia menurunkan Oliv didekat motornya, Juan yang bingung langsung bertanya " Kita mau bawa kenapa Oliv, kalo pulang bisa bahaya." kebingungan Juan.
"Rumah lu! nanti gua bikin alasan Oliv tidur dirumah teman ya."
"Aku gak mau!" ucap Oliv yang mendekap dirinya merasa jijik dengan dirinya.
Kevin langsung menghampiri gadis itu dan menenangkan " Oliv jika pulang ayah akan kaget dan sok, bagaimana kalo tiba-tiba penyakit jantung ayah kumat."
Oliv yang baru sadar semuanya ia pun setuju untuk kerumah Juan. Mereka memutuskan untuk kesana di perjalanan Oliv terus memeluk Kevin dengan erat hingga sampai di rumah Juan rumah modern yang besar.
Kevin membantu Oliv turun dari motor mereka masuk kerumah Juan yang cukup besar dengan interior rumah mewah dan terdapat lantai dua.
Mereka naik kelantai 2 menuju salah satu kamar begitu dibuka Oliv sadar ini bau Kevin yang artinya inj kamar Kevin, rumah mewah lantai 2 , halaman depan luas dan indah ternyata milik Juan, Kevin , saga, Hanzo dan si kembar ternyata ini rumah persinggahan atau rumah kedua setelah markas, sekalian ini menjadi rumah Juan ayah ibu Juan berkerja jauh jadi dari pada Juan tinggal sendiri ia atau pindah sekolah akhirnya uang mereka berenam dikumpulkan untuk membeli rumah yang mereka tinggali saat ini untuk jadi markas kedua mereka sebagai rumah singgah 6 orang itu.
Nah saat ini mereka sedang di kamar milik Kevin, pria itu membaringkan tubuh Oliv dengan lembut dikasur dan Mengelus dengan lembut Kening gadis ya itu.
"Istirahatlah, aku akan kebawa dulu sebentar ya" ucap Kevin mengelus rambut Oliv, gadis itu hanya mengangguk sambil tersenyum .
Juan dan Kevin turun dari kamar, menuju ruangan tamu disana ada Hanzo yang baru datang dengan khawatir menghampiri mereka "Bagiamana?"
"Apa? keadaan Oliv?" tanya Juan.
"Hmm.. Sama menang gak."
Kevin yang mendengarnya langsung memukul kepala Hanzo dengan sedikit keras.
"agkhh.. Kevin sakit"
"Intinya aman semua ya." ucap Juan yang merasa kasian dengan Hanzo.
"gua dengar lawan kalian Mafia?"
"Mafia baru, mereka belum kenal Kevin!"
Kevin mengambil es batu yang dia simpan di kantong plastik dan mengompres kepalanya yang tadi terkena Pukulan.
"gua masih gak terima, para ketua grub berani memukul ku!!" ucap Kevin mengepalkan tangannya.
"Kevin tenanglah mereka gak tau kalo itu adikmu" ucap Juan yang menenangkan Kevin.
Tak lama kemudian Kevin dan yang mendengar suara teriakan Oliv yang histeris" TOLONG!!!!......."
Kevin dan yang lain segara naik ke lantai dua terburu-buru menaikkan tangga, Kevin membuka pintu dan langsung memeluk Oliv yang sudah disudut ruangan sambil meringkuk ketakutan.
"Lepaskan akuu.... Kumohon!! Kevin Aaaaa.. Tolong."
Saat Kevin mencoba memeluk ya seketika Oliv meronta-ronta mencoba menghalangi Kevin yang membuat Kevin susah menenangkan Oliv.
"Tenang Oliv ini aku..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments