Ngambek tapi kok romantis sih.

Kevin menatap tajam kearah Juan " Bawa semua barang itu, kau membuat ku dalam masalah" segera mengejar Oliv yang pergi meninggalkan mereka, Juan hanya mengakat bahu ya dan langsung mengambil semua barang Kevin yang jatuh Disana.

Kevin kemudian mengejar Oliv sambil menjelaskan semuanya " Kamu salah paham, aku memang mau pergi bersama mu, aku hanya meminta Juan untuk menjadi ketua sementara." ucap Kevin yang membuat Oliv menghentikan langkahnya .

"Benar hanya itu."

"Ya mau hanya itu, kamu hanya salah paham."

Juan yang datang membawa boneka panda Oliv dan beberapa makanan menghampiri mereka. "Ini Vin, aku harus pergi Hanzo udah nunggu."

Kevin mengambil barang tersebut dan melihat kearah Oliv" lihat aku hanya mau memberi tahu itu saja sama Juan."

Juan yang mendengar itu segera menarik Kevin ke tempat yang aman tapi Tampa mereka sandar Oliv mengikuti mereka walaupun Kevin menyuruh gadis itu untuk menunggu ya.

"Ada apa Juan? Oliv sendirian disana."

" Bisakah nanti malam kau bertemu aku dan Hanzo di jalan ini ada beberapa kelompok berandalan yang membuat Maslah."

"Hmm... Tapi aku sudah di berikan peringatan sama saga dan Oliv jadi aku tidak bisa pergi"

"ayolah buat alasan apa saja, nanti kami merahasiakan itu."

"Hmm baiklah."

Oliv yang mendengar ya cukup terkejut dengan percakapan mereka ia segera pergi meninggalkan tempat itu ia takut ketahuan Kevin dan Juan, ia menunggu Kevin ditempat tadi sambil memikirkan cara agar Kevin tidak Pergi. disaat ia menunggu 2 orang remaja seusia dia datang menggoda Oliv yang sendirian disna.

"Sendiri aja, boleh aku temani!" ucap pemuda itu dengan senyuman yang menakutkan.

"Gak aku bersama temanku jadi pergilah." Oliv terlihat sangat kesal dan tidak nyaman.

salah satu dari mereka memegang tangan Oliv " Disini tidak sangat dingin, yuk ikut kami ke tempat yang enak "

Tiba-tiba laki-laki itu terpental cukup jauh yang ternyata Kevin menendang perut laki-laki itu dengan keras hingga melepaskan tangan ya dari Oliv.

"Astaga tangan menjijikan mu menyentuh ya, cari masalah." ucap Juan yang melihat sambil melipat kedua tangannya di depan.

"Sial, siapa kalian?" memegang perut ya.

"Juan!! Bro itu juan berarti laki-laki itu Kevin." ucap teman ya yang membantu laki-laki yang ditendang Kevin tadi.

Mereka kemudian lari dengan cepat karna takut dengan mereka berdua, Kevin dan Juan tidak memperlihatkan itu "Apa ada yang terluka?" tanya Kevin melihat tangan Oliv.

menggeleng kepalanya" tidak aku hanya terkejut"

"Maaf harusnya aku tidak meninggalkan mu."

"Baiklah Vin, aku akan pergi" ucap Juan yang dijawab anggukan oleh Kevin.

Setelah Juan pergi Kevin kemudian mengajak Oliv duduk di salah satu bangku disana kemudian memberikan air untuk Oliv.

"Minumlah, apa mereka melakukan sesuatu?" Kevin memberikan air putih.

Oliv mengambil air itu " Tidak, untung kamu tepat waktu jika tidak.."

"Jangan bilang seperti itu, aku akan menjaga mu dan melindungi mu." ucap Kevin yang terlihat khawatir.

"janji?"

Kevin tersenyum melihat wajah Oliv yang menatapnya dengan tersenyum " Iya aku janji."

Oliv senang mendengarnya, tapi terlihat gadis itu mengosok bahu ya ia merasa kedinginan karna udara malam ditambah ia hanya menggunakan pakaian pendek, Kevin yang yang melihat itu langsung melepaskan jaket kulitnya dan memberikan pada Oliv.

"pakailah udara sangat dingin, kamu bisa masuk angin."

Oliv tersentuh dengan sifat Kevin, dengan senang hati Oliv memakai jaket Kevin terasa hangat dan ada bau parfum Kevin di sana, untuk ya Kevin menggunakan Hoodie jadi dia tak kedinginan.

Kevin membuang beberapa makanan yang sudah habis dan hanya membawa boneka Kevin mengajak Oliv pulang dan gadis itu setuju, di perjalanan menuju parkiran Oliv masih kedinginan ia menggosok kedua tangannya, Kevin dengan santai meraih salah satu tangan Oliv dan menggegam tangan Oliv lalu memasukkannya di kantong Hoodie miliknya Kevin berjalan Santai diikuti Oliv dengan wajah terkejut.

"Kenapa jantung ku berdebar, tapi tangan Kevin hangat, andai Rangga seperti ini romantis ya." batin hati kecil Oliv yang merasa nyaman dan hangat oleh tangan kevin.

Mereka terlihat seperti pasnagan kekasih yang baru saja merasakan cinta, Kevin menggegam tangan Oliv hingga di depan parkiran.

melepaskan tangan Oliv "Ayo pulang?"

"hmm ayoo."

Kevin kemudian menggunakan Helm full face ya dan naik ke atas motor sport miliknya diikuti Oliv, Kevin kemudian menjalankan motor untuk segera pulang kerumah.

(sesampainya di rumah)

 Mereka berdua segera masuk kedalam rumah, terlihat Kevin sudah naik menuju ke lantai 2 rumah sedangkan Oliv, menghampiri ayah dan ibunya.

"Hey kamu sudah pulang syg?" tanya ibu dengan tersenyum.

"Bagiamana seru?" ayah juga ikut bertanya.

"Iya seru ayah " jawab Oliv dengan senang.

Mengelus rambut Oliv "Dimana kakak mu?" tanya ibu

"Sudah naik duluan."

"Ah Kevin memang begitu" ucap ayah dengan santai menyeruput kopi.

"Ibu ayah aku mau kekamar ya, aku Capek."

"iya sayang." ucap ibu dan ayah hanya mengangguk sambil tersenyum.

Oliv menaiki tangga dengan terburu -buru menuju kamarnya, Setelah ia sampai didepan kamar ia segara masuk ke kamarnya tapi dia menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya terlebih dahulu. Setelah itu ia baru berjalan kearah kasurnya dan membaringkan tubuhnya disana.

"Aaahh... capek banget anjir..."

Oliv yang baru sadar bahwa Kevin akan pergi menemui Juan dan grubnya membuat ya langsung bangun kemudian menuju kamar Kevin dengan pelan ia mengetuk pintu kamar Kevin, Oliv mengetuk pintu lagi dan lagi karna tidak ada respon beberapa kali Oliv memanggil nama Kevin tapi tak ada respon apa²."Jangan-jangan Kevin sudah pergi lagi" wajah kecewa terlihat jelas di wajah Oliv .

Tak lama Pintu kamar Kevin terbuka terlihat Kevin yang keluar dengan mengusap matanya terlihat baru saja terbangun dari tidur ya.

"Ada apa Oliv?" ucap Kevin

"Kamu tidur."

"Enggak aku lagi maraton. Menurut mu apa cantik tentu saja aku tidur, jadi katakan apa mau mu hmmm?"

"tidak ada. "

"baiklah aku akan kembali tidur, kamu juga tidurlah."

Oliv langsung berfikir ini hanya permainan Kevin " aku tau Kevin pasti sengaja agar aku berfikir dia tidur terus tengah malam dia terus keluar." batin Oliv yang masih berdiri didepan pintu Kevin.

"Hey kau sedang berfikir apa? Tidurlah." ucap Kevin yang setia menunggu disana.

"Kevin tidur dengan ku malam ini!!"

Kevin terkejut " Apa?"

"Iya aku takut tidur sendiri, aku masih takut gara-gara laki-laki tadi ." alasannya cukup masuk akal Oliv.

"Baiklah, Tidur saja kan."

"Emang apa lagi!" Oliv menanyakan apa yang Kevin pikirkan.

"sudahlah ayoo! Aku sudah ngatuk." Kevin menutup pintu kamarnya dan menarik tangan Oliv menuju kamar gadis itu.

Terlihat jelas wajah canggung Oliv karna ini pertama kalinya ia mengajak laki-laki tidur dengan ya. Kevin terlihat tak masalah ia segera menutup pintu kamar Oliv.

"Kamu tidurlah aku akan tidur disofa." ucap Kevin yang terlihat membersihkan sofa panjang dikamar Oliv dekat jendela sepengetahuan Kevin gadis itu sudah mengunci pintu kamarnya.

"Tidak kamu tidur dikasur dengan ku." ucap Oliv berteriak karna di otaknya Kevin akan menyelinap saat ia tidur.

"Ha!! Baiklah tunggu aku ambil ponsel ku, sepertinya aku melupakan ya" Kevin kemudian menuju pintu saat akan membuka pintu ia tak bisa karna terkunci.

Wajahnya terlihat heran "Aku rasa tidak mengunci ya, Oliv kamu yang kunci."

"hmmm..." kata Oliv sambil melihat kearah lantai.

Kevin terlihat terkejut " Astaga aku kira kau anak-anak baik... Tapi ternyata kau mesum juga."

"Heyy tidak seperti itu!!" Oliv terlihat memerah karna yang dituduhkan Kevin itu salah.

Kevin terkekeh melihat ekspresi Oliv memerah"Aku tau, aku hanya bercanda jadi katakan apa alasan mu, mengunci, menyuruhku tidur dengan mu?"

"Aku mendengar kamu dan Juan bicara tadi, aku dengar kamu akan keluar, aku khawatir dengan cedera mu lagian gara2 aku juga kamu terluka."

Kevin mendekati gadis itu dengan lembut menuntunnya menuju kasur, mereka kemudian duduk di atas kasur "Hey, itu bukan salah mu cedera ini sudah aku dapat sebelum kmu jatuh diatasku."

"Tapi tetap saja ada luka yang aku timbul kan"

"Baiklah, aku akan tidur disini, lagian Aku membatalkan akan keluar bersama teman-temanku. Karna aku sudah janji tidak akan keluar dengan teman-teman grub ku sampai aku sembuh"

Oliv terlihat senang mendengar ya segera berdiri dan membuat batas dengan guling dan batal seperti garis ditengah mereka. "Ini garis batas kita ingat jangan ada yang mendekat."

"Baiklah, berikan kunci kamar mu! aku mau mengambil ponsel ku."

Oliv memberikan kuncinya, Kevin segera mengambil ponselnya tak lama pria itu kembali segera menutup pintu kamar Oliv tak lupa menguncinya.

"Kok kamu kunci?" tanya Oliv yang sudah berbaring dikasur.

"Hmm... Biar kamu percaya aku gak kemana-mana dan supaya ayah atau ibu gak asal masuk lalu melihat kita pasti akan membuat rumit." ucap Kevin yang memberikan kunci ke Oliv dan segera berbaring dikasur pria itu membelakangi Oliv, menyelimuti tubuh ya lalu memejamkan matanya.

Oliv masih sibuk dengan ponselnya ia sedang chating dengan pacarnya tak lama pacar ya menelfon ya mereka sepanjang malam bercerita random melepaskan rindu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!